APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel He's Danger

He's Danger

Bagi Julia, asmara pertamanya dengan Jacob lewat Instagram malah berujung nestapa. Hubungan toxic yang diwarnai kekerasan, manipulasi, serta pengkhianatan ini terus menyiksa batinnya. Kendati kerap terluka, Julia sangat sulit lepas dari jerat pesona Jacob. Tragisnya, sosok pemuda itu justru mulai membongkar rahasia kelam yang mengusik ketenteraman hidup Julia. Kini ia terjebak di antara cinta dan dendam, memaksa Julia menguak misteri berbahaya tersebut hingga tuntas.
Bab
Bagikan

Bab 3

Merasa dasi panjang suaminya sudah rapi, Meggan lantas memundurkan tubuhnya sedikit. Lalu memandang wajah tampan suaminya dengan penuh kasih. "Benarkah? Baiklah, tapi tunggu sebentar. Aku akan menyiapkanmu bekal, sehingga kau bisa memakannya di kantor."

Charlie hanya mengangguk, sambil kembali memeriksa jam di tangan. Ia pun bergerak menghampiri anak sulungnya, lalu bertanya sembari meraih segelas kopi yang sudah tersedia di meja, "Bagaimana kabar bisnis restoranmu, Nak?"

Louis melirik papanya sekilas, lalu menjawab dengan nada yang sedikit enggan, "Cukup baik, Pa. Semua berjalan lancar di bawah kendaliku. Hanya saja ...."

"Hanya saja apa?" tanya Charlie. "Kau tak mendapat kesulitan apa pun, bukan?"

Tak beberapa lama kemudian, Meggan datang dan memberikan sebuah kotak bekal berukuran sedang berwarna cokelat terang kepada sang suami. "Ini, Sayang," ucapnya kepada Charlie.

Louis menghela napas panjang. "Hanya saja aku ingin memimpin perusahaan dan menjadi CEO sama seperti Papa," ungkap Louis penuh harap. "Aku tak ingin menjadi pemilik rumah makan. Aku ingin jadi seorang pebisnis seperti Papa...."

Louis sibuk mengungkap isi hatinya, sedangkan sang papa sibuk memandangi wajah Meggan. "Terima kasih, Sayang," ucap Charlie. Ia lantas menarik pinggang Meggan, dan membawanya ke dalam pelukan yang begitu mesra. Mereka berciuman dengan panas, hingga terdengar suara decapan yang sedikit mengganggu.

Mereka sibuk memadu kasih hingga mengabaikan anak sulungnya yang menyaksikan perbuatan mereka.

Louis seketika merotasikan mata, geli melihat kelakuan kedua orang tuanya yang terlihat seperti sepasang anak remaja yang tengah dimabuk cinta. "Aku akan membangunkan Julia," ucapnya datar sambil berlalu, meninggalkan Charlie yang baru saja melepas ciumannya dengan Meggan.

"Nanti antarkan Julia ke sekolah!" teriak Meggan sebelum anaknya menaiki tangga.

Louis dengan cepat menjawab, "Tidak!" Lelaki itu lalu bergegas menaiki anak tangga.

"Ck, anak itu benar-benar!" geram Charlie bersungut-sungut.

"Sudahlah, Sayang. Bukankah Louis memang seperti itu sejak dulu?" Meggan berusaha menenangkan.

Charlie lalu merapikan dasinya sekali lagi. Ekspresinya terlihat tidak suka. Ada kekesalan yang dirasakan olehnya. "Ya, kau benar, Istriku," sahutnya dingin. "Setidaknya keputusanku saat itu sudah tepat."

+++

Louis menaiki anak tangga menuju lantai dua dengan ekspresi wajah terlampau dingin. Bahkan seperti orang yang tak punya hati sama sekali. Orang tuanya memang tidak pernah menyayanginya. Orang tuanya memang tidak pernah suka dengan kehadirannya di rumah itu. Padahal, dua minggu itu adalah waktu liburnya dari pekerjaan yang memuakkan.

Bisnis makanan sangat tidak cocok dengan kepribadian Louis yang pada dasarnya menginginkan sesuatu yang lebih.

Dia ingin mempunyai perusahaan atas namanya sendiri. Menjadi pendiri dari perusahaan besar. Kekesalan pria itu pun memuncak saat dirinya lagi-lagi diabaikan oleh sang papa setiap kali membahas tentang masalah perusahaan.

