APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Heal Me, Baby

Heal Me, Baby

Akibat tabrakan tak sengaja yang berujung ciuman, Sean Wilson yang mengidap misofobia pingsan. Sang penabrak, mahasiswi kurang mampu bernama Keyra Minolia, dituntut membayar biaya terapi yang sangat besar. Tak punya uang, Keyra terpaksa bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah Sean. Perbedaan kontras memicu konflik harian, hingga orang tua Sean memergoki mereka dan menuntut pernikahan. Akankah ikatan paksa ini menyembuhkan trauma Sean dan menumbuhkan cinta?
Bab
Bagikan

Bab 3

Seminggu telah berlalu. Sean sudah mulai bekerja kembali di perusahaan miliknya yang bergerak di bidang real estate. Semua meeting akan ia handle dengan baik sesuai dengan syarat yang ia tentukan. Ia hanya akan meeting di restoran yang biasa ia datangi dan sudah teruji kebersihannya saja.

Untuk peninjauan proyek, hanya akan dilakukan oleh Nick, tangan kanannya karena ia tak bisa lama-lama di areal penuh debu dan keringat. Sean adalah pribadi yang cerewet dan pemarah. Staf dan manajernya tak luput dari kemarahannya apabila ruangan di perusahaan mereka kotor walaupun sedikit saja.

“Kan, sudah saya bilang, jangan bawa makanan di dalam kantor! Meja berantakan penuh remah makanan begini akan mengundang banyak kuman, tahu kamu?” omel Sean pada salah satu staf bagian keuangan di perusahaannya.

“Maaf, Pak. Saya tadi tidak sempat sarapan, makanya saya inisiatif bawa roti dan menyempatkan makan di sini sambil mengerjakan laporan keuangan bulan ini, Pak,” kilah Rosa membela diri.

“Kamu mau saya pecat? Kamu melanggar aturan yang saya buat, tahu kamu? Kalau sudah tak sanggup bekerja di sini, silakan resign saja!” ancam Sean bertambah marah.

Rosa menunduk dan berkali-kali memohon maaf pada Sean dan berjanji tak akan mengulanginya lagi.

“Baik, ini peringatan pertama dan terakhir bagi kamu. Andai terulang lagi kamu langsung saya pecat, paham kamu?” desis Sean lantang.

“Paham, Pak,” sahut Rosa cepat.

“Sekarang juga minta Pak Dedi untuk membersihkan meja dan seluruh ruangan ini dengan desinfektan hingga kuman-kumannya mati.”

“Baik, Pak.”

Sean mengernyit jijik melihat meja Rosa kembali. Ia berbalik lalu kembali ke ruangannya dengan hati yang kesal. Ia menatap ruangan putih miliknya ini, ruangan yang begitu bersih ini sungguh sangat menenangkan jiwanya.

“Sampai kapan aku begini?” gumam Sean pelan.

Ia sungguh merasa menderita dengan penyakit yang ia derita. Tak seperti orang lain, ia bahkan tak bisa berenang di kolam renang umum, belanja di supermarket, makan dengan leluasa di restoran, jalan-jalan serta kegiatan outdoor lainnya karena penyakit yang ia derita.

Setelah kejadian seminggu lalu, keanehan pada dirinya pun bertambah. Ia sering mengkhayalkan bibir gadis kotor yang menabraknya tersebut. Awalnya ia merasa mual hebat dan jijik luar biasa hingga ia tak henti-henti menggosok bibirnya hingga terluka.

Namun, dua hari dari kejadian itu, keanehan mulai terjadi. Ia sering mengkhayal tentang bibir gadis itu secara rutin hingga terbawa ke dalam mimpi. Buntutnya ia kesal dan akan mencari kesalahan stafnya dan melampiaskan kemarahannya seperti pagi ini misalnya.

“Gadis sialan! Gara-gara dia pikiranku jadi kacau. Sudah merugikanku sekian banyak, kini ia berpotensi merusak otakku,” omel Sean kesal.

Sean harus konsul ke psikolognya lagi kalau begini. Sekian lama ia terapi dan konsul ke psikolog ternama, tetap saja sia-sia. Bukannya sembuh malah menjadi-jadi dan sekarang ia harus menghadapi gejala baru selain panik, sesak, pusing, jijik dan takut. Kini dia harus merasakan perasaan kesal terus menerus karena insiden bibir wanita kotor itu. Sial!

“Bro, tolong tanda tangani dokumen ini!” seru Nick langsung masuk ke ruangan Sean tanpa mengetuk pintu lagi.

“Lo itu punya manner ga, sih? Maen nyelonong aja. Lo udah sterilin tangan lo belum?” omel Sean cerewet.

“Sudah semua, Bawel. Dah, buruan tanda tangan! Gue mau cabut ke lokasi proyek, entar telat gara-gara dengerin omelan lo mulu,” balas Nick buru-buru.

