APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Sang CEO yang Melarikan Diri

Istri Sang CEO yang Melarikan Diri

Jenessa mengabdi sebagai sekretaris sekaligus istri rahasia bagi CEO bernama Ryan. Namun, impian manisnya saat mengandung runtuh seketika karena Ryan lebih memilih fokus pada cinta pertamanya. Merasa dikhianati, Jenessa pun memilih pergi menjauh dan menghilang. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Ryan terkejut melihat kondisi perut Jenessa dan menuntut penjelasan. Dengan berani, Jenessa menegaskan bahwa mantan suaminya itu tidak lagi memiliki hak atas kehidupannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Jenessa tanpa sadar mengangkat kepala dan menatap pria yang berdiri di depan yang sedang menatapnya dengan tajam.

'Apa aku sedang berhalusinasi? Apa yang sedang Ryan lakukan di sini? Maisie baru saja pulang dari luar negeri, bukankah Ryan seharusnya menghabiskan waktu bersama wanita yang dicintainya?'

Ryan mengerutkan kening ketika tidak menerima tanggapan dari Jenessa.

Pakaian Jenessa saat ini sudah basah kuyup karena hujan. Rambut hitam dan panjang menempel di pipi pucat Jenessa, dan air terus menetes dari ujungnya. Dia terlihat sangat tidak berdaya dan menyedihkan.

"Apa yang terjadi padamu?" tanya Ryan, nada bicaranya terdengar agak kaku.

Jenessa teringat sikap lembut dan penuh kasih sayang Ryan pada Maisie ketika mereka berada di hotel, yang membuat hatinya terasa sakit.

Dia menyadari sikap Ryan terhadap wanita yang dicintai dan tidak dia cintai sangat berbeda.

Jenessa berusaha keras menelan rasa pahit di mulutnya dan memaksakan diri untuk tersenyum. Kemudian, dia memberi penjelasan dengan lembut, "Hujan mulai turun saat aku dalam perjalanan pulang dan aku basah karena tidak membawa payung ...."

Saat berbicara, hidungnya tiba-tiba terasa gatal dan dia bersin dengan suara keras.

Kerutan di dahi Ryan semakin dalam saat dia menegur istrinya.

"Kamu bukan anak kecil lagi, Jenessa. Jika kamu kehujanan, hal pertama yang harus kamu lakukan begitu tiba di rumah adalah mengeringkan badan dan mengganti pakaian. Apa aku perlu menjelaskan semua itu padamu?"

Senyuman di wajah Jenessa berubah menjadi kaku. "Maaf ...."

"Cepat ganti baju, aku tidak ingin kamu masuk angin." Ryan tampak tidak ingin melanjutkan percakapan mereka, dia masuk ke dalam rumah dengan ekspresi tidak sabar.

'Masuk angin?' Baru pada saat itulah Jenessa teringat bahwa dia sedang hamil dan tidak boleh jatuh sakit, dia tidak boleh membahayakan bayi dalam kandungannya.

Jenessa bergegas ke kamarnya untuk mandi air panas dan membiarkan air hangat mengusir rasa dingin di tubuhnya.

Dia membalut tubuhnya menggunakan handuk, lalu berjalan keluar dari kamar mandi yang dipenuhi uap dan melihat Ryan menghalangi jalannya.

Dia tersentak kaget dan secara naluriah mencengkeram handuk lebih erat di dadanya.

Tatapan tajam Ryan tertuju pada Jenessa dan setelah menyadari reaksinya, dia bertanya dengan acuh tak acuh, "Kenapa kamu terlihat gugup? Aku sudah pernah melihat semuanya."

Wajah Jenessa berubah menjadi merah saat kenangan akan malam penuh gairah mereka terlintas di benaknya.

Tanpa menunggu jawaban, Ryan dengan santainya mengulurkan obat flu dan segelas air. "Minum obat ini."

Jenessa melirik obat di tangan Ryan dengan wajah ragu, karena khawatir obat itu akan berdampak buruk pada bayinya. "Aku tidak perlu minum obat. Bukankah aku hanya kehujanan sebentar?"