Langkah kaki panjang milik pria yang telah memasuki usia matang tersebut pun berhenti di depan pintu kayu bercat cokelat tua. Di depan pintu itu, tergantung hiasan kayu berbentuk pohon kelapa berukir nama seseorang.

Louis ingat betul gantungan itu adalah buah tangan dari ayahnya untuk Julia yang ia beli dari sebuah pulau tropis di Asia Tenggara. Kalau ia tidak salah ingat, Charlie membelinya di Borneo.

Berbeda dengannya, orang tuanya begitu menganakemaskan gadis yang ada di kamar ini. Semua keputusan di keluarga mereka, harus diambil berdasarkan rundingan dengan sang anak perempuan. Louis merasa, anak itu telah merampas semua haknya.

"Ck, apa bagusnya benda ini," gerutu Louis ketika meraba gantungan pintu di depannya. Ia lalu masuk ke dalam kamar dan melangkah menuju jendela yang masih tertutup gorden.

"Julia, bangunlah!" Louis yang telah selesai membuka jendela, lantas mendekati ranjang adiknya lalu mengguncang tubuh Julia dengan kencang. Tak ada cara yang paling efektif membangunkan seseorang selain menyiram dengan air, atau mengguncang tubuh sang pemimpi.

"Hei, kau hari ini ada tes di sekolah, bukan? Cepatlah bangun ...."

"Hmm." Julia yang sudah bangun dari tidurnya, langsung mengubah posisinya menjadi duduk. Matanya masih setengah terpejam, dan rambutnya terlihat berantakan. Khas orang yang baru bangun tidur. "Hmm, ya, baiklah, aku mandi dulu," ucapnya dengan suara serak kepada sang kakak.

"Cepatlah turun, lalu sarapan." Louis kemudian beranjak keluar dari kamar adiknya untuk memberikan privasi. Menutup pintu rapat-rapat, lalu meninggalkan ruangan tanpa suara. Ia sangat memaklumi sifat dingin Julia yang tidak banyak bicara itu.

Sifat yang sama dengannya, dan Louis pun tertawa geli.

+++

"Kak Louis," panggil Julia kepada kakak laki-lakinya. Saat itu, mereka sedang dalam perjalanan pergi ke sekolah. Louis yang sedang fokus menyetir tak melirik sedikit pun ke arahnya, tetapi lelaki itu tetap menyahuti panggilan dari sang adik, "Hmm, ada apa?" tanyanya datar.

Louis memelankan laju kendaraannya ketika sudah hampir sampai di tujuan mereka, sekolah Julia. Mobil hitam keluaran terbaru miliknya pun berhenti tepat di depan gerbang besarnya gedung sekolah Julia.

Sang gadis memandang kerumunan siswi yang kebetulan lewat dari jendela mobil yang setengah terbuka, ekspresi wajahnya datar ketika melihat anak-anak itu. "Kakak tak perlu repot-repot menjemputku nanti," ucap Julia dingin seraya melepas sabuk pengaman. Terlalu dingin untuk seorang adik yang baru saja diantar oleh kakaknya. "Aku pulang bersama Hana."

Louis berdeham pelan, tenggorokannya sedikit gatal dan bibirnya pun terasa kering. Cuaca di kotanya memang sedang kurang bagus akhir-akhir ini, membuat siapa saja akan terserang flu dan pilek. Setelah ini, Louis akan pergi ke apotek langganannya untuk membeli obat.

Ia lalu melirik Julia yang memasang ekspresi datar. Sifat masa bodoh gadis itu kembali terlihat.

"Kau yakin? Kakak akan tetap menjemputmu setelah pulang sekolah, dan menunggumu di tempat ini," ucapnya sekadar basa-basi. Memangnya, dia mau?

Sejujurnya, Louis pun tak berniat menjemput sang adik. Mengantar adiknya pergi ke sekolah seperti yang ia lakukan saat ini pun, semata-mata hanya karena perintah ibunya saja. Tak berarti ia melakukan ini semua karena merasa khawatir terhadap keselamatan adiknya.

