APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel IDOL

IDOL

Raelyn Agatha harus bertahan hidup dengan menumpang dari satu kerabat ke kerabat lain. Di tengah keputusasaan itu, ia bertemu Min Ho, idola terkenal yang memberi warna baru dalam hidupnya. Namun, hubungan mereka menghadapi rintangan berat saat publik dan orang-orang terdekat Min Ho menentang keras kedekatan mereka. Kini, Raelyn harus berjuang mempertahankan cintanya di tengah tekanan dan penolakan dari seluruh dunia.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Tidak baik, lho, terlalu sering merokok seperti itu,” ucap seorang wanita dari belakang Min Ho.

Min Ho tersedak dengan asap rokok yang dia hisap, kedatangan Yerin begitu tiba-tiba hingga membuatnya kaget.

“Noona! Sedang apa di sini? Bukannya Noona masih sakit?” tanya Min Ho.

“Aku cuman sakit flu, Min Ho. Bukan patah tulang, lagipula sedang apa kau sendiri di sini? Aku yakin alasannya bukan karna tidak ingin Oppa tahu kalau kau masih sering merokok, bukan?” goda Yerin.

Min Ho membuang rokok dan menginjaknya dengan sepatu, dia berbalik, menyandarkan punggungnya kepada tembok pembatas lalu menatap langit. Angin yang terkadang kencang itu menerbangkan beberapa lembar daun kering hingga berserakan ke mana-mana. Yerin masih menunggu Min Ho mengatakan sesuatu.

“Hanya ingin menghirup udara segar, di dalam terlalu banyak orang, terlalu banyak pertanyaan, jadi lebih baik aku diam di sini. Lalu, kenapa Noona ke mari? Sudah aku duga, kalau Noona memang mempunyai perasaan kepadaku. Hati-hati, lho. Hyung bisa saja membunuhku,” Min Ho membalas godaan dari Yerin tadi.

Yerin tersenyum mendengar ucapan dari Min Ho, dia merangkul bahu Min Ho dan berbisik ditelinganya. “Wah, aku memang benar menyukaimu, Min Ho. Kalau saja kau lebih tampan dan dewasa dari Oppa, mungkin aku sudah mengencanimu.”

Wajah Min Ho memerah, dia tahu jika dia tertolak, tapi ucapan Yerin membuat jantungnya berdebar. “Kalau memang Hyung lebih tampan dariku, kenapa tidak dia saja yang debut? Tandanya aku memang lebih tampan dan berbakat dari dia, bukan?”

Min Ho terkekeh setelah berucap. Yerin yang sedang menikmati pemandangan mobil dijalanan tiba-tiba terdiam tanpa kata. Tak lama kemudian dia meninggalkan Min Ho dengan alasan Dae Ssik yang membutuhkan Yerin.

Matanya menatap datar kepergian Yerin lalu bergumam, “Menjijikan sekali.” Setelah itu Min Ho menyusul Yerin dengan senyuman cerianya.

***

“Kamu ingat toko buku yang sering kita kunjungi saat kamu ke mari? Sekarang toko itu sudah berubah menjadi cafe, ingin mampir?” tanya Lucien dengan sangat ceria.

Raelyn hanya mengangguk seraya tersenyum tipis. Dengan segera Lucien menancapkan gasnya menuju toko buku yang sudah berubah menjadi cafe beberapa tahun lalu. Dan Raelyn sudah tahu. Karena cafe baru itu adalah tempat favoritnya ketika dia sedang sedih.

Dalam perjalanan, Lucien terus bercerita ini-itu tanpa henti, Raelyn hanya membalas ceritanya dengan dehaman saja. Ia tidak ingin tahu semua hal yang terjadi pada Lucien. Karena jika sekali dia bertanya maka akan ada banyak pertanyaan yang dilontarkan kembali oleh Lucien.

“Turun lah lalu pesan sesuatu, aku akan segera kembali. Jangan pergi sampai aku kembali, pesankan sesuatu juga untukku.”

Setelah mengatakan hal itu, dia langsung pergi entah ke mana. Raelyn masuk ke dalam cafe dan memesan minuman untuknya dan Lucien. Salah satu pelayan di sana menyapa Raelyn dengan lembut, dia hanya membalas dengan senyuman tipis lalu berlalu menuju meja kesukaannya.

