APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Dari Masa Depan

Istri Dari Masa Depan

Li Mei terbangun di rumah bobrok yang tak ia kenali setelah terjatuh dari tangga. Bukannya dirawat, ia malah dihadapkan pada Bai Changyi, pria rupawan yang mengaku suaminya. Bai Changyi berniat menceraikannya karena mengira Li Mei berniat mengakhiri hidup. Walau kebingungan dengan situasi di zaman kuno ini, Li Mei menolak bercerai demi ambisinya. Ia bertekad mengubah nasib dan menjadi pengusaha sukses bersama sang suami yang menyimpan misteri.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Tidak! Li Mei!"

Suara itu adalah suara terakhir yang didengarnya. Kesadarannya mulai menghilang, dia hanya bisa merasa tubuhnya melayang dan jatuh ke kegelapan yang tak berujung.

Entah sudah berapa lama dia dalam kondisi seperti itu.

Setelah kesunyian yang panjang, mendadak sayup-sayup mulai terdengar suara dua orang pria berbicara tidak jauh darinya. Awalnya suara itu tidak terdengar jelas, namun perlahan kupingnya mulai bisa menangkap apa yang sedang mereka bicarakan.

"Dia sudah baik-baik saja sekarang, kamu tidak perlu khawatir lagi. Masa-masa kritisnya sudah terlewati. Selama demamnya bisa turun, dia akan bisa segera pulih," ucap seseorang yang suaranya terdengar seperti pria yang sudah berumur cukup tua.

"Terima kasih banyak, Tabib Lu," suara pria lainnya terdengar menghembuskan nafas lega. "Ah, dan ini untuk biaya pengobatannya."

"Baik, baik. Kalau begitu aku pergi dulu. Jangan lupa untuk menyuapinya obat yang sudah aku racik tadi. Meskipun dia belum sadar, kamu harus berusaha membuatnya meminumnya," pesan seseorang yang dipanggil Tabib Lu itu.

"Tabib Lu tidak perlu khawatir."

Setelah itu, tidak ada pembicaraan lagi, hanya ada suara langkah kaki yang menjauh.

Li Mei merasakan kepalanya berdenyut sakit. Dia berusaha membuka matanya namun tidak bisa. Matanya terasa berat dan sekujur tubuhnya terasa sangat panas.

'Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah aku masih selamat setelah jatuh dari tempat setinggi itu?' desah Li Mei di dalam hatinya.

Hal terakhir yang diingatnya adalah saat dirinya didorong oleh sahabatnya sendiri dari atas tangga rumahnya karena memergoki sahabatnya sedang mencuri. Apakah saat ini dia sedang berada di rumah sakit? Tapi kenapa orang tadi dipanggil dengan sebutan tabib, bukan dokter?

Li Mei masih berusaha menyadarkan dirinya, namun dia tetap tidak berhasil. Tiba-tiba, dia merasakan sebuah tangan besar yang hangat menyentuh pipinya.

"Dasar bodoh," bisik pria itu seraya membelai lembut pipinya.

Sudah dua hari Li Mei tidak sadarkan diri, tapi dia tetap bisa merasakan obat yang hangat mengaliri tenggorokannya setiap hari. Dia juga bisa merasakan belaian lembut tangan seorang pria yang terasa kasar. Sangat jelas kalau pemilik tangan itu adalah seorang pekerja keras.

Tapi ... siapa dia? Kenapa dia mau menjaga Li Mei? Dia tidak merasa memiliki keluarga atau teman dekat seperti laki-laki ini. Setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan ketika dia kecil, dia hanya hidup berdua dengan kakeknya. Dan kakeknya telah meninggal dua tahun yang lalu. 

Di hari ketiga, Li Mei akhirnya bisa membuka matanya. Dia berusaha untuk menyesuaikan matanya dengan sinar redup di sekitarnya. Saat matanya akhirnya bisa melihat dengan jelas, dia hampir saja memekik kaget karena melihat seorang pria tertidur pulas di sampingnya. Li Mei segera menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangannya, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan dan menatap wajah pria tersebut lekat-lekat.

Wajah pria itu terlihat sangat tampan. Rahangnya kokoh, alis matanya seperti dilukis dengan hati-hati. Kulitnya yang kecoklatan menandakan dia adalah orang yang sering bekerja di bawah sinar matahari. Tubuhnya tinggi dan kekar. Hidungnya lancip, dan bibirnya tipis. 

Sangat tampan! 

Sebenarnya laki-laki di sampingnya ini termasuk pria yang sesuai dengan tipe idaman Li Mei. Dia bahkan sangat yakin kalau saja laki-laki ini hidup di tempatnya berasal, dia bisa menjadi seorang idola besar!

Li Mei menatap ke sekitarnya. 

"Tempat apa ini? Kenapa semua perabotan terlihat usang?" gumamnya pelan.

Selain ranjang yang mereka pakai, hanya ada lemari, dan juga sebuah meja dengan empat kursi. Di sudut lain ada sebuah ruangan kecil, dan kalau dilihat sekilas, itu sepertinya adalah dapur mereka.

Tapi … apa-apaan dengan gaya baju yang dipakai dirinya dan laki-laki ini? Kenapa seperti baju-baju yang biasa dia lihat di drama-drama kolosal? Bedanya hanyalah, baju mereka indah, sedangkan baju Li Mei dan laki-laki di sebelahnya penuh dengan tambalan.

Seakan menyadari sesuatu, Li Mei membeku.

Jangan bilang dia melintasi waktu dan datang ke jaman kuno seperti di novel-novel yang biasa dia baca? Apakah dirinya yang asli di jaman modern sudah mati? Bisakah dia kembali ke tempatnya berasal? 

Setelah terdiam dan berpikir selama beberapa saat, dia akhirnya menghela nafas panjang.

Dia sudah datang ke zaman ini. Lagi pula dia tidak memiliki keluarga di kehidupannya sebelumnya, bahkan sahabatnya jugalah yang telah membunuhnya. Jadi, tidak akan ada orang yang merasa sedih dengan kematiannya. Dia juga tidak memiliki jalan untuk kembali, berarti mau tidak mau dia harus mencoba bertahan hidup di dunia ini.

Tiba-tiba, mata laki-laki di depannya terbuka. Li Mei menoleh dan menatap laki-laki yang tidak dapat menyembunyikan sorot mata yang penuh dengan kekhawatiran itu.

"Apakah kamu baik-baik saja? Apa masih ada bagian yang terasa sakit?" tanyanya seraya duduk di atas tempat tidur.

Li Mei hanya menatapnya dalam diam. Dia tidak bergeming. Sejujurnya, dia merasa sedikit bingung bagaimana harus bereaksi. 

"Siapa kamu?" tanya Li Mei dengan suara yang serak.

Wajah laki-laki di depannya langsung berubah muram, "apa ini salah satu caramu untuk meminta bercerai dariku lagi?"

Li Mei kembali tertegun. Ternyata laki-laki di hadapannya ini adalah suaminya? Sekarang semuanya terasa masuk akal kenapa mereka bisa tidur seranjang. 

"Bukan begitu, hanya saja ... aku merasa sedikit linglung saat ini," ujar Li Mei berusaha mencari alasan.

Laki-laki itu mengerutkan keningnya dalam-dalam dan menatap Li Mei dengan tatapan menyelidik. Setelah beberapa saat, dia baru merasa yakin kalau Li Mei sedang tidak berbohong. Dia menghela nafas panjang sebelum akhirnya menjelaskan kepada Li Mei.

"Namamu adalah Li Mei. Aku menemukanmu tergeletak pingsan di saat aku pergi ke gunung tiga bulan yang lalu. Setelah itu aku membawamu pulang. Kamu tidak mengingat apapun kecuali namamu. Agar bisa merawatmu dan menjagamu, akhirnya kita menikah."

Li Mei berusaha menyerap informasi yang baru saja diterimanya. Rupanya nama gadis ini juga sama dengan namanya, Li Mei. 

"Lalu, siapa kamu? Ini dinasti apa?" tanya Li Mei lagi.

"Namaku Bai Changyi, suamimu. Kita hidup di Dinasti Xing, di Desa Fanrong."

Li Mei kembali mengerutkan alisnya. 

Dinasti Xing? Kenapa dia tidak pernah mendengar nama dinasti ini sebelumnya? Sepertinya dinasti ini tidak tercatat di dalam buku sejarah.

"Istriku," Bai Changyi kembali memanggilnya dan menatapnya dengan tatapan serius. "Kalau kamu ingin bercerai, tunggulah beberapa hari lagi. Aku akan berusaha mengumpulkan uang dari hasil berburu terlebih dahulu. Setelah itu kamu bisa membawa uang itu untuk memenuhi kebutuhanmu sementara waktu. Kalau kamu memberitahuku di mana kamu akan tinggal setelah kita bercerai, aku akan tetap memberimu uang agar kamu tetap bisa menyambung hidup. Jadi, tolonglah berjanji, jangan pernah berusaha bunuh diri lagi, ya?"

"Bunuh diri? Siapa? Aku?" tanya Li Mei terkejut seraya menunjuk dirinya sendiri.

Li Mei tertegun ketika mendengar ucapan Bai Changyi. Dia tiba-tiba merasa pemilik tubuh ini sangat bodoh. Kenapa dia mau berpisah dengan laki-laki sebaik dan setulus ini? Dan, ehm ... setampan ini? Li Mei bahkan tidak pernah melihat seorang laki-laki yang bersikap tulus seperti pria ini di zaman modern.

"Aku …." Baru saja Li Mei ingin mengucapkan sesuatu, tiba-tiba perutnya berbunyi dengan sangat keras. Li Mei merasa sangat malu hingga dia menundukkan kepalanya dengan canggung.

