APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO

Demi menghidupi ibu yang sakit jiwa dan tiga adiknya, Bagaskara yang berusia 20 tahun terpaksa menjadi pria sewaan. Ia pun tergiur tawaran fantastis dari Arta Syakila, miliarder wanita berumur 27 tahun yang rela membayar 500 juta rupiah demi satu malam bersamanya. Meski hidup bergelimang harta, motif Arta menyewa gigolo masih menjadi misteri. Akankah Bagas mampu keluar dan hidup tenang, atau malah terjebak selamanya dalam rahasia gelap sang wanita kaya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Akan kubalas semua penghinaan yang telah kalian berikan padaku selama ini!"

Cukup lama duduk di atas ranjang dan berperang dengan pikirannya, akhirnya Arta beranjak dari posisinya dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Di satu sisi, Arta masih berada di hotel. Di sisi lain, Bagas mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya yang berada di pinggiran kota.

Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu kurang lebih setengah jam, Bagas pun sampai di depan rumah sederhana.

Dengan langkah tergesa, Bagas memasuki rumah itu.

"Vita ....!" panggil Bagas pada seseorang.

"Mas Bagas!" sahut Vita, adik tertua Bagas yang kini sedang duduk di bangku kelas 2 SMA.

Gadis remaja itu menghampiri kakaknya dengan air mata berderai. Tampak, keningnya mengalami cidera.

"Ibu mana?" tanya Bagas pada adiknya.

"Di kamar, Mas. Dari tadi teriak-teriak terus dan ngamuk, kepala Vita kejedot lemari tadi," jawab Vita dengan suaranya yang serak.

"Vian dan Ana mana!" tanya Bagas lagi sembari melangkah mendekati kamar ibunya.

Kamar yang lebih pantas di sebut sebagai penjara bagi seorang wanita setengah baya yang menderita gangguan jiwa. Ya ... Ibu dari Bagas menderita gangguan jiwa sejak 2 tahun yang lalu. Saat itu, Bagas baru saja lulus dari bangku sekolah menengah akhir (SMA).

"Vian dan Mbak Ana di sini, Mas," sahut Vian. Adik bungsu dari Bagas yang duduk di bangku kelas 5 SD.

"Kalian tunggu di sana, nanti Mas mau bicara setelah nenangin Ibu," kata Bagas. Tangannya menunjuk pada kedua adiknya yang bersembunyi di samping lemari.

Kedua bocah itu mengangguk dan tetap bersembunyi di samping lemari tersebut lantaran takut pada ibu mereka yang mengamuk.

Setelah berbicara pada adik-adiknya, Bagas masuk ke dalam kamar ibunya dan berusaha untuk menenangkan wanita setengah baya itu.

"Pembunuh ... dia yang telah membunuh suamiku!" maki ibu dari Bagas dengan histeris. Matanya menatap nyalang pada Bagas yang memasuki ruangan tersebut.

"Bu, ini Bagas. Bukan orang jahat apa lagi pembunuh," ucap Bagas. Mulutnya berbicara tetapi kakinya terus melangkah mendekati sang ibu yang duduk di sudut kamar.

Perlahan, Bagas yang sudah berhasil mendekat itu menyentuh kedua bahu ibunya. "Bu, ini Bagas ...."

Cukup lama Bagas menenangkan sang ibu yang kerap mengamuk tiba-tiba. Dan setelah ibunya tenang, Bagas pun meminta wanita setengah baya itu untuk beristirahat.

"Ibu istirahat ya, jangan banyak pikiran. Bagas pasti bakalan cari pembunuh itu," ucap Bagas pada ibunya. Bu Maria namanya.

Wanita setengah baya itu menderita gangguan jiwa sejak 2 tahun yang lalu. Tepatnya setelah ia melihat kejadian memilukan yang menimpa suaminya. Suaminya menjadi korban tabrak lari dan meregang nyawa di depan mata kepalanya sendiri.

Setelah Bu Maria tenang dan beristirahat, Bagas keluar dari kamar itu dan mengunci kembali pintunya. Lalu ia menghampiri ketiga adiknya.

"Kenapa kalian gak ada yang sekolah?" tanya Bagas pada ketiga adiknya.

Ketiga adik dari Bagas tidak ada yang berani menjawab, bahkan mereka semua hanya bisa tertunduk di hadapan Bagas.

"Kenapa diam?" tegur pemuda itu.

"SPP Vita kan belum di bayar 3 bulan ini, Mas. Jadi Vita gak boleh ikut ulangan," jawab Vita dengan pelan.

Jawaban Vita diikuti anggukan kepala oleh kedua adiknya.

Bagas mengusap wajahnya dengan kasar. "Kalian bertiga gak ada yang bisu kan? Kenapa gak ngomong dari kemaren-kemaren?" kesal Bagas dengan suaranya yang sedikit meninggi.

