APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibu untuk Yana

Ibu untuk Yana

Sibuk menikmati status duda dan memiliki satu anak yang begitu cantik, enggak ada angin serta badai, Mama tercinta justru menjodohkan dirinya dengan seorang gadis polos berumur delapan belas tahun. Akankah ia terima, atau menolaknya??
Bab
Bagikan

Bab 3

Jam lima sore, aku mengendarai mobil menuju mall untuk membeli kado. Iya, kado buat anaknya si Bisma, teman pemaksa supaya aku menjenguk bayinya yang sudah memasuki usia dua bulan. Jalanan mulai dipadati pengendara. Pas lampu merah, aku teringat sesuatu lalu menepuk kening lumayan keras.

Astaga. Kelupaan kalau aku ada janji sama Yana jalan-jalan. Memukul setir seraya menggeram kecil. Ya ampun, kenapa bisa lupa begini. Mau putar balik percuma. Mall sudah ada di depan mata. Sehabis lampu merah, maju beberapa meter sampai deh.

Lampu berganti warna hijau. Menginjak pedal gas sambil mengambil ponsel di saku celana bahan.

Si*l?! Baterainya lowbatt alias mati total. Janji, dirinya akan beli kado sebentar. Kemudian pulang ke rumah serta mengajak Yana menjenguk anaknya Bisma.

Setibanya di toko baju khusus bayi, aku menggaruk alis yang tiba-tiba gatal. Lupa, aku gak ingat anak Bisma itu cewek apa cowok. Huft, penyakit lupanya kambuh.

"Warna biru kali ya?" monologku teruntuk diri sendiri, "putih aja," lanjutku dengan mengambil baju sepaket warna putih. Enggak lupa beli topi juga selimut. Hm, jadi keinget sewaktu Yana masih bayi. Semua pakaiannya serba kecil.

Sepuluh menitan di dalam toko tersebut, aku segera membayar lalu keluar dari sana terburu-buru. Takutnya macet, nanti Yana tambah marah. Karena tidak memperhatikan sekitar, aku gak sengaja menabrak anak remaja. Kisaran ... lima belas tahunan?

"Sorry?" Hanya ucapan permintaan maaf yang aku bisa. Soalnya gawat darurat. Dirinya harus tiba di rumah secepatnya.

Saat melewati wahana anak-anak, mataku gak sengaja melihat dua orang yang nampak tak asing. Mundur dua langkah, mata disipitkan guna memastikan apakah penglihatannya nggak salah, "Benar kok. Dia Yana sama ... Kiran?" Kedua kakiku melangkah lebar ke sana. Aku pangil-panggil namun mereka tak sadar. Posisinya memang lagi ramai sih, jadi maklum semisal aku teriak pun tidak terdengar.

Akhirnya aku minta tolong pada pegawai yang tengah berjaga. Tidak berselang lama, Kiran menghampiriku dengan Yana tiba-tiba cemberut padahal aku lihat dia tersenyum sumringah di dalam sana.

"Ayah jahat!"

Eh?

Yana mengumpat di belakang tubuh Kiran, "Yana? Ayah baru saja mau pulang. Nih, baru saja beli kado buat Dedek bayi temannya Ayah," ujarku menampilkan senyum lembut walau ekspresi anak tercinta sebaliknya.

Enggak ada respon darinya, aku menoleh kepada Kiran--Adik kandungku, "Kapan pulang?" Sedari Yana kecil, Kiran emang selalu dekat bersama anakku itu. Jadi gak aneh, Kiran pulang dari luar kota enam bulan sekali, Yana langsung menempel bak permen karet tanpa merasa canggung.

"Habis subuh, Mas. Gue nginep di kost temen, baru deh tadi siang ke rumah Mas," tutur Kiran sambil menyodorkan tangan kanan berniat salim.

"Enggak di telepon??" Membalas uluran tangannya serta berceletuk dengan mataku  mengarah pada sosok Yana, masih setia bersembunyi.

"Hm, diteror mulu gue sama dia," kulihat Kiran meringis. Aku beri kode bertanya ada apa, "biasa, anaknya Mas kanibal. Gigit tangan gue anj... " aku melotot tajam. Sebagai ungkapan Kiran gak boleh melanjutkan perkataannya.

"Oh iya. Mami mau ngomong sama elu, Mas. Katanya ponsel Mas gak bisa dihubungi," aku tahu Kiran sedang mengalihkan pembicaraan, "lowbatt," jawabku singkat.

