APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Rahasia CEO

Istri Rahasia CEO

Kehidupan Abia berubah total setelah ia tidak sengaja merusak mobil mewah milik bosnya. Arya, seorang CEO duda beranak satu yang terkenal sangat dingin, memberikan pilihan sulit. Abia harus membayar ganti rugi yang sangat besar atau bersedia menjadi istrinya. Karena tidak memiliki uang, ia terpaksa menyetujui pernikahan tersebut. Kini, Abia harus tinggal satu atap dengan pria galak yang selalu ia hindari di tempat kerja demi melunasi seluruh utangnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Kamu sudah siapkan materi 'meeting' besok pagi?" Pria dengan netra cokelat terang yang tertutup kacamata itu bersuara.

Abia mengangguk. "Sudah, Pak. Hanya tinggal dicetak saja."

"Berarti belum. Segera selesaikan hari ini!" titah pria dengan tulisan 'Chief Eksecutive Officer' di meja tersebut tegas.

Abia menghela napas berat. Oh ayolah! Ini sudah sangat sore. Mungkin, hanya tinggal mereka berdua di kantor berlantai sepuluh ini. Dia tahu gajinya cukup besar, tapi dia tidak pernah berpikir akan lembur setiap hari.

"Ini sudah hampir malam, Pak. Filenya bisa saya kirim ke Bapak dulu jika ingin diperiksa. Meeting-nya juga besok sore, jadi masih banyak waktu," jelas Abia hati-hati.

"Lalu? Apa karena masih banyak waktu,  kamu boleh lalai? Apa perusahaan ini menggajimu hanya untuk itu?" tanya pria yang kini melepas kacamatanya dengan nada sarkas.

Abia menggeleng cepat. Beberapa saat kemudian membungkuk hormat. "Maaf, saya akan cetak materinya sekarang."

Tanpa berani menoleh pada makhluk menyeramkan itu lagi, Abia segera berbalik dan berlari keluar ruangan. Sambil terus berlari menuju ruangannya, perempuan berambut pirang itu mendumel sebal.

Nama pria tadi adalah Arya. Arya Januar Malik. Arya memang cukup menyeramkan di mata seantero pegawai Star Group. Diam-diam, Abia sering memanggil bahkan menamai kontaknya 'Bos Galak'. Dari panggilannya saja, sudah dipastikan seberapa frustasi Abia selama enam tahun bekerja di sini, kan?

Wah ... Abia bahkan terkejut menyadari dirinya masih waras bekerja selama itu di tempat ini.

"Benar-benar gila! Aku bahkan tidak sempat istirahat makan siang, dan dia juga tidak membiarkanku pulang untuk makan malam?!" keluh Abia takjub sambil berkacak pinggang di depan mesin printer.

"Cih! Pantas saja dia terus menjadi duda, siapa perempuan yang akan tahan menjadi istrinya?" cibir perempuan dengan celana kulot hitam, juga turtle neck warna senada berbalut jas pastel tersebut.

Dehaman dari belakangnya membuat Abia terlonjak.

Begitu berbalik, ternyata Arya tengah berdiri di sana sambil bersandar pada sisi pintu kaca. Pria jangkung itu bersedekap dada, memandang Abia dari atas sampai bawah dengan pandangan yang tidak bisa ia tafsirkan.

"Belikan aku kopi dan makan malam!" perintah duda beranak satu itu tiba-tiba sambil menyodorkan beberapa lembar uang berwarna biru.

Abia cemberut. "Tapi, Pak Arya. Ini sudah waktunya saya pulang. Kenapa Bapak tidak membelinya di perjalanan pulang sekalian?" tanya perempuan dengan kuncir satu itu sedikit memelas.

Dia benar-benar ingin tidur. Dia sangat rindu kamar terutama kasurnya. Sungguh. Apa penderitaannya hari ini belum berakhir juga?

"Itu juga bagian dari tugasmu. Untuk itulah gajimu lebih tinggi dari tim humas yang lain," sahut Arya tidak peduli.

Pria dengan jas abu itu menarik tangan Abia kemudian meletakkan lembaran uang juga kunci mobil mewahnya di sana.

"Kutunggu di ruangan. Kembaliannya ambil saja," ucap Arya final sebelum kemudian berlalu.

Abia menyorot punggung tegap sang atasan kosong.

"Kau seharusnya tahu, aku tidak butuh kembalian. Aku butuh istirahat, Bos Sialan!" Abia memaki sepenuh hati.

Abia segera pergi ke parkiran, lalu menjalankan mobil bosnya menuju ke restoran terdekat. Namun, entah karena mengantuk atau kelelahan, Abia jadi tidak fokus dalam berkendara.

