APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I love you Mas duda

I love you Mas duda

Meysa rela menerima perjodohan dengan Harry, duda dua anak, sebagai bentuk balas budi. Di saat asmara mulai bersemi dan pernikahan direncanakan, mantan istri Harry datang mengacau. Ia memengaruhi anak-anak untuk membenci Meysa, menyebarkan fitnah di tempat kerja, hingga menyabotase hari akad nikah mereka. Sanggupkah ketulusan hati Meysa bertahan menghadapi segala kekejaman dan kelicikan masa lalu calon suaminya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab 3.  

Setelah perkenalan itu, aku dan Mas Harry saling bertukar nomor hape. Di mulai dengan perhatian yang kecil membuat hubungan kami semakin akrab. Biasanya waktuku seharian habis di kampus, di sibukkan dengan urusan makalah dan skripsi.

Akan tetapi sekarang berbeda, aku lebih sering  mengerjakan tugas kuliah di rumah. Aku mulai belajar memasak, membantu Mama di dapur. Mengurus rumah. Aku tak ingin mengecewakan kedua orangtua dan calon suamiku nanti. 

*******

Satu bulan setelah perkenalan ....

Sekarang rasanya hati ini lebih bersemangat, untuk menyelesaikan kuliah. Sidang akhir telah selesai. Tinggal menunggu saat wisuda tiba. Hati ini terasa ringan menjalani hidup, seakan lepas satu beban di pundak. Di tambah lagi setiap saat ada yang memberi ku semangat. 

Seperti pagi ini, aku menunggu chat dari Mas Harry, walau hanya mengucapkan salam saja, tapi hati ini sudah bergetar rasa deg-degan di dada. Hati seakan di tumbuhi bunga asmara.Aku jadi sering senyum sendiri membaca chatnya. Ku buka layar hape, ada notifikasi masuk di logo berwarna hijau, ada chat dari Mas Harry. Langsung ku buka tulisannya,

["Assalamualaikum, selamat pagi.Jangan lupa salat Subuh ya Mey!"]

Kulihat dia online satu jam yang lalu.Yang di tunggu sudah chat duluan, pikirku. Aku kan cewek, malu lah kalau mulai duluan. Lalu ku balas chatnya.

["Waalaikumsalam Mas Harry.Iya sudah, terimakasih telah mengingatkan aku ya."]

Ehh, dia lagi online nih, kelihatan tulisan sedang mengetik, lagi membalas chat ku.

["Nanti sore sibuk tidak? saya hendak mengajak kamu jalan, biar lebih akrab."]

Kok tiba-tiba tenggorokan ini terasa kering ya, aku keluar menuju dapur untuk minum sambil duduk di kursi meja makan.

"Eh Mama sudah bangun? ngagetin saja deh," tegurku sambil meletakkan hape ke atas meja.

Derrt ... Derrt.

Hape ku bergetar, ku lihat chat dari Mas Harry masuk lagi. Mama melirik heran, tumben sepagi ini ada yang chat, pikirnya.

"Hmm ... pantesan, yang chat rupanya calon suami," ledek Mama.

"Iya Ma, Mas Harry ngajak ketemuan nanti sore," jelas ku.

"Pergilah Mey, Harry anaknya baik, tahu sopan santun terhadap orangtua. Mama yakin kamu pasti bisa membuka hati dan menyukainya," saran Mama.

"Iya Ma," ucapku. Lalu membalas chat dari Mas harry.

["Bisa Mas, jemputlah sore nanti!"]

Mas Harry membalas dengan senyum  dan emoji hati yang banyak. Membuatku senyum sendiri sambil memandangi isi chatnya.

Mama pun ikut tersenyum sambil berlalu. Melihat perubahan ini, orangtuaku merasa optimis kalau perjodohan ini akan berhasil sesuai rencana.

Aku sering bertanya dalam hati, kenapa lelaki sekeren Mas Harry bisa berpisah dari istrinya. Lelaki mapan, kaya, ganteng lagi, pastilah antri wanita cantik untuk memiliki hatinya.

Apalah aku ini, seorang gadis polos, banyak yang bilang cantik sih yang terlahir dari keluarga sederhana. Orangtuaku hanya pengusaha kecil.

