APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Immortal and The Beast

Immortal and The Beast

Terbangun lewat mantra kuno pasca perang berdarah 100.000 tahun lalu, roh Theodore sang Immortal justru melompati waktu jauh ke masa depan. Alih-alih pulih dalam 10.000 tahun, ia malah merasuki raga pemuda lemah korban perundungan. Di tengah dunia baru yang terancam oleh serbuan monster, ia bertekad bangkit menjadi Hunter pembasmi makhluk buas. Berbekal pengalaman tempur masa lalunya, Theodore siap menaklukkan segala rintangan dan mengubah takdir malang tubuh barunya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Di dalam kamar justru Theodore tidak tidur. Dia duduk bersila dengan kedua tangan terbuka di atas kakinya, sedangkan matanya terpejam. Dia kali ini dapat melihat kembali ingatan pemilik tubuh, sehingga seluruh pengetahuan dan ingatan itu menjadi miliknya. Setelah dia menyerap semuanya, Theodore mencoba menyerap energi alam, menjadikannya miliknya.

Membutuhkan waktu cukup lama karena tubuh lemahnya ini, bahkan dia berjam-jam tidak mendapatkan hasil apa pun. Sampai dini hari dia mulai bisa merasakan energi alam mulai memasuki tubuhnya dengan pelan. Tapi, tubuhnya masih belum bisa menerima energi tersebut, sehingga Theodore membuka matanya penuh keluhan.

"Sialan, tubuh ini terlalu lemah!" gerutu Theodore tidak habis pikir dengan dirinya yang justru mendapatkan tubuh anak muda ini.

Dia bangkit dari tempat duduknya, lantas menatap dirinya pada cermin. Dia melihat dirinya sendiri yang memiliki rambut hitam dengan mata merah, tubuhnya cukup kurus sehingga membuat meringis melihatnya. Dia menyentuh rambut belakangnya dengan wajah berpikir.

"Rambutnya terlalu pendek," ungkap Theodore yang terbiasa memiliki rambut panjang yang bahkan tidak kalah indah dengan rambut panjang seorang gadis. Apalagi di jamannya nyaris tidak ada pria berambut pendek.

"Biarlah, nanti akan tumbuh sendiri. Lebih baik fokus untuk memperkuat tubuh," gumamnya melihat betapa kurus dan lemahnya tubuhnya itu. Sekarang dia tidak lagi duduk atau berniat tidur, apalagi hari sudah nyaris pagi. Theodore memilih melakukan push up untuk melatih kekuatan tubuh lemahnya itu. Baru beberapa push up saja membuatnya kelelahan bukan main.

"Benar-benar lemah!" Untuk kesekian kalinya dia menggerutu kesal. Sampai akhirnya sadar jika matahari sudah terbit.

"Kak Theo! Sudah pagi, ayo bangun, sarapan, dan pergi sekolah!" seru Allita di luar kamar Theodore.

"Selamat pagi, Allita!" sapa Theodore yang keluar dari kamarnya dengan seragam sekolah, lantas duduk di kursi bersama Allita, menghadapi makanan yang begitu sederhana.

"Ibu mana?" tanya Theodore tidak melihat wanita itu.

"Kakak seperti tidak tahu saja, Ibu berangkat kerja setengah jam lalu. Seperti biasa!" Theodore menganggukkan kepalanya beberapa kali.

Ibunya bernama Bailey, sosok single parent yang menghidupi kedua anaknya sejak meninggalnya sang suami empat tahun lalu. Dia bekerja sebagai pembantu pada salah satu orang kaya tidak jauh dari rumah. Dan orang kaya itu memiliki anak tunggal yang telah membunuh Theodore tadi malam.

Setelah selesai makan, Theodore berjalan bersama Allita meninggalkan rumah, menuju sekolah mereka. Theodore sudah kelas 3 akhir sedangkan Allita kelas 1 menengah. Ibu berjuang menyekolahkan kedua anaknya, yang bahkan sesekali mereka tidak bisa membayar uang sekolah dalam beberapa bulan.

"Aku harus menyusun rencana," gumam Theodore sepanjang jalan memikirkan apa yang harus dia lakukan.

Mengingat kejadian malang tadi malam, membuatnya ingin membalas kematian Theodore. Tapi, sayangnya dia tidak bisa bertindak begitu saja, mengingat salah satu anak itu adalah anak tunggal majikan ibunya.

"Apa yang Kakak gumamkan?" tanya Allita mengangkat wajahnya, melihat Theodore yang menampilkan wajah berpikir.

"Ah, bukan apa-apa," balas Theodore.

Kemudian mereka berpisah ke sekolah masing-masing. Allita melambaikan tangannya, kemudian berlari menyusul teman-temannya dan kembali berjalan sambil berbincang dengan mereka.

