APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Harga Sebuah Keperawanan

Harga Sebuah Keperawanan

Demi keluar dari jerat kemiskinan, Dinda mengambil langkah nekat menjual kesuciannya pada preman seharga lima ratus ribu rupiah. Namun, operasi razia polisi menggagalkan transaksi itu dan mempertemukannya dengan Sergio, seorang polisi tampan yang menyelamatkannya. Walau Sergio telah beristri, Dinda tetap mengejar cintanya hingga mereka menjalin hubungan gelap rahasia. Akankah perselingkuhan ini terbongkar? Bagaimana reaksi sang istri saat tahu suaminya berkhianat?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku kembali bergabung bersama rombongan. Menunggu tahapan selanjutnya.

Benar kata wanita tadi, kami diminta untuk menginap di sini malam ini. Namun, tidak di dalam sel. Ada kamar khusus untuk kami tempati. Wanita dan pria dipisah. Hanya kamar kosong. Tanpa perabotan apa pun. Bahkan alas tidur pun tidak ada. Hanya ada lantai keramik tempat berbaring.

Ponsel yang berada dalam tas bergetar. Aku meraih untuk memeriksa pesan apa yang masuk. Nama Miska tertera di sana.

Anak ini!

[Katanya razia. Lu aman gak?]

Ternyata ia masih ingat denganku meskipun telah mendapatkan uang itu.

[Aman, disuruh nginap di kantor polisi.] Aku mengirimkan sebuah foto sebagai penguat bahwa aku tertangkap.

Kutunggu beberapa menit, tidak ada tanggapan sama sekali. Entah apa yang tengah ia lakukan. Aku tidak tahu dan tidak ingin tahu. Yang jelas, dia bukan teman yang patut untuk dipertahankan.

[Lu dimintain uang berapa?] Pesan dari Miska kembali masuk.

Tampaknya ia telah khatam masalah yang seperti ini.

[Emang lu mau bayar?] Aku memancing. Ingin tahu sebesar apa rasa pertemanan yang ia miliki.

[Ya kalau uang gue cukup, gue bakalan bantu.] Pesan balasan langsung masuk.

Tidak lagi kubalas pesan itu. Kuabaikan saja meski ia mengirim pesan berkali-kali.

Tampaknya ia memang peduli. Hanya saja ia telah tercemar pertemanan dan lingkungan yang tidak baik. Sehingga tidak tahu mana yang benar mana yang salah.

Sama sepeti diriku sebelumnya. Hanya karena uang lima ratus ribu, rela mengikuti saran yang ia berikan. Sehingga berada di tempat seperti ini sekarang.

***

Aku terbangun ketika mendengar gedoran. Para tahanan lain ikut terbangun. Entah kapan aku tertidur, aku tidak tahu. Ketika tersadar, hari sudah pagi.

Kami diminta untuk berkumpul kembali. Yang positif narkoba ditahan dan akan dirujuk untuk rehabilitasi. Sementara yang negatif, dipersilakan untuk pulang setelah menyerahkan uang yang mereka sebut dengan denda.

Ketika aku menyerahkan semua uang yang ada, mereka menolak. Aku bisa pulang tanpa membayar apa pun. Ketika kutanya mengapa, mereka tidak memberitahu apa alasannya.

Sudahlah. Tidak penting apa alasannya, yang terpenting aku bisa pulang sekarang tanpa menyerahkan uang sepeserpun.

Aku berjalan sembari memerhatikan sekitar. Tidak kutemui polisi yang menawarkanku semalam. Entah di mana dia. Ada sedikit rasa penasaran di dada.

Ketika tiba di parkiran, aku bertemu dengan Miska. Ternyata gadis itu menyempatkan waktu untuk menjemput. Ia juga membawa dua helm agar bisa memberikan boncengan.

“Lu gak kuliah?” Aku sedikit enggan untuk menjalin pertemanan kembali dengannya. Namun, melihat perhatian dan kepedulian yang ia berikan, sedikit sulit untuk menghindar dari dirinya.

“Entar habis ngantar lu pulang. Tadi gue lewat depan kost-an, barang-barang lu ada di luar.” Ia berucap dengan nada prihatin.

Ah, Miska. Aku menjadi bingung sebenarnya kamu ini tipe teman yang seperti apa? Di satu sisi kau begitu baik, tapi di sisi lain kau layaknya setan yang menjerumuskan.