Namun, dia tidak menyangka Ryan bersikeras. "Apa kamu tidak melihat wajahmu di depan cermin? Kamu tampak pucat seperti hantu. Besok kita akan mengunjungi Nenek, jadi kamu tidak boleh jatuh sakit."

Namun, Jenessa mengkhawatirkan bayinya dan menolak dengan keras kepala. "Aku hanya perlu minum air jahe hangat. Aku tidak akan jatuh sakit."

Pada saat ini, kesabaran Ryan mulai menipis. Dia dengan tegas memasukkan obat ke dalam mulutnya sendiri dan meminum air dari gelas.

"Ryan, apa yang kamu ... ugh!" Sebelum Jenessa bisa menyelesaikan kalimatnya, Ryan sudah mencondongkan tubuhnya yang tinggi dan meraih dagu wanita itu. Dia memaksa Jenessa untuk mengangkat kepala, lalu menempelkan bibirnya dengan kuat ke bibir Jenessa.

Obat dan air masuk ke dalam mulut Jenessa, dan Ryan baru melonggarkan cengkeramannya setelah yakin bahwa istrinya telah menelan obat tersebut.

Ciuman yang tiba-tiba membuat Jenessa pusing, sehingga menghentikan perlawanannya.

Api gairah seolah membakar tubuh Ryan dan dia membawa istrinya ke tempat tidur.

Dia menjauhkan diri sejenak untuk melepaskan dasi, sambil menatap Jenessa dengan tatapan penuh hasrat.

Ketika Jenessa bertemu dengan tatapan tajamnya, dia tersadar kembali ke dunia nyata dan berteriak. "Tidak!"

Dia mendorong dada Ryan yang bidang dengan tangannya yang gemetar.

"Apa?" Ryan menghentikan langkahnya dan bertanya-tanya dalam hati apakah dia salah dengar.

Dia mencoba mencium Jenessa, tapi wanita itu dengan tegas memalingkan wajah dan menghindari tatapannya.

"Ryan, aku ...," ucap Jenessa sambil menelan ludah dengan susah payah karena kesulitan mengutarakan maksudnya. "Aku ingin bercerai."

Pernyataan tersebut berhasil memadamkan hasrat Ryan dalam sekejap.

Wajahnya tampak kesal ketika meraih dagu Jenessa dengan dingin dan memaksa wanita itu untuk memandangnya. Mata Ryan menatap istrinya dengan tajam. "Coba katakan sekali lagi."

Jantung Jenessa berdetak kencang setelah mendengarnya. Namun, dia berhasil mengendalikan emosi yang bergejolak dalam dirinya dan membalas tatapan Ryan dengan berani. "Aku bilang, aku ingin kita bercerai."

Kilatan emosi yang tidak terbaca melintas di mata Ryan. "Kenapa?"

Pertanyaan itu membuat Jenessa terkejut dan wajahnya terlihat bingung.

'Dia masih berani mengajukan pertanyaan seperti itu? Tentu saja agar dia bisa mewujudkan keinginannya untuk menikahi Maisie!'

"Karena ...." Suara Jenessa berubah menjadi bisikan karena tidak mampu menyampaikan keinginannya.

"Apa keluargamu mengalami kesulitan keuangan? Apa kamu menginginkan uang?" tanya Ryan sambil menatapnya dengan dingin. "Jenessa, rencana apa yang kamu miliki? Jika kamu membutuhkan sesuatu, sebaiknya kamu berterus terang padaku. Aku tidak punya waktu untuk mengikuti permainanmu dan kesabaranku tidak cukup untuk mendengarkan omong kosongmu."

Jenessa diam-diam mengepalkan tinju dan menggertakkan giginya.

'Jadi, Ryan berasumsi aku meminta cerai karena ingin mendapatkan keuntungan?'

