APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan CEO Cantik Membangkitkan Kultivasi

Godaan CEO Cantik Membangkitkan Kultivasi

Nasib Alfan Mananta berubah drastis setelah direktur rumah sakit yang cantik memaksanya untuk ikut pulang ke kediamannya. Sebagai dokter magang, Alfan tidak memiliki pilihan selain menuruti kemauan sang atasan. Sejak langkah pertama di rumah tersebut, dimulailah babak baru kehidupan mereka yang dipenuhi kedekatan tanpa batas. Hubungan intens ini membawa dinamika baru yang tidak terduga dalam keseharian sang dokter magang dan sang direktur di bawah satu atap yang sama.
Bab
Bagikan

Bab 5

Charista langsung tertegun. Dia menutup pipinya dengan tangan, lalu menatap Darian dengan wajah penuh keluhan. Darian sangat kesal, lalu berkata dengan suara rendah, "Keluar."

Baru saