APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibu Angkat Psikopat

Ibu Angkat Psikopat

Mengusung genre cerita misteri yang mencekam, novel horor Ibu Angkat Psikopat mengisahkan kekejaman seorang wanita yang terobsesi mengonsumsi plasenta demi kesehatan. Demi memenuhi hasrat gilanya, ia mengadopsi sepasang anak kembar untuk dijadikan korban nafsu putranya, Donny. Sang adik awalnya mengira kehidupan mereka akan normal, hingga ia menyaksikan sendiri penderitaan kakaknya di malam hari. Setelah dipaksa melahirkan tiga kali untuk diambil plasentanya, sebuah petaka terjadi pada persalinan keempat yang membuat sang ibu angkat kehilangan akal sehatnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ibu angkatku memiliki kebiasaan yang mengerikan. Dia sangat suka makan plasenta dan hanya menginginkan plasenta dari kerabat dekatnya. Dia percaya bahwa plasenta dapat menyembuhkan segala penyakit, jadi dia mengadopsi banyak gadis untuk dijadikan pelampiasan nafsu bagi putranya.

Aku dan kakakku adalah saudara kembar. Namun, tampang kami sama sekali tidak mirip. Kakakku cantik dan pandai, serta sangat populer di panti asuhan. Karena itulah, ibu angkatku langsung terpikat padanya.

Aku tidak tahu apa yang dikatakan kakakku pada ibu angkatku waktu itu. Namun pada akhirnya, dia memutuskan untuk mengadopsiku juga.

Awalnya, aku berpikir kami akan menjalani kehidupan yang normal bersama. Namun, ilusi itu hanya bertahan selama satu tahun. Kenyataan baru mulai terbuka suatu malam ketika aku terbangun untuk pergi ke kamar mandi dan mendengar suara erangan dari kamar kakakku.

Dengan jelas, aku melihat bayangan Donny, putra ibu angkatku, melakukan hal yang membuatku merinding di atas tubuh kakakku.

Sejak itu, kakakku harus memenuhi keinginan ibu angkat dengan memberikan plasenta dari tiga anak yang dilahirkannya. Namun, saat ibu angkatku akhirnya menelan plasenta dari anak keempat kakakku, sesuatu yang tak terduga terjadi. Ibu angkatku tiba-tiba mengalami gangguan jiwa.

Suara jeritan yang menyayat hati terdengar dari ruang bersalin. Sementara itu, ibu angkatku duduk dengan wajah tak sabar di kursi.

Tak lama kemudian, dokter keluar dan memberitahukan dengan suara rendah, "Pasien kesulitan untuk melahirkan dan sekarang diperlukan operasi caesar. Di mana ayah dari anak ini? Kami butuh tanda tangannya."

Begitu mendengar hal ini, ibu angkatku langsung naik pitam, "Nggak perlu operasi caesar! Kalau sampai merusak plasenta, gimana jadinya?"

Mendengar ucapannya, dokter itu mengernyitkan dahi, "Kalau nggak operasi, nyawa pasien bisa terancam."

"Cuma agak sulit saja, 'kan? Padahal cuma melahirkan, apa susahnya? Nyawa bukan urusanku! Aku nggak peduli gimana caranya, tapi pastikan plasentanya tetap utuh. Kalau nggak, jangan harap rumah sakit ini bisa beroperasi lagi."

Begitu ibu angkatku selesai bicara, aku segera berlari mendekat dan memohon, "Dokter, tolong selamatkan kakakku."

Ibu angkatku menarikku, lalu menamparku dengan keras, "Di sini bukan tempatmu bicara." Tamparannya keras sekali, hingga pipi kananku terasa panas seolah-olah terbakar.

Aku ingin mengatakan sesuatu lagi, tetapi ibu angkatku langsung menendangku hingga terjatuh. Dengan sepatu hak tingginya, dia menginjak tanganku dengan kasar. Aku bahkan bisa mendengar suara tulang tanganku yang retak dengan jelas.

Aku merintih kesakitan. Ibu angkatku memandang dokter dengan tajam dan berkata, "Kalau kamu masih mau kerja besok, lakukan saja seperti yang kuperintahkan!"

Dokter terdiam sejenak sebelum akhirnya setuju. Aku merangkak dengan putus asa ke arah pintu ruang gawat darurat, tetapi ibu angkatku mengadangku. Dia menarik rambutku dengan kasar.

"Kamu benar-benar nggak tahu diuntung. Kalau bukan karena aku, kamu dan kakakmu sudah lama mati kelaparan di jalanan. Bukannya berterima kasih, malah berani melawanku."

Sambil berbicara, dia menduduki tubuhku dan memukul leherku dengan keras, "Dasar nggak berguna! Kalau saja kakakmu nggak bisa hamil, aku sudah menyingkirkanmu dari dulu."

Hidung dan mulutku sudah dipenuhi darah, tapi orang-orang yang berdiri di sekeliling hanya memandang tanpa ada yang berani menolong, wajah mereka terlihat terbiasa dengan pemandangan ini.