“Untung sepupu. Kalo orang lain, udah gue pecat lo, tahu nggak?” geram Sean, tapi tak urung diambilnya juga dokumen dari tangan sepupunya lalu segera menandatanganinya.

“Gue gak takut sama omelan lo. Buruan sign, Bro!” balas Nick tidak ada sopan-sopannya.

Nick dan Sean sudah dekat sejak kecil. Jadi, apa pun bentuk kemarahan Sean, Nick sudah tidak takut lagi. Malah Sean harusnya bersyukur punya sepupu plus tangan kanan yang handal seperti Nick. Nick sangat sayang pada Sean dan sungguh berharap Sean bisa sembuh total dari Mysophobia yang ia derita suatu hari nanti.

“Udah, nih!” kata Sean sambil menyodorkan dokumen yang sudah ia tanda tangani.

“Gue cabut dulu, Bro. Nanti sore gue kemari lagi ngasih laporan,” kata Nick langsung melangkah pergi tanpa menunggu Sean merespons lagi.

“Ga ada akhlak bener, lo, Bro!” seru Sean pada sepupunya.

Nick hanya menoleh sekilas, mencebikkan bibirnya pada sepupunya lalu tetap melanjutkan langkahnya keluar ruangan Sean dengan santainya.

Sean sendirian lagi sekarang. Ia spontan terbayang bibir wanita kotor itu lagi.

‘Sialan! Kenapa aku jadi aneh begini? Lama-lama aku bisa gila kalau begini terus,’ batin Sean kesal.

Sean memutuskan akan pulang saja. Ia butuh makanan dan minuman sementara ia tak bisa makan makanan yang dimasak orang lain karena takut cara pengolahannya tidak steril.

Hidupnya benar-benar melelahkan. Ia harus menyewa chef khusus yang bertanggung jawab akan menu makanannya sehari-hari. Sungguh ia berharap lekas sembuh dari penyakit ini.

Sean mengeluarkan tisu dari saku bajunya, lalu membuka pintu dengan tisu tersebut kemudian membuangnya ketika ia sampai di luar perusahaan.

Sean lalu masuk ke mobilnya dan mulai berkendara dengan tenang. Tiba-tiba saja bayangan gadis kotor itu memegang pipinya dan bersentuhan bibir dengannya, kembali terputar berulang-ulang di pikirannya. Ia berusaha menepis semua bayangan wanita itu, tapi sia-sia.

“Menghilanglah dari pikiranku, Wanita kotor sialan!” jeritnya kesal.

Tidak bisa begini terus, ia harus segera konsul ke psikolog saat ini juga. Ia sudah sangat tersiksa dengan penyakit mysophobianya selama ini, masa ia harus menderita gara-gara memikirkan wanita kotor itu terus, sih?

Sean nekat melajukan mobilnya ke klinik langganannya.

“Prof, tolong aku! Aku butuh terapi kayaknya, Prof?” pinta Sean dengan nafas tersengal-sengal saat ia sampai di klinik Profesor Aldi, psikolog yang selama ini membantunya meringankan gejala Mysophobia yang ia derita.

Profesor Aldi segera mensterilkan ranjang di kliniknya lalu meminta Sean segera berbaring dengan santai. Ia akan memulai sesi tanya jawab pada Sean yang kelihatan begitu cemas saat ini.

“Sekarang tarik nafas yang dalam, baru kemudian hembuskan pelan-pelan, Tuan Sean!” kata dokter memberi instruksi agar Sean merasa tenang.

“Sekarang coba ceritakan pelan-pelan, apa yang mengganggu pikiran anda, Tuan Sean!” tanya Profesor Aldi pelan.

“Aku sudah gila, Prof. Aku terus-terusan memikirkan seorang wanita dua hari ini,” jelas Sean menceritakan kegundahannya.

“Wanita yang mana, kalau saya boleh tahu?” tanya Prof. Aldi menganalisa.

“Wanita kotor yang tak sengaja menabrakku, menyentuh bibirku dengan bibirnya serta menyentuh pipiku hingga aku pingsan dan diopname, Prof,” ujar Sean menyampaikan.

“Jadi, anda terus-terusan memikirkannya? Bagaimana dia hadir dalam ingatan anda, Tuan Sean? Apa dia tersenyum? Apa dia mencium anda? Apa dia memegang pipi anda lagi dalam pikiran anda, Tuan Sean?” tanya Prof. Aldi lagi.

“Semuanya, dok. Aku terbayang semua yang dokter bicarakan tadi,” aku Sean jujur.

“Oke, terus apa yang anda rasa ketika anda terbayang akan dirinya?”

“Aku jadi gelisah, marah, kesal karena dia mengusik ketenanganku selama ini. Aku sudah cukup menderita karena penyakitku, dan dia menambah rasa kecemasanku, Prof,” ujar Sean menyampaikan kegundahannya.