Sementara ku lihat respon dua anak dari Mas Harry, datar saja tidak ada ramah sama sekali.Apa mereka tak suka melihat aku. Nantilah ku bicarakan masalah ini dengan mas Harry, pikirku.

*******

Menjelang siang ...

Aku mendapat telepon dari pihak kampus, mengabarkan bahwa jadwal wisuda akan di gelar seminggu lagi. Alhamdulillah, semoga di lancarkan. doaku di hati.

Orangtua ku sangat senang mendengar kabar ini. Akhirnya tugasnya menyekolahkan anak berhasil sampai sarjana. Tapi bagaimana dengan biaya wisuda yang tidak sedikit ini.

Tabungan sudah terpakai, usaha Papa omzetnya sudah menurun drastis. Semoga ada jalan ya Allah. Mataku nanar menatap langit kamar. Karena kelelahan berpikir, akhirnya aku pun tertidur.

Entah sudah berapa lama aku tertidur, tiba-tiba terbangun karena hape  bergetar tepat di sebelah telingaku. Terlihat di layar hape  Mas Harry sedang memanggil. Aku maraih hape dan menekan ke atas tombol hijaunya.

["Assalamualaikum Mas Harry!"]

["Waalaikumsalam Mey!"]

["Siap-siap ya, satu jam lagi saya jemput ke rumah!"]

["Oh iya, di tunggu ya Mas!"]

Rasanya baru tertidur. Begitu di lirik ke dinding, sudah jam tiga sore saja. Aku menarik handuk di belakang pintu, lalu bergegas menuju kamar mandi.

Setengah jam kemudian, aku sudah berpakaian rapi. Memakai gamis maroon, warna pavorite ku yang senada dengan kerudungnya, lalu berhias di depan cermin. Rasanya sudah cukup cantik lah, tidak malu-maluin.

Tin ... tiin ... tiiin,

Terdengar suara klakson mobil di halaman rumah. Aku menyibak gorden jendela kamar. Seorang lelaki keluar dari dalam mobil. Sepertinya itu Mas Harry. Aku membuka pintu depan, dan melihat dengan pandangan kagum. Mas Harry begitu rapi memakai setelan kemeja berwarna maroon di padu dengan celana jins berwarna hitam.

"Wah, kenapa bisa kompak warna pakaian kita?" ucap kami hampir bersamaan. Aku menutup mulut sambil tersipu malu,

"Sudah siap kan? yuk kita berangkat!"Aku menganggukkan kepala tanda setuju. Lalu memanggil Mama untuk berpamitan.

"Maa, Mey izin untuk keluar bersama mas Harry ya!"

"Izin juga untuk membawa Mey jalan-jalan ya tante!" ucap mas Harry hampir berbarengan.

"Iya, iya, hati-hati di jalan, sebelum Magrib sudah sampai di rumah ya!" pesan Mama.

*******

Sore ini terasa beda, karena ada calon suami yang mengajak jalan. Mas Harry membukakan pintu mobil, lalu aku masuk dan ia menutupnya kembali. Layaknya nyonya besar saja, di perlakukan seperti ini, batinku. Mas Harry sudah berada di dalam mobil kembali, duduk di samping ku.

Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. Rasa gugup melanda hati ini. Aroma parfum nya sangat lembut menusuk ke hidung.

Aku mencuri pandang ke arahnya, dan kami pun saling beradu pandang. Mas Harry mencairkan suasana dengan Menghidupkan musik cd di mobilnya. Alunan lagu mengalun lembut.

🎵Aku ingin menjadiii ... mimpi indah dalam tidurmu, aku ingin menjadiii ... sesuatu yang mungkin bisa kau rindu, karenaaa ... langkah merapuh tanpa dirimu, oh karena hati telah letihhh🎵

Lagu Dealova itu pavorite aku banget.Sambil senyum-senyum kecil, aku bernyanyi mengikuti alunan musik nya.

Tak terasa sudah sampai di depan cafe. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota. yang menyajikan nuansa alam nan indah, sangat cocok untuk pasangan yang ingin memadu kasih. Tulisannya "Cafe Cinta" lengkap dengan live musik. 

Setelah membukakan pintu mobil, aku dan mas Harry jalan beriringan. Kami memilih duduk di bagian luar, agar bisa menikmati tanaman yang tumbuh indah.

Duhhh, terasa sangat romantis deh, batinku.Pelayan cafe mempersilakan kami duduk, dan menanyakan pesanan.

