APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel HASRAT MEMBARA CEO PERKASA

HASRAT MEMBARA CEO PERKASA

Dalam sekuel Cintaku Bersemi di Masa Remaja, Joseph Mikuel selaku CEO JM Corp tidak sengaja bersua kembali dengan Mary Violet, kekasih masa lalunya. Dulu, Mary pergi begitu saja tanpa alasan, namun kini ia mendadak mendaftar sebagai sekretaris pribadi di kantor Joseph. Lewat pengaruhnya, Joseph sengaja meloloskan Mary demi menyelesaikan urusan hati yang belum tuntas. Mary pun terkejut dengan pertemuan ini, memicu tanya apakah asmara lama mereka dapat terjalin kembali.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi yang Cerah di JM Corp,

Matahari bersinar cerah, menyoroti gedung pencakar langit yang megah milik JM Corp, salah satu perusahaan terkemuka di bidang teknologi dan investasi yang ada di Kota Jakarta. Di depan pintu masuk utama, sebuah mobil sport edisi terbatas berwarna hitam mengkilap berhenti dengan sangat elegan.

Seorang pria tampan dengan setelan jas mahal berwarna navy keluar dari mobil tersebut. Dia adalah Joseph Mikuel, CEO baru JM Corp yang baru saja diangkat seminggu lalu oleh dewan direksi dan ayahnya Tuan Efendi Mikuel, sang chairman.

Joseph berdiri tegap, menatap gedung dengan penuh percaya diri. Rambutnya yang tertata rapi dan wajahnya yang tampan langsung menarik perhatian semua orang yang di sekitarnya. Para karyawan yang berada di lobi berbisik-bisik, mengagumi aura karismatik bos muda mereka.

"Lihat, itu Tuan Muda Joseph. Ganteng sekali, ya."

"Dan dia CEO. Benar-benar sempurna."

"Sayang, dia pasti sangat sibuk. Mana mungkin kita bisa dekat dengannya."

Joseph sama sekali tak menghiraukan bisikan-bisikan tersebut. Dengan langkah tegas, sang pria berjalan menuju lift, diikuti oleh asisten pribadinya, Andi, yang membawa dokumen-dokumen penting.

Sesampainya di lantai paling atas, Joseph langsung masuk ke ruangan kebesarannya yang luas dan elegan. Meja kerjanya terbuat dari kayu mahoni mewah, dikelilingi oleh perabotan modern yang serba hitam dan putih.

"Andi," panggil Joseph dengan nada serius.

"Apa ada kabar soal kandidat sekretaris pribadiku?"

Asisten Andi, yang selalu setia mendampingi bosnya, langsung menjawab sambil membuka tabletnya.

"Tuan Muda Joseph, memang sejauh ini sudah ada beberapa kandidat yang melamar.

Tapi ...."

Joseph mengangkat alisnya, menatap sang asisten dengan sangat tajam.

"Tapi apa, Andi?"

Asisten Andi menelan ludah, merasa gugup.

"Tapi belum ada yang memenuhi semua kriteria yang Anda inginkan, Tuan."

Mendengar hal itu, Joseph menghela napas panjang, lalu berdiri dari kursinya. Tatapan matanya tajam seperti elang. "Andi! Sudah satu minggu sejak aku diangkat jadi CEO, dan kamu belum bisa menemukan satu orang pun yang kompeten sebagai sekretarisku? Apa kamu tahu betapa pentingnya posisi ini?"

Asisten Andi menunduk, merasa bersalah.

"Maafkan saya, Tuan Muda Joseph. Saya sudah berusaha mencari yang terbaik, tapi ....."

"Saya tidak butuh alasan darimu!" potong Joseph, suaranya meninggi.

"Aku butuh seseorang yang bukan hanya pintar, tapi juga cekatan, berpenampilan menarik, dan memiliki etika kerja yang tinggi. Semua kandidat yang kamu bawa selama ini terlalu biasa! Apa hanya sampai di sini level JM Corp?"

Asisten Andi mengangguk pelan, tidak berani membantah. "Saya mengerti, Tuan. Saya akan berusaha lebih keras."

"Berusaha lebih keras?" Joseph mendekat, berdiri tepat di depan Andi.

"Kamu sudah bekerja denganku cukup lama. Seharusnya kamu tahu standar apa yang aku mau! Karena ketidakmampuanmu, sekarang kamu harus menerima hukuman."