"Aku harap gadis kecil itu tidak ada yang mengganggunya," gumam Theodore memilih terus berjalan ke sekolah. Tidak lama kemudian dia sampai di tempat itu. Dia menghela napas pelan, merasa tidak menyangka jika dia akan melakukan aktifitas seperti ini.

"Theo! Selamat pagi!" sapa anak muda dengan tubuh gendut kala melihat kedatangan Theodore ke sekolah.

Namanya Wisley, teman baik Theodore. Dia tidak begitu miskin sepertinya, tapi salah satu orang yang bersikap ramah pada Theodore yang tergolong anak paling miskin di sekolah ini. Sehingga nyaris tidak ada yang mau berteman dengannya.

"Oh, Wisley! Selamat pagi!" balas Theodore tersenyum kecil.

"Lihatlah dirimu, Theo! Kau datang ke sekolah dengan wajah babak belur," ungkap Wisley menatap iba Theodore. "Itu pasti ulah Leaman?" lanjut Wisley bertanya sekaligus memastikan. Theodore hanya mengangguk sebagai jawabannya yang justru membuat Wisley terkejut.

"Ada apa?" tanya Theodore heran.

"Ya, kau hari ini jujur sekali," lirih Wisley seolah berusaha yang ada di sampingnya ini adalah Theodore. "Biasanya kamu akan bilang, 'Bukan dia, aku baik-baik saja', Dasar pembohong! Aku tahu mereka selalu jahat padamu!" lanjut Wisley mempraktikkan bagaimana Theodore berbicara.

"Oh, benarkah? Tapi, sepertinya aku harus melakukan sesuatu pada mereka, nanti!" ungkap Theodore dengan suara pelan. Dia melirik Wisley yang berhenti berjalan, dan saat ini tubuhnya mematung dengan wajah tercengang, sedangkan Theodore malah mengernyitkan dahinya.

"Apa kau baik-baik saja, Theo?" tanya Wisley sambil menyentuh kening Theodore yang tidak panas. "Ada apa?" sahut Theodore menyingkirkan lengan Wisley dari keningnya.

"Sejak kapan kau berbicara untuk membalas mereka? Bukankah itu akan membahayakan ibumu yang bekerja di rumah Leaman. Ayolah kawan, kau tidak akan membuat situasi cukup rumit bukan?" ungkap Wisley. Dia tahu jika apa yang telah terjadi pada Theodore cukup mengerikan, memang pantas jika seharusnya tidak diam saja. Tapi, ibunya yang bekerja akan mendapatkan masalah jika terjadi sesuatu pada Leaman.

Terlebih ibunya tidak pernah tahu jika Theodore menjadi korban bully, sehingga sering mengira anaknya nakal dan suka berkelahi sehingga sering terluka. Theodore menepuk pelan pundak Wisley. "Tenang saja, aku tidak sebodoh itu!" balas Theodore yang begitu tenang.

"Theodore! Wisley! Selamat pagi!" Kali ini sosok gadis dengan rambut pirang yang berkliauan dengan kulitnya yang putih muncul dari dalam mobil mewah. Dia menyapa Theodore? Ya, benar. Namanya Shiny, satu-satunya anak orang kaya yang berteman baik dengan Theodore. Gadis paling cantik yang menjadi idaman pria di sekolah.

"Ya, selamat pagi," balas Theodore dengan santai.

"Kalian terlihat sibuk pagi ini," ungkap Shiny yang baru saja melihat kedua orang itu asyik mengobrol.

"Tidak juga," balas Thedore dengan suaranya yang tenang.

"Wisley! Apa terjadi sesuatu padanya? Kenapa sikapnya begitu tenang? Lihat wajahnya itu? Ah aku tahu, dia sedang babak belur, itu pasti ulah Leaman," bisik Shiny pada Wisley yang suaranya masih bisa Theodore dengar.

"Aku tidak tahu, dan Theo jujur jika Leaman yang melakukan itu padanya," ungkap Wisley begitu jujur. Lain lagi dengan Theodore yang hanya melihat dan mendengar obrolan kedua orang itu.

"Theo, aku pasti akan memberikan pelajaran pada Leaman kurang ajar itu. Mau sampai kapan dia menyakitimu hah? Lihat, kenapa kau masuk sekolah dengan tubuh terluka!" Kali ini Shiny memperlihatkan wajah cantiknya yang garang dengan tangan kanan mengepal meninju udara.

"Jangan kotori tanganmu, Shiny. Itu tidak cocok," balas Theodore membuat Shiny mematung dengan sikapnya yang begitu tenang.

"Begitu? Baiklah!" Shiny berakhir pasrah dengan otak berpikir tanpa mendapatkan jawaban. Dia melirik Wisley dengan wajah bertanya, tapi yang dilirik hanya mengedikkan kedua bahunya tanda tidak tahu.

"Sudah waktunya masuk kelas," ucap Theodore yang berjalan mendahului kedua temannya itu.

