APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hypersex Of CEO (Penjerat Cinta & Gairah)

Hypersex Of CEO (Penjerat Cinta & Gairah)

Akibat permainan Truth or Dare, Thea terjerat dalam hubungan penuh gairah dengan Alvaro, seorang CEO dominan. Kecupan awal mereka berujung pada ikatan BDSM yang intens. Demi menyembunyikan obsesi Alvaro, Thea bersedia menjadi istri pura-puranya. Namun, di balik dominasi fisik dan status palsu tersebut, perasaan cinta yang sesungguhnya justru mulai tumbuh di antara mereka. Sanggupkah keduanya menghadapi ketulusan rasa yang hadir di tengah kepalsuan ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sebuah papan tergantung di depan pintu kamar Thea. Alvaro membacanya dan langsung menggelengkan kepalanya. "Silly girl!" ucap Alvaro.

Bagaimana tidak? Thea menggantung tulisan 'I'll lick your dick, I'll take your Money.

Gila. Zaman sekarang memang apapun sudah semakin bebas. Sebebas-bebasnya burung dara tanpa tuan yang terbang di langit biru.

Di saat itu kebetulan Thea membuka pintunya. Dan mata mereka langsung bertatapan.

"Oh? Lo udah dateng? Silahkan masuk, Tuan Al!" ucap Thea dengan menganggap lucu saat dia memanggil Alvaro dengan sebutan Tuan.

Rupa-rupanya Thea baru saja selesai mandi dan mendengar suara bel kamarnya yang ditekan.

"Tubuh lo emang bagus, tapi gue gak yakin, apa tubuh itu masih perawan atau tidak," ucap Al yang sudah masuk ke dalam kamar Thea tanpa permisi.

Thea hanya mengangkat bahunya acuh. Banyak orang meragukan keperawanan Thea. Karena memang gaya hidup Thea yang terlalu bebas. Suka gonta-ganti pasangan, dan juga ... sex bebas adalah pelampiasan Thea.

"Perawan atau bukan, itu semua bukan urusan Lo! Lo udah tahu kan, dan Lo fine-fine aja tuh. Ini semua cuman sebuah Dare!" Thea mendorong tubuh tinggi Al, sehingga Al jatuh ke ranjang.

Langsung saja Thea menindih tubuh Al dari atas. Thea ini bukan cewek lemah yang menunggu untuk disentuh, Thea sangat sering menjadi pihak atas sebelumnya.

Bahkan Bara, adalah 'anjing' Thea beberapa Minggu yang lalu.

Thea itu cewek dominan ...

"Lo ganteng, Lo kaya, dan Lo pasti pinter, kan? Tapi kok Lo mau aja keseret ke urusan gue dan temen-temen gue?" tanya Thea dengan membelai rahang Alvaro yang begitu kokoh.

Al tersenyum licik. Jika Thea itu licik, maka Al lebih dari itu.

Dalam sedetik kemudian, posisi mereka kini sudah terbalik. Sekarang Al yang ada di atas tubuh Thea. Al mengurung Thea di antara Kungkungan lengan kokohnya. Lalu dia membalas pertanyaan Thea dengan suaranya yang basah dan serak, "itu juga bukan urusan Lo. Anggap aja kalo kita sekarang lagi 'win-win' Lo dapet apa yang Lo mau, dan gue juga dapet tubuh Lo malem ini." Senyuman licik tercipta lagi di wajah Al yang tampan.

Thea merasa tertarik. Bukannya takut karena posisi mereka yang sudah sangat siap untuk tempur. Thea malah mendorong tubuh Al, lalu menendang bagian bawah Al dengan kakinya.

"Shit! Sakit! Lo gila?!" Al langsung terjatuh dengan memegangi asetnya yang terasa nyeri akibat tendangan maut Thea yang tiba-tiba itu.

Thea bangun. Dia berjalan melewati tubuh Al begitu saja menuju ke lemari kecil di ujung ruangan untuk mengambil sesuatu yang berguna bagi mereka.

"Pake ini!" Thea melemparkan alat kontrasepsi kepada Al.

Ah? Kalian pasti tahu apa itu, kan? Ya, sebuah benda untuk mencegah cairan putih, yang panas menyembur masuk dan bertemu dengan sel-sel telur di dalam tubuh Thea.

"Harus?" tanya Al dengan mengangkat benda itu.

