APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Gelap Tuan Arrogant

Istri Gelap Tuan Arrogant

Tak pernah terlintas di benak Kinanti bahwa ia akan berakhir sebagai istri rahasia dari majikannya sendiri, Adam. Padahal, pria kaya tersebut telah memiliki seorang istri bernama Renata yang sangat ia cintai. Situasi menjadi kian rumit ketika Kinanti menyadari dirinya tengah mengandung anak Adam. Akankah Adam menerima janin tersebut? Dan bagaimana reaksi Renata saat mengetahui pengkhianatan suaminya yang menyembunyikan istri gelap selama ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Tidak peduli dengan malam yang semakin gelap, Adam keluar dari kamar meninggalkan Renata yang terlelap.

Suasana sudah sunyi dan hening, sesekali dentingan jam yang berbunyi. Kaki Adam melangkah pasti menuju kamar Kinanti.

Adam terbiasa dibesarkan dengan rasa tanggung jawab. Kali ini pun sama, walaupun terasa begitu sulit. Tetapi paling tidak ia ingin bertemu langsung dengan Kinanti untuk bertanya apakah benar wanita yang memasuki kamarnya malam itu Kinanti bukan Renata.

"Kinanti!"

Adam langsung masuk tanpa mengetuk pintu, matanya menyapu ruangan dengan ukuran tidak terlalu luas. Tidak ada orang, kamar itu tampaknya kosong.

"Cari Kinanti Tuan?"

Adam tersentak karena suara Mbok Sum yang menghampiri tiba-tiba, namun wajah Adam masih terlihat tenang.

"Di mana Kinanti Mbok?"

"Lho, tadi ada."

Mbok Sum langsung masuk, memanggil nama orang yang dicari Adam. Namun nihil, Kinanti tidak terlihat sama sekali.

"Apa Tuan membutuhkan sesuatu?"

Mbok Sum keluar dari kamar Kinanti untuk menemui majikannya yang sebelumnya menunggu di luar. Tetapi, saat ini Adam sudah tidak berada di sana.

"Tadi?" Mbok Sum menggaruk kepalanya dengan kebingungan.

Tidak ingin diam saja, Adam memutuskan untuk mencari keberadaan Kinanti. Dengan setengah berlari, Adam menuju garasi dan menyalakan mesin mobilnya dengan terburu-buru.

Ia melajukan mobilnya di tengah hujan deras yang terus turun bersama dengan gemuruh yang bersahutan-sahutan.

"Kinanti!"

Adam mendadak menghentikan laju mobilnya, matanya tertuju pada wanita yang tengah berdiri di tengah jalanan. Tubuhnya basah, kedua tangannya membentang di sampingnya.

Apa yang tengah di lakukan wanita Itu?

Mengambil jalan pintas?

Lama Kinanti menutup mata, menantikan mobil yang melaju untuk menabraknya. Akan tetapi mobil itu malah berhenti, Kinanti membuka mata, raut wajahnya kecewa.

"Apa yang kau lakukan?"

Adam menghampiri Kinanti, keduanya basah di bawah guyuran air hujan yang semakin deras.

Dunia seperti berputar semakin kencang, tatapan mata keduanya bertemu namun tidak ada yang berucap, larut dalam gejolak pikiran masing-masing.

Ingatan mengenai malam kemarin masih terasa perih untuk Kinanti. Tersadar dari lamunannya, Kinanti sudah berada di dalam mobil.

Lama keduanya terdiam, Adam akhirnya menyalakan mesin mobilnya karena merasa tidak tepat jika bertanya saat ini juga pada Kinanti. Akhirnya, Adam menatap Kinanti yang duduk di sampingnya.

Adam kembali menarik napas, membulatkan tekad untuk bertanya. Bagaimana pun semua harus jelas tanpa ada yang akhirnya merasa tersiksa karena keadaan.

"Saya ingin bertanya," Adam menepikan mobilnya, lalu menatap Kinanti yang duduk di sampingnya.

Adam terus menatap wajah Kinanti, tampaknya kali ini Adam dapat menyimpulkan sendiri.

Kinanti hanya diam, pandangannya terlihat kosong.

"Kinanti," Adam berusaha untuk berbicara pada wanita yang hanya diam dengan tubuhnya yang basah.

Perlahan Kinanti memutar leher, menatap manik mata Adam yang juga tengah menatap dirinya. Tetapi dada terasa sesak, bibir bergetar hebat dengan air mata yang kembali meluncur tanpa permisi.