"Nih," Kiran menyodorkan ponselnya.

Aku menjauh sebentar, "Assalamualaikum, Mi?" Terdengar helaan nafas dari seberang sana.

"Kemana aja, Sena?! Mami kirim pesan, telepon berkali-kali, nggak ada tuh direspon sama sekali," sembur Ria.

Aku memejamkan mata sesaat, "Ponsel Sena lowbatt," cicitku jujur.

"Enggak mau tau. Pokoknya nanti malam Sena harus kencan sama anak temannya Mami. Tenang saja, biayanya sudah Mami urus. Tinggal kalian datang dan saling bincang satu sama lain."

Tut

Panggilan diakhiri secara sepihak. Belum juga membujuk Yana yang lagi ngambek. Ini bertambah pula atas perintah Ibu negara. Nasib duda anak satu gini amat, ya ampun.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku
8.9
Natalia memilih pergi dalam keadaan mengandung setelah gagal meluluhkan hati dingin Kenzo. Kepergiannya tanpa jejak membuat Kenzo putus asa hingga nekat memperluas bisnis global demi mencarinya. Pencarian buntu itu hampir membuatnya gila dan mengacaukan seisi kota. Bertahun-tahun berlalu, Natalia kembali sebagai wanita kaya dan berkuasa. Namun, takdir kembali menjeratnya dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang masih terus mengejarnya.
Sampul Novel Bersinar Setelah Menjanda
9.0
Amira sempat dipandang sebelah mata oleh Irfan yang mengira mantan istrinya itu tak akan mampu bertahan sendirian. Namun keadaan kini berbalik total. Saat Amira berhasil membuktikan kemandiriannya hingga meraih puncak kesuksesan, hidup Irfan justru hancur berantakan. Di tengah penyesalannya, Irfan datang lagi berusaha mendekati dan memikat Amira kembali. Apakah Amira akan luluh pada rayuan masa lalu, atau membiarkan sang mantan suami meratapi nasibnya?
Sampul Novel GAIRAH ISTRI SATU MILIAR
8.6
Demi melunasi utang sang ayah dan biaya pengobatan ibunya, Sinta Maheswari terpaksa dijual. Ia dinikahkan dengan putra konglomerat kejam yang memperlakukannya tanpa belas kasih layaknya budak. Di tengah siksaan pernikahan tanpa cinta ini, Sinta dinyatakan hamil. Kabar tersebut membawa kebahagiaan bagi keluarga besar, namun tidak bagi suaminya yang berhati dingin. Sinta pun harus berjuang keras meluluhkan hati sang suami agar pria iblis itu bisa benar-benar mencintainya.
Sampul Novel Heal Me, Baby
8.1
Akibat tabrakan tak sengaja yang berujung ciuman, Sean Wilson yang mengidap misofobia pingsan. Sang penabrak, mahasiswi kurang mampu bernama Keyra Minolia, dituntut membayar biaya terapi yang sangat besar. Tak punya uang, Keyra terpaksa bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah Sean. Perbedaan kontras memicu konflik harian, hingga orang tua Sean memergoki mereka dan menuntut pernikahan. Akankah ikatan paksa ini menyembuhkan trauma Sean dan menumbuhkan cinta?
Sampul Novel ISTRI TERCINTA BOS BESAR
9.7
Elitta kehilangan kekasih dan kasih sayang ayah akibat ulah Vivian. Setelah pertunangannya batal, sang ayah memaksanya menikahi pria yang dianggap miskin. Vivian merasa di atas angin, hingga ia menyadari suami Elitta adalah Vito Vincent Ravello, CEO Sunmart sekaligus mantan kekasih yang dulu ia buang. Kini Vivian bertekad merebut Vito kembali. Mampukah Elitta menjaga pernikahan dan pria yang dicintainya dari rencana jahat Vivian?
Sampul Novel Kesabaran seorang istri
9.4
Dalam ikatan pernikahan yang hampa akan kasih sayang, seorang istri harus tegar menghadapi kekerasan fisik serta mental dari suaminya. Walau terus didera hinaan kejam setiap hari, ia tidak menyerah dan tetap setia mendampingi. Di balik remuknya perasaan, ada harapan besar bahwa kebaikan tulusnya kelak bisa menyentuh dan mengubah sikap dingin sang suami. Sebuah drama mengharukan tentang ketabahan luar biasa dan pengorbanan tanpa batas di tengah cobaan hidup yang begitu berat.