Jenessa tersenyum pahit, tapi matanya menunjukkan tekad yang luar biasa kuat. "Jangan khawatir, Ryan. Aku hanya ingin bercerai. Cepat atau lambat kita akan bercerai, jadi apa bedanya jika kita bercerai sekarang?"

Ryan tidak menjawab pertanyaan tersebut. Dia hanya menatap Jenessa dengan saksama selama beberapa saat.

Sikap diamnya membuat Jenessa merasa cemas dan secercah harapan mengakar di hatinya. "Apa ... kamu tidak ingin bercerai?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dan CEO Nakal
8.8
Kehidupan tenang seorang mahasiswi magang di perusahaan raksasa seketika berubah drastis. Semua bermula saat ia harus berurusan dengan sang CEO berkuasa yang terkenal nakal dan gemar menggoda. Di tengah dinamika dunia kerja yang penuh tantangan, asisten magang ini dipaksa bertahan menghadapi berbagai situasi tak terduga. Sanggupkah gadis cantik tersebut melewati hari-hari penuh warna bersama atasannya? Ikuti kisah perjuangan mereka.
Sampul Novel Hasrat liar ayah tiri
8.1
Seorang gadis remaja mengira ayah tirinya adalah pelindung. Namun, sebuah tragedi berdarah memaksa mereka tinggal berdua. Di balik topeng kebaikannya, pria itu perlahan memikat sang putri tiri yang masih polos dengan rayuan dan sentuhan. Masa SMA gadis itu pun terenggut demi memuaskan obsesi sang ayah. Hubungan keluarga yang semula normal kini berubah menjadi skandal terlarang yang disimpan rapat-rapat dari dunia luar.
Sampul Novel Miss Villainess Is Wealthy
8.0
Valerie terbangun di masa lalu dan lolos dari kematian, tetapi malah terjebak skandal satu malam dengan Cedric, pemuda misterius. Demi perlindungan dari Keluarga Meyer, keduanya sepakat menjalani pernikahan kontrak selama dua tahun. Meski Cedric melarangnya jatuh cinta, Valerie harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sisa umurnya tidak lama lagi. Di tengah badai ujian yang menguji ketegarannya, sanggupkah Valerie bertahan hidup?
Sampul Novel Pernikahan Penuh Rahasia
8.2
Demi melunasi utang mendiang ayahnya, Nara terpaksa menjalani pernikahan kontrak selama 90 hari dengan Kieran, seorang pewaris kaya. Kieran yang dingin menganggap Nara hanya putri petani yang memalukan dan menegaskan pernikahan ini hanyalah tuntutan ayahnya. Meski Nara memendam perasaan, ia harus menghadapi kebencian dan rahasia di rumah mereka. Kini, Nara harus bertahan di tengah patah hati sambil mencari tahu apakah ada harapan tersisa dalam waktu mereka.
Sampul Novel Rahim Satu Miliar Milik CEO Arogan
8.8
Demi melunasi utang besar mendiang ayahnya, Farel Quinshaa, Arsyana Quinshaa mengambil langkah nekat. Gadis berusia 21 tahun ini sepakat menyewakan rahimnya seharga satu miliar rupiah kepada Kelvin Daviandra. Kelvin merupakan seorang CEO berwatak dingin dan sangat arogan. Kini, Arsyana harus mengandung serta melahirkan anak dari pria tersebut. Ini menjadi satu-satunya jalan bagi Arsyana demi mengembalikan kehormatan keluarganya yang hancur.
Sampul Novel Tetangga yang Terlupakan
8.2
Sejak umur tujuh belas tahun, Beatrixa Watson menjalani hubungan rahasia dengan tetangganya, Maverick Fuller. Pria itu selalu bersikap manis dan berjanji akan meresmikan jalinan cinta mereka setelah Beatrixa kuliah. Namun, saat surat kelulusan tiba, kenyataan menyakitkan terungkap. Maverick mengaku hanya memanfaatkan Beatrixa demi mengisi kekosongan selama Bailee di luar negeri. Baginya, Beatrixa hanyalah gadis tetangga yang mirip dengan kekasih sejatinya.