"Ah, kamu pasti lapar setelah tiga hari tidak sadarkan diri. Sebentar, aku akan segera mengambilkan minuman dan makanan dari dapur," kata Bai Changyi seraya turun dari ranjang.

Tidak lama kemudian, Bai Changyi keluar dari dapur dan membawa semangkuk bubur putih di tangan kanannya dan segelas air hangat di tangan kirinya. Dia menyerahkannya kepada Li Mei lalu berkata dengan lembut, "aku tahu kamu tidak menyukainya, tapi kamu baru saja sadar setelah tiga hari tidak sadarkan diri. Jadi, makanlah."

"Terima kasih," Li Mei menerima gelas dan mangkuk bubur seraya tersenyum dengan lembut. Perutnya memang sudah tidak terisi selama tiga hari, semangkuk bubur putih adalah makanan yang paling pas untuknya.

Bai Changyi tertegun. Dia merasa sangat kaget ketika melihat senyum lembut di wajah Li Mei. Kapan dia pernah melihat senyuman di wajah cantik Li Mei? Tentu saja tidak pernah! Jadi ini adalah kali pertama dia melihat senyumannya yang sangat mempesona.

"Begini … aku …." 

Perkataannya Li Mei kembali terpotong. Kali ini oleh suara seorang wanita yang berteriak dari luar.

"Bai Changyi! Keluarlah!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ARANJO
8.1
Aranjo, dewi muda berdarah iblis, dijatuhi hukuman menjalani sepuluh kehidupan fana untuk melompati bencana cinta. Walau dibesarkan di alam langit, ia selalu diasingkan dan dijebak oleh ibu tiri serta saudara perempuannya. Di balik hukuman ini, Kaisar Langit menyimpan taktik rahasia. Sang Kaisar berniat melenyapkan emosi Aranjo demi menjadikannya Dewi Agung berkekuatan mutlak. Akankah takdir tunduk pada ambisi sang penguasa langit, atau malah berbalik?
Sampul Novel Kekasih Dari Dunia Lain
9.0
Vania yang hancur setelah berpisah dari Kevin berniat mengakhiri hidup di jembatan. Beruntung, Rangga menyelamatkannya dan langsung mengutarakan perasaan. Di balik kebahagiaan itu, Rangga rupanya sesosok hantu yang menyembunyikan jati dirinya. Kebohongan ini akhirnya dibongkar oleh Viola di rumahnya. Kini, Vania dihadapkan pada pilihan sulit. Akankah ia tetap bersama sang kekasih dari alam gaib, atau justru ada lelaki lain yang akan datang menggantikan posisinya?
Sampul Novel Kekayaan Setelah Pengkhianatan
7.9
Dikhianati sang kekasih di usia 20 tahun membuat emosi Tristan hancur. Namun, takdirnya berubah saat tetesan darahnya mengaktifkan detektor garis keturunan kuno pada cincin miliknya yang sempat mati. Rahasia besar itu terungkap, mengubah status Tristan dari mahasiswa miskin menjadi miliarder penguasa bisnis global. Kini, sebagai pemuda terkaya di dunia, ia siap menghadapi orang-orang yang dulu menghina dan mengkhianatinya saat mereka datang bersujud memohon ampun.
Sampul Novel KUNYIT DARI SARANJANA
8.2
Lawen, pemuda Dayak Bakumpai, kini menjadi buronan paling dicari di kota gaib Saranjana. Tanpa tahu apa kesalahannya, ia terus diburu oleh Panglima tertinggi kerajaan. Ancaman bagi nyawanya kian nyata setelah Raja Saranjana menggelar sayembara besar. Siapa pun yang berhasil menangkap Lawen dijanjikan hadiah luar biasa, mulai dari separuh wilayah kekuasaan hingga takhta untuk menikahi sang putri raja. Lawen harus berjuang bertahan hidup di tengah kepungan seluruh isi kota.
Sampul Novel PUSTAKA CERITA DEWASA 21+
7.9
Buku ini merangkum deretan kisah cinta penuh gairah dari berbagai karakter unik, khusus untuk pembaca dewasa. Setiap bab menyajikan fantasi romantis yang berani dan menggoda, dirancang khusus menjadi teman membaca yang intens di malam hari. Rasakan dinamika hubungan yang mendalam lewat narasi yang memicu imajinasi di setiap lembarnya. Segera temukan dan nikmati kepuasan cerita yang menghibur ini.
Sampul Novel Gema Serigala: Janji yang Diingkari dan Anak Serigala yang Hilang
8.4
Diselamatkan dari ayah tirinya yang kejam oleh Alpha Eduardo, gadis ini mengira penderitaannya berakhir. Namun, kepulangan cinta pertama Eduardo menghancurkan segalanya. Sang Alpha tega mengabaikan kematian anak mereka demi perempuan itu. Di tengah kepedihan dikhianati, ia harus menerima kenyataan tragis bahwa racun logam mematikan dalam tubuhnya hanya menyisakan waktu hidup enam puluh enam hari, tepat di saat pria yang dicintainya itu memilih untuk berpaling.