APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi

Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi

Di kamar utama vila Keluarga Andara, Natasha bersiap mengakhiri pernikahan kontraknya yang tersisa satu bulan lagi. Ia bahkan telah merencanakan kematian palsu untuk pergi. Meski ibu mertuanya memohon agar kesepakatan dibatalkan karena sangat menghargai jasa Natasha merawat Varo selama sepuluh tahun dan melahirkan keturunan mereka, Natasha dengan tegas menolak. Keputusannya sudah bulat untuk tetap menyelesaikan hubungan pernikahan tersebut sesuai dengan kontrak awal.
Bab
Bagikan

Bab 6

Terlihat Luna yang berambut hitam panjang dan mengoleskan lipstik merah menyala. Dia mengenakan mantel putih dan berjalan memasuki mal dengan anggun.

Alvaro dan Enzo mendongak. Ketika melihat Luna, ada keterkejutan yang melintasi ekspresi mereka. Enzo agak terlalu bersemangat. Tepat ketika dia hendak memanggil "Bibi Nana", Alvaro buru-buru membekap mulutnya.

Luna menyambut tatapan semua orang dan berdiri di depan Natasha dengan santai.

"Tusuk konde ini indah banget," ucap Luna dengan iri sambil memandangi tusuk konde di tangan Natasha.

Para karyawan di sekitar saling memandang dengan ekspresi berbeda-beda.

Hari ini, Alvaro sudah mereservasi seluruh mal dan melarang orang luar untuk masuk. Namun, orang ini bukan hanya tidak dicegat, tetapi juga diizinkan untuk berbicara dengan Natasha seperti ini. Semua orang pun terdiam dan tidak berani berbicara.

"Nyonya Natasha sangat beruntung. Tusuk konde ini sangat langka. Dengar-dengar, Pak Alvaro menghabiskan ratusan triliun untuk mendapatkannya. Pak Alvaro sangat mencintaimu."

Ucapan ini terdengar bagaikan kekaguman dan pujian di depan orang luar, tetapi hanya Natasha yang tahu bahwa Luna sedang mengejeknya.

Melihat Natasha tidak menanggapinya, Luna berbalik dengan anggun dan bertanya, "Dengar-dengar, Pak Alvaro yang buat Nyonya marah, makanya Nyonya nggak senang?"

Wajah Alvaro menjadi muram. Ketika dia hendak berbicara, Luna malah menyela, "Nyonya Natasha, jangan marah. Aku datang untuk wakili Pak Alvaro minta maaf. Sebenarnya, dua hari yang lalu, Pak Alvaro lagi bersamaku ...."

Luna meninggikan suaranya, lalu berhenti sejenak. Semua orang langsung menatapnya dengan ekspresi tidak percaya.

"Dan rekan-rekan lainnya untuk diskusikan masalah proposal," lanjut Luna.

Setelah Luna menyelesaikan bagian kedua kata-katanya, semua orang baru menghela napas lega.

"Pak Alvaro sangat mencintai Nyonya Natasha, mana mungkin dia terlibat dengan wanita lain?"

Luna tersenyum dan melanjutkan dengan lantang, "Nyonya Natasha, jangan begitu berhati sempit. Kamu juga harus beri ruang untuk suamimu."

Semua orang menatap Natasha dan menunggu reaksinya.

Di sudut, ekspresi Alvaro terlihat muram. Luna memanfaatkan kesempatan ketika perhatian semua orang sedang tertuju pada Natasha untuk berjalan ke sisi Alvaro.

Pria itu bertanya dengan galak, "Buat apa kamu datang ke sini?"

Luna mencondongkan tubuhnya yang menawan ke arah pria itu dan menyahut dengan suara menggoda, "Aku khawatir Pak Alvaro dan Nyonya Natasha bertengkar. Jadi ...."

Sambil berbicara, Luna diam-diam memasukkan tangannya ke dalam jas Alvaro. Begitu menyadari perubahan itu, bukan hanya ekspresinya yang tidak berubah, dia malah terkekeh dan menjadi lebih agresif.

Luna meraih tangan Alvaro dan memasukkannya ke dalam mantelnya. Kemudian, dia meniupkan napas hangat ke arah Alvaro dan melanjutkan, "Jadi aku datang untuk membuatmu gembira."

Mata pria itu langsung berubah menjadi gelap. "Dasar wanita penggoda!"

Alvaro menggeram dan meremas Luna dengan kuat beberapa kali. Setelah mengamati keadaan di sekeliling, dia bertindak dengan lebih berani lagi.

