APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Muda!

Istri Kesayangan Tuan Muda!

Anna terpaksa menggantikan posisi kakaknya yang melarikan diri dari pernikahan akibat rencana licik keluarganya. Ia kini menjadi istri sah Zain, seorang tuan muda tampan berkursi roda yang memiliki sifat dingin. Walau awalnya penuh tekanan dan peringatan, Zain berjanji akan memperlakukan Anna dengan baik asalkan ia patuh. Sebagai perempuan yang sekian lama terasing, Anna kini harus beradaptasi menjadi istri dari pria yang menuntut kepatuhan mutlak tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Anna menghela nafas berat, “Kamu tahu hari ini Kak Cassy aku mendengar kabar pertunangannya? Aku dapat infonya dari Bi Inah. Katanya akadnya besok sore. Aneh banget kan! Biasanyakan akad nikah itu pagi atau siang Clara. ”

“Ya,trus?  Kamu nggak usah datang! Mau subuh,  siang,  malam,  sore, atau hari raya sekalipun dia nikah atau tunangan ngapain kamu peduli. Toh nggak bakal diundang juga sama keluarga brengsek itu?!“

“Huss.. Clara. Kok kamu ngomongnya gitu! “

Terdengar decakan keras dari Clara,  “Lah kan emang kenyataannya begitu! Mereka lebih mentingin si bicth itu dari pada kamu yang dibiarin pergi dari rumah dan hidup sendirian selama ini!”

Anna tersenyum mendengarnya, Clara mengingat betul sejarah hidupnya. “Aku nggak pernah sendirian. Ada Allah dan Kamu yang selalu dukung aku selama ini, kan? “

“Heumm...! Yaudahlah intinya kamu nggak perlu mikirin mereka lagi. Aku kasih kamu bebas deh hari ini! Biar urusan kantor aku yang tangani.”

Senyum di bibir Anna semakin merekah. “Makasih, beb! Emang kamu yang terbaik deh! Badabest banget sahabat aku ini!”serunya gembira.

“Iya, iya. Udah jelas Clara yang terbaik. Kamu pasti mau kesana,  kan? “

“Iya. Nggak apa-apa kan? Mumpung pas lagi di sini.”

“Its oke. Tapi jangan pulang kemalaman. Senyaman-nyamanya tempat itu,  lebih nyaman apartemen kita buat tidur! “

“Muehehhe...,iya iya. Nggak mungkin juga aku tidur di sana. Aku bakal cepet pulang kok.“

“Aku tunggu kamu dirumah, bye An. Assalamuaaikum!”

“Bye, Ra. Waalaikumsalam!”

Anna menutup telponya. Dia kemudian berjalan kembali sampai tempat yang ditujunya mulai terlihat dengan lambang danau di pinggir jalan yang sudah terlihat.

Dan dia harus berjalan sedikit lebih jauh agar bisa sampai ke danau indah tersembunyi di jalan terpencil yang biasa di lewatinya ketika pergi ke kantor.

Tak banyak yang tahu danau indah itu karena tertutup pohon-pohon besar di sepanjang jalannya. Hana saja menemukannya tempat itu ketika dia masih remaja dan tersesat di jalan dan kini menjadi tempatnya menenangkan diri.

Jalan yang masih beralaskan tanah dan rumput itu,  tampak begitu licin dan basah.

“Sepertinya baru hujan deras di sini?” gumam Anna,  berjalan dengan hati-hati dengan tangannya sesekali memegang pohon agar tidak terpeleset.

Dia mengeluh sejenak,  “Kalau tujuanku bukan tempat yang indah,  mungkin aku tidak akan melewati jalan licin ini, “

Tak lama danau yang diinginkannya mulai terlihat. “Wahh...Indahnya!” seolah rasa lelah itu sirna begitu saja.

Cahaya matahari yang terpantul di jernihnya air danau membuatnya tampak semakin bersinar. Sebuah kursi kayu di pinggir danau adalah tempat favoritnya. Dan ada satu hal indah lagi yang begitu Hana tindakan di danau itu.

Mata coklat Anna tak bisa berhenti berbinar dan senyuman yang terus mengembang. Dia berjalan mendekat. Tepat di samping kursi kayu itu sebuah pohon besar dengan daun hijau, serta bunganya yang merah merona kini juga telah mekar.

Itu adalah pohon Flamboyan. Tanaman yang khas dengan pohon besar, dan bunga-bunga merah cerah. Bunga Flamboyan bersama mawar disebut queen of flame yang artinya ratu para bunga.

 Kata Flamboyan sendiri berarti cemerlang. Maka dalam konteks ini, bunga Flamboyan melambangkankesegaran dan kecemerlangan.

Itulah kenapa Anna begitu merasa tenang, segar dan bahagia ketika berada di tempat ini.

Tangan halus Anna menyentuh batang pohon besar itu. Dia kemudian mengusapnya lembut sambil mengucap salam.

“Assalamuaaikum, queen!” bisiknya. Anna suka memanggilnya dengan sebutan Queen karena cocok dengan keindahan bunga flamboyan itu.

Sejak Anna remaja bunga itulah yang menemaninya di danau itu di kala dia sendirian.

“Hei, queen. Aku mengunjungimu lagi setelah 1 tahun ya? Dan kamu selalu mekar setiap aku kemari. Bungamu semakin indah saja! “

Sreeeettttt. ...

Angin bertiup kencang membuat kelopak bunga flamboyan beterbangan menyambutnya.

Hana memejamkan matanya ketika angin bertiup lembut padanya. Membuat rambut hitam panjangnya berayun.

“Terima kasih sambutannya...,Queen. Aku mempunyai sahabat sekarang. Namanya Clara, dan dia lebih bawel dan mengesalkan dari pada aku. Aku sering menceritakanmu padanya, mungkin nanti aku akan Membawanya kemari.”

Saat Anna tengah menikmati ketenangannya.

Zain pun baru sampai di tempat yang sama. Eiden memarkirkan mobil mereka di pinggir jalan.

Setelahnya dia keluar lebih dulu untuk memeriksa keamanan untuk Tuan Mudanya.

Dia berjalan menelusuri jalanan lembah yang licin itu.  “Astaga! Bahaya banget nih untuk Tuan Muda! Aku saja sudah terpeleset beberapa kali! “katanya menggerutu.

“Aku harus mengatakan apa kepada Tuan Muda? " Dia di buat pusing dengan jalanan yang licin it. “Pasti akan bahaya kalau menggunakan kursi roda Tuan Muda! “

Eiden kembali menghadap pada Zain yang masih menunggu di dalam mobil.

Pintu mobil terbuka, Namun Zain sama sekali tak memandangnya. “Tuan, jalanan di sana sangat licin dan mungkin akan berbahaya bagi Anda. Tuan yakin tetap ingin kesana?”

“Aku tidak peduli! Aku ingin kesana. “ujar pria itu datar.

Eiden berusaha menjelaskan. “Tapi Tuan..., “

“Bukankah tugasmu untuk menjaga? Untuk apa kau bekerja jika tidak berguna! “

“Asemmm...nyelekit sampek ubun-ubun cuy omongannya! Sabar Eid,  sabar! “rutuk dewa batinnya. “Baikalah Tuan! “pasrah Eiden dengan membungkuk hormat serta senyum paksa di bibirnya.

Dengan perlahan dia menurunkan kursi roda dan menuntun Tuan Mudanya untuk duduk perlahan.

Eiden mendorong dengan hati-hati walau sesekali rodanya tergelincir dan dia berhasil menyeimbangkannya kembali.

“Berhati -hatilah Eid  Kau mau membunuhku ya! “omel Zain.

“Tidak Tuan. Mana saya berani. Sudah kukatakan kalau jalananya licinkan. Anda saja yang ngeyel! “

“Kau mengatakan sesuatu!”

Glekk...

“Ti-tidak Tuan! “ Eiden merasa hampir mati menahan nafas ketika mengira Tuan Mudanya mendengar dumelannya.

Tiba-tiba saja roda itu tersangkut oleh akar pohon dan membuat kursi roda itu terlepas dari pegangan Jefri.

“Tuaannn....! “ Eiden berteriak histeris ketika kursi roda Tuan Mudanya berpacu turun karena tanahnya yang menurun. “Astaga Tuan! “

“EIDEN APA YANG KAU LAKUKAN?! KAU BENAR-BENAR INGIN MEMBUNUHKU YA?! “ Zain pun tak kalah panik ketika dia terus melaju turun bahkan dia sudah bisa melihat danau itu.

Dia berpikir dia akan jatuh ke danau dan mati tenggelam.

Dari jauh Eiden yang mengejar Tuan Mudanya melihat sosok gadis yang berdiri di pohon besar dan berteriak padanya.

“NONA... TOLONG TANGKAP DIAA NONA?! “pekik Eiden panik ketika Tuan mudanya hampir mencapai danau.

