APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hati Terjerat: Jatuh Cinta pada Istriku yang Jelek

Hati Terjerat: Jatuh Cinta pada Istriku yang Jelek

Viona sengaja menyamar jadi perempuan berwajah buruk dan tidur dengan Daniel, paman tunangannya, demi membatalkan pernikahan dengan pria yang berselingkuh. Namun, setelah malam itu, Daniel yang sangat disegani justru enggan melepaskan Viona. Meski diterpa berbagai gosip miring tentang hubungan mereka, Daniel tetap menunjukkan kesetiaannya. Pria terpandang itu bahkan tak ragu berlutut untuk memakaikan sepatu Viona demi memperoleh kecupan manis dari sang istri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Viona mengikuti di belakang Ridwan, matanya menangkap ke sekelompok orang yang berkumpul di sekitar seorang pria.

Dengan tinggi 190 sentimeter, Daniel tampak sangat menonjol di antara orang banyak, wajah tampannya menunjukkan sedikit kesan dingin dan tidak sabar.

Viona tidak bergabung dengan kerumunan itu, dan berdiri diam di tempat sambil mengamatinya dari kejauhan.

Bagaimana mungkin dia bisa melupakan kejadian tadi malam, sementara kedekatan mereka masih segar dalam ingatannya?

Penampilan Daniel semalam sangatlah berbeda, dia tampak berkilauan oleh keringat yang membasahi wajah, tulang selangka, dada, dan perutnya. Sekarang, dia mengenakan setelan jas, rambutnya ditata dengan cermat, memancarkan aura dingin dan pendiam, seperti seorang raja yang tak dapat dicapai.

Gelang manik-manik obsidian yang menghiasi pergelangan tangannya menambah kesan acuh tak acuh pada sikapnya.

Meski begitu, dia tidak terkejut melihat Daniel lagi. Bagaimanapun juga, itu semua sudah direncanakannya.

Daniel berbalik, dan langsung mengerutkan kening ketika menatapnya.

Saat pandangan mereka bertemu sesaat, Viona merasakan getaran menjalar di tulang punggungnya. Tatapan pria itu seolah-olah menembus jiwanya.

Karena tidak mampu menahan intensitas tatapannya, Viona diam-diam menyelinap ke kerumunan, berharap untuk luput dari perhatian.

"Daniel, lama tidak bertemu. Kami harap kamu akan tinggal di Fedo lebih lama kali ini," sapa Wildan Baskara, kepala Keluarga Baskara sekaligus ayah tunangan Viona, dengan penuh rasa hormat.

"Hmm," jawab Daniel dengan dingin sebelum diantar ke sebuah meja, dan disambut penuh antusias oleh Keluarga Firmansyah, dengan Richard yang mengikutinya.

"Jadi, kapan pertunangannya dimulai?" tanya Daniel sambil melirik arlojinya.

Jam tangan itu setara dengan dua rumah yang berlokasi di jantung kota Fedo.

Wildan menyeka butiran keringat dari kening. "Sayangnya, kita mungkin harus menunggu sebentar lagi."

"Apa lagi yang yang harus ditunggu?"

Perkataan Daniel langsung mengenai sasaran, seperti palu yang menghantam Wildan.

Anak buah Wildan masih belum menemukan Erik. Saat tengah hari makin dekat, ketegangan meningkat karena Erik masih belum menunjukkan batang hidungnya.

"Kami menunggu Erik." Suara jernih seorang wanita memecah kesunyian. "Sepertinya dia tidak tertarik untuk bertunangan denganku, dan berusaha kabur."

Tatapan Daniel beralih ke Viona di tengah kerumunan.

Meski wajahnya biasa-biasa saja, kehadirannya tidak dapat diabaikan begitu saja ketika dia berbicara.

Pertunangan yang sudah diatur sejak masa kanak-kanak ini, telah ditetapkan oleh Daniel sendiri.

Itu sebabnya, pembatalan pertunangan oleh Erik bagaikan tamparan di wajah Daniel.

Wildan bergegas menjelaskan. "Ini tidak seperti yang kamu pikirkan, Daniel. Erik hanya perlu menyelesaikan beberapa masalah mendesak. Dia akan segera tiba bahkan sebelum kamu menyadarinya."

Viona menyaksikan dengan ekspresi dingin. "Tampaknya pencarian kalian masih belum mendapatkan hasil. Haruskah aku memberikan kalian alamat keberadaannya?"

Dia lalu memberi alamat sebuah apartemen, di mana sahabatnya tinggal.

Dengan sedikit rasa malu, Wildan pun mengutus seseorang untuk menjemput Erik. Tak lama kemudian, Erik, dengan penampilan yang jelas menunjukkan dia sedang memuaskan nafsu duniawinya, muncul di hadapan semua orang.