Lalu, tiba-tiba saja, dari arah berlawanan ada sepeda motor yang kencang melaju, dan itu membuat Abia terkejut sehingga mobil oleng dan keluar jalur. Mobil hampir saja bertabrakan dengan sepeda motor, namun karena Abia membanting setir, ia malah berakhir menabrak papan iklan besar di pinggir jalan.

"Aku akan mati. Aku pasti mati sebentar lagi." Abia keluar dari mobil, lalu berjongkok sambil memandangi mobil berwarna merah menyala di hadapannya.

Saat Abia sedang meneliti mobil, tiba-tiba ponsel di sakunya berbunyi. Dan Abia semakin melebarkan matanya tatkala mengetahui bosnya itu meneleponnya. Abia meneguk ludah dengan susah payah. Hari memang sudah semakin malam, beberapa kerumunan orang sudah menghampirinya untuk menanyakan kondisinya.

Abia jadi panik karena lalu lintas pun mengalami kemacetan.

Perlu waktu beberapa menit untuk mendapati panggilan itu akhirnya berhasil ia angkat.

"Kau ke mana saja, Abia! Membeli kopi atau bersemedi?!" Tanpa memberi salam pembuka, Arya membentak kesal.

Namun, suara bising kerumunan orang dari telepon sepertinya membuat pria itu penasaran hingga menanyakan lagi keberadaan dirinya.

"P-pak, tolong jangan marah! To-tolong jangan pecat saya! Saya pasti ganti rugi, s-saya bener-bener minta maaf." Abia gelagapan, ia takut mendapatkan semprotan dari atasannya.

"Ada masalah apa?" tanya Arya, kali ini dengan nada melunak.

"Saya kecelakaan. Mobilnya menabrak papan iklan besar di pinggir jalan dekat jembatan," jawab Abia lirih, nyaris 'tak terdengar.

Tak ada jawaban, hingga akhirnya bosnya itu berkata, "Kamu!!! Cepat kirimkan lokasimu sekarang!!!"

Ponselnya langsung mati, dan Abia dengan cepat mengirim lokasinya lewat pesan.

Beberapa bagian dari kendaraan mewah itu tergores parah. Bagian depannya juga sudah nyaris tidak berbentuk.

Bagaimana ini? Tidak mungkin Abia bisa mengganti rugi. Mobil ini adalah kesayangan Arya. Abia juga yakin harganya bahkan tidak sebanding dengan gajinya setahun.

"Nona, ayo kita ke rumah sakit dulu! Luka Anda perlu diobati," bujuk seorang pria paruh baya yang tak jauh dari hadapannya.

"Iya, Nak. Luka di kepalamu cukup parah. Kau harus mengobatinya segera," timpal seorang wanita tua lainnya.

Abia memegang kepalanya, saking terkejutnya tadi, ia tidak menduga bahwa dirinya ikut terleka. Mungkin karena ia sudah ketakutan, jadi ia langsung keluar memerika mobil.

Kini Abia menggeleng dengan mata menerawang jauh. Wajahnya terlihat pasrah dan putus asa.

"Untuk apa berobat? Sebentar lagi aku pasti akan dibunuh dan mati," ratap Abia.

Mendengar cara Arya meneriakinya dari telepon saja sudah membuatnya merinding. Bagaimana jika pria itu tiba di sini?

"Otakmu kau gadaikan ke mana, Abia?!" Makian dari samping membuat Abia terlonjak dan mendongak.

Arya berdiri di sana. Menatap Abia dengan kilat amarah yang menyala di mata.

"Pak Arya, maaf." Begitu melihat duda galak itu, mendadak Abia mulai menangis.

Arya mengerjap panik. Seketika kehilangan kata untuk marah.

"Hei! Kenapa kau menangis?!" tanya pria jangkung dengan kemeja putih polos itu panik. Jasnya sudah ia buang entah di mana tadi.

"Maafkan saya. Tolong jangan bunuh saya. Saya benar-benar tidak sengaja merusak mobil kesayangan Anda," jelas Abia sambil menangis sesenggukan.

Beberapa pasang mata yang sedari tadi mengerumuni perempuan itu sejak insiden tabrakan, kali ini memandang Arya penuh penghakiman. Mungkin mereka berpikir dia tidak punya hati nurani karena memarahi korban kecelakaan sekarang.

"Ya ampun, Abia! Cepat berdiri! Ayo kita pergi!" paksa Arya sambil menarik lengan perempuan itu untuk berdiri.

"Kaki saya sakit. Tadi terjepit mobil," keluh Abia sambil meringis di sela isakannya.