Anna tersentak ketika suara keras itu mencapainya. Dan dia menoleh ke depan,  dan benar saja . Matanya melotot lebar ketika kursi roda itu melaju kencang.

“TUAN! “teriak Eiden.

Anna langsung berlari dan menahan bagian depan kursi roda itu. Mata Zain terpejam saat itu seolah dia pasrah ketika membayangkan dia akan jatuh.

Namun dia tersentak dengan jantung berdebar karena ketakutan ketika kursi roda itu tiba-tiba saja berhenti.

Mata Zain masih terpejam. Sampai ketika suara lembut memanggilnya.

“Anda tidak apa-apa Tuan? “

Zain membuka matanya. Dan melihat untuk pertama kalinya sosok Anna yang tepat berada di depannya yang memandangnya dengan sorot khawatir .

“Tuan? Anda baik-baik saja? “lagi Anna bertanya karena pria itu tampak masih terpaku karena terkejut.

#Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alexandra Mata-mata sang CEO
9.1
Alexandra Johnson terjebak kontrak rumit yang memaksanya memata-matai seorang CEO ternama. Namun, sebuah insiden tak terduga mengubah segalanya. Kini, nasib Alexa terjepit di antara dominasi dua CEO berkuasa sekaligus. Terperangkap dalam situasi berisiko tinggi ini, ia harus menghadapi kendali kedua pria tersebut sambil menavigasi intrik dunia bisnis yang berbahaya serta tekanan emosional yang intens.
Sampul Novel Baby Twins Billionaire
7.9
Kehidupan Freya Amalia hancur seketika akibat ulah seorang pria tak dikenal, meninggalkan luka mendalam saat ia mendapati dirinya hamil anak kembar. Sementara itu, Vero Brance Harison terus didera penyesalan besar atas kesalahan masa lalunya. Bertekad bertanggung jawab, Vero mencari wanita tersebut untuk dinikahi. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, sanggupkah Vero menebus dosanya, dan akankah Freya membuka hati untuk memaafkan ayah dari bayi-bayinya?
Sampul Novel Cinta Semalam Sang CEO
8.8
Akibat kalah taruhan saat mabuk, Prakas melewati malam bersama Miona, gadis yang terpaksa menjual diri demi melunasi utang sang ibu. Usai mengusirnya, Prakas syok saat tahu Miona adalah anak Pak Imam, OB yang sangat ia hormati bagai ayah kandung. Demi menebus rasa bersalah, Prakas melunasi utang mereka dan meminta Miona keluar dari dunia kelam. Namun, Miona yang telanjur sakit hati menolak mentah-mentah bantuan itu dan bertekad mengembalikan semua uangnya.
Sampul Novel Diperas Mafia Tengil
8.6
Nasib malang menimpa Rania. Usai gagal menikah, ia diceraikan karena tidak bisa memberi anak lelaki. Rencana mengundurkan diri sebagai asisten pribadi pun kacau saat bosnya yang seorang mafia, Radin, malah memerasnya. Anehnya, Radin justru melindungi Rania dan putrinya dari usikan sang mantan suami. Sikap kontradiktif ini membuat Rania bingung. Rupanya, Radin menyimpan rahasia besar masa lalu yang menjadi alasan di balik kebaikan tersebut.
Sampul Novel GAIRAH CINTA CEO DINGIN
8.8
Karin Arvantie menghadapi situasi canggung di Atmaja Corp akibat tatapan tajam sang CEO, Ryan Atmaja, saat wawancara kerja. Walau Ryan merasa familier dengan sosoknya, Karin memilih bersikap diplomatis. Meski begitu, daya pikat pria bermata hitam tersebut membakar emosi yang sulit ia kendalikan. Kini, Karin bimbang antara bersikap profesional atau menyerah pada ketertarikan yang membara. Sanggupkah mereka mempertahankan batas hubungan kerja ini?
Sampul Novel Kawin Kontrak Sang Pewaris Tunggal
8.5
Demi mengubah nasib keluarganya, Maya Syaqilla merantau dan berakhir menjadi istri kontrak Handoko selama satu tahun, melenceng dari rencana awalnya sebagai asisten rumah tangga. Meski jalannya keliru, ia berhasil membawa kemakmuran bagi orang tuanya. Kini, akankah cinta tulus tumbuh antara Maya dan Boy hingga pernikahan mereka menjadi abadi? Ataukah kesepakatan rahasia ini akan terbongkar dan memicu murka besar dari kedua keluarga mereka?