Tak lama kemudian Lucien datang dengan coklat kesukaannya, Raelyn tahu bahwa coklat yang Lucien bawa adalah coklat yang sama sekali tidak ingin Lucien bagikan kepada siapapun termasuk Raelyn sendiri. Tapi bukan Raelyn namanya kalau tidak bisa mencuri dua atau tiga buah coklat favorit Lucien.

“Makanlah, tumben sekali kamu tidak mencuri coklatku. Jangan sungkan seperti itu, kita sudah kenal dari kecil,” cibir Lucien.

Raelyn tetap menatap datar Lucien, “Berlagak seperti orang dewasa kau, Lucien.”

Mata Lucien terbelalak mendengar ucapan tajam dari mulut Raelyn, sangat tidak disangka gadis kecil yang begitu menggemaskan kini memiliki ucapan yang sangat menohok. Raelyn hanya tersenyum simpul seraya memakan coklat milik Lucien.

“Kamu lebih muda tiga tahun dariku, wajar saja aku berlagak dewasa. Dan akhirnya tetap kamu makan juga coklatnya. Jadi, sekarang siapa pria yang sedang mengencanimu?”

Pertanyaan itu membuat Raelyn tersedak, pemikiran apa yang terlintas diotaknya hingga menanyakan hal seperti itu. “Kamu sedang patah hati, kan, Rael? Karena itu kamu datang jauh-jauh ke mari untuk melupakan pria itu. Benar, kan? Hah... kamu pasti tidak meminta izin dari Ibumu lagi kan? Lagi-lagi aku akan terkena—”

Brak!

“Rael?”

Seluruh pengunjung dan para pelayan terkejut dengan suara keras dari pojok ruangan. Raelyn baru saja memukul meja dengan kencang. Lucien terkejut dan segera meminta maaf kepada semuanya lalu menghampiri Raelyn.

Tangan Lucien ditepis dengan keras saat dia berusaha memegang bahu Raelyn, semuanya menatap ke arah meja mereka. Banyak sekali bisikan juga kamera yang mengabadikan aksi mereka berdua. Lucien kembali mencoba mendekati Raelyn, tetapi Raelyn mendorongnya dan segera berlari keluar cafe.

Lucien mencoba memanggilnya, tetapi Raelyn tidak berbalik dan terus berlari. Dia segera membayar dan menyusul Raelyn, Lucien takut gadis itu tersesat karena lingkungan yang tidak begitu Raelyn kenal.

***

Min Ho terduduk lemas dengan keringat yang sudah membasahi pakaiannya, sudah lama sekali dia tidak melatih gerakannya, banyak sekali koreo yang dia lewatkan hingga membuat pelatihnya berkali-kali membenarkan gerakan Min Ho. Karena situasi dunia yang sedang tidak baik ini membuat Min Ho harus menunda banyak konser, dia merasa sedikit bebas, tapi tidak dengan Dae Ssik.

Dia selalu berdebat dengan Min Ho karena banyak sekali tawaran drama yang memintanya untuk menjadi pemeran utama. Min Ho tidak mempermasalahkan hal itu, hanya saja Dae Ssik tidak terlalu suka dengan hal-hal seperti itu. Akan banyak sekali isu yang akan timbul setelah mereka menyelesaikan tawaran tersebut dan Dae Ssik mulai lelah mengkonfirmasi semuanya kepada para jurnalis bahwa isu-isu tersebut tidaklah benar.

“Hyung!”

Min Ho menjerit karena pipinya terkena botol berisi air dingin, “Minumlah.”

Dengan cepat Min Ho meminum air mineral itu dan berterimakasih kepada Dae Ssik. Pria yang tak kalah tampan dari Min Ho itu tersenyum memperhatikan Min Ho yang sedang minum dengan sekali tegukan.

“Ada apa, Hyung?”

Pertanyaan itu membuat senyuman Dae Ssik memudar, ternyata Min Ho menyadari sesuatu yang salah dari Dae Ssik.

“Aku ingin membahas jadwal pemotretanmu, sebelum itu besok sore akan ada konfrensi pers dari salah satu member Juicy Girls yang menjadi kekasihmu di drama kemarin.”

“Yoon Ra, ya? Benar-benar menyusahkan, aku harap dia tidak memanipulasi pernyataannya.”