"Hendak pesan apa Bapak, Ibu?' tanyaPelayan dengan sopan.

"Mey, kamu hendak pesan apa?" tanya mas Harry.

"Aku paling suka nasi ayam pecak dan minumnya orange juice," jawabku.

"Mbak, pesanannya di samakan saja ya, masing-masing dua porsi," pinta Mas Harry. Lalu pelayan mencatat pesanan kami.

"Mohon di tunggu pesanannya ya Pak!"ucap pelayan sambil berlalu.

"Mey, kamu tidak malu kan jalan dengan saya, masih pantas kan?" tanya mas Harry sambil menatapku lembut.

"Kenapa harus malu, Mas masih keliatan muda koq, rasa masih seumuran ini," candaku.

"Terima kasih ya Mey, sudah menerima status saya dengan dua anak," ucap Mas Harry sambil mengenggam tanganku.

"Santai saja, aku mengerti koq.Yang penting mas tetap sopan, tidak macam-macam dengan aku. Sampai tiba saat kita menikah nanti. Dan satu lagi, Mas harus tetap lembut jangan pernah kasar ke aku. Tetap seperti sekarang ini dan untuk selamanya," pintaku sambil membalas tatapan matanya.

Lima belas menit kemudian, pesanan pun datang.

"Silakan di nikmati hidangannya, Bapak, Ibu," pelayan mempersilakan dengan hormat.

"Terima kasih Mbak," sahutku.

Kami pun makan dengan lahap. Kelihatan Mas Harry sedang lapar, karena selesai  bekerja, pulang sebentar lalu menjemput ku.Mas Harry melihat ke arahku sambil berkata:"Maaf Mey, ada sisa makanan di ujung bibirmu!" lalu ia mengambil tisu dan menghapus sisa itu di bibir ku.

Mata kami saling bertatapan, rasa deg-degan ini begitu nyata. Sikap nya membuatku merasa di hargai sebagai wanita. Seolah ia bisa membaca isi hatiku. Mungkin sudah berpengalaman lebih dahulu di bandingkan aku. 

Selesai makan ...

Kami melanjutkan pembicaraan, terasa angin sore berhembus ringan. Semakin menambah suasana romantis.

"Mey, kenapa sikap kamu begitu tenang, ketika keluarga saya datang untuk membicarakan perjodohan kita?" tanyanya.

Aku terdiam, lalu menarik nafas pelan.

"Sebelum kita bertemu, aku sudah berdoa, semoga lelaki yang di jodohkan orangtua ini, terbaik untuk masa depanku. Rido Allah tergantung ridonya orangtua, Mas!" Itu yang ku yakini sejak dulu," jelas ku.

"Meskipun jodoh itu duda beranak dua," tanya mas Harry lagi.

"Itu hanya status Mas, di mata Allah kita semua sama. Yang membedakan hanyalah ibadahnya," jawabku mantap. 

"Mas salut sama kamu Mey, wanita seumur mu ini, biasanya lagi senang main, nongkrong sama teman. Bukan memikirkan pernikahan dan persoalan orangtua," puji nya.

Derrrt ... Derrrt.

Hape Mas Harry bergetar.

"Maaf Mey, Mas angkat telepon dulu ya!" Ia bergeser sedikit dari duduknya.

Lalu berbicara dengan nada sedikit kesal dan kaku. Aku pura-pura tidak memperhatikannya. Setelah lima menit kemudian, ia kembali duduk di sebelahku.

Tanpa menunggu aku bertanya, Mas Harry menjelaskan dengan nada kesal. Sejak berpisah lima tahun yang lalu, Ia dan mantan istrinya sudah sepakat, kalau week end saja anak-anak bersama mamanya. Selebihnya bersama mas Harry, karena hak asuh jatuh ke tangannya. Ia menyewa dua orang jasa pembantu,  untuk mengurus rumah dan mengasuh anaknya.

"Setiap anak-anak pulang dari rumah  Mamanya, mereka malas di suruh belajar. Kalau di tanyain nada bicaranya suka ketus," jelas Mas Harry dengan nada kesal.

"Mungkin mereka tahu, kalau Papanya hendak menikah lagi, ada rasa takut bakalan punya ibu tiri," jawabku menyimpulkan.

"Lagi pula mamanya juga sudah menikah lagi dan punya anak. Beda dengan saya yang lebih memilih sendiri. Takut terulang lagi, makanya berhati-hati dalam memilih pasangan," jelas Mas Harry sambil menatapku dan menggenggam tangan ini.

"Mas, kita merasakan hal yang sama.Sama-sama di kecewakan pasangan. Cuma bedanya aku belum menikah,"ucapku sambil membalas genggaman tangannya.

Lama kami saling bertatapan, mata ini terasa hangat dan berkaca-kaca.Mas Harry mengusap mataku yang mulai berair.

"Kenapa kamu jadi tertawa sih Mey?" ledek Mas Harry mencairkan suasana.

"Aihh ... Mas Harry ini, membuat aku jadi baper lah. Sudah ahh, yuk kita pulang, sudah hampir Magrib ini!" ajakku.

Setelah membayar semua pesanan, kami pun pulang. Jalanan pun mulai macet karena jamnya orang pulang kerja.

Bersambung ....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Pernikahan Sang Mafia
8.6
Demi menebus dosa masa lalu sang ayah, Leonard, Aveline Harper yang berusia 21 tahun dipaksa menikahi Gabriel Alaric. Di balik pernikahan dingin ini, Gabriel menjadikan Aveline sebagai alat balas dendam, meski batinnya sendiri tersiksa oleh rahasia kelam. Di tengah badai emosi dan kebencian suaminya, Aveline mencoba bertahan dan memahami luka masa lalu Gabriel. Akankah dendam membara ini membawa kehancuran bagi mereka, atau justru menumbuhkan cinta tak terduga?
Sampul Novel Harta Tahta Kesayangan Duda
8.9
Hidupku yang unik mendadak berubah saat seorang duda tenang mulai mengejarku. Ingin rasanya aku menghindar, tetapi pesona anaknya yang sangat menggemaskan terus membuatku ragu. Walau ada rasa takut terlihat cepat tua jika mendampinginya, gelimang hartanya tentu sulit diabaikan. Begitu dia datang melamar, aku pun menuntut syarat untuk mempunyai bayi yang lucu. Di luar dugaan, respons santainya kini membawa masa depan kami pada sebuah keputusan yang tak disangka-sangka.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina bertekad membalas dendam. Ia memilih mendekati Charles, paman dari mantan kekasihnya. Walau Charles sempat menolak komitmen setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga mereka terikat selamanya. Kini, Sabrina kembali sebagai bibi sang mantan. Di balik pandangan remeh orang lain, ia rupanya menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan dirinya adalah pemilik takhta yang asli.
Sampul Novel Misi pangeran mermaid
8.2
Tirta, pangeran duyung berumur enam belas tahun, mengemban tugas penting ke daratan demi memenuhi ramalan kuno berusia seratus tahun. Ditemani kakaknya, Natasya, ia harus beradaptasi di dunia manusia. Namun, rencana itu terusik saat Tirta terpikat oleh Bella pada pertemuan pertama mereka. Kini, ia dihadapkan pada rintangan perbedaan dunia yang sulit ditembus. Bisakah jalinan asmara ini bertahan di kala misi besar mengancam takdir mereka?
Sampul Novel Pesona Hantu CEO
8.0
Sion Alexander Robin, pemimpin Robin Group yang disegani di Kota Mayro, mengalami fenomena aneh saat jiwanya terpisah dari tubuhnya. Di tengah keputusasaan menjadi arwah gentayangan, ia bertemu Roura. Gadis biasa ini secara mengejutkan dapat melihat dan menyentuh sosok astral Sion. Demi mengungkap kebenaran di balik kondisi misterius ini, Sion meminta bantuan Roura untuk mencari raga aslinya dan mencari jawaban mutlak: apakah ia masih hidup atau telah tiada.
Sampul Novel Terpikat Pesona Tuan Remington
8.2
William yang trauma asmara membeli Sarah demi pelampiasan nafsu. Namun, kehamilan Sarah mengacaukan batinnya, membuatnya bimbang memilih antara Sarah atau Jessica, cinta pertamanya. Di sisi lain, Sarah yang melarikan diri dari sang ayah yang kejam justru terjerat komitmen rumit. Walau meragukan ketulusan William, Sarah enggan kehilangan pria itu dan calon bayinya. Akankah mereka menemukan jalan keluar dari pusaran konflik emosi ini?