Suara berintonasi cukup tinggi itu membuat ketiga bocah yang masing-masing duduk di bangku SMA, SMP dan SD itu menjadi takut.

"Sekarang ganti baju dan berangkat sekolah!" perintah Bagas pada ketiga adiknya.

"Tapi bayaran sekolahnya gimana, Mas? Ana dimarahin Bu Guru, katanya suruh melunasi uang bulanan yang udah nunggak."

"Mas punya uang, jadi kalian gak usah khawatir. Sekalian nanti kita masukin ibu ke rumah sakit, biar ibu bisa di rawat sampai sembuh!"

Mendengar perkataan Bagas, ketiga bocah yang berbaris seperti diagram itu pun tersenyum lega. Lalu dengan cepat ketiganya berlari menuju kamar dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.

"Mas gak akan biarkan kalian putus sekolah, gak perduli Mas dapatkan uang dengan cara apa. Yang pasti, kalian harus jadi anak-anak yang sukses dikemudian hari." Bagas berbicara dengan pelan sembari menatap pada ketiga adiknya yang berlarian menuju kamar.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ada Cinta di Meja Hijau
8.7
Anita Putri, pengacara andal bertubuh gempal, dikhianati oleh Adrian Hartono. Putra pemilik firma hukum tempatnya bekerja itu hanya memanfaatkan kecerdasan Anita demi memenangkan berbagai kasus, meski Anita tulus mencintainya. Kecewa dengan perlakuan Adrian, Anita memutuskan bangkit dan mengubah penampilannya secara drastis. Ini menjadi awal perjuangannya membalas dendam sekaligus menemukan kembali harga diri yang sempat hilang di dunia hukum.
Sampul Novel CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu
8.9
Tiga tahun Renee bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dengan Arvin Suryana, pria yang dipaksa menikahinya demi tanggung jawab. Meski kerap diabaikan dan dikhianati, Renee tetap bersabar demi putra mereka. Namun, kehadiran kekasih masa lalu Arvin menghancurkan segalanya saat sang anak justru memanggil wanita itu 'Mama'. Sadar cintanya sia-sia, Renee memilih pergi dan mengajukan cerai. Tak disangka, sang CEO dingin justru memburunya dan menolak melepaskannya sebelum Renee melahirkan anak kedua mereka.
Sampul Novel Gairah Liar Setelah Menikah
9.6
Kebahagiaan seorang miliarder membubung setelah berhasil menikahi wanita muslimah impiannya. Namun, baru satu pekan berjalan, sang istri mulai merasa kewalahan menghadapi hasrat suaminya yang begitu membara. Pria itu kerap meminta bermesraan di berbagai tempat, mulai dari ruang tamu hingga area dapur saat istrinya memasak. Sempat menolak karena sibuk, ia akhirnya pasrah pada keinginan suaminya. Ketangguhan sang suami yang luar biasa pun membuatnya lemas tak berdaya.
Sampul Novel Membalas Suami Bajinganku
8.2
Impian Lara membangun keluarga sirna akibat perselingkuhan Seno. Demi ambisi pribadinya, sang suami bahkan tega menjalankan proyek rahasia yang mengorbankan mereka, sekaligus menolak menceraikan Lara walau kerap bergonta-ganti pasangan. Di masa sulit ini, Lara bangkit dan bersekutu dengan Andre, cinta pertamanya yang sempat difitnah membunuh ibunya. Namun, rencana balas dendam mereka dihalangi oleh kemunculan Dokter Miriam. Akankah Lara berhasil mengalahkan pengkhianatan Seno?
Sampul Novel Nasib Dikelilingi Tetangga Julid
9.6
Dalam kisah romansa modern ini, ketenangan hidup sang protagonis terusik oleh kehadiran para tetangga yang gemar mencampuri urusan pribadi. Hari-harinya kini dipenuhi keresahan akibat gunjingan serta komentar pedas yang tersebar luas tanpa kendali. Menghadapi lingkungan yang sarat provokasi dan gemar bergosip menjadi ujian kesabaran yang berat. Di tengah dinamika tersebut, ia harus bertahan menghadapi sikap usil orang-orang di sekitarnya.
Sampul Novel Pria Pertamaku
9.6
Alex Rayyan berkomitmen menjaga cinta sejatinya kepada sang mantan istri, Rania. Sementara itu, rumah tangga kedua Rania bersama Harris justru berujung kehancuran akibat isu keturunan dan perselingkuhan. Harris terbukti kembali pada mantan tunangannya, diperparah intrik mertua yang mendesak perceraian. Saat Rania terpuruk dalam kepedihan, mampukah ia menata kembali hidupnya? Dapatkah Alex membuktikan sumpahnya untuk hadir dan melindungi Rania lagi?