Wisley dan Shiny kembali bertukar pandang, namun pada akhirnya mereka mengikuti langkah kaki Theodore dan masuk ke kelas masing-masing. Shiny berada di kelas 3-A sedangkan Theodore dan Wisley ada di 3-B. Shiny melambaikan tangannya saat memasuki kelasnya dengan ceria.

Berbeda dengan Theodore dan Wisley, mereka langsung mendapati meja dan kursi yang penuh oleh coretan dengan kalimat tidak nyaman. Bahkan hari ini Wisley pun bernasib sama. Sekalipun nyaris tidak ada yang mengganggu Wisley.

"Benar-benar," gumam Theodore yang mengeluarkan sapu tangan, lalu membasahinya dengan air, kemudian sibuk membersihkan mejanya, begitu juga dengan Wisley yang bernasib sama. Sedangkan guru sudah memasuki kelas, membuat Theodore terpaksa duduk sebelum berhasil membersihkan tempat duduknya.

"Mereka lagi kah?" gumamnya menatap sinis pada tiga anak yang sibuk terkekeh pelan. "Lakukan apa yang kalian mau untuk sekarang," lanjutnya sambil mengeluarkan alat tulis. Matanya mengelilingi semua orang di kelas yang hanya asyik menonton Theodore yang diganggu, dengan guru yang tidak mempedulikan murid miskin.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku  Dan Ayahku Super Tajir Melintir
7.8
Secara misterius, jiwa Ana tertukar ke dalam raga ibunya. Kejadian aneh ini justru menyingkap fakta bahwa ayah kandungnya adalah seorang bangsawan keraton bergelimang harta yang dahulu sempat merusak hidup mereka. Menghadapi kenyataan rumit tentang asal-usul dirinya, Ana bertekad untuk kembali mempersatukan cinta orang tuanya yang terpisah jurang sosial. Namun, merajut kembali hubungan yang penuh perbedaan itu menghadapkannya pada rintangan yang sangat berat.
Sampul Novel Cintya Persusuan  Di Balik Tahta
8.3
Sebagai selir paling dimanja karena keunikan tubuhnya, Rona menarik perhatian penuh dari Kaisar dan Pangeran Surowi. Namun, malam-malam di kamarnya berubah menjadi ketegangan saat kedua pria berkuasa itu mengajukan rencana gila untuk membaginya bersama. Meski dijanjikan kenaikan status sosial oleh Pangeran Surowi, Rona yang ketakutan mencoba menolak tawaran tersebut dengan menegaskan asal-usulnya yang hanya seorang budak biasa di hadapan senyuman misterius sang Kaisar.
Sampul Novel KAHINA
8.1
Kematian tragis Kahina di tangan perempuan tua gila pada 1982 menyingkap tabir hitam keluarga Laksmi. Tragedi ini menyeret Laksmi melakukan perjalanan raga sukma ke tahun 1881, mengungkap dosa leluhurnya yang bersekutu dengan sekte pemuja setan dan konspirasi Logi Persahabatan. Sejak era VOC, kolonial, hingga pandemi 2021, jaringan kriminal keji tersebut rupanya terus beroperasi secara rahasia, mengiringi lembaran sejarah Indonesia yang penuh pertumpahan darah.
Sampul Novel Kisah Cinta Di Negeri Gaib
7.9
Rencana Andrian melamar Afifa di Pulau Sempu bersama sahabat mereka berakhir tragis. Afifa, gadis indigo yang dapat menyentuh makhluk halus, terjebak di dimensi astral setelah memikat hati sosok gaib bernama Aqeel. Di tengah misteri dunia lain, Afifa berjuang keras untuk meloloskan diri. Di alam nyata, Andrian yang setia terus menanti kepulangan kekasihnya yang hilang secara misterius, serta dengan tegas menolak untuk menikahi wanita lain.
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua
8.0
Pernikahan seorang pria berubah menjadi teror mengerikan saat ia menyadari rahasia gelap keluarganya. Sang istri dan mertua rupanya penganut sekte ilmu hitam yang kejam. Berada di bawah tekanan yang luar biasa, ia kini tidak memiliki jalan keluar. Di tengah situasi yang semakin memuncak, sang suami dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi mewujudkan ambisi mistis mereka yang sangat keji.
Sampul Novel The Thread of Destiny
8.1
Altheda Estrella, seorang dokter muda di Singapura, merenggang nyawa saat menyelamatkan sang dosen. Alih-alih lenyap, jiwanya justru terbangun di tubuh Azalea Caleste, remaja malang yang didera penderitaan dan fitnah keji. Berbekal rahasia besar dari kehidupan lamanya, Altheda bertekad memanfaatkan kesempatan kedua ini dengan maksimal. Ia bersumpah akan mengubah takdir buruk Azalea, merebut kebahagiaan yang layak ia dapatkan, dan mengukir masa depan baru yang jauh lebih berarti.