APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hamil dengan Mantan Bosku

Hamil dengan Mantan Bosku

Tiga tahun mengabdi sebagai sekretaris dan kekasih Juan, Cynthia didepak begitu saja demi wanita lain. Dalam pelariannya, ia harus menghadapi kehamilan serta ketamakan ibunya yang menghancurkan hidupnya. Lima tahun berselang, Cynthia kembali menjadi wanita yang jauh lebih tangguh. Di sisi lain, Juan yang didera penyesalan mendalam dan hidupnya kacau, kini justru memohon agar Cynthia bersedia kembali ke pelukannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Adegan di mana Cynthia mendesah di bawah tubuhnya terlintas di benaknya, dan hatinya dipenuhi kekesalan yang tak bisa dijelaskan.

Keesokan paginya, tepat jam sembilan, di Kedai Kopi Barat ....

Ini bukan kencan buta pertama bagi Cynthia, tetapi ini pertama kalinya dia menganggapnya serius.

Pasangan kencan butanya, Tirto Husein, yang kini duduk di hadapannya berusia 36 tahun, dan terlihat cukup baik. Dia baru saja kembali dari luar negeri, dan sekarang bekerja sebagai insinyur senior di sebuah perusahaan elektronik.

Dia tipe pria yang pendiam dan menahan diri, kemungkinan besar karena pekerjaannya.

Sepanjang kencan tersebut, Cynthia yang memimpin percakapan.

Dia bercerita tentang mahar, rumah masa depan mereka, mobil keluarga, lebih tepatnya segala sesuatu yang telah ditentukan sebelumnya oleh ibunya, Silvia Espandi. Tirto menyetujui semua persyaratannya.

Pada titik tertentu, Cynthia tersadar bahwa dia tidak punya alasan untuk tidak mencoba membina hubungan dengan pria ini. Terlepas dari kenyataan bahwa hatinya terasa hampa dan berat di saat yang bersamaan.

Cynthia ingat bagaimana, ketika dia meninggalkan rumah sebelum menghadiri kencan buta ini, ibunya berperan sebagai orang tua yang lembut dan penuh perhatian. Dia bahkan mengantar adik laki-laki Cynthia yang duduk di bangku kelas lima ke sekolah, tetapi tentu dia tidak lupa memberi Cynthia segala macam nasihat tentang apa yang harus diperhatikan dalam kencan buta. Silvia juga menegaskan kembali betapa luar biasanya pernikahan.

Yang terpenting dari segalanya, Silvia telah mengingatkan Cynthia untuk meminta mahar yang lebih tinggi, agar adik laki-lakinya tidak perlu khawatir tentang biaya pendidikan di masa depan, dan Silvia sendiri bisa menjalani kehidupan yang bahagia dan nyaman.

Cynthia tersenyum masam memikirkan ini. Sepertinya Silvia dengan mudahnya melupakan kenyataan bahwa dia sendiri telah menikah sebanyak enam kali, dan setiap pernikahannya berakhir gagal.

Dua tahun lalu, Silvia muncul entah dari mana bersama seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun, dan meratap di depan rumah ibunya. Dia menuntut agar Cynthia, putri yang telah dia tinggalkan selama sepuluh tahun, menafkahinya dan putranya yang masih kecil.

Terkadang, Cynthia bertanya-tanya apakah dia bisa tidak menganggap kehadiran ibunya dan menyatakan bahwa dia tidak mengenal siapa Silvia.

Sedihnya, kenyataan yang dia hadapi membuatnya kehilangan kesempatan mewah untuk melamun tentang hal-hal dalam hidup. Itu termasuk khayalannya menjadi pendamping yang pantas bagi tuan muda Keluarga Martogi, yang telah dibesarkan dengan kekayaan.

Cynthia tersadar dari lamunannya karena suara kursi yang bergesekan dengan lantai saat Tirto tiba-tiba berdiri. Wajahnya memasang ekspresi hormat saat dia berbicara pada seseorang di belakangnya. "Pak Juan, sungguh suatu kebetulan."