“Apa anda tahu siapa dia, Tuan Sean?”

“Aku tak sempat bertanya, Prof. Karena saat aku siuman, aku langsung jijik karena melihat penampilan kotornya dan aku memarahinya dan mengusirnya, tapi dengan kurang ajarnya dia memegang pipiku dengan tangan kotornya hingga aku harus mencucinya dengan air sabun satu jam lebih, Prof,” jelas Sean detail.

“Dan setelah beberapa hari kemudian, anda jadi memikirkannya terus, begitu, ya, Tuan?” tanya Prof. Aldi memastikan.

“Iya, Prof. Kira-kira aku kenapa, Prof? Apakah aku terjangkit penyakit baru?” tanya Sean mulai merasa cemas.

“Untuk hal itu saya belum bisa pastikan penyebabnya. Bisa saja akibat terlalu jijik, terlalu takut disentuh oleh wanita yang anda anggap kotor itu, atau bisa juga penyakit hati, Tuan?” terang Prof. Aldi menganalisa.

“Maksud anda, saya kena penyakit liver?” tanya Sean membelalak kaget.

Prof. Aldi tertawa kecil mendengar analisa Sean. Ia lalu menjawab pertanyaan Sean dengan senyuman gelinya.

“Penyakit hati yang saya maksud adalah jatuh cinta, Tuan Sean. Anda mungkin jatuh cinta pada wanita itu.”

Bersambung...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu
8.9
Tiga tahun Renee bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dengan Arvin Suryana, pria yang dipaksa menikahinya demi tanggung jawab. Meski kerap diabaikan dan dikhianati, Renee tetap bersabar demi putra mereka. Namun, kehadiran kekasih masa lalu Arvin menghancurkan segalanya saat sang anak justru memanggil wanita itu 'Mama'. Sadar cintanya sia-sia, Renee memilih pergi dan mengajukan cerai. Tak disangka, sang CEO dingin justru memburunya dan menolak melepaskannya sebelum Renee melahirkan anak kedua mereka.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur saat kesuciannya dirampas di depan kekasihnya akibat rencana jahat kakek pria itu. Bukannya melindungi, sang kekasih justru mencampakkannya dan menikahi wanita lain. Di tengah keputusasaan, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama keluarga aslinya, ia menyusun rencana pembalasan dendam untuk menghancurkan mantan kekasih dan keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang ia cari?
Sampul Novel GAIRAH LIAR IBU TIRIKU
9.7
Di usia kepala tiga, mantan model dewasa Meghan Crafson hidup mewah setelah dinikahi miliarder New York. Namun, ia merasa hampa karena suaminya yang tua tak bisa memberi kepuasan. Kehadiran Hardin, putra tirinya yang tampan dan atletis, mengubah segalanya. Terpikat oleh sosok pemuda itu, Meghan mulai melancarkan godaan terlarang. Kini, Hardin terjebak dalam dilema besar antara menjaga moralitas atau menyerah pada gairah liar ibu tirinya.
Sampul Novel Hati yang Remuk dan Mati
9.4
Pernikahan lima tahun Sheila dan Dave hancur saat sang mantan kekasih kembali memikat Dave. Melalui pesan provokatif dan bukti kemesraan mereka, termasuk kembang api biru di malam anniversary yang sepi, Sheila menyadari akhir dari hubungan mereka. Tanpa air mata, ia menandatangani surat perceraian. Lebih dari itu, Sheila meminta sekretarisnya menyiapkan pernikahan baru untuk Dave dan selingkuhannya, sebelum akhirnya terbang ke Veridia demi memberikan restu langsung bagi keduanya.
Sampul Novel Hot Billionaire
8.6
Sebagai anak di luar nikah, Ariel harus menanggung cemoohan publik yang merusak nama besar ayahnya. Di tengah perlakuan kejam tersebut, takdir mempertemukannya dengan Shawn Geovan. Kehadiran miliarder sempurna ini membawa harapan baru bagi Ariel. Namun, perbedaan kasta yang jurang pemisah menjadi ujian berat bagi hubungan mereka. Mampukah Shawn melindungi Ariel dari kejamnya dunia? Temukan kisah perjuangan cinta mereka yang penuh rintangan.
Sampul Novel Kisah Tukang Pijat Tunanetra
8.3
Himpitan ekonomi di masa pandemi memaksa seorang pria tunanetra mencari nafkah tambahan sebagai terapis pijat paruh waktu demi menghidupi keluarganya. Namun, panti pijat tempatnya bekerja ternyata menyimpan rahasia kelam berupa layanan khusus di lantai atas. Kejutan besar menantinya saat pelanggan pertama yang harus ia layani dengan teknik pijat khusus di ruangan tersembunyi itu adalah Siena Laudy, bos wanita yang sangat cantik dan berkuasa di perusahaannya sendiri.