Apa yang harus Adam tanyakan, tampaknya raut wajah pilu Kinanti sudah menjelaskan segalanya.

"Apa malam kemarin kita-" leher Adam bagaikan tercekik, terlalu sulit untuk mengutarakan pertanyaan yang membuat Kinanti kembali terluka. Tetapi, Adam juga butuh jawaban pasti dari bibir Kinanti.

Kinanti menggigit kuku-kuku jari, menahan isak tangis kepiluan dengan sekuat tenaga.

Tidak perlu lagi bertanya, Adam sudah sangat yakin jika Kinanti adalah orangnya. Selain Kinanti tidak ada lagi wanita yang masuk ke kamarnya saat malam itu, bahkan Renata sekalipun.

"Maaf."

Andai satu kata itu bisa mengembalikan segalanya, tidak akan ada luka sedalam ini.

Kinanti terdiam, menatap keluar. Air matanya terus mengalir tanpa ada henti.

Kedua tangannya saling meremas meluapkan rasa sakit yang tidak terobati. Luka yang di torehkan Adam begitu dalam, berjuta kata maaf pun tidak akan mampu mengobati luka yang begitu perih.

"Tolong jangan mengakhiri hidup, saya bersalah. Kalau kau mengakhiri hidup mu, saya adalah orang yang paling bersalah," kata Adam penuh penyesalan.

Rasa bersalah Adam semakin terasa, tangisan pilu terdengar nyaring di telinga Adam.

"Saya tidak tahu, bagaimana harus bertanggungjawab. Saya sudah menikah, bahkan baru saja pagi tadi," tutur Adam dengan ragu.

Tidak mungkin menikahi Kinanti, saat ini Adam sudah memiliki seorang istri yang sangat di cintai. Tidak perduli apakah salah atau benar, akan tetapi cinta Adam pada Renata juga tidak mudah untuk digoyahkan.

"Saya sangat mencintai istri saya." imbuh Adam dengan pasti, bahkan selalu menekankan setiap kata. Karena, memang cintanya sangat besar pada Renata.

Kinanti mengangguk, tangannya menyekat sisa-sisa air mata yang tidak pernah bisa kering pada wajah. Mencoba menerima semua kepahitan dengan suka cita, berusaha merelakan apa yang sudah hilang.

"Kau ingin kembali ke rumah?" tanya Adam.

Kinanti mengangguk, walaupun Adam sudah menyakiti paling tidak saat ini Adam masih memiliki hati nurani mengakui segala kesalahannya.

Adam mengambil jas putih yang selalu tersedia di mobilnya, kemudian memakaikan pada Kinanti. Berharap sedikit mengurangi rasa dingin yang tengah di rasakan.

Tubuh Adam yang masih condong pada Kinanti tidak lantas menjauh, jemari tangan nya mengusap air mata wanita rapuh yang tengah menahan sesak di dada.

Menyisir beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya, menatap dengan jelas bertapa rapunya wanita yang bekerja sebagai pengasuh bagi dua keponakan nya dalam jarak yang cukup dekat.

Perlahan Adam menarik Kinanti kedalam pelukannya, berharap agar perasaan Kinanti sedikit bisa lebih baik.

Tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Tangis Kinanti kembali pecah begitu saja, tidak terbendung walaupun dengan sejuta cara.

Tangan Adam mengusap punggung Kinanti, dengan perasaan bersalah yang semakin dalam. Sampai akhirnya Kinanti menjauh, Adam pun mulai duduk di kursinya dengan benar.

Menatap arah depan, jendela mobil yang di tetesi air hujan. Bayangan wajah Renata juga tiba-tiba melintas dengan begitu saja, Adam bukan hanya menyakiti satu wanita. Tetapi dua wanita dalam waktu yang sama, hanya saja bedanya Renata tidak tahu akan semua ini.

Adam membali melakukan mobilnya, tanpa satu patah kata pun. Melihat tubuh basah Kinanti, Adam juga takut jika nanti malah Kinanti kayu sakit.

Sampai di rumah Adam menepikan mobilnya, lalu menatap Kinanti yang hanya diam sambil menatap kedepan. Tanpaknya Kinanti belum tersadar jika mobil Adam sudah terparkir di depan rumah.

"Kinanti," panggil Adam.

Kinanti masih diam, tidak ada rasa dingin, rasa kantuk, yang ada hanya rasa sakit.

