APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hilang Di Bunian

Hilang Di Bunian

Petualangan lima sahabat berubah menjadi mimpi buruk saat mereka terdampar di sebuah pulau kosong. Di sana, situasi mencekam dan penuh misteri langsung menyelimuti mereka. Berbagai ancaman mematikan mulai muncul dari kegelapan, memaksa mereka menghadapi teror tanpa henti yang tiada habisnya. Di tengah rasa putus asa yang mendalam, mampukah mereka bertahan hidup dan lolos dari tempat terkutuk itu sebelum bahaya merenggut nyawa mereka semua?
Bab
Bagikan

Bab 3

Semua mata tertuju pada Riko, Laki-laki pencetus ide liburan ini dimintai keterangan yang lebih masuk akal tentang tujuan perjalanan mereka kini.

“Lengkap, kok petunjuknya. Modal GPS. Dia juga kasih Itinerary lengkap, kok. Lu tenang aja lah, Der. Ngga kali ini juga ‘kan, kita hunting lokasi ngecamp yang antimainstream?”

“Apa nama tempatnya?” tanya Derry.

“Pulau Bunian.” 

“Jadi kita nyeberang pakai kapal?”

“Iya.”

“kapal apa?”

“Kapal nelayan biasa. Di daerah tempat menyeberang itu, banyak nelayan yang menyewakan kapal untuk memancing, aku sudah tahu tempat bapak-bapak yang biasanya menyewakan kapal. Kita bisa sewa untuk menyeberang.”

“Tahu dari mana kalau ada nelayan yang menyewakan kapal?”

“Dari Blog itulah, ada foto rumah bapaknya, kok.”

Mendengar keterangan Riko, Derry membuka ponsel. Menulis nama Pulau Bunian di kolom pencarian google. Tidak satu jua informasi tentang Pulau Bunian itu. Dia mengernyit bimbang, meragui tujuan liburan mereka kali ini yang dicetus Riko. 

“Ngga ada di google, Ko?” tanya Derry heran. Dia terus menggulir layar hingga ke beberapa halaman di laman pencarian itu. Tetap nihil.

“Masa sih? Atau mungkin blogger itu salah kasih nama kali, yah?”

“Blog-nya yang mana?” desak Derry penasaran.

Riko menepikan kendaraan, semula dia kesal akan sikap Derry yang sepertinya selalu saja curigaan. Saat menggulir ponsel, Riko pun mengernyit ragu, dia tidak menemukan blog itu lagi.

“Kok, hilang, yah?” Riko menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Gimana dong?”

“Palingan di take down, ya udah, jalan aja, selagi Riko tahu jalannya, tinggal ngikutin peta,” imbuh Wanda yang ingin menengahi percakapan Riko dan Derry yang sepertinya tidak membuat nyaman perjalanan ini. Derry seperti diserang paranoid.

“Pulau Bunian. Terdengar menyeramkan. Apa hubungannya Pulau itu dengan Orang Bunian?" Derry mendadak penasaran.

"Orang Bunian yang suka menculik manusia  dan membawa ke alamnya itu, yah?" tanya Miranda menimpali.

"Nggak tau juga, sih. Tapi banyak artikel yang membahas soal legenda mereka. Katanya, kalau sudah diculik, ngga akan bisa kembali lagi ke dunia. Di pelihara dan di kawinin gitu," ucap Derry.

"Asyik dong. Dikawinin," gurau Miranda yang memang kurang peka dengan hal-hal mistis.

"Di kawinin sama bangsa jin? Ih ngeri ah ... amit-amit,. Biar Akika ngejomblo seumur hidup," balas Wanda bergidik ngeri.

Derry tergelak, melihat ekspresi Wanda yang menirukan gerakan tubuh seorang perempuan.

***

Setelah lebih satu jam perjalanan. Rasa kantuk mulai menyerang mereka. Wanda dan Miranda tampak terkulai, hanyut ke alam mimpi. Derry mencoba ikut memejamkan mata, namun gagal dia lakukan. Derry terpaksa terjaga. Gendang telinganya penuh dengan suara dengkuran Wanda.

“Dasar, kak wanda ngga pernah berubah. Dengkurannya ngga ada akhlak" gerutu Derry karena tak nyaman. 

“Kenapa, Der?” tanya Riko, menatap Derry dari kaca spion kabin mobil.

“Biasa, ada truck pasir lagi nanjak."

Derry melirik ke arah wajah Wanda yang tertidur pulas dengan mulut menganga. Ngetrip bareng Wanda itu seru. Tapi, kenyamanan tidur akan sangat terganggu. Pernah dulu waktu pertama ngetrip bareng Wanda. Mereka malah terlibat cek-cok hanya karena dengkuran. Suaranya menggema ke seluruh area tenda. Sampai akhirnya Derry terpaksa tidur di hammock dan nyaris di patok ular.