Andi langsung menatap Joseph dengan ekspresi terkejut. "Hukuman, Tuan?"

"Benar," jawab Joseph dengan nada dingin.

"Push-up seratus kali sekarang juga, di ruangan ini."

"Tapi, Tuan ...."

"Tidak ada kata tapi! Cepat lakukan!"

Asisten Andi hanya bisa pasrah. Dia pun melepas jasnya dan mulai melakukan push-up di tengah ruangan, sementara Joseph kembali duduk di kursinya, menyaksikan dengan tangan terlipat di depan dada.

"Seharusnya ini menjadi pelajaran bagimu, Andi," ujar Joseph sambil menatap asisten pribadinya yang mulai kehabisan napas.

"Aku membutuhkan orang-orang yang kompeten di sekitarku. Jika kamu tidak bisa memenuhi ekspektasiku, bagaimana kita bisa membawa JM Corp ke tingkat yang lebih tinggi?"

Asisten Andi, meski kelelahan, tetap menjawab dengan suara terengah-engah.

"Sa ... saya paham, Tuan. Saya akan berusaha lebih baik lagi."

Setelah menyelesaikan push-up-nya, Asisten Andi berdiri dengan susah payah, wajahnya memerah karena kelelahan.

"Baiklah," ucap Joseph, melirik arlojinya.

"Sekarang, kembali bekerja. Aku ingin daftar kandidat baru di mejaku sebelum makan siang."

"Baik, Tuan Joseph," jawab Andi dengan patuh, meskipun tubuhnya masih gemetar. Dia pun segera keluar dari ruangan untuk mulai menyusun ulang kriteria pencarian sekretaris pribadi yang diinginkan bosnya.

Di Ruang Kerja Asisten Andi.

Asisten Andi duduk di kursi kerjanya, dia terlihat sedang memijat bahunya yang pegal sambil memandang layar laptop. Pria itu mulai mengetik ulang deskripsi pekerjaan untuk posisi sekretaris pribadi Joseph.

"Kriteria sekretaris yang diinginkan Tuan Muda Joseph, antara lain berpendidikan minimal S2, mampu berbicara tiga bahasa asing, berpenampilan menarik, memiliki kemampuan multitasking, dan mampu bekerja di bawah tekanan," gumam Andi sambil menulis.

"Ini bukan mencari sekretaris, tapi superhuman!"

Rekan kerja Andi, seorang staf perempuan, datang menghampiri meja Andi dengan secangkir kopi.

"Asisten Andi, kamu kelihatan lelah. Apakah Bos Joseph marah lagi?" tanyanya sambil meletakkan kopi di meja sang asisten.

Andi mengangguk lesu.

"Bos bukan cuma marah. Tapi aku disuruh push-up seratus kali tadi."

Staf tersebut terbelalak. "Astaga, Bos benar-benar ngamuk, ya. Tapi, kenapa dia begitu kesal?"

"Bos belum menemukan sekretaris pribadi yang sesuai standar. Aku benar-benar harus menemukan kandidat sempurna secepatnya, atau aku bisa kehilangan pekerjaan ini," jawab Andi sambil minum kopi yang diberikan oleh rekannya.

Sang staf menghela napas. "Ya, semoga saja kali ini ada kandidat yang cocok. Semua pasti tahu jika Bos Joseph memang punya standar tinggi, tapi dia juga harus sadar jika tidak ada manusia yang sempurna."

Asisten Andi hanya mengangguk, lalu melanjutkan pekerjaannya. Dalam hati, dia bertekad untuk menemukan seseorang yang benar-benar memenuhi semua kriteria yang diinginkan Bos Joseph.

Sementara itu, Joseph duduk di kursinya, memandangi pemandangan Kota Jakarta melalui jendela besar di belakang meja kerjanya. Pikirannya melayang jauh, memikirkan masa depan perusahaan dan bagaimana dia harus menjalankan tugas berat sebagai CEO.

"Aku membutuhkan tim yang kuat," gumamnya pelan.

"Aku tidak bisa melakukan semua ini sendirian."

Joseph mengambil ponselnya dan membuka aplikasi kalender, mengecek jadwal rapatnya untuk hari itu. Meski terlihat dingin dan tegas, di dalam hatinya dia hanya ingin yang terbaik untuk JM Corp, perusahaan yang dibangun dengan kerja keras oleh ayahnya.

Beberapa jam kemudian, Asisten Andi kembali dengan selembar kertas berisi daftar kandidat baru.