“Lu masih punya uang buat bayar sewa kost gak?”

Pertanyaan itu membuyarkan lamunanku.

“Ada pegangan lima ratus ribu.” Aku menjawab niat tidak niat.

Ia meminta agar aku lekas mengenakan helm.

Kukenakan helm yang ia berikan. Setidaknya aku tidak perlu mengeluarkan uang membayar ojek untuk jalan pulang.

Kali ini pertanyaan yang Miska berikan hanya kujawab dengan singkat. Ada sekat yang membuat hubungan kami tidak seerat biasanya.

Kami berasal dari kampung yang sama. Ia lebih dulu tinggal di Jakarta karena kuliah. Aku menyusul tahun berikutnya untuk mencari kerja. Nyatanya hidup di ibu kota tidak seindah yang dibayangkan. Aku menyerah. Namun, malu untuk pulang.

Sepertinya Miska tahu bahwa aku lebih banyak diam. Jadi, ia juga enggan untuk bicara banyak seperti biasanya. Sepanjang jalan kami lebih banyak diam. Masing-masing sibuk dengan pikiran sendiri.

“Mau gue temenin?” Miska menawarkan setelah kami tiba di depan kost.

Ia benar, semua barang-barang milikku telah berada di luar. Tentu saja, aku telah telat bayar selama dua bulan. Ia hanya minta separuh dari utang biaya sewa sebagai pemberat agar aku tetap menyewa di sana. Tadi malam adalah batas bayaran. Aku telat dari perjanjian.

“Mending lu langsung ngampus deh. Pasti udah telat.” Aku menolak tawaran Miska agar tidak merasa berhutang jasa padanya. Akan semakin sulit untuk menjauh jika aku terlalu bergantung pada gadis itu.

Ia menarik napas berat. “Hubungin gue kalau lu butuh apa-apa.” Ia meninggalkan pesan sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi.

Aku menarik napas dalam. Mengempaskan pantat ke lantai keramik dekat barang-barang yang tergeletak begitu saja.

Beberapa saat hanya bisa merenungkan diri. Berpikir harus melakukan apa selanjutnya.

Mustahil jika pulang. Sebab, aku tidak punya uang untuk membeli tiket. Meminta uang pada orang tua pun, itu akan menjadi beban. Untuk makan mereka saja, aku harus mengirim dari gaji yang kusisihkan. Itulah sebabnya mengapa keuanganku tidak pernah stabil.

Lagi-lagi aku hanya bisa menghela napas berat.

Kurogoh saku untuk meraih ponsel agar bisa menghubungi ibu kost. Saat mengeluarkan ponsel, kartu nama yang kudapatkan tadi malam ikut serta terambil tanpa sengaja.

Sejenak, aku terdiam. Sementara otak tengah berpikir keras.

Kuperhatikan kartu nama itu. Tertera nama Sergio Adinaya. Nomor ponselnya juga tertera di sana.

Aku mulai tertarik untuk menerima tawaran itu. Toh ia tidak meminta agar aku tidur bersama para pejabat yang ia maksud. Ia hanya meminta agar kami tertangkap basah ketika tidak mengenakan pakaian. Kurasa itu tidak terlalu memalukan untuk bayaran senilai puluhan juta. Jauh berkali lipat dibanding harga keperawanan yang Miska tawarkan.

Kusalin nomor yang tertera ke dalam ponsel. Berniat untuk menghubungi. Namun, ternyata pulsa tidak mencukupi.

Kunyalakan wifi kost. Beruntungnya kata sandi wifi belum diganti, sehingga aku bisa menggunakan WA untuk menghubungi.

Nada sambung terdengar berbunyi ketika aku melakukan panggilan melalui aplikasi hijau itu. Tidak lama, panggilan langsung diterima.

“Halo ... saya wanita tadi malam yang Anda tawarkan pekerjaan.” Aku berucap sedikit ragu.

“Sudah kuduga kau akan menghubungi. Jadi, bagaimana?” Ia bertanya dengan semangat.

“Saya hanya ingin memastikan. Apa identitas saya akan terjaga jika saya bersedia? Apa saya akan mendapatkan perlindungan jika seandainya nyawa saya terancam? Atau mungkin saya akan ikut terpidana karena berada dalam satu kamar dengannya?” Aku menanyakan banyak hal.