Julia yang mendengar ucapan Louis langsung menoleh dengan cepat ke pria berkumis tipis yang duduk di kursi pengemudi. Ekspresinya terlihat tak ingin dibantah. "Aku bilang tidak mau, artinya tidak, Kak!" Selepas menaikkan sedikit intonasi suaranya, Julia lalu keluar dari dalam mobil tanpa perasaan bersalah.

Pintu dibantingnya dengan keras, membuat siswi-siswi yang kebetulan melewati mobil BMW hitam anak keluarga Peterson memandang sang gadis dengan tatapan heran. Namun, Julia mengabaikan semua tatapan penuh pertanyaan itu. Ia sama sekali tidak peduli jika menjadi topik pembicaraan di kalangan para siswi di sekolahnya.

"Sikap gadis itu keterlaluan sekali!" komentar Louis seraya menatap punggung sang adik yang mulai menjauh dari jangkauan mata. "Pantas saja dia itu—ah, sudahlah."

Louis lalu menginjak pedal gas secara perlahan, dan meninggalkan kawasan sekolah khusus perempuan di mana adik kecilnya bersekolah itu dengan perasaan kesal yang menyesaki dada.

Louis pun bersumpah dalam hati, tak akan mau mengantar Julia ke sekolah lagi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Rahim Istriku
7.9
Aryo mengkhianati pernikahannya hingga selingkuhannya mengandung. Demi mempertahankan sang istri yang sangat dicintainya, ia melakukan aksi nekat di luar akal sehat dengan memindahkan janin haram itu ke rahim istrinya sendiri. Langkah ekstrem ini seketika memicu komplikasi fatal dan perang batin yang luar biasa. Kini, bahtera rumah tangga mereka berada di ambang kehancuran, menyisakan penderitaan mendalam yang terus menyiksa kehidupan pernikahan mereka.
Sampul Novel Cinta Pertama Mr. Eros
8.4
Kehilangan kesucian di usia muda menghancurkan hidup Agnella Wibisono hingga terjerumus ke dunia malam dan obat terlarang. Berkat dukungan orang-orang terdekat, ia berhasil bangkit dan menemukan cinta yang hampir sempurna. Namun, saat masa depannya mulai membaik, orang-orang dari masa lalu kelamnya tiba-tiba kembali hadir. Kini, Agnella harus berjuang menghadapi trauma masa lalunya demi mempertahankan kebahagiaan yang baru saja ia bangun.
Sampul Novel Ciuman Pengkhianat
8.4
Sebuah unggahan video memperlihatkan Arkan, suami yang sangat kupercayai, berciuman mesra dengan Lidya saat bermain kartu. Alih-alih merasa bersalah, Arkan justru membentak dan menuduhku terlalu sensitif saat aku memberikan ucapan selamat di unggahan tersebut. Pengkhianatan ini menyadarkan diriku bahwa pernikahan dan hubungan yang kami bina selama tujuh tahun kini tidak lagi memiliki arti. Sudah saatnya bagiku untuk melangkah pergi meninggalkan segalanya.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung pelik. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke dalam lingkaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi kata kasar dan adegan dewasa, gadis lugu ini terjebak dalam cinta segitiga yang rumit. Saksikan perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Istri Cacat CEO
9.6
Christian Oliver, CEO sukses berusia 29 tahun, hidup dalam kekangan aturan ayahnya. Ia dilarang menjalin hubungan asmara karena telah terikat pernikahan sejak masa remaja dengan Olivia, anak dari sahabat sang ayah. Meski Christian telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencari keberadaan sang istri, usahanya selalu nihil. Ironisnya, tanpa pernah ia sadari, sosok Olivia yang dicarinya selama ini sebenarnya selalu berada sangat dekat di dekatnya.
Sampul Novel Kembalilah, Cintaku: Merayu Mantan Istriku yang Terabaikan
9.0
Tiga tahun Joelle berjuang merebut hati Adrian, namun sia-sia karena sang suami mencintai wanita lain. Adrian bahkan hanya menjanjikan kebebasan setelah Joelle melahirkan anaknya. Saat persalinan tiba, Adrian malah pergi menemui kekasihnya. Setelah melahirkan, Joelle memutuskan pergi demi memutus semua hubungan. Ironisnya, Adrian baru menyadari kehilangannya dan kini bersujud memohon Joelle agar bersedia kembali ke pelukannya.