Di sampingnya, wajah Luna seketika memerah. Dia mendesah pelan dan hampir berteriak beberapa kali. Setelah beberapa saat, pria itu segera menarik tangannya dan berlagak seperti tidak ada yang terjadi.

Natasha yang berada di atas panggung tentu saja memperhatikan gerakan mereka. Ujung kukunya menancap ke telapak tangannya dan dia bahkan tidak menyadari bahwa tangannya sudah berdarah.

"Pak Alvaro, cepat pakaikan tusuk konde itu! Semua orang ingin lihat betapa cantik tampang Nyonya setelah memakainya."

Seorang karyawan mencoba menengahi situasinya dan semua orang setuju.

Alvaro mengambil kesempatan ini untuk melangkah maju dan mengambil tusuk konde itu. Dia menatap Natasha dengan lembut dan berujar, "Aku akan pakaikan tusuk konde ini, Sayang. "

Tepat saat tusuk konde itu hampir ditancapkan ke rambut Natasha, Natasha tiba-tiba mundur selangkah. Alasannya tidak lain karena dia merasa pria ini sangat menjijikkan.

Penonton pun merasa bingung. Ini pertama kalinya mereka melihat Natasha begitu marah. Apa yang sudah Alvaro lakukan hingga membuat istrinya begitu tidak senang?

Suasananya menjadi hening, sedangkan Luna yang berdiri di sudut berkata dengan dingin, "Nyonya Natasha benar-benar sulit dipuaskan."

Gerakan Alvaro pun terhenti.

Luna tersenyum tipis dan lanjut berbicara dengan suara yang tidak terlalu kuat, tetapi juga tidak terlalu pelan, "Tusuk konde ini begitu indah. Kalau Nyonya nggak menginginkannya, gimana kalau diberikan padaku saja? Kebetulan, aku dan tunanganku akan segera menikah. Apa Nyonya bersedia memberikannya padaku?"

Alvaro menatap Luna dengan sedikit tidak senang. Tatapannya juga mengandung sedikit ancaman.

Namun, Luna tidak menatapnya. Dia berlagak kasihan dan lanjut berbicara, "Identitas tunanganku nggak bisa dipublikasikan karena beberapa alasan, tapi dia sangat mencintaiku dan bersedia berikan segalanya kepadaku. Jadi, Pak Alvaro, Nyonya Natasha, kalian boleh berikan tusuk konde ini kepadaku?"

Luna tiba-tiba meraih tangan Natasha dan berlagak kasihan.

Natasha menatap wanita itu. Dia tidak tahu apa yang sedang direncanakan Luna.

Namun, Alvaro malah angkat bicara dengan suara yang menahan amarah, "Luna, tusuk konde ini hadiah ulang tahun dariku untuk istriku. Sebaiknya kamu segera pergi ...."

"Nyonya Natasha, tolong berikan tusuk konde ini kepadaku!"

Luna tiba-tiba berlutut di atas lantai dan menangis tersedu-sedu. Semua orang memandang mereka dengan heran dan mulai berbisik-bisik. Ada yang mengatakan Luna tidak tahu malu, ada juga yang mengatakan Natasha sombong.

Di kejauhan, Natasha mendengar suara hati Enzo.

'Mama Nana kasihan sekali. Kenapa Mama begitu pelit? Itu kan cuma sebuah tusuk konde. Dia bahkan suruh Mama Nana untuk berlutut. Aku benci Mama.'

Natasha mendengar jelas kata-kata penuh kebencian itu. Dia menatap putranya dengan tidak percaya. Putranya membencinya karena dia tidak memberikan tusuk konde itu kepada Luna? Ke mana perginya Enzo yang biasanya menyayanginya dan berkata akan memberikan semua hal terbaik untuknya?

Di samping, Alvaro yang dari tadi diam saja akhirnya bertindak. Dia mengadang di depan Natasha dan berteriak pada Luna, "Luna, sadari posisimu! Memangnya kamu pantas merebut barang istriku? Keluar!"

Tatapan Alvaro sangat tajam dan galak hingga dapat membuat orang-orang bergidik.

Luna langsung mematung di tempat setelah dimarahi. Matanya memerah dan suaranya bergetar. "Varo ...."

Namun, pria itu tidak bergeming dan menggeram, "Cepat pergi!"

Luna menatap ekspresi galak pria itu dengan tidak percaya. Kemudian, dia berdiri sambil menangis dan berlari keluar dari mal.

Alvaro menatap sosok Luna tanpa mengatakan sepatah kata pun. Dia berbalik menatap Natasha, meletakkan tusuk konde itu di tangannya dan berkata dengan lembut, "Sayang, ini untukmu. Nggak ada seorang pun yang bisa merebutnya."