"Dasar pria tidak punya hati! Seharusnya dia membawa perempuan itu ke rumah sakit. Bukan malah mempermasalahkan mobilnya," cerca seorang pria.

Arya mendelik tajam. Makiannya sudah berada di ujung lidah, tapi tertelan begitu melihat darah merembes dari kening Abia.

"Ayo kita pergi!" ucap Arya sambil mengangkat tubuh Abia ke dalam gendongan.

Abia terkejut dengan perlakuan tidak terduga pria itu.

"P-pak?"

"Diamlah! Perhatikan lukamu!" bentak Arya membuat Abia mengangguk dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang atasan takut.

"Bagaimana dengan mobilnya, Pak?" tanya Abia lagi, masih sempat-sempatnya.

"Menurutmu bagaimana? Tentu saja kau harus mengganti rugi!" jawab Arya tegas.

"Tapi saya tidak punya uang sebanyak itu." Kuncir rambut Abia sudah berantakan, hingga helaian rambutnya menjuntai.

Arya mendecak kesal. "Tidak dengan uang! Aku juga tahu kau miskin," sanggahnya cepat.

"Lalu?" tanya Abia sambil mendongak dengan tatapan penuh harap.

Dilihatnya Arya menunjukkan smirk jahat. "Yang pasti, kau akan menyesal setelah ini."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Mengejar Cinta Adik Mafia
8.0
Rio terperangkap dalam dendam yang menjelma jadi cinta dan penyesalan mendalam. Walau perasaan mereka sangat kuat, ego harus dikorbankan demi melindungi keselamatan wanita yang dicintainya. Kisah ini membuktikan cinta tak pernah salah, meski perjuangan bersama tidaklah mudah. Kini, Rio harus menerima kenyataan pahit bahwa mencintai tidak selalu berarti memiliki.
Sampul Novel DI ANTARA BUKU DAN RINDU
9.4
Seorang penjaga perpustakaan sekolah jatuh hati pada siswi yang kerap datang berkunjung. Hubungan manis yang bermula di antara deretan rak buku ini mendadak berubah menegangkan. Lewat deretan buku yang sering dipinjam sang gadis, sebuah misteri besar dan rahasia gelap perlahan mulai terkuak. Kebenaran yang tersembunyi di balik lembaran-lembaran tersebut kini mengancam akan menjungkirbalikkan kehidupan mereka berdua untuk selamanya.
Sampul Novel Obsession of teacher
9.6
Dunia seorang mahasiswi tingkat akhir di universitas elite New York runtuh seketika. Perlakuan keji dari dosennya sendiri meninggalkan trauma psikologis yang sangat mendalam. Pasca-kejadian tragis tersebut, ia harus berjuang menghadapi depresi hebat dan dorongan untuk mengakhiri hidupnya. Kisah pilu ini menyoroti pergulatan batin seorang wanita yang hancur akibat obsesi menyimpang sang pendidik.
Sampul Novel Suami yang Tidak Layak Kembali
7.9
Demi memantaskan diri, seorang pria tega pergi meninggalkan sang istri lima tahun lalu. Di perantauan, ia berjuang keras tanpa lelah setiap hari untuk mengubah nasib. Kini, ia telah pulang sebagai sosok yang kuat dan terhormat, siap membangun kembali rumah tangganya yang sempat terhenti. Namun, kepulangannya justru disambut sebuah kenyataan mengejutkan. Pria ini baru menyadari bahwa ia ternyata memiliki seorang anak perempuan yang selama ini tidak pernah ia ketahui keberadaannya.
Sampul Novel When I Met You (Ketika Bertemu Denganmu)
9.1
Hidup Belva yang menjunjung tinggi nilai tradisional mendadak kacau setelah melewati cinta satu malam bersama Ares Ducan, seorang miliarder angkuh nan dingin. Masalah kian pelik ketika Belva mendapati dirinya hamil. Di hadapan jurang perbedaan status sosial yang begitu lebar, keduanya kini terpaksa menghadapi jalinan hubungan yang rumit dan penuh rintangan. Akankah benih-benih cinta dapat tumbuh di antara dua dunia mereka yang sangat bertolak belakang?
Sampul Novel Young mom
8.0
Kehidupan Rania berbalik arah setelah malam tak terduga bersama idola yang sangat ia kagumi. Hubungan itu menyisakan kehamilan, namun sang bintang justru pergi mengabaikannya. Tanpa dukungan, Rania kini harus berjuang sendirian menjadi ibu tunggal demi membesarkan anaknya. Di tengah beratnya tekanan hidup, ia berusaha keras menata masa depan yang baru. Kisah romansa modern penuh haru tentang perjuangan dan keteguhan hati seorang wanita.