"Dasar kurang ajar! Cepat ganti pakaianmu. Pertunanganmu seharusnya sudah berlangsung sekarang!" Wildan memarahi putranya.

"Ayah, sudah kubilang aku tidak bisa bertunangan dengan Viona. Dia jelek. Memikirkannya saja sudah membuatku jijik. Jika teman-temanku sampai tahu aku bertunangan dengan wanita mengerikan seperti itu, mereka pasti akan mengejekku terus-menerus. Bagaimana aku bisa menunjukkan wajahku di hadapan mereka?"

Tatapan Erik ke arah Viona dipenuhi dengan penghinaan. Dia menyalahkannya atas masalah yang dialaminya.

"Suka atau tidak suka, pertunangan akan tetap dilaksanakan hari ini!" Wildan memberi perintah sebelum berbalik ke arah para staf. "Bawa dia untuk mengganti pakaiannya!"

Protes Erik tidak dapat menggoyahkan tekad ayahnya.

Dengan datangnya sang tunangan, Viona juga didorong untuk mempersiapkan diri. Di ruang ganti, dia kesulitan membuka ritsleting gaunnya karena ritsleting itu begitu keras, seakan-akan menolak untuk bekerja sama.

Tepat pada saat ini, pintu berderit hingga terbuka. Karena tidak melihat siapa yang baru saja masuk, Viona mencondongkan tubuh ke depan, memperlihatkan lehernya saat dia mencoba berbicara pada sang pengunjung.

"Bisakah kamu membantuku menariknya?" pintanya.

Sebuah tangan besar terulur, dengan cekatan menggerakkan ritsleting yang tersangkut itu ke atas.

"Terima kasih," ucap Viona sambil berbalik untuk mengungkapkan rasa terima kasih, tetapi kemudian membeku ketika melihat wajah tampan di hadapannya, dan kepanikan langsung mencengkeram hatinya.

Bukankah seharusnya pria ini berada di luar, menikmati pujian dan upaya menjilat dari orang-orang? Kenapa dia justru menyelinap ke sini?

"Bagaimana kamu bisa masuk ke sini?" tuntut Viona.

"Menurutmu bagaimana?" jawab Daniel.

Saat dia maju, kehadirannya membuat Viona kesulitan untuk bernapas.

"Berani sekali kamu menjebakku seperti ini!" tuduh Daniel sambil mengulurkan tangan dan mencekik lehernya.

Viona memiliki leher yang ramping. Saking rampingnya, nyawanya mungkin akan berada dalam bahaya jika Daniel menekannya sedikit lebih keras lagi.

Tadi malam, Daniel tidak menunjukkan belas kasihan, meninggalkan bekas ciuman di leher Viona, yang sekarang sudah tersembunyi di bawah lapisan riasan.

"Om Daniel, kamu pasti bercanda, kan? Aku bahkan baru tahu bahwa kamu adalah om Erik," jawab Viona, tatapannya kembali tenang saat menatap pria di hadapannya.

Tidak ada yang menarik dari wajah Viona, tetapi matanya berbinar-binar penuh kehidupan.

"Siapa pun yang mencoba menipuku tidak akan pernah selamat!" Cengkeraman Daniel padanya makin erat.

Viona merasakan udara memadat di paru-parunya. Pria ini benar-benar kejam seperti rumor yang beredar!

Meski kejadian semalam merupakan bagian dari rencananya yang disusun dengan cermat, Viona tidak akan mengakuinya sekarang. "Erik bisa berkeliaran sesukanya. Lalu kenapa aku harus berdiam diri saja? Dia tertangkap basah tidur dengan wanita lain hari ini, dan siapa yang tahu sudah berapa kali dia berbuat hal yang sama sebelumnya?"

Nada suaranya mengandung sedikit kebencian, cukup untuk membuat Daniel sedikit melonggarkan cengkeramannya.

Bukanlah rahasia bahwa Erik suka bermain-main dengan wanita. Bagaimana mungkin seorang buaya darat seperti dia bisa menjalani kehidupan seorang petapa? Daniel juga tahu bahwa semalam adalah pertama kalinya bagi Viona.

"Aku tidak peduli dengan apa yang kamu pikirkan. Pertunanganmu dengan Erik tidak mungkin dibatalkan!" ucap Daniel dengan dingin.

Viona berkedip, senyum mengejek mengembang di bibirnya. "Om Daniel, kamu sepenuhnya tahu bahwa pertunangan ini tetap akan berlanjut. Jadi kenapa kamu harus diam-diam menyelinap ke sini untuk menemuiku? Apa kamu tidak takut orang-orang akan mengetahuinya?"

Secara teknis, Viona dan Daniel seharusnya tidak saling kenal. Akan tetapi, melihat mereka berduaan di sebuah ruangan sebelum pesta pertunangan pasti akan membuat siapa pun berpikir macam-macam.