Kemudian aroma kayu cendana yang familier menerpa hidungnya, dan Cynthia duduk tegang di kursinya. Dia mengarahkan tatapannya ke atas untuk bertemu sepasang mata yang gelap dan dingin. Jantungnya hampir melompat ke tenggorokannya.

Apa yang Juan lakukan di sini?

Dia tidak pernah membeli kopi di kedai kopi, pria itu hanya meminum kopi yang dibuatnya.

"Ya," jawab Juan dengan cuek. Dia berpaling dari Cynthia dan memberi anggukan sekilas pada Tirto, lalu berjalan ke konter.

Reaksinya menunjukkan bahwa dia tidak tahu siapa Tirto, tetapi Tirto melompat kegirangan.

Tirto kemudian mulai mengoceh tentang makalah yang Juan terbitkan saat Juan masih belajar di luar negeri. Kekagumannya pada pria itu terlihat jelas dan kuat, dan Cynthia merasa malu. Dia mengambil kesempatan melirik sekilas ke arah Juan, berharap pria itu berdiri cukup jauh untuk tidak mendengarkan mereka.

Sebenarnya tidak, tetapi untungnya, pria itu sedang berbicara di telepon. "Ya," ucap Juan dengan suara lembut. "Selama kamu menyukainya. Sampai jumpa."

Juan mengambil secangkir teh susu kelapa dan pergi. Teh susu kelapa adalah minuman yang sangat populer di kalangan gadis-gadis. Cynthia berani bertaruh bahwa pria itu telah membelikannya untuk tunangannya.

Dia merasakan kepedihan di hatinya, dan dia tidak mampu lagi mendengarkan kata-kata Tirto selanjutnya.

Saat kencan buta mereka hampir berakhir, Cynthia terkejut ketika Tirto mengungkapkan kepuasannya dengan pertemuan kecil mereka. Jadi, mereka berdua sepakat untuk mencoba menjalin hubungan.

Ketika Tirto baru saja menanyakan kapan Cynthia ingin bertemu selanjutnya, dia mendapat panggilan telepon dari perusahaan. Sesuatu yang mendesak telah terjadi, dan kehadirannya dibutuhkan. Tirto berulang kali meminta maaf, lalu mereka segera membuat janji untuk bertemu lagi, dan dia pun pergi.

Cynthia pun tidak berlama-lama duduk sendirian, keluar dari kedai kopi dan memanggil taksi. Dia tidak yakin apakah itu karena dia belum sarapan, atau apakah dia terlalu banyak minum kopi, tetapi perutnya mulai mual begitu dia naik ke taksi. Dia berusaha menahan rasa mualnya, tetapi rasa mual yang begitu hebat mengalahkannya.

"Pak, bisakah kamu menepi ...."

Cynthia bahkan belum sempat menyelesaikan kalimatnya sebelum dia memuntahkan isi perutnya. Untungnya, dia berhasil meraih sebuah kantong dan muntah di dalamnya, bukan di taksi yang dia tumpangi.

Sopir menepi di pinggir jalan dan menyerahkan sebungkus buah plum yang diawetkan. "Beginilah mual pagi saat hamil untukmu. Istriku muntah-muntah cukup parah juga. Memakan sesuatu yang asam bisa menekannya, tapi akan tetap seperti ini pada trimester pertama. Setelah kamu melewatinya, kamu bisa makan dan terlelap dengan nyenyak sama seperti sebelumnya."

Cynthia tercengang dengan apa yang didengarnya, pada saat yang sama dia dengan panik menghitung jadwal siklus menstruasinya. Yang membuatnya ngeri, menstruasinya sudah tertunda seminggu.

Tidak, rasanya mustahil. Dia selalu minum pil kontrasepsi setelah ....

Dia membeku di tempat duduknya.

Tiga minggu lalu, Juan menghadiri acara sosial yang berlangsung sepanjang malam. Dalam perjalanan pulang, mereka dua kali berhubungan intim di dalam mobil tanpa menggunakan perlindungan.

