APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel He's Danger

He's Danger

Bagi Julia, asmara pertamanya dengan Jacob lewat Instagram malah berujung nestapa. Hubungan toxic yang diwarnai kekerasan, manipulasi, serta pengkhianatan ini terus menyiksa batinnya. Kendati kerap terluka, Julia sangat sulit lepas dari jerat pesona Jacob. Tragisnya, sosok pemuda itu justru mulai membongkar rahasia kelam yang mengusik ketenteraman hidup Julia. Kini ia terjebak di antara cinta dan dendam, memaksa Julia menguak misteri berbahaya tersebut hingga tuntas.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di tengah gelapnya ruang rahasia yang menjorok ke bawah, tersembunyi di bawah rumah besar dan berdampingan dengan tanah. Sebuah basement, atau orang-orang sering menyebutnya dengan—ruang bawah tanah. Di sanalah, gadis malang itu terkurung. Sendirian, berteman sepi.

Ruangan dengan pencahayaan sekadarnya itu seolah menggambarkan apa yang tengah gadis itu rasakan. Dirinya terikat di sebuah ranjang, tanpa sehelai benang pun yang melekat di badan. Tubuhnya berbalut peluh. Dadanya kembang-kempis, naik turun tak beraturan. Sorot matanya kosong, hanya ada genangan air yang terlihat.

"Kau paham kesalahanmu?" Suara berat seseorang menyapa. Dengan gerakan patah-patah, Julia menolehkan kepalanya, menatap kedatangan seorang pria dengan ekspresinya yang datar. Sorot mata pria itu ... menyeramkan. Aura dingin begitu terasa sejak kehadirannya. Seperti menusuk-nusuk setiap rongga tubuh Julia.

Bibir pucat itu terbuka perlahan. "Apa yang ... akan ... kau lakukan padaku?" tanyanya susah payah. Sorot matanya terlihat menunjukkan ketidakberdayaan, setelah terpaksa menangis semalaman penuh.

Sosok itu mendekat, naik ke atas tubuhnya dan mencengkeram kuat rahang sang gadis. Julia merasakan getar ketakutan itu begitu terasa di dasar hatinya.

"Apa yang sudah kulakukan, katamu?" Cengkeraman di wajah sang gadis Peterson mengencang. Julia bahkan bisa merasakan kuku-kuku jari si pria yang menekan permukaan kulitnya dengan kuat. Rasanya menyakitkan.

"Harusnya aku yang bertanya sesuatu padamu." Tangan besar itu mengusap pipi Julia dengan lembut, dengan tatapan yang menyiratkan kebencian yang begitu besar. "Kau harusnya melakukan pembersihan dosa. Kalian pembunuh."

"Ka-kami tak salah a-apa-apa ...."

PLAK!

"Ah!" Sebuah tamparan mendarat di pipi halus Julia. Suaranya begitu kencang, sampai memecah kesunyian di ruangan dengan cahaya yang temaram itu.

Sebulir cairan bening menetes begitu saja dari telaga bening sang gadis.

"Tak melakukan apa-apa katamu?" Nada suaranya langsung naik.

"TAHUKAH KAU, APA YANG SUDAH KAKAKMU LAKUKAN TERHADAP KELUARGAKU, SIALAN?!"

Dengan cepat, sosok tersebut menjangkau leher Julia, mencengkeram kuat leher sang gadis hingga gadis itu tak bisa berkutik sama sekali. Julia terbatuk-batuk, wajahnya memerah, paru-parunya kekurangan napas, lehernya terasa sakit saat pria itu mencekiknya brutal.

"KAU J*LANG! KALIAN SEMUA SIALAN!"

Julia menangis. Dia akan mati saat itu juga ... pasti. Tapi dia tak tahu ... bahwa semuanya akan terjadi secepat ini.

Tiba-tiba cekikan di lehernya melonggar, tangan besar itu mulai menjauh. Julia yang lemas hati maupun pikirannya tak bisa memberikan respons apa-apa saat pria itu melepaskan ikat pinggang di celananya.

Dan saat itu juga, jeritan penuh nelangsa terdengar, tetapi tertutupi begitu saja di ruang bawah tanah yang kedap suara.

Julia merasa hancur, detik itu juga, saat kekasihnya—Jacob, memaksanya dengan kasar. Meremukkan segala yang ada pada dirinya. Menghancurkan setiap impian yang telah dia buat selama ini.

Jacob menggagahinya bagaikan orang yang kesetanan, menyesap seluruh permukaan kulitnya dan meninggalkan jejak ungu kemerahan yang tampak mengerikan.

Memaksa masuk ke dalam dirinya yang masih sempit, dengan milik pria itu yang besar.

Jerit tangis terdengar memekakkan telinga. Julia menangis, mengiba-iba memohon ampunan. Sebuah tamparan kencang ia terima, pipinya memerah begitu saja.

"Kau merasa hina, benar, kan?" tanya Jacob seraya melepas ikatan yang melilit kedua tangan Julia. Lalu dia membalikkan tubuh sang gadis, dan memaksa gadis itu bersimpuh dengan bagian belakang terangkat ke arahnya. Dengan rambut terjambak, Julia kembali menjerit saat Jacob memaksakan kejantanannya masuk dari posisi belakang.