Menghindari tatapan Viona, Daniel mengeluarkan peringatan dingin. "Kusarankan kamu memperhatikan perkataanmu. Jika tidak ...."

Dia membiarkan kalimatnya menggantung, tetapi ancamannya terasa berat di udara.

"Ini adalah pertemuan pertama kita, Om Daniel. Jadi aku tidak begitu mengerti maksudmu." Viona mengangkat kepala, mengisyaratkan dia tidak akan memberi tahu siapa pun tentang hubungan Daniel dan dirinya.

Daniel mendengus. "Baguslah kalau kamu paham."

Melepaskan cengkeraman di leher Viona, Daniel langsung menuju ke pintu ruang ganti.

Akan tetapi, sebelum tangannya bisa memegang gagang pintu, suara seorang wanita terdengar dari luar. "Viona, apa kamu di dalam? Ada hal penting yang harus kubicarakan denganmu. Aku masuk, ya."

Viona tidak merespons, tetapi wanita di luar pintu tidak menunjukkan tanda-tanda akan pergi.

Jika dia menerobos masuk sekarang, dia akan mendapati Viona dan Daniel berduaan di ruangan ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arwah Istri Sah
9.1
Demi membalas penderitaan selingkuhannya yang sempat terjebak di dalam mobil, seorang suami miliarder tega menghukum istri sahnya dengan sangat kejam. Tanpa memedulikan jeritan dan penjelasan sang istri, ia mengurungnya di dalam peti kayu yang dipaku rapat. Ditinggal berlibur selama seminggu bersama wanita idaman lain, sang suami tidak pernah menduga bahwa hukuman sadis itu akan berakhir fatal. Saat peti akhirnya dibuka kembali, sang istri telah kehilangan nyawa dalam kondisi mengenaskan, meninggalkan jasad dingin yang penuh luka.
Sampul Novel Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong
8.0
Demi menyelamatkan finansial keluarga, Keira dan Aldric menjalani pernikahan kontrak selama dua tahun. Namun, sandiwara itu berakhir saat Aldric meminta cerai demi mantan kekasihnya, tanpa menyadari Keira tengah mengandung. Lima tahun berselang, mereka tak sengaja bertemu kembali di kota kecil. Aldric terkejut melihat bocah laki-laki yang sangat mirip dengannya. Kini, ia harus berjuang menebus dosa masa lalu atau kehilangan mereka selamanya.
Sampul Novel Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
8.3
Kiana terkejut saat mengetahui pernikahan tiga tahunnya dengan Yovan palsu, dan sahabatnya adalah istri sah yang sebenarnya. Pengkhianatan ini terjadi setelah Kiana mandul akibat menyelamatkan Yovan. Menolak diperdaya, Kiana membalas dendam dengan menikahi tuan muda miliarder yang menjadikannya pihak berkuasa atas proyek mereka. Pernikahan mewahnya menggemparkan kota, dan ia berhasil melahirkan anak kembar. Saat Kiana berniat mundur demi cinta sejati suaminya, sang tuan muda justru memohon agar ia tetap tinggal.
Sampul Novel Hello Love Sign
8.7
Kebencian mendalam Sheina pada keluarga Levanchois tak menghalanginya bertahan demi sebuah misi rahasia di kantornya yang toksik. Namun, tepat saat ia berniat mundur dan menuntut balas, takdir mempertemukannya dengan Samuel Clark Levanchois. Pria terkuat di dinasti tersebut justru menyodorkan kontrak bisnis menggiurkan untuk melepaskan Sheina dari atasannya. Kini, terjebak dalam pusaran dominasi, sanggupkah ia menghindari jerat asmara dari pria yang paling ia benci?
Sampul Novel Istriku Janda Kaya
8.4
Ditinggalkan begitu saja oleh sang istri karena masalah keuangan membuat hidup Dimas hancur. Di tengah keputusasaan itu, takdir mempertemukannya dengan Luna di sebuah kelab malam. Luna menawarkan sebuah pernikahan kontrak yang diikat oleh tiga syarat khusus. Namun, saat Dimas baru saja mulai menata kembali lembaran hidup barunya, sang mantan istri tiba-tiba datang kembali untuk mengusik. Akankah masa lalunya ini mampu merusak rumah tangga baru yang ia bangun bersama Luna?
Sampul Novel Mamaku yang Cantik dan Pengagum Misteriusnya
8.0
Dikhianati dan dijebak dalam cinta satu malam, Alisa pulang membawa anak kembar. Kini, ia bekerja untuk Marvin, CEO genius yang diam-diam menyamar sebagai Primus demi melindungi identitasnya. Situasi pelik terjadi ketika Alisa menyadari bahwa Primus adalah pria dari masa lalunya. Terjebak di antara dua persona dari pria yang sama, mampukah Alisa mengungkap rahasia Marvin? Bagaimana sang CEO akan bereaksi saat mengetahui keberadaan kedua anak kandungnya?