APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

Mahardika tidak punya pilihan selain menuruti kemauan kakeknya untuk menikahi Eka Maheswari. Pernikahan ini dirancang demi menjaga ikatan erat antara keluarga Wijaya dan Saputra. Namun, perbedaan usia sembilan tahun menjadi ujian berat setelah mereka resmi bersama. Mahardika harus ekstra sabar menghadapi sikap Eka yang masih sangat kekanak-kanakan. Mampukah pernikahan mereka bertahan melewati jurang kedewasaan yang begitu lebar?
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari yang dinanti-nanti pun tiba.

Ruangan yang telah didekorasi sedemikian rupa, sehingga terlihat seperti negeri dongeng di dunia nyata. Di bawah derasnya guyuran hujan, tidak menyulutkan semangat dua keluarga dan para tamu undangan yang sudah memenuhi ruangan.

Mahardika sudah duduk berhadap-hadapan dengan Teguh Saputra. Ayah, sekaligus orang yang bertindak sebagai wali nikah di hari paling bahagia ini.

"Saya nikahkan dan kawinkan, ananda Mahardika Wijaya bin Frans Adi Wijaya dengan putri saya, Eka Maheswari Saputra binti Tegus Saputra, dengan maskawin uang tunai sebesar 10 juta, emas lima gram, serta satu unit rumah dan seperangkat alat sholat, dibayar tunai!"

"Saya terima nikah dan kawinya Eka Maheswari Saputra dengan maskawin tersebut dibayar tunai!" ucap Mahardika dengan satu tarikan napas.

"Bagaimana para saksi? Sah?"

"Sah!" kata para Saksi serentak. Begitu juga dengan para tamu yang berteriak berbarengan.

Selanjutnya Pak Penghulu memimpin doa. Mahardika mengangkat kedua tangannya, mengaminkan setiap doa yang terucap.

Bukan ia saja, tetapi seluruh orang yang mengisi ruangan tersebut ikut mengaminkan juga.

Sesekali Teguh Saputra, tampak menyeka air matanya. Emosinya begitu memuncak setelah menyelesaikan tugasnya sebagai ayah.

"Silahkan, hadirkan pengantin wanitanya untuk menandatangani buku nikah," ucap Ketua KUA, yang bertugas hari ini.

Mahardika merasa lega sekarang. Ibarat bisul mah sudah pecah. Tidak ada lagi yang mengganjal. Akhirnya ia telah sah menjadi suami bagi seorang gadis yang usianya baru menginjak 21 tahun.

Eka dengan didampingi Annata dan dua sahabat karibnya pun, berjalan menghampiri Mahardika di sana.

Hari ini, Eka benar-benar menjadi pusat perhatian semua orang. Berbalut gaun pengantin khas sunda, Eka terlihat sangat cantik dan anggun. Mahardika sampai melongo, melihat wanita yang kini telah sah menjadi istrinya itu.

Eka tersenyum lembut, begitu juga dengan Mahardika. Dia mengulurkan tangan kanannya dan Eka meraihnya dengan perasaan yang campur aduk. Senang, bahagia, haru dalam satu waktu.

Para tamu undangan yang hadir, sibuk mengambil gambar dengan kamera ponsel masing-masing. Tidak ingin melewatkan momen pemasangan cincin dan lainnya.

Mahardika menyematkan cincin di jari manis sang istri. Selanjutnya Eka, yang menenangkan cincin di jari pria yang kini telah sah menjadi suaminya.

Eka mengecup punggung tangan Mahardika sebagai rasa hormatnya. Kini giliran Mahardika mengecup kening Eka, sebagai bentuk kasih sayangnya. Momen tersebut terekam indah di memori semua orang.

Sentuhan hangat Mahardika menciptakan desiran hebat di hati Eka, seolah ada aliran listrik bertegangan tinggi menyambar tubuhnya sekarang.

***

Pukul 03:00 WIB. Hari yang begitu indah memang telah berlalu, tetapi kesan bahagianya masih terasa hingga sekarang.

Mahardika dan Eka sudah berada di kamar, yang telah dihias begitu indah, menciptakan kesan romantis bagi sepasang pengantin yang sedang berbahagia.