Cynthia berniat membeli pil pencegah kehamilan keesokan paginya, tetapi dia lupa ketika menerima telepon yang mengatakan bahwa Silvia ditangkap polisi karena berjudi. Cynthia begitu marah hingga dia benar-benar lupa untuk meminum pil pencegah kehamilan, dan saat dia ingat untuk meminumnya, waktunya sudah terlambat.

Tangannya memegangi perutnya.

Dia hamil setelah kencan butanya? Tidak mungkin begitu kebetulan, kan?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dan CEO Nakal
8.8
Kehidupan tenang seorang mahasiswi magang di perusahaan raksasa seketika berubah drastis. Semua bermula saat ia harus berurusan dengan sang CEO berkuasa yang terkenal nakal dan gemar menggoda. Di tengah dinamika dunia kerja yang penuh tantangan, asisten magang ini dipaksa bertahan menghadapi berbagai situasi tak terduga. Sanggupkah gadis cantik tersebut melewati hari-hari penuh warna bersama atasannya? Ikuti kisah perjuangan mereka.
Sampul Novel Aku Masih Bocil, Om
9.5
Masa muda seorang gadis seketika runtuh saat ulang tahun ke-18. Ia dipaksa menikah dengan David, pria dewasa yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Alih-alih mesra, kehidupan baru mereka justru dipenuhi pertengkaran konyol, mulai dari urusan kartu kredit hingga uang tunai untuk membeli camilan. Di tengah keraguan atas masa depannya, Dinar hadir dan secara terbuka menunggu status jandanya. Akankah pernikahan ini membawa kebahagiaan atau justru berujung nestapa?
Sampul Novel Dosen Killerku Ternyata CEO
7.9
Demi masa depan sang anak, Surya Dinata menjodohkan Alzena dengan Emilio Cullen, dosen blasteran yang berusia lima belas tahun lebih tua darinya. Padahal, Alzena sudah mempunyai kekasih bernama Jody. Di balik ketegasannya mengajar, Emilio rupanya seorang CEO pewaris takhta yang merahasiakan identitas aslinya. Akankah Alzena memilih cinta sejatinya bersama Jody, atau justru terjerat dalam rahasia besar suaminya yang menyembunyikan kebenaran?
Sampul Novel Godaan CEO Cantik Membangkitkan Kultivasi
9.0
Nasib Alfan Mananta berubah drastis setelah direktur rumah sakit yang cantik memaksanya untuk ikut pulang ke kediamannya. Sebagai dokter magang, Alfan tidak memiliki pilihan selain menuruti kemauan sang atasan. Sejak langkah pertama di rumah tersebut, dimulailah babak baru kehidupan mereka yang dipenuhi kedekatan tanpa batas. Hubungan intens ini membawa dinamika baru yang tidak terduga dalam keseharian sang dokter magang dan sang direktur di bawah satu atap yang sama.
Sampul Novel Hari Pernikahannya, Pembalasan Dendam Sempurnanya
9.2
Dulu aku menyelamatkan Arya Wicaksana, membantunya jadi raja bisnis, dan menikahinya secara rahasia. Tapi dia mengkhianatiku, menyebutku beban, bahkan menghancurkan klinik kenangan putri kami demi kekasih barunya. Arya menuduh ambisiku sebagai penyebab kematian anak kami dan berniat menghapus seluruh masa lalu kami. Dia merasa di atas angin, tanpa tahu bahwa undangan pernikahannya justru akan menjadi awal kehancuran total yang kusiapkan tepat di hari bahagianya.
Sampul Novel Istri Kontrak Tuan CEO
8.4
Pasca dijebak ayah dan ibu tirinya untuk dijual kepada duda kaya, hidup Scarlett Piers hancur. Dalam situasi genting, pengusaha misterius berwatak dingin bernama Xanders Rilley datang menolong. Xanders menawarkan perlindungan, namun mengajukan syarat berupa pernikahan kontrak selama setahun. Scarlett kini dihadapkan pada dilema besar: menyetujui kesepakatan itu demi membalas dendam pada keluarganya, atau justru masuk ke dalam pusaran bahaya yang jauh lebih mengancam.