APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibu Meninggal, Suami Sibuk dengan Mantan

Ibu Meninggal, Suami Sibuk dengan Mantan

Saat ibu mertuanya terkena serangan jantung, Nova segera menghubungi suaminya yang merupakan dokter kardiologi. Namun, sang suami justru menuduh Nova berbohong dan memilih menemani mantan kekasihnya. Tragedi terjadi saat sang ibu wafat di meja operasi sementara suaminya pergi ke konser. Ketika pulang dan melihat Nova memeluk kotak abu, ia justru murka dan menuduh Nova bersandiwara demi menarik perhatiannya. Kisah novel modern bergenre misteri ini mengupas kehancuran rumah tangga yang tragis.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku menggenggam jariku erat-erat, tetapi sekarang aku tak punya waktu untuk bertanya apa yang mereka lakukan di dalam.

"Di mana Angga?"

Begitu kata-kataku terucap, Angga muncul dengan kucing di pelukannya. Saat melihatku, wajahnya langsung berubah geram.

"Nova, mau apa kamu kesini?"

Dengan wajah tidak sabar, dia berkata, "Aku sudah bilang, Leon sakit dan perlu makan. Aku hanya membuatkan makanan untuknya dan akan segera pulang. Bisakah kamu sedikit simpati pada hewan?"

Aku tidak ingin membuang waktu berdebat dan langsung menarik lengannya. "Ikut aku, Ibu kena serangan jantung."

Namun, Angga menepis tanganku.

"Apa yang kamu bicarakan? Aku tahu kondisi Ibu lebih baik dari siapa pun. Dia baik-baik saja. Siang tadi aku bahkan memeriksanya. Keadaannya stabil. Jangan gunakan dia untuk menakut-nakutiku."

Memang, dia sendiri yang menangani penyakit ibu mertuaku, tetapi itu tidak berarti tidak ada kejadian tak terduga. Sebagai ahli kardiologi, seharusnya dia lebih tahu.

Aku berusaha menahan amarah dan tetap tenang.

"Angga, aku nggak bercanda. Ibu sekarang ada di rumah sakit, dan menunggu kamu untuk menyelamatkannya. Kalau kamu nggak segera datang dan terjadi sesuatu pada Ibu, kamu akan menyesal seumur hidup!"

Ekspresiku yang serius dan cemas membuat Angga mulai ragu.

Saat itu, Melda melihatku dengan wajah penuh rasa kasihan dan berkata, "Nova, aku tahu kamu cemburu melihat Angga di rumahku. Itu sebabnya kamu mengarang cerita tentang Ibu yang terkena serangan jantung."

"Tapi sungguh, nggak ada apa-apa di antara kami. Leon sakit, dan Angga hanya datang untuk memeriksanya. Jangan marah, ya?"

Mendengar Melda berbicara seperti itu, Angga langsung berpikir aku cemburu.

"Melda benar. Jangan asal bicara. Aku hanya punya ibu di dunia ini. Kalau kamu mau mati, mati saja sendiri, tapi jangan sumpahi ibuku!"

Amarahku hampir saja meledak.

Orang yang terbaring di ruang gawat darurat itu adalah ibu kandungnya. Apa dia sudah tidak waras?

Namun, sekarang bukan saatnya aku marah. Ibu mertuaku masih menunggu dia untuk melakukan operasi.

"Kalau kamu nggak percaya apa yang aku katakan, telepon Mario sekarang. Dia bisa membuktikan bahwa aku mengatakan yang sebenarnya."

Angga mengeluarkan ponselnya, tetapi sebelum dia bisa menelepon Mario, Melda berkata dengan nada yang berpura-pura peduli, "Angga, nggak perlu menelepon. Kamu dan Nova kembali saja, biarkan Leon bersamaku."

Melda mencoba mengambil kucing dari pelukan Angga, tetapi Angga menghindarinya dan mengelus kepala kucing itu sambil berkata.

"Aku nggak akan pergi. Aku harus menjaga Leon dan makanannya belum selesai dimasak."

Melihat Angga lebih peduli pada kucing daripada ibunya sendiri yang sedang kritis, aku sangat marah dan menunjuk wajahnya.

"Angga, kamu lebih memilih tinggal di sini memasak untuk seekor kucing daripada pergi ke rumah sakit menyelamatkan Ibu?"

Sebelum Angga bisa menjawab, Melda berkata, "Nova, aku tahu kamu marah karena salah paham dengan hubungan aku dan Angga, tapi kondisi ibunya memang stabil. Jangan sumpahi dia, aku khawatir suatu hari nanti sumpahmu jadi kenyataan."

Mendengar itu, Angga mengernyit tidak senang.

"Nova, kenapa kamu jadi seperti ini? Ibu sangat baik padamu, tapi kamu malah memanfaatkannya untuk menipuku aku agar pulang. Kamu benar-benar nggak tahu terima kasih. Nggak heran orang tuamu meninggalkanmu."

Aku mengepalkan tangan dengan keras sampai buku-buku jariku memutih.

Aku lahir di keluarga yang mengutamakan anak laki-laki, dan setelah aku lahir, orang tuaku meninggalkanku. Aku dibesarkan oleh pamanku.