"Tuan Joseph, ini daftar kandidat baru yang sudah saya seleksi ulang berdasarkan kriteria Anda," tutur Asisten Andi sambil menyerahkan dokumen tersebut.

Joseph menerima dokumen itu dan mulai membacanya. "Hmmm ... ini lebih baik, Andi. Tapi aku akan memastikan sendiri apakah mereka benar-benar memenuhi ekspektasiku. Jadwalkan wawancara untuk mereka besok."

"Baik, Tuan Joseph. Saya akan mengatur semuanya," jawab Asisten Andi dengan lega.

Joseph mengangguk pelan. "Bagus. Jangan kecewakan aku lagi, Andi."

Asisten Andi hanya tersenyum tipis sambil menunduk, lalu keluar dari ruangan dengan perasaan campur aduk. Dia tahu jika bekerja untuk Bos Joseph bukanlah hal yang mudah, tapi sang asisten juga memahami bahwa semua ini demi kesuksesan JM Corp.

Ketegasan dan tuntutan Joseph mungkin membuat orang-orang di sekitarnya merasa tertekan, tapi dia sangat sadar jika hal itu adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin. Dengan keyakinan penuh, Joseph bertekad untuk membawa JM Corp ke puncak kejayaan, meskipun perjalanan itu tidak akan mudah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, terus menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Demi memisahkan Bastian dari bayang-bayang mantan istrinya, Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga. Sementara itu, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Cinta Om Duda
7.9
Sebagai CEO sukses dan duda satu anak, Rehan Hadinata merindukan kehadiran sosok wanita di hidupnya. Di tengah banyaknya wanita yang mencoba mendekat, belum ada satu pun yang mampu memikat hatinya. Suatu ketika, Rehan mencoba peruntungan melalui aplikasi kencan daring dan terpikat oleh profil Nesya Cintia Ayu. Ia pun memutuskan berkirim pesan untuk memulai perkenalan. Akankah obrolan ini membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius?
Sampul Novel Dikhianati Demi Jabatan, Dicintai oleh Atasan
8.9
Pernikahan lima tahun Emma hancur setelah Rowan, suaminya, tega menumbalkannya demi karier. Rowan terus melanggar janji dengan memanfaatkan Emma untuk mendekati atasannya; mulai dari menemaninya minum demi proyek, tidur bersama demi melunasi utang, hingga meminta Emma melahirkan anak sang atasan agar ia dipromosikan menjadi manajer umum. Di hari Rowan berhasil meraih jabatan impiannya tersebut, Emma langsung mengajukan perceraian lalu memutuskan untuk menikah dengan atasan suaminya.
Sampul Novel Gadis Imut Kesayangan Sugar Daddy
8.9
Arsitek ternama berusia 37 tahun, William Samsons MacRay, tidak sengaja bertemu Emmy Estelia Setiawan di bandara saat situasi kacau. Siapa sangka, lulusan Harvard yang baru kembali ke Jakarta itu ternyata bekerja di perusahaan miliknya. Terpikat oleh Emmy, William kerap mengajaknya dalam perjalanan bisnis global hingga hubungan mereka berlanjut sebagai sugar daddy dan baby. Sayangnya, rencana perjodohan dari orang tua William kini mengancam kelangsungan kisah cinta beda usia ini.
Sampul Novel Hasrat Cinta Terlarang CEO
8.8
Hati Rachael hancur dan ia tak lagi memercayai cinta setelah ditinggal pergi oleh kekasihnya di hari pernikahan mereka. Di tengah keputusasaan itu, takdir mempertemukannya kembali dengan Andrew Collins, putra dari sahabat ayahnya. Merasa tidak memiliki harapan lagi dalam hal asmara, Rachael akhirnya setuju untuk menikahi pria tersebut. Tanpa ia sadari, keputusan besar ini menjadi awal dari rencana takdir yang akan mengubah pandangannya tentang hubungan dan masa depannya.
Sampul Novel Istri Mudaku Meresahkan!
8.6
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya yang diambang kehancuran, Yasmin, gadis berusia 20 tahun, terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan duda kaya bernama Galih. Situasi memanas ketika Galih memberikan pilihan sulit antara Anggara atau anak sambungnya, Vira. Keraguan Yasmin yang sangat menyayangi Vira memicu kemarahan Galih. Akhirnya, Galih menjatuhkan talak dan melarang Yasmin menemui Vira selamanya, menghancurkan seluruh harapan pernikahan mereka.