Derry, memilih bermain ponsel. Mengetuk aplikasi pesan di layar. 

[Have fun yah. Jangan pelototin laptop terus. Ajakin Daniel dan Joko, ngopi. Love You] Pesan terkirim. Sedetik kemudian, muncul sticker lucu berwajah boneka murung dengan tulisan 'sepi'. Derry mengulum senyum saat berbalas pesan dengan Erick.

***

Tak lama kemudian, saat sedang asyik bermain ponsel, Derry mulai merasa tidak nyaman. Tubuhnya tergoncang dan oleng ke kiri dan ke kanan. Laju jalan mobil tidak semulus tadi. Deru mesin meraung karena bekerja dengan paksa. Derry menutup layar ponselnya dan memandang keluar jendela mobil.

“Lu yakin jalannya ke sini, ko?” Derry memerhatikan jalanan yang mereka tempuh. Jalanan itu tidak beraspal. Berbentuk tanah keras yang berlubang, berbatu dan curam. Kondisi jalanan itu seperti jarang ditempuhi kendaraan.

“Yakin dong, ini, suda sesuai GPS," jawab Riko menenangkan.

Derry menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi. Menatap kembali layar ponselnya untuk kembali berbalas pesan dengan Erick. Namun sayang, mereka sudah memasuki kawasan tak bersinyal. 

Deru mesin semakin meraung. Saat mobil mereka melewati tikungan. Saat di tikungan itu, Derry bergidik ngeri. Jalanan itu gelap untuk takaran pencahayaan tengah hari. Serasa memasuki sebuah gerbang ke dimensi lain. Dahan-dahan pohon yang rindang terlihat melengkung saling bertaut dengan dahan pohon lain yang berada di seberangnya. 

Tiba-tiba, perhatian Derry teralihkan. Dia mencium sesuatu yang tidak lazim. Aroma melati samar-samar memenuhi rongga hidung. Perhatiannya terus tersita oleh bau aroma melati yang menyengat itu. Setelah melewati terowongan, aroma melati itu seperti menempel di hidung dan tidak kunjung hilang. Aroma mistis itu seperti ingin mengikuti kemana dia pergi. Dia mengendus-ngendus beberapa kali.

Gelagat Derry mencuri perhatian Riko.

“Kenapa, Der?” tanyanya

“Kayak ada bau melati, gitu. Dari tadi ngga ilang-ilang baunya.” jawab Derry, masih dengan hidung yang kembang kempis mencari sumber bau.

“Yakin lu Der? Gw ngga ada kecium tuh. Udah ach, mending lu tidur aja. Perjalanan kita masih jauh, nih." 

Derry menahan diri untuk tidak memperturutkan keingintahuannya. Di kanan dan di kiri, Wanda dan Miranda sedang terlelap tidur. Aji pun juga begitu, dia ikut mendengkur membiarkan Riko sendirian menyetir dan mencari jalur perjalanan mereka.

**

Derriana menyandarkan punggung ke sandaran kursi mobil. Dia memilih mengabaikan bau-bauan aneh yang memenuhi indra penciuman, meski wangi melati itu nyata adanya. Matanya kini mendelik awas, melihat ke kiri dan ke kanan ke arah rimba yang mengapit jalan. Jalanan sunyi, tak tampak rumah penduduk sama sekali.

Di sebelahnya, Wanda menggeliat, pria bertumbuh tambun itu memperbaiki posisi tidur.

“Ada apa?” Wanda bersuara dengan lirih, matanya masih mengatup.

“Gw nyium bau melati, kak. Lu kecium baunya juga, ngga?”

“Ooo, aroma melati, yah. Sorry Der, itu parfum gw.”

Wanda membalas ucapan Derry tanpa dosa. Tak sedikit pun matanya membuka padahal Derry sudah menunjukkan ekspresi keterkejutan dengan mulut yang menganga. Mendengar ucapan Wanda. Riko tertawa terbahak di depan. Derry merungut kesal karena merasa dikerjai.

“Angker lu, kak. Pilih parfum aroma melati. Mana baunya sengit. Gw pikir tadi ada kunti yang ngikutin kita.” Derry mertuk-rutuk, dia terlihat konyol karena bersikap paranoid.

“Sehat tahu, tanpa alkohol. Anti kanker.”

Wanda masih menjawab dengan enteng, tidak peduli akan kegelisahan Derry sedari tadi.

“Lu parnoa-an mulu sih dari tadi,” timpal Riko dengan senyum terkulum.