Sergio tertawa kecil.

“Aman. Semuanya aman. Yang penting kau melakukan sesuai perintah.” Ia menegaskan. Meyakinkan bahwa tidak akan terjadi apa-apa, karena mereka yang meminta.

Aku terdiam untuk beberapa saat. Dilema. Di satu sisi aku tahu itu salah, tapi di sisi lain aku butuh uang.

Kutarik napas dalam-dalam, kemudian menjawab. “Baiklah. Aku bersedia.”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel HASRAT, CINTA, DAN PENGORBANAN
9.1
Inara, seorang office girl di perusahaan migas Dhananjaya, terpaksa menjadi asisten pribadi Raka yang angkuh akibat kesalahannya. Di tengah hancurnya persahabatan Inara karena cinta segitiga antara Bara dan Alexa, Raka hadir mendekatinya. Namun, asmara mereka terhalang oleh kembalinya mantan istri Raka serta tekanan dari sang ibu tiri. Situasi kian rumit saat Daniel, kakak Raka yang difabel, mulai memanfaatkan Inara untuk agenda pribadinya.
Sampul Novel HOT LITTLE WIFE
9.6
Hidup Jelita berubah drastis pada hari kelulusannya saat ia dijodohkan dengan Kenzo Putra Bagaskara. Pria yang jauh lebih tua itu ternyata sudah beristri. Penderitaan gadis yang kerap dirundung di sekolah ini kian mendalam ketika menyadari dirinya hanya menjadi istri kedua di hari pernikahan. Kenyataan pahit pun terungkap bahwa istri pertama suaminya adalah adik kandungnya sendiri. Kini, Jelita terjebak dalam pusaran konflik rumah tangga yang rumit dan penuh kepedihan.
Sampul Novel Merebut Hati Mantan Istri Kembali
8.1
Pernikahan bisnis dua keluarga besar ini terjalin dengan kebebasan sang pria memilih pasangan. Meski hatinya terpikat pada sang wanita sejak awal, sikap dingin sang istri justru membuat hubungan mereka kandas. Begitu surat cerai ditandatangani, terungkap bahwa sang wanita hanya memanfaatkannya demi tujuan pribadi. Namun, perpisahan ini bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari permainan cinta baru yang jauh lebih rumit.
Sampul Novel Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku
9.7
Sebagai guru BK di sekolah swasta elit, Yerin Anindya terbiasa menghadapi murid bermasalah seperti Bastian Miles Jarvis. Namun, ia tidak pernah menduga bahwa tugasnya ini akan mempertemukannya dengan Arseno Jonathan Jarvis. Kakak Bastian sekaligus Presdir Skyline Corporation yang arogan tersebut tiba-tiba mencium Yerin di hadapan seluruh keluarga Jarvis dan mengklaimnya sebagai calon istri. Kini, Yerin terjebak dalam situasi rumit yang akan mengubah total kehidupan tenangnya.
Sampul Novel Perpisahan yang Kutandatangani
8.2
Setelah sebelas tahun bersama Petro, Yasmin mendapati suaminya berselingkuh selama tiga tahun dengan gadis yang lebih muda dan memiliki kemiripan wajah hingga enam puluh persen dengannya. Penderitaan Yasmin memuncak ketika putranya, Haris, menyodorkan surat pemutusan hubungan dan menuduhnya merusak kebahagiaan keluarga. Dengan hati yang hancur, Yasmin akhirnya menandatangani kesepakatan cerai dan memutuskan untuk memutus semua ikatan dengan suami serta anaknya.
Sampul Novel Setelah Dibuang, Aku Menikahi Saingannya
8.2
Penantian sepuluh tahun kandas seketika saat Kody Morgan tega meninggalkan pernikahan demi kekasih masa kecilnya, Tonya Buckley. Meski Tonya hanya terluka ringan, Kody nekat menerobos lampu merah dan mempermalukan tunangannya di hadapan para tamu. Alasan klise penundaan acara menjadi batas akhir kesabaran sang wanita yang lelah terus dikhianati. Sadar dirinya tak pernah diutamakan, ia memilih mundur, menyudahi hubungan, lalu menikah dengan pria lain yang jauh lebih menghargainya.