Saat itu, putra ibu angkatku, Donny, pun datang. Dia memandangku dengan ekspresi jijik. Dia bertanya, "Hilda gimana?"

Ibu angkatku menatapnya dan berdiri perlahan dari atas tubuhku. "Dokter bilang mungkin nggak akan selamat."

Donny berdecak, "Sayang sekali, padahal payudaranya besar sekali. Plasentanya gimana? Sudah dapat belum?"

Ibu angkatku menjawab, "Masih lagi operasi, tapi aku sudah perintahkan dokter, walaupun Hilda meninggal, plasentanya harus diambil." Mereka berbicara dengan tenang, seolah-olah nyawa manusia tidak berarti apa-apa.

Donny kemudian berjongkok, mematikan rokoknya di dadaku. Aroma kulit yang terbakar tercium dan aku berteriak kesakitan. Dia menekan mulutku dengan keras, "Diam! Kamu berdoa saja semoga plasenta itu bisa diambil utuh dari kakakmu, atau kamu tunggu mati saja."

"Melahirkan saja nggak bisa, perempuan macam apa kamu ini?"

Setelah itu, dia menendang perutku beberapa kali dengan kasar.

Saat kakakku didorong keluar dari ruang operasi, wajahnya tampak pucat pasi. Untungnya, dia berhasil selamat. Namun, ibu angkat dan Donny sama sekali tidak memperhatikan bayinya. Mereka langsung mendekati dokter yang membawa plasenta.

Ibu angkatku tersenyum senang, "Kualitasnya bagus kali ini, cepat bawa pulang dan olah."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gulai Daging Ibu
9.1
Demi menghidupi anak-anak dan suaminya yang lumpuh, Parni mengambil langkah nekat. Wanita empat puluh tahun ini terhimpit beban hidup yang berat hingga terseret ke dalam dosa yang sangat mengerikan. Tindakan ekstrem apa yang sebenarnya ia lakukan sampai membuat seluruh warga desa dicekam ketakutan luar biasa? Simak kisah kelam penuh misteri tentang pengorbanan tragis yang berujung pada teror mencekam bagi seluruh penduduk kampung.
Sampul Novel Perempuan dan Kuasanya
8.2
Setelah suaminya menyebarkan video persalinannya ke situs terlarang, hidup wanita ini hancur akibat perundungan siber. Upaya hukum orang tuanya justru berakhir tragis dengan kematian mereka akibat ditabrak oleh pihak tergugat. Di tengah kondisi fisik yang lemah, ia diusir mertua dan suaminya pada tengah malam, lalu disiksa hingga tewas oleh sekelompok orang kejam. Jasadnya dikubur diam-diam di gunung terpencil oleh sang suami. Namun, maut bukanlah akhir. Ia tiba-tiba terbangun kembali di hari pertama ia melahirkan anaknya.
Sampul Novel Putrinya, Kesalahannya
9.0
Lima tahun menghilang, Austin Rogers kembali membawa anak haram bangsawan. Demi meredam amarah Ratu Slaka akibat putrinya terluka, Austin dan Rosita tega mengurung Joanna di ruang uap penuh lintah. Mereka menuduhku cemburu dan ingin merusak kesuksesan mereka. Namun, skenario kejam ini akan menjadi bumerang. Austin tidak sadar bahwa anak yang disiksa di sana bukanlah putriku. Kini, sebuah pembalasan yang mematikan siap menghancurkan mereka.
Sampul Novel Rumah Nenek
8.1
Nenek menempati rumah murah nan nyaman yang ternyata menyimpan sejarah kelam. Di ruang bawah tanahnya, pernah terjadi aksi mutilasi dan pembantaian sadis. Arwah para korban kini bangkit menuntut balas, meneror setiap sudut hunian tersebut. Setiap malam, suasana mencekam mengunci rapat bangunan ini. Para penghuni pun terjebak dan harus berjuang bertahan hidup melawan ancaman gaib mematikan yang sebelumnya telah merenggut nyawa pemilik terdahulu.
Sampul Novel TABIR HITAM
8.2
Kedamaian di sebuah kota kecil mendadak sirna, berganti menjadi rangkaian teror yang mencekam. Aku terperangkap dalam pusaran ketakutan saat dipaksa berhadapan dengan kekuatan supranatural yang menentang logika. Kenyataan pahit ini seketika menjungkirbalikkan hidupku. Kini, aku harus berjuang melawan entitas misterius yang terus mengintai di balik tabir hitam dalam kesunyian.
Sampul Novel TERSESAT DI SARANDJANA
9.8
Pendakian gunung perdana Anang Syah berujung petualangan menegangkan ketika dirinya terlempar ke dimensi gaib. Ia tersesat dan terjebak di dalam kemegahan Sarandjana, sebuah negara misterius yang tak kasat mata. Di dunia asing yang penuh keajaiban sekaligus rintangan ini, Anang harus berjuang keras bertahan hidup. Akankah ia berhasil menemukan jalan pulang ke dunia nyata, atau justru terjebak selamanya di negeri tersebut?