Dirinya hancur, tak lebih dari wanita yang kehilangan harga dirinya di ranjang, akibat sebuah penodaan cinta dari lelaki yang sangat ia cintai sepenuh hati.

"Kau harus tahu ...." Jacob mengentakkan miliknya sekali lagi, Julia menjerit, dirinya remuk sekali lagi, seluruh tubuhnya merasa sakit yang tak terperi. Terutama di bagian kewanitaannya.

Jacob kembali melanjutkan kata-katanya, "Bahwa semua yang akan kau dapatkan nanti ... semua bermula dari satu orang terdekatmu."

"Kau tahu siapa itu?" tanya Jacob lagi.

Julia dapat merasakan sesuatu mengalir di kewanitaannya, terasa begitu perih dan menyiksa. Meski bukan yang pertama kalinya, ia ragu jika miliknya tidak lecet karena perbuatan pria itu.

Jacob menarik rambut Julia kembali, memaksa gadis itu menengadahkan wajah ke arahnya. Lalu menatap tajam sang gadis Peterson. "Pelakunya adalah kakakmu," desisnya. "Kakakmu ... Louis Peterson lah penyebab semua kegilaan ini!"

Jacob meradang. "Keluargamu adalah penyebab semua penderitaan di keluargaku! Kehidupan kami hancur! Dan apa yang kau dapatkan hari ini, adalah buah atas perbuatan masa lalu mereka."

"AH! HENTIKAN!"

Jacob semakin mendorong dirinya masuk. Julia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Dirinya remuk, begitu pula dengan hatinya. Seluruh kesadarannya perlahan-lahan teralihkan. Julia memejamkan kedua matanya, dan lemas di ranjang berseprei putih.

Cairan merah kental mengalir dan menodai kasur itu, keluar dari kewanitaan sang gadis yang merasakan kebrutalan dari ruda paksa sepihak yang dilakukan sang kekasih.

Jacob hanya memandang diam dengan sorot mata yang kosong. Itu bukan dirinya. Sama sekali bukan dirinya yang Julia kenal selama ini. Julia begitu terluka, benarkah dia adalah Jacob yang ia cintai selama ini?

Julia tak bisa menerima kenyataan yang menimpanya kini. Semuanya seperti ada dan tiada.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Rahim Istriku
7.9
Aryo mengkhianati pernikahannya hingga selingkuhannya mengandung. Demi mempertahankan sang istri yang sangat dicintainya, ia melakukan aksi nekat di luar akal sehat dengan memindahkan janin haram itu ke rahim istrinya sendiri. Langkah ekstrem ini seketika memicu komplikasi fatal dan perang batin yang luar biasa. Kini, bahtera rumah tangga mereka berada di ambang kehancuran, menyisakan penderitaan mendalam yang terus menyiksa kehidupan pernikahan mereka.
Sampul Novel Cinta Pertama Mr. Eros
8.4
Kehilangan kesucian di usia muda menghancurkan hidup Agnella Wibisono hingga terjerumus ke dunia malam dan obat terlarang. Berkat dukungan orang-orang terdekat, ia berhasil bangkit dan menemukan cinta yang hampir sempurna. Namun, saat masa depannya mulai membaik, orang-orang dari masa lalu kelamnya tiba-tiba kembali hadir. Kini, Agnella harus berjuang menghadapi trauma masa lalunya demi mempertahankan kebahagiaan yang baru saja ia bangun.
Sampul Novel Ciuman Pengkhianat
8.4
Sebuah unggahan video memperlihatkan Arkan, suami yang sangat kupercayai, berciuman mesra dengan Lidya saat bermain kartu. Alih-alih merasa bersalah, Arkan justru membentak dan menuduhku terlalu sensitif saat aku memberikan ucapan selamat di unggahan tersebut. Pengkhianatan ini menyadarkan diriku bahwa pernikahan dan hubungan yang kami bina selama tujuh tahun kini tidak lagi memiliki arti. Sudah saatnya bagiku untuk melangkah pergi meninggalkan segalanya.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung pelik. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke dalam lingkaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi kata kasar dan adegan dewasa, gadis lugu ini terjebak dalam cinta segitiga yang rumit. Saksikan perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Istri Cacat CEO
9.6
Christian Oliver, CEO sukses berusia 29 tahun, hidup dalam kekangan aturan ayahnya. Ia dilarang menjalin hubungan asmara karena telah terikat pernikahan sejak masa remaja dengan Olivia, anak dari sahabat sang ayah. Meski Christian telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencari keberadaan sang istri, usahanya selalu nihil. Ironisnya, tanpa pernah ia sadari, sosok Olivia yang dicarinya selama ini sebenarnya selalu berada sangat dekat di dekatnya.
Sampul Novel Kembalilah, Cintaku: Merayu Mantan Istriku yang Terabaikan
9.0
Tiga tahun Joelle berjuang merebut hati Adrian, namun sia-sia karena sang suami mencintai wanita lain. Adrian bahkan hanya menjanjikan kebebasan setelah Joelle melahirkan anaknya. Saat persalinan tiba, Adrian malah pergi menemui kekasihnya. Setelah melahirkan, Joelle memutuskan pergi demi memutus semua hubungan. Ironisnya, Adrian baru menyadari kehilangannya dan kini bersujud memohon Joelle agar bersedia kembali ke pelukannya.