Di atas ranjang berukuran besar itu, telah ditaburi kelopak bunga mawar. Ada banyak lilin yang tersebar di penjuru ruangan, membuat suasana semakin romantis.

Eka baru saja keluar dari kamar mandi. Dia sudah berganti pakaian. Sementara Mahardika duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.

Eka berjalan pelan sambil merasakan desiran hebat menerjang tubuhnya.

Ya. Malam ini, seharusnya menjadi momen indah baginya dan sang suami. Kata orang, malam ini disebut malam pertama.

"Kamu sudah selesai, Dek?" tanya Mahardika, yang beranjak bangun dari sofa.

Eka terperanjat dan sedikit mengangguk, "iya. Kalau Om Dika mau ke kamar mandi, silahkan."

Meskipun sudah menikah, tapi kebiasaan Eka tidak berubah, yaitu memanggil Mahardika dengan sebutan 'Om'.

Mahardika mengikis jarak, sehingga ia dan Eka kini hanya berjarak beberapa jengkal saja.

"Kenapa, kamu masih manggil saya dengan sebutan 'Om'?" tanya Mahardika lembut.

Eka mengangkat kepalanya, kini menatap lurus pria, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan menjadi suaminya.

"Karena aku suka," celetuknya, terlihat menggemaskan di mata Mahardika.

"Meskipun sekarang kita sudah sah menjadi suami istri, aku akan tetap memanggil Om Dika, dengan sebutan 'Om'. Aku tidak nyaman jika harus memanggil 'Sayang, Ayang, atau Mas.' itu terlalu serius menurutku."

Mahardika terkekeh. Saking gemasnya dia pun menarik hidung sang istri.

"Aduh, Om ... Sakit," keluh Eka, menarik cepat tangan Mahardika. Dia mengusap hidungnya kemudian. "Kenapa si, Om suka banget tarik-tarik hidung aku? Nanti kalau hidung aku panjang kayak Pinokio gimana? Pasti orang-orang menjelekkan aku nanti."

Eka menggerutu sambil menggembungkan pipinya. Alih-alih jengkel, Mahardika mahal semakin gemas dengan tingkah polos istri kecilnya itu.

Mahardika memajukan wajahnya, sehingga jaraknya dan Eka benar-benar intim. Lalu berkata, "tidak akan ada yang berani berkata buruk kepada kamu. Saya akan melindungi kamu dan tidak akan membiarkan kamu dihina. Ini janji saya sebagai suami. Ingat itu."

Selanjutnya dia berjalan melewati Eka, menuju kamar mandi.

Eka termangu seperti patung batu di sana. Perkataan Mahardika seperti anak panah yang langsung menembus hatinya dan tepat mengenai hatinya.

Eka tidak mengerti, mengapa Mahardika memperlakukannya sangat lembut dan hangat. Padahal, yang ia tahu, Mahardika sosok tegas dan cuek terhadap wanita. Setidaknya itulah yang pernah diceritakan Bambang Wijaya.

Lima belas menit berikutnya. Mahardika pun keluar dari kamar mandi. Memakai mantel mandi yang panjangnya sampai sebatas lutut saja.

Eka menutup matanya dan berbalik badan. Ah, kalau boleh jujur, ini kali pertama Eka melihat laki-laki lain, selain ayah dan kakaknya dalam satu atap.

"Kenapa kamu, Dek?" tanya Mahardika heran, sembari berjalan menuju meja rias.

"Aku malu lah, Om," kata Eka, sedikit merengek.

Mahardika tertawa kecil, "malu kenapa, Dek?saya ini, suami kamu loh, Dek. Ngapain harus malu."

Setelah menyemprotkan parfum, Mahardika pun mengayunkan kakinya menghampiri Eka, yang duduk di tepi ranjang.

"Ah pokoknya aku malu." Eka masih enggan berbalik badan, biarpun Mahardika sudah membujuknya.

"Hadeuh ... Kamu ini ya, Dek. Polos banget deh."

"Biarin. Aku kan enggak pernah satu kamar dengan cowok. Lagi pula, kenapa Om masih pake itu, bukannya langsung pake baju aja? Aku malu lihatnya, Om."

Mahardika mengulas senyuman tipis, mendengar kalimat tersebut. Hatinya merasa lega karena wanita yang ia nikahi, benar-benar mampu menjaga kehormatannya.