Mobil melewati tikungan yang menanjak, Riko kepayahan mengatur kemudi. Laju mobil kadang tersendat-sendat, namun kadang mampu melesat kencang saat menemui jalanan yang datar. Tiba-tiba saja, Riko menginjak rem dengan dalam setelah sepersekian detik lalu menancap gas. Derry nyaris terpental ke depan karena duduk tanpa pegangan,

“Ada apa, sih?” teriak Derry kaget dari bangku belakang.

“Ssssttt!”

Riko menempelkan jemari ke mulut. Kemudian menunjuk ke arah depan mobil. Mata Derry mengikuti arah telunjuk Riko, dan perempuan itu membelalak melihat apa yang disaksikannya di depan sana.

Derriana meneguk ludah saking tegang. Di depan sana, di melihat ada segerombolan Babi-babi hutan besar melintas, jumlahnya berpuluh-puluh ekor. Sungguh bukan pemandangan yang tak ingin mereka lihat sekarang. Timbul kekhawitran yang menakutkan.

“Jangan bersuara,” bisik Riko lagi. Dia mematikan mesin mobil.

Pada detik ini, mereka terpaku menahan napas dengan sesak di dada yang berdentak kencang.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Omega yang Ditolak menjadi Ratu Raja Alpha
9.3
Menjelang Upacara Ikatan Suci, kebusukan Raditya terbongkar lewat pesan batin dari saudara angkatku, Eva. Selama aku dipaksa berpura-pura menjadi Omega yang penurut, Raditya asyik berselingkuh sementara orang tuanya merampas hasil kerjaku untuk diberikan kepada Eva. Mereka meremehkanku, tanpa menyadari identitasku yang sebenarnya sebagai pewaris sah kawanan terkuat di benua ini. Kini, aku telah menyiapkan siaran global untuk mempermalukan mereka semua di hari pernikahan kami.
Sampul Novel King Cat and The Lovely Librarian
8.5
Akibat kutukan penyihir jahat bernama Amaraca, Raja Edward Forester dari Centurion Land menjelma menjadi kucing oranye dan terlempar ke masa depan. Di Houston, seorang pustakawati bernama Stefany menemukan dan merawat kucing malang tersebut. Keajaiban pun terjadi ketika keduanya mampu saling berkomunikasi lewat telepati. Di tengah ancaman di dunianya, Edward dihadapkan pada pilihan sulit: kembali ke masa lalu demi menyelamatkan rakyatnya atau tinggal bersama Stefany yang dicintainya.
Sampul Novel Pekerjaan yang Mematikan Tantangan Seorang Test Sleepe
9.5
Tergiur upah tambahan, aku nekat menjadi penguji tidur di hotel misterius. Namun, keputusan ini membawaku ke dalam rangkaian tes tidur yang ganjil dan mengerikan. Mulai dari fenomena tubuh yang memuai secara aneh, teror penyanyi gaib, hingga ancaman sopir taksi berbaju kertas, maut kini mengintai setiap detik. Demi bertahan hidup, aku harus mempertaruhkan nyawa menembus zona mematikan dan membongkar rahasia kelam hotel ini sebelum terjebak selamanya di labirin maut.
Sampul Novel Pendekar Kembara Semesta Seri 1
8.9
Suro Joyo melepas takhta Kerajaan Krendobumi demi misi kemanusiaan. Menguasai Rajah Cakra Geni, sang Pendekar Kembara Semesta ini menjelajahi jagat raya dan menghadapi berbagai ujian berat. Suro terjerat dalam perebutan Bunga Puspajingga, ancaman Dewi Pemikat, serta kedahsyatan Tombak Siung Sardula. Konflik harta Goa Barong juga menyeretnya ke dalam bahaya. Kini, ia harus bertarung melawan Putri Siluman Alas Waru demi menegakkan keadilan.
Sampul Novel The Confidential : Love And Ravange
9.3
Sejak menempati kediaman barunya, Keysia terus didera teror mengerikan dan rangkaian kematian misterius. Berbagai rahasia sengaja disembunyikan darinya, memaksa Keysia untuk memecahkan teka-teki rumit demi mengungkap kebenaran yang terkubur. Di tengah situasi yang mengancam nyawa, ia juga harus menghadapi pergulatan batin antara perasaan cinta dan hasrat menuntut dendam. Mampukah Keysia bertahan melewati perjalanan emosional yang penuh ketegangan ini?
Sampul Novel The Ice Prince
9.1
Di tengah sengitnya perebutan kekuasaan, seorang pangeran muda pantang menyerah menghadapi takdir buruk. Ia telah merancang rencana sempurna demi merebut takhta kerajaan. Namun, sebuah kejadian tak terduga tiba-tiba terjadi tepat sebelum misinya dimulai, mengancam dan mengacaukan seluruh strategi yang telah ia susun. Apa yang sebenarnya terjadi hingga menghalangi jalannya? Simak kisah perjuangan epik penuh aksi dan petualangan menegangkan ini.