Min Ho berdiri, membuka kausnya lalu berlalu begitu saja. Dae Ssik mengerti perasaan yang dialami Min Ho, tidak pernah ada yang tahu kalau mereka berdua sempat berpacaran, kejadian itu sudah sangat lama, bahkan saat mereka belum mengenal dunia entertaiment.

Tapi informasi yang sulit dikonfirmasi itu malah bocor saat Min Ho mulai mendunia, sudah bertahun-tahun isu yang tidak jelas itu tak terselesaikan. Min Ho maupun Yoon Ra tidak pernah turun tangan untuk mengonfirmasi apapun, hingga berita konferensi pers yang dilakukan Yoon Ra mendapat banyak sorotan dari publik.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Crazy Marriage (Pernikahan Paksaan)
9.2
Di usia 19 tahun, Vintari terpaksa mengubur mimpinya demi pernikahan kontrak akibat perjodohan orang tua. Bersanding dengan Zeus Ducan yang jauh lebih dewasa terasa bagai siksaan, sementara Zeus hanya menganggapnya gadis ceroboh yang merepotkan. Namun, ketika rasa nyaman mulai hadir, sebuah kenyataan pahit terbongkar. Zayn, lelaki yang selama ini dicintai Vintari, rupanya adik tiri dari suaminya sendiri. Kini, ia terjebak dilema rumit antara Zeus dan cinta masa lalunya.
Sampul Novel Om Duda and Me
8.0
Azalea, seorang siswi SMA yang memikat, memendam rasa pada Kenzo, duda kaya sekaligus paman sahabatnya. Sejak kepergian sang istri saat melahirkan anak mereka, miliarder itu memilih menutup diri dari cinta. Perbedaan usia yang membentang lebar tidak menyurutkan niat Azalea untuk mendekati Kenzo. Ia bertekad meruntuhkan sikap dingin pria tersebut dan mengusik hidupnya yang tenang. Mampukah keteguhan hati gadis muda ini mencairkan kebekuan sang duda?
Sampul Novel Prahara Orang Ketiga
8.2
Hari pernikahan Erika berubah menjadi mimpi buruk saat kekasih masa lalu Bimo datang merebut posisi mempelai wanita dengan alasan sakit parah. Alih-alih membela Erika yang tengah hamil dan telah mengantongi buku nikah, Bimo justru mendukung pergantian tersebut demi membahagiakan wanita itu. Menghadapi cemoohan para tamu undangan, Erika tidak meluapkan amarah di tempat. Dia memilih mengambil keputusan besar untuk menggugurkan kandungannya dan merelakan hubungan sepuluh tahun mereka berakhir begitu saja.
Sampul Novel Saat Hati Tertusuk Duri Cinta
9.2
Bagi Gina, asmara membawa petaka yang mengubah hidup indahnya menjadi mimpi buruk. Sejak Evan hadir, seluruh dunianya hancur tanpa sisa. Gina harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan calon bayinya, menderita cacat fisik pada wajah, serta melihat karier dan nama baiknya hancur lebur. Evan tanpa belas kasih meremukkan perasaannya. Kini, batin Gina tersiksa dan terluka sangat dalam, tertusuk duri tajam dari cinta yang begitu menyesakkan dada.
Sampul Novel Satu-PD155
9.7
Sam tega menikahi Sinta hanya demi mendonorkan ginjal istrinya kepada Ayu, sahabat kecilnya. Sinta yang hancur karena hanya dijadikan alat medis memutuskan memalsukan kematiannya. Begitu Ayu pulih, kedok egoisnya terbongkar, membuat Sam menyesal dan menyadari cintanya pada Sinta. Lima tahun berselang, Sinta kembali sebagai sosok sukses. Penyesalan Sam sia-sia saat Ayu dipenjara akibat kejahatannya. Sam pun hidup merana, sedangkan Sinta kini bahagia bebas dari bayang-bayang masa lalu.
Sampul Novel Sienna's story
8.4
Perceraian orang tua merenggut kebahagiaan Sienna, meninggalkannya dalam kesepian malam yang kelam dan tanpa warna. Di tengah kehampaan itu, seorang CEO penuh intrik hadir dalam hidupnya. Pria miliarder tersebut kerap bertingkah nakal dan mesum demi menarik perhatian Sienna. Namun, ia justru dihadapi oleh sikap dingin Sienna yang membentengi diri dengan rapat. Akankah keteguhan sang miliarder berhasil meluluhkan hati Sienna yang telah membeku?