Tidak seperti kebanyakan gadis di luaran sana, yang dengan bebas mengajak laki-laki masuk kamarnya.

"Ya, kamu tidak perlu malu lah, Dek. Saya ini suami kamu. Kita sudah sah menjadi suami istri. Jadi, apa pun yang ada di diri saya, kamu boleh melihatnya."

Boleh lihat?

Eka membulatkan matanya. Pikirannya mulai menerawang kemana-mana.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bidan
9.7
Profesi bidan yang sering dicap judes tak pernah ada dalam rencana hidupku. Namun, di usia 25 tahun, aku justru sangat mencintai pekerjaan ini. Karena terlalu sibuk di Puskesmas, aku kesulitan mencari jodoh hingga Mama mendesakku dan meminta bantuan sahabatku. Di tengah kepasrahan itu, hadirlah sosok pria memikat yang sanggup membuatku bertingkah konyol. Kini, duniaku tidak lagi hanya berputar di ruang persalinan yang sibuk.
Sampul Novel Boss Lady: Mantan Suamiku Ingin Aku Kembali
8.9
Selena kerap dicap parasit oleh Kenneth, sang suami. Lelah terus terluka, ia akhirnya menggugat cerai dan meminta pembagian aset. Kenneth yang mendambakan kebebasan segera menyetujuinya. Namun di luar dugaan, Selena justru bangkit menjadi pebisnis sukses yang didekati banyak pria. Terpaku melihat perubahan mantan istrinya yang kini mandiri, Kenneth pun berbalik mengejarnya. Di tengah luapan amarah Selena, Kenneth mengakui obsesinya dan memohon rujuk demi menyatukan harta serta masa depan.
Sampul Novel CINTA TAK MEMILIKI POLA
8.0
Demi menghidupi kedua buah hatinya, Dirgana rela membanting tulang sebagai pengemudi ojek online. Suatu hari, takdir mempertemukannya dengan Dimas, seorang anak pemilik toko emas yang sedang dirundung keputusasaan. Tanpa disangka, ibu Dimas ternyata telah merencanakan pernikahan rahasia untuk mereka berdua. Rencana ini dibuat sebagai wujud balas budi atas kebaikan Dirgana dahulu. Kini, keduanya harus mengarungi bahtera rumah tangga tersembunyi yang penuh dengan ketidakpastian.
Sampul Novel Gairah Liar Setelah Menikah
9.6
Kebahagiaan seorang miliarder membubung setelah berhasil menikahi wanita muslimah impiannya. Namun, baru satu pekan berjalan, sang istri mulai merasa kewalahan menghadapi hasrat suaminya yang begitu membara. Pria itu kerap meminta bermesraan di berbagai tempat, mulai dari ruang tamu hingga area dapur saat istrinya memasak. Sempat menolak karena sibuk, ia akhirnya pasrah pada keinginan suaminya. Ketangguhan sang suami yang luar biasa pun membuatnya lemas tak berdaya.
Sampul Novel Penyesalan Setelah Diriku Tiada
7.9
Divonis mengidap lupus eritematosus sistemik stadium akhir dengan sisa hidup tiga hari, seorang wanita justru menghadapi kekejaman dari orang terdekatnya. Setelah ratusan panggilannya diabaikan, sang suami yang bekerja sebagai pengacara menuduhnya memalsukan penyakit demi bersaing dengan Penny. Kakak kandungnya yang berprofesi dokter pun turut mencemooh diagnosis tersebut. Kecewa dan kesakitan, ia memutuskan untuk mendatangi kantor pelayanan akhir hayat demi mendaftarkan proses kremasinya sendiri tanpa melibatkan keluarga yang telah membuangnya.
Sampul Novel Suatu malam Gairah
8.7
Malam perayaan kelulusan mengubah hidup Gabriella yang polos setelah ia tidak sengaja menyerahkan kesuciannya pada pria asing di hotel. Pria itu pergi begitu saja, meninggalkan Gabriella yang kemudian hamil. Setelah berjuang kuliah sambil membesarkan putranya sendirian, ia syok melihat Javier Hills, miliarder terkenal yang telah bertunangan, di televisi. Rahasia ini terancam terbongkar saat nenek Javier menyadari kemiripan anak Gabriella dengan cucunya.