APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan si Petani Tampan

Godaan si Petani Tampan

Mengikuti program pemuda terpelajar ke pedesaan pada era 1970-an membawa babak baru dalam hidupku. Di sana, perhatianku teralihkan oleh sosok Adri, seorang pria desa yang maskulin dan berotot. Didorong rasa penasaran, aku nekat menyelinap ke kamarnya di keheningan malam. Keputusan itu memulai hubungan intim yang penuh gairah di antara kami. Di sela-sela kesibukan menggarap ladang, kami mengukir romansa rahasia di berbagai sudut desa yang sepi dan pegunungan sunyi, meninggalkan jejak cinta yang mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 4

"Dua orang baru bisa memuaskanmu, 'kan? Kamu benar-benar nafsuan dan nggak tahu malu!"

Aku mengira Adri serius dan mataku pun memerah. Meskipun aku memang bernafsu besar, aku tidak sembarangan. Namun, ketika gerakannya makin kasar, aku menyadari bahwa dia sedang marah dan cemburu.

Adri mengangkat dan meletakkan sebelah kakiku di bahunya. Punggungku tidak berhenti menggesek pohon belakang akibat dorongannya. Kulitku yang halus pun terasa perih karena terkena permukaan pohon yang kasar. Rasanya sakit, tetapi juga memabukkan.

Saat mencapai puncak, Adri menggigit bahuku. "Jangan cari orang lain. Aku bisa memuaskanmu."

Seolah-olah untuk membuktikan ucapan ini, dia terus mendominasiku hingga fajar tiba. Aku tergeletak di atas dada bidang Adri, lalu mengelus-elus garis perut bawahnya dan tidur dengan perasaan puas.

Aku tidak tahu bahwa dia menatap wajahku saat aku tertidur. Tatapannya sangatlah lembut. Aku lebih tidak mengerti lagi apa maksud kalimat yang diucapkannya.

"Lama nggak jumpa, Nova."

Ketika membuka mata, aku berhadapan tepat dengan dua lembar uang kertas kusut bekas pakai semalam. Di permukaannya juga terdapat lapisan cairan. Seberapa tebal pun mukaku, aku juga tidak dapat mengendalikan rona merah yang menghiasi wajahku saat melihatnya.

"Ini untukmu."

Adri memegang setumpuk uang yang tebal dan menyerahkannya kepadaku. Suaranya terdengar canggung saat berujar, "Jangan pinjam uang dari orang lain lagi."

"Kamu cemburu?" Aku sengaja menggodanya. Tanganku menyentuh setiap inci ototnya dengan nakal.

Dia terdiam lama. Aku kira dia tidak akan menjawab pertanyaan membosankan ini. Saat aku berbalik dan ingin lanjut tidur, terdengar bisikannya yang sangat pelan, "Emm."

Sebelum aku sempat berbicara lagi, otot-ototnya yang kuat itu memelukku dengan erat. Suaranya yang magnetis menggema di telingaku. "Hiduplah bersamaku. Aku mampu menghidupimu."

Tubuhku masih terasa sakit. Sebenarnya, aku tidak ingin berpacaran dengannya. Perlu diketahui jika seseorang menikah dan punya anak dengan seorang petani, orang itu akan sulit untuk kembali ke kota. Aku memang egois.

Setelah memikirkan hal ini, aku mendorong otot perutnya untuk yang pertama kalinya. "Aku cuma mau tidur denganmu."

Adri menatapku dengan mata gelapnya, lalu mengangguk dan berbalik.

Aku mengira dia tidak akan pernah memuaskan hasratku lagi. Jadi, aku mencari target berikutnya di antara banyak petani. Ada banyak pria yang kuat, tetapi Adri tetap membuatku tidak bisa berpaling. Dia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain dan mampu membuatku tertarik untuk mendekat.

Oleh karena itu, aku memutuskan untuk memanjat jendelanya lagi tanpa malu. Dia seharusnya tidak bisa menolak tubuh indah yang diberikan secara cuma-cuma kepadanya, 'kan?

Namun, melalui kertas jendela yang tipis, aku melihat ada seorang wanita di atas tempat tidurnya. Aku juga mendengar Adri bertanya tentang keadaannya.

"Kamu pasti lelah bekerja di ladang hari ini. Kamu istirahat saja sehari besok. Jangan kecapekan."