Natasha menjawab dengan ekspresi dingin, "Aku tahu. "

Bang, bang, bang!

Dalam sekejap, suara ledakan pita warna-warni yang bercampur dengan sorak sorai orang menggema di seluruh ruangan. Semua orang mengucapkan selamat kepada Alvaro dan Natasha atas rekonsiliasi mereka, juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Natasha.

Namun, Alvaro yang berada di pojok terlihat agak termenung.

Setelah acara ini berakhir, kerumunan pun bubar, sedangkan ponsel Alvaro mulai berdering tanpa henti. Meskipun pria itu tidak melihat ponselnya, dia terlihat tidak fokus.

Ketika keduanya hendak masuk ke mobil, Alvaro tiba-tiba merasa ragu. Dia melirik ponselnya sekilas, lalu meminta maaf dan berkata, "Sayang, ada keadaan darurat di perusahaan. Aku harus pergi ke sana."

Natasha hanya diam saja dan tidak menjawab. Alvaro mengira Natasha telah mengiakannya dan langsung berbalik untuk pergi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam yang Terpendam: Cinta Sang CEO Terhalang Takdir
7.9
Zeesya Aleena Lawrence terbangun dari koma panjang dan mendapati pacarnya berkhianat. Di masa sulit ini, ia jatuh cinta pada pria misterius yang sangat mencintainya. Sialnya, kebahagiaan itu sirna saat rahasia masa lalu terbongkar. Pria tersebut rupanya dalang di balik tragedi berdarah yang menimpa keluarga Zeesya. Kini, ia menghadapi pilihan sulit antara menjaga cintanya atau menuntut balas atas takdir tragis keluarganya.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Penguasa
8.7
Demi melunasi utang judi sang ayah tiri, Aurora Safitri terpaksa menyetujui pernikahan sebagai istri kedua Alvaro Ricolas. Alvaro sendiri merupakan miliarder menawan yang kesepian lantaran istri pertamanya lebih fokus mengejar karier di luar negeri. Di balik kekayaannya, ia sangat mendambakan kehadiran seorang pendamping. Kini, Aurora harus menjalani kehidupan baru di sisi pria berkuasa tersebut. Akankah pernikahan ini menumbuhkan cinta, atau justru membawa kepedihan?
Sampul Novel Menikah Kilat: Suamiku Ternyata Seorang Miliarder
7.8
Pernikahan kilat Scarlett dengan Dixon awalnya dikira hanya sebatas kontrak formal. Namun, ia terkejut saat suaminya meminta hubungan pernikahan yang sungguhan. Meski berusaha menjaga jarak, Scarlett tak kuasa menahan pesona Dixon. Kejutan besar terungkap saat pria biasa itu ternyata seorang miliarder. Di tengah situasi tersebut, Scarlett juga harus bersusah payah menyembunyikan identitasnya sebagai murid desainer ternama. Kini, hidupnya dipenuhi kejutan manis.
Sampul Novel Nafkah Istri Pertama
9.6
Demi mendapatkan keturunan, seorang istri rela mengizinkan suaminya menikah lagi. Sayangnya, niat tulus demi kebahagiaan keluarga ini justru menjadi awal dari penderitaan panjang. Kehadiran istri kedua ternyata membawa kehancuran bagi kedamaian rumah tangga mereka. Kini, ia harus tegar menghadapi kenyataan pahit akibat keputusan yang awalnya dianggap sebagai solusi terbaik untuk masa depan pernikahan mereka.
Sampul Novel Sang Mantan Kembali
7.8
Aruna diusir mertua dan diceraikan Revan atas tuduhan mandul. Takdir membawanya pada malam satu malam bersama pria asing. Tiga tahun berlalu, ia pulang ke Canberra membawa putranya. Tiba-tiba, Presdir Dion Alverado muncul dan mengklaim anak itu. Sementara itu, Revan datang menyesali masa lalu dan meminta rujuk. Kini Aruna terjebak dalam dilema antara sang mantan suami yang ingin menebus kesalahan atau Dion, ayah kandung dari putranya.
Sampul Novel Terjerat Belenggu Perselingkuhan
9.5
Mariana Zoya dikenal sebagai gadis desa berparas cantik dan berambut gelombang yang tampak sangat lugu. Namun, di balik kepolosan itu, ia menyimpan rahasia kelam. Keinginan Mariana yang tak pernah cukup pada satu pria membawanya masuk ke dalam konflik yang sangat rumit. Sekarang, ia terjerat dalam lingkaran asmara membingungkan bersama sejumlah pria yang terobsesi untuk menguasai dirinya secara utuh.