Hal ini selalu menjadi luka dalam hatiku, dan Angga malah menaburkan garam di atas luka itu.

Aku menggigit bibirku.

Aku sangat putus asa.

Dengan suara terisak, aku berkata, "Angga, aku mohon, ibu benar-benar kritis, ayo pergi ke rumah sakit untuk menyelamatkannya."

Melda memegang tanganku dengan sikap lembut dan baik.

"Nova, tenang saja, Angga akan pulang setelah memasak untuk Leon. Jangan lagi menyumpahi ibunya, ya?"

Kalau bukan karena dia, Angga pasti sudah pergi ke rumah sakit untuk menyelamatkan ibu mertuaku. Memikirkan hal itu, aku sangat marah, lalu dengan kuat melepaskan tangannya. "Ini masalah keluarga kami, kamu nggak perlu ikut campur!"

Meskipun aku tidak menarik tanganku dengan keras, Melda jatuh ke lantai.

Angga segera membantunya bangun. "Melda, kamu nggak apa-apa, 'kan? Ada yang terluka?"

Melda dengan lemah menggelengkan kepala. "Aku nggak apa-apa."

Angga memandangku dengan marah. "Cukup, Nova, aku sudah sabar denganmu cukup lama, jangan membuat keributan lagi!"

Dia mendorongku dan menutup pintu dengan keras.

Aku mengetuk pintu dan menangis. "Angga, buka pintunya!"

"Ayo cepat ke rumah sakit, Ibu butuh kamu!"

Namun, meskipun aku terus mengetuk, Angga tidak menjawab.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan
9.4
Nasib membawa Serayu ke dalam pernikahan paksa dengan Abra, seorang dokter arogan yang juga pewaris takhta rumah sakit terkemuka. Hubungan yang awalnya hanya sekadar sandiwara tanpa rasa ini lambat laun berubah menjadi ikatan cinta yang tulus. Sayangnya, kebahagiaan mereka tidak bertahan lama. Intervensi dari mertua serta kemunculan kembali mantan kekasih Abra menjadi ujian berat yang mengoyak keutuhan rumah tangga mereka. Kini, bertahan atau melepaskan sama-sama menorehkan luka mendalam bagi keduanya.
Sampul Novel Istri Kedua, Luka Pertama
9.1
Rafindra Mahardika, sang pewaris ningrat tunggal, dipaksa ayahnya mencari keturunan baru usai putri pertamanya wafat. Demi membiayai pengobatan sang ibu, Nadira yang berumur 19 tahun rela menjadi istri kedua walau sangat mencintai kekasihnya, Farel. Di rumah Rafindra, Nadira harus menderita akibat kekejaman istri pertama tanpa pembelaan dari suaminya. Sanggupkah ia bertahan di tengah intrik kejam keluarga ini, ataukah hatinya akan hancur selamanya?
Sampul Novel Kakak Tiriku adalah Pasanganku
8.0
Masuk ke dalam lingkaran keluarga konglomerat setelah pernikahan ibunya dengan pria kaya raya seharusnya menjadi awal kehidupan yang menyenangkan bagi sang protagonis. Namun, keberadaan kakak tiri yang tampan sekaligus bersikap dingin merusak segalanya. Pria itu menyimpan kebencian mendalam, dengan tatapan yang kian hari terasa semakin janggal. Puncaknya terjadi ketika sang kakak pulang dalam kondisi mabuk suatu malam, memaksa adik tirinya memanggilnya dengan sebutan sayang hingga fajar tiba.
Sampul Novel Menikahi Gadis Polos
9.5
Hancur lebur hati Jovan saat memergoki tunangannya berselingkuh tepat semalam sebelum hari pernikahan mereka. Tanpa ragu, ia langsung membatalkan pernikahan itu. Di tengah kepedihan, takdir mempertemukannya dengan seorang gadis asing yang sedang butuh bantuan dan rela melakukan apa saja demi ditolong. Jovan pun memanfaatkan kesempatan ini dengan memintanya menjadi pengantin pengganti guna membalas rasa sakit hati atas pengkhianatan sang mantan.
Sampul Novel Merebutmu Kembali
9.3
Sebagian orang berusaha pulih dari trauma, sedangkan yang lain memilih menghindar. Chandani kini berada di persimpangan jalan ketika kenangan masa lalu yang menyakitkan mendadak kembali membayanginya. Ironisnya, pria yang menjadi penyebab luka batinnya justru datang membawa lamaran pernikahan. Haruskah ia menerima pinangan tersebut atau kabur demi kedamaiannya? Di tengah situasi pelik ini, kegelapan justru tampak menjadi satu-satunya penentu arah takdirnya.
Sampul Novel SILUMAN HARIMAU
8.1
Zola terkejut saat mengetahui dirinya mewarisi darah siluman harimau yang mengerikan. Rahasia kelam ini berasal dari perjanjian mistis sang kakek di Kalimantan Barat pada masa lalu. Kutukan itu bangkit karena Zola melanggar pantangan dengan berhubungan intim bersama orang luar, padahal keturunannya wajib berpasangan dengan sesama sedarah. Kini, Zola dan kekasihnya, Arman, harus berjuang keras memutus ikatan gaib tersebut agar bisa kembali menjalani kehidupan yang normal.