Dia tidak pernah bersikap selembut ini terhadapku.

"Kak, apa ada orang yang kamu sukai?"

Aku memasang telinga untuk mendengar jawabannya.

"Aku rasa kamu lumayan baik."

Jawaban macam apa itu! Hatiku terasa getir, tetapi aku berpura-pura tidak peduli dan berbalik.

Jendela rumah Adri cukup tinggi. Aku terjatuh karena lengah sejenak. Sebuah kayu tajam pun menusuk kulitku dan aku secara refleks berteriak kesakitan.

Kedua orang di dalam kamar langsung terdiam. Begitu pintu dibuka, aku buru-buru berjalan pergi dengan tertatih-tatih.

Sekarang sedang musim panas dan cuacanya sangat panas. Lukaku pun meradang setelah dua hari bekerja keras. Berhubung demamku sangat tinggi dan tidak kunjung reda, aku menghentikan teman sekamarku yang hendak pergi ke ladang dan berujar, "Tolong beri tahu A ... Kak Adri aku minta izin."

Di daerah pedesaan, obat-obatan sangat langka. Aku menahan rasa tidak nyaman dan pergi mengambil handuk basah untuk mengompres dahiku supaya suhu tubuhku menurun.

Seiring dengan matahari yang makin terik, asrama yang terbuat dari jerami dan sempit ini terasa makin panas. Aku merasa pusing dan merobek pakaianku dengan linglung.

"Jangan bergerak." Terdengar suara Adri di samping telingaku. Aku pikir itu hanyalah ilusi yang ditimbulkan demam tinggi. Jadi, aku lanjut melempar kain terakhir yang menutupi tubuhku ke lantai.

Napasku tiba-tiba terasa berat dan gerakan tanganku dihentikan oleh seseorang. Aku membuka mata dengan kesal dan melihat Adri.

"Kamu terluka di mana? Aku sudah bawakan obat." Wajahnya yang tanpa ekspresi dan sikapnya yang seperti sedang menjalankan tugas membuatku tiba-tiba tersadar. Aku segera menarik selimut untuk menutupi tubuhku dengan rapat. "Kok kamu ada di sini?"

"Sebagai ketua tim, aku punya tanggung jawab untuk merawatmu."

"Oh." Aku menjawab, "Aku akan melakukannya sendiri. Posisi lukanya lumayan tinggi."

Lukanya ada di paha bagian dalam.

"Aku akan membantumu," katanya sambil hendak merentangkan kakiku dengan cekatan.

"Nggak usah." Aku menambahkan dalam hati, 'Kamu sudah punya pasangan.'

"Jangan bergerak!" Adri pun marah dan memelototiku. "Kalau mau mati di sini, kamu boleh lanjut melawan."

Aku pada dasarnya sudah merasa tidak nyaman karena sakit. Setelah dimarahinya, aku tiba-tiba merasa sedih. Dia jelas sudah punya pasangan, kenapa dia masih begitu baik padaku?

Aku meronta dengan asal, tetapi dia berlutut di antara kedua kakiku, juga menggunakan lututnya untuk merenggangkan kedua kakiku dan menahan tanganku. Ujung jarinya yang agak dingin menyentuh lukaku yang hampir bernanah. Aku pun gemetar kesakitan. "Sakit."

"Tahan."

Adri menatap luka itu dan napasnya berangsur-angsur memburu. Dia menatap mataku yang memerah dan berlinang air mata, lalu bertanya dengan suara yang makin dingin, "Kenapa kamu menangis?"

"Kamu sudah punya pasangan, kenapa kamu masih seperti ini?" Aku menangis makin kuat.

Dia menatapku dan tiba-tiba membungkuk. "Aku akan sterilkan lukamu."

Dia menjilat lukaku dengan ujung lidahnya yang lembut. Aku merasa sakit sekaligus geli, tetapi tetap bereaksi tanpa malu.

Tubuhku yang telanjang terasa makin basah dan Adri melihat semuanya. Saat ujung jarinya memasukiku, aku pun gemetar dan menangis tersedu-sedu. "Kamu nggak usah peduli padaku! Pergi! Atas dasar apa kamu bilang menyukaiku, tapi malah menyukai orang lain lagi!"

Seluruh rasa sedihku langsung meluap.