"Gue gak jual atau sewa rahim buat cowok kayak Lo! Lo emang ganteng, kaya ... tapi Lo bukan tipe gue!" Kembali Thea mengibaskan rambutnya yang sudah cetar anti badai.

Thea berjalan ke arah cermin. Mengamati dirinya sendiri dari atas, hingga ke bawah. Lalu melirik Al yang tengah memakai alat itu di bagian asetnya. Thea emudian berkata, "semoga Lo gak keberatan, karena gue bakal ambil sedikit video pas kita nglakuin malam panjang ini."

"Lo mau jual video itu?" tanya Al yang rupanya sudah memakai benda yang tadi Thea berikan kepadanya.

Thea menggeleng. "Bukan. Ini adalah salah satu Dare lain dari temen-temen iblis gue." Thea menyudahi acara bercermin miliknya.

Dia berbalik dan menghadap ke arah Al. Tangan Thea dengan perlahan membuka kimono yang ia pakai.

Kedua bola mata tajam Alvaro tak bisa berkedip. Alvaro tak bisa menyangkal jika setiap bagian yang ada di tubuh Thea begitu putih, merah muda, dan indah.

'Thea, Lo harus jadi milik gue! Hanya gue setelah ini!' Batin Alvaro yang mulai semakin menginginkan Thea, hanya untuk dirinya sendiri.

Al berjalan mendekati Thea. Oh astaga! Mata Al tak lepas dari dua bongkahan milik Thea yang menyembul dari balik lingerie merah yang Thea pakai sekarang ini.

Melihat Al yang tak bisa berkedip akan keindahan tubuhnya, Thea tersenyum bangga. Di dalam hati Thea, dia sedang mengejek Al.

'Cowok semuanya sama aja. Mereka mudah tertarik, lalu gue akan mengendalikan mereka nanti!' batin Thea yang rupanya licik.

Al langsung menarik pinggang Thea. Sehingga kini Thea ada di dalam jangkauan Al.

Tangan Al tak bisa berhenti untuk meremas pinggang Thea yang terekspos dengan sangat sempurna, karena model lingerie yang Thea pakai sangat amat terbuka di bagian pinggang, perut, dan juga dadanya.

"Apa Lo akan kuat?" tanya Al yang kini terfokus kepada mata Thea yang baru disadari oleh Al, jika kedua benda bulat itu sangat indah dan berkilau.

"Lo meremehkan gue? Gue bahkan bisa tahan sepuluh ronde!" sombong Thea.

"Oke. Lo yang bilang, jadi Jagan memohon jika Lo kesakitan! Gue gak akan berhenti sampai gue sendiri yang merasa puas!"

Belum apa-apa, Al sudah main hisap. Sasaran pertama Al adalah dua bola bulat milik Thea.

Thea memejamkan matanya, dia menikmati ini. Desahan yang Thea keluarkan sungguh terdengar sangat seksi di telinga Al saat itu.

Kalian bisa bilang Thea adalah cewek murahan atau sebagainya, tapi tahukah kalian? Semua yang Thea lakukan ini sebatas hanya karena tekanan batinnya, dan masa kecilnya yang buruk. Lingkungan, dan masa lalu membuat Thea menjadi penggila sex.

"Lihat! Desahan Lo itu ... sekarang siapa yang akan memimpin malam ini? Tentu saja, gue!" seru Al dengan gairah yang sangat memuncak.

"Akkh!!" ringis Thea.

Tanpa aba-aba, Al langsung menghujamkan asetnya yang sudah mengeras dan memanjang, masuk ke dalam bibir bagian Thea yang sudah basah di bawah sana.

Sakit! Tentu saja ... tapi Thea sudah terlalu sering merasakannya. Ini bukan pengalaman pertama Thea.

"I'll go! Lo milik gue malam ini, Thea!" seru Al ya h juga sudah mulai berkeringat

'Dan selamanya sejak malam ini. Lo hanya akan jadi milik gue!' Batin Alvaro menambahkan.

Alvaro mulai memaju-mundurkan miliknya di dalam milik Thea dengan gerakan yang erotis, keduanya saling menikmati.

"More! More! Al I'm begging you! Give me more!" Seru Thea yang sudah masuk terlalu jauh ke dalam pesona seorang Alvaro.