"Kinanti," Adam menepuk pundak Kinanti.

Seketika itu pula Kinanti tersadar dari lamunannya, ia mulai melihat sekelilingnya dan perlahan turun dari mobil Adam tanpa satu patah katapun.

Kaki Kinanti terus melangkah masuk, jas putih Adam masih melekat di tubuhnya. Tanpaknya Kinanti tidak menyadari hal itu.

Renata yang terbangun merasa bingung, karena tidak ada Adam di sampingnya. Lalu kakinya melangkah menuju balkon dan melihat Kinanti yang keluar dari mobil milik Adam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Call Girl [21+]
8.0
Nasib buruk menjerumuskan Yumira ke dalam dunia kelam sebagai wanita panggilan. Di tengah keputusasaan karena selalu dimanfaatkan oleh para pria, ia mendambakan cinta sejati. Harapan itu muncul saat Kai Dipraja hadir menawarkan ketulusan yang selama ini ia impikan. Walau dunia menentang keras hubungan mereka, Yumira bertekad kuat menjaga rasa ini. Mampukah mereka bersatu selamanya? Akankah Kai benar-benar menerima identitas dan masa lalu Yumira apa adanya?
Sampul Novel Kurelakan Cintaku untuk Adikku
8.3
Terlahir kembali membuat protagonis memilih merelakan Hans untuk adiknya. Belajar dari masa lalu saat suami dan putranya meminta perceraian demi sang adik, ia kini mendaftarkan nama adiknya di formulir pernikahan dan membiarkan mereka pergi ke Kota Barga. Ia sendiri memilih pergi ke Selatan untuk kuliah di Kota Sarna. Di kehidupan baru ini, ia hanya ingin fokus meraih kesuksesan dan hidup mandiri untuk dirinya sendiri tanpa memedulikan percintaan lagi.
Sampul Novel MENIKAHI CALON ISTRI SAHABAT
7.9
Rayyen dihadapkan pada pilihan sulit ketika Albar, sahabat lamanya yang kini sakit keras, datang memohon agar ia menikahi tunangannya, Aliffa. Permintaan terakhir mantan casanova ini membuat Rayyen bimbang. Di satu sisi, ia ingin menjaga amanah sang sahabat. Di sisi lain, ia harus menjaga komitmen pertunangannya dengan Zeanna, model ternama yang direstui ibunya. Sanggupkah Rayyen mengorbankan hubungannya demi menikahi Aliffa, wanita yang asing baginya?
Sampul Novel Pesona Sebuah Ciuman
8.2
Karin menghadapi gejolak batin usai menyambut ciuman Wilson. Walau mestinya ia membenci lelaki tampan itu, kehangatan tersebut terus membayangi benaknya. Keadaan kian pelik lantaran Karin masih terikat pernikahan sah dengan Steven. Sanggupkah Karin dan Wilson menekan daya tarik terlarang yang kian membara? Simak pergulatan emosi Karin yang mempertaruhkan keutuhan rumah tangganya dalam kisah romansa dewasa yang penuh dilema ini.
Sampul Novel Putus Setelah Enam Tahun Berpacaran
8.8
Enam tahun mendampingi Soren, bos mafia Meksiko, hubungan ini berakhir sia-sia. Janji pernikahan di hari jadi mereka terlupakan karena Soren terlalu sibuk dengan wakil barunya, Thea. Puncaknya terjadi saat pesta Natal, ketika Soren memesan kue kacang kesukaan Thea, mengabaikan alergi parah pasangannya. Insiden gurauan teman-teman Soren membuat kue tersebut mengenai wajahnya hingga pingsan. Setelah tersadar, keputusan bulat diambil; ia menolak menikah dengan Soren dan memilih pulang bersama ibunya.
Sampul Novel Ranjang Panas Hot Daddy
9.5
Rania terpaksa menjual kesuciannya demi membiayai operasi David, tunangannya yang mengalami kecelakaan. Tak disangka, pria yang membelinya adalah Aslan, duda kaya yang lambat laun memikat hatinya. Di tengah tumbuhnya rasa cinta, pengkhianatan David justru terungkap dan menghancurkan kesetiaan Rania. Namun, hubungan baru Rania dan Aslan kembali diuji oleh bayang-bayang masa lalu sang duda. Rania kini terjebak di antara kepedihan masa lalu dan rintangan cinta barunya.