Adri masih diam dan lanjut menjilati lukaku dengan sepenuh hati. Ujung jarinya menjelajahi area sensitifku dan dia bahkan menambahkan satu jari.

Aku menangis dengan gemetar, juga merasa malu karena tidak dapat mengendalikan hasrat tubuhku. Aku merasa hasratku makin meningkat dan panas di tubuhku tidak tertahankan lagi. Setiap inci tubuhku mendambakan perlakuan yang lebih kasar.

Adri menatap lekat-lekat area di antara kedua kakiku dan tertawa, "Meski sakit, kamu tetap bisa begitu nafsuan?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B40177" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B40177
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Candu Dekapan Kakak Ipar
8.5
Menjadi bagian dari keluarga konglomerat justru menjadi siksaan bagi Djiwa. Diperlakukan buruk oleh ibu mertua tanpa pembelaan dari suaminya sendiri, ia merasa terasing di rumah megah tersebut. Namun, kehadiran Radja, kakak ipar tertua yang berwibawa dan dingin, mengubah segalanya. Tatapan intens Radja membangkitkan hasrat terlarang yang berbahaya. Djiwa pun terjebak dalam pusaran dosa manis yang tak bisa ia hindari, menyerah pada sentuhan pria yang seharusnya tidak boleh ia cintai.
Sampul Novel Dear Clarissa
7.9
Dua tahun Clarissa bertahan di kerasnya dunia malam Jakarta demi menjaga dirinya. Namun, ketenangannya terusik oleh Arga, pelanggan tetap yang sangat terobsesi padanya. Meski Clarissa benci pria dan terus menghindar, kuasa Arga membuatnya tak berkutik. Di sisi lain, perjuangan Arga meluluhkan Clarissa terhalang penolakan keras saudaranya yang memicu konflik besar. Akankah Clarissa akhirnya takluk pada pria yang kini terus membayangi hidupnya itu?
Sampul Novel Kisah Tukang Pijat Tunanetra
8.3
Himpitan ekonomi di masa pandemi memaksa seorang pria tunanetra mencari nafkah tambahan sebagai terapis pijat paruh waktu demi menghidupi keluarganya. Namun, panti pijat tempatnya bekerja ternyata menyimpan rahasia kelam berupa layanan khusus di lantai atas. Kejutan besar menantinya saat pelanggan pertama yang harus ia layani dengan teknik pijat khusus di ruangan tersembunyi itu adalah Siena Laudy, bos wanita yang sangat cantik dan berkuasa di perusahaannya sendiri.
Sampul Novel My Crazy Boss
8.6
Alexander Aimes, bos dingin yang gemar memecat asisten, dipertemukan kembali dengan Winona Kim. Perempuan itu pernah melukainya di kelab malam dan merusak mobilnya dalam sebuah kecelakaan. Demi melunasi ganti rugi dan membiayai sang ayah yang sakit, Winny, putri konglomerat yang jatuh miskin, terpaksa bekerja pada Alex di bawah ancaman penjara. Hubungan penuh ketegangan pun dimulai antara sang bos arogan dan asisten barunya yang keras kepala.
Sampul Novel Rapat Penting Itu Hanya Dusta
7.9
Saat nyawaku terancam dalam kecelakaan tragis, Roni mengabaikan tangisanku demi rapat yang ternyata bohong. Suamiku itu justru sibuk mengantar Chika, sekretarisnya, ke dokter hewan. Sakit hatiku kian mendalam ketika ia meremehkan hidupku dan menyerahkan proyek impianku pada wanita itu. Tepat di hari pernikahan kami yang kesepuluh, aku memilih menyerah. Walau Roni menertawakan gugatan ceraiku, aku bertekad bulat untuk pergi dan tidak akan pernah berbalik arah lagi.
Sampul Novel Turun Ranjang?
9.1
Kehidupan Bella berbalik arah setelah sebuah tragedi memaksanya menikahi Christopher, adik iparnya sendiri. Di tengah bayang-bayang perlakuan kasar Chiko, sang mantan suami, Bella kini harus menjalani babak baru. Meski Criss selalu berupaya melindunginya, sifat urakan pria itu membuat Bella enggan membuka hati. Mampukah pernikahan tanpa cinta ini bertahan? Ikuti pergulatan batin Bella menghadapi trauma masa lalu demi menemukan kebahagiaan sejati.