Thea meminta lebih. Ini adalah sensasi baru yang Thea rasakan. Sebelumnya Thea tak pernah merasa sangat bergairah ketika sedang bercinta dengan lelaki lain. Namun, Al rupanya mampu membuat Thea hampir melupakan segalanya, hanyaa karena rasa sakit dan kenikmatan yang Al berikan di bawah sana.

Keringat mereka berdua sudah saling bercucuran. Panas! Walau kamar ini ber-AC, tapi aktivitas yang Thea dan Al lakukan sungguh panas! Menggairahkan dan menggoda.

Tangan Al tak henti-hentinya untuk menyusuri setiap titik di tubuh indah milik Thea!

'Oke, now i'm obsessed! You'll be my prey! My slaves! My mine!' batin Al.

Al sudah menemukan sebuah kenikmatan yang tak pernah ia dapatkan dari gadis lain. Banyak gadis dengan pantat sintal, tubuh tinggi semampai, dada bulat, tetapi tak ada yang membuat Al kecanduan seperti yang sekarang sedang Thea lakukan kepadanya.

Cairan-cairan hangat mulai menetes dari aset milik Al. Walaupun memakai benda penampung cairan putih itu, tetap saja merembes keluar.

Beruntunglah Al langsung mencabut miliknya dari dalam Thea. Sehingga ceceran cairan putih Al, tak sampai masuk dan membasahi dinding rahim milik Thea. Biar bagaimana pun, Al tetap menghargai keinginan Thea untuk tak membawa masuk benih Al ke dalam tubuh gadis ba-bar itu.

"Aagh!" Suara Thea terdengar saat Al mencabut miliknya.

Kini keduanya saling beradu napas. Mata mereka saling menatap dengan keadaan satu sama lain yang sudah hancur dalam kenikmatan.

"How? Apa Lo udah mengakui kalau gue hebat? Ini udah ronde ke sebelas!" Thea sangat bangga mengatakan itu.

Al membuang wajahnya. Dia agak merasa kalah. Al pikir, Thea akan tumbang, tapi apa? Dia masih sangat vit! Malahan semakin segar dan dua kali lipat lebih menggoda.

"Lo-"

"Come on baby, come on," ucap Thea yang tangannya kini menarik leher Al.

Al jatuh tertidur di atas dada Thea yang masih terasa semakin hangat. Dengan debaran jantung yang seirama dengan miliknya. Lalu saat itu aeah pandang mata Al tak bisa beralih. Dia memandangi bongkahan bulat milik Thea, sambil memikirkan beragam fantasi.

'Shit! I wanna taste it!' batin Al yang merasa terpancing dengan Thea.

Thea yang tahu ke mana arah mata Al melirik tersenyum licik.

"Wanna taste it more?" tanya Thea dengan nakal.

Thea kemudian menyentuh dua bongkahan miliknya yang besarnya sangat ideal. Tak terlalu besar, ataupun kecil. Sungguh sangat pas untuk diremas.

Al mengedipkan matanya. Tanpa menunggu dua kali, dia langsung menyerang benda merah muda itu. Menyesapnya, dan menggigitnya dengan gairah.

"Thea. Shit for everything we're doing this night! Tapi Lo bikin gue semakin tertarik untuk menikmati semua ini setiap hari!" Di sela-sela Al yang menghisap benda merah muda itu, Al berkata demikian.

***

Lelah. Itu adalah satu kata yang sangat pas untuk menggambarkan keadaan Thea dan Al saat Itu. Mereka berdua akhirnya mengakhiri malam panas yang panjang penuh desahan dengan sebuah kesepakatan dan perdamaian.

"Gue mau buat kesepakatan sama Lo. Jujur aja, Lo juga suka kan sama tubuh gue? Begitupun gue. I like your body too!" Al menyentuh kembali benda merah muda milik Thea yang masih terekspos.

Thea tersenyum nakal. Dia tahu ke mana arah perbincangan ini akan berlanjut.

"Eugh ..." lenguh Thea yang dengan sengaja mendudukan dirinya dibatas paha Al.

Yang mana hal itu berarti membuat aset milik Al di bawah sana kembali bangun dan berdiri tegak.

"Apa yang Lo maksud, Lo mau kita jadi FWB?" tanya Thea dengan mengedipkan mata.

"Yes, friend with benefits. But ... I'm the one who will control all of it. Lo cuman perlu pasang badan, and I'll pay you as much as you want!"

Thea mengangguk.

'Cih, liat aja nanti siapa yang bakal jadi dominan. Gue gak akan mau jadi submissive Lo! Al!' batin Thea yang sungguh licik.

"Oke, itu artinya sekarang lo dan gue terikat dalam hubungan baru ini." Al melanjutkan aksinya sampai pagi, tak peduli dengan apapun. Karena Thea di depannya jauh lebih mengesankan daari segala macam hal di dunia.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Memberi Ampun: Mantan yang Berlutut
9.6
Grace Bennett menyaksikan sendiri pengkhianatan Adrian Carter di mobil mereka. Bukannya meminta maaf, sang suami justru meremehkan pernikahan kontrak mereka. Tak tinggal diam, Grace membalas dengan membekukan bisnis bernilai miliaran dolar milik Adrian dan menceraikannya secara terbuka. Meski Adrian memohon sambil berlutut, Grace tetap pergi bersama Ethan, putranya. Ia melangkah ke masa depan bersama pria lain dan mengabaikan sang mantan.
Sampul Novel Dikhianati Sejak Hari Pertama
8.4
Demi sang ayah yang sedang sakit, Katrina terpaksa menyetujui pernikahan kilat dengan Gavin Ardian. Namun, di hari pertamanya sebagai istri, ia langsung menghadapi kenyataan pahit bahwa Gavin masih menjalin kasih dengan mantan pacarnya. Di tengah pengkhianatan ini, sang ayah mertua justru menugaskan Katrina untuk memenangkan hati putranya. Kini, Katrina terjebak dalam pilihan sulit: berjuang merebut cinta Gavin atau menyerah pada rumitnya biduk rumah tangga mereka.
Sampul Novel LELAKI "LAIN" SELAIN SUAMIKU
9.2
Pengkhianatan dalam pernikahan terasa kian ganjil saat sang istri menyadari suaminya, Mas Puji, tampak terbelah menjadi dua kepribadian berbeda yang serupa tapi tak sama. Di tengah prahara rumah tangga ini, ia harus memecahkan teka-teki rumit demi mengungkap kebenaran. Siapakah sosok suami asli dan siapa yang palsu? Misteri besar kini menyelimuti pernikahan mereka, memaksanya mencari tahu identitas sebenarnya dari pria yang selama ini hidup bersamanya.
Sampul Novel MENGGODA DOSEN GALAK
8.1
Bagi Darris, rasa cintanya pada Netanya adalah dosa paling indah yang tak ingin ia hentikan. Meski terpisah enam tahun demi studi, pesona wanita yang ia anggap anugerah Tuhan itu tak pernah pudar. Kini, takdir mempertemukan mereka kembali di kampus dengan status mengejutkan: Neta menjadi dosen pembimbingnya. Walau sikapnya sering memicu kekesalan sang dosen galak, Darris pantang menyerah. Ia bertekad meluluhkan hati Neta demi membawa hubungan mereka ke pelaminan.
Sampul Novel SANG ALPHA : Tak Tersentuh
9.8
Akibat fitnah kejam, Jordan Smith Watanabe yang religius harus mendekam di penjara terasing selama enam tahun. Begitu bebas, ancaman maut langsung mengintainya. Demi bertahan hidup, ia terpaksa mengikuti petunjuk sang penyelamat untuk masuk ke dunia mafia yang penuh kekerasan. Kini, prinsip suci Jordan diuji sepenuhnya. Sanggupkah pria yang taat beragama ini bertahan di tengah kebrutalan organisasi kriminal yang sangat bertolak belakang dengan keyakinan hidupnya?
Sampul Novel Seranjang Dengan Aktor Tampan
9.4
Demi mengubah nasib, Hana Ayudia Inara nekat merantau dari desa ke Jakarta. Takdir membawanya bekerja di rumah Dave Darian, aktor tampan yang selama ini ia idolakan. Namun, Hana sangat kecewa saat tahu bahwa Dave aslinya sangat angkuh, berbeda jauh dengan citranya di televisi. Kebencian pun muncul, hingga suatu kejadian tak terduga memaksa keduanya menikah. Dave enggan beristri gadis desa, dan Hana pun ogah bersuamikan pria sombong. Akankah pernikahan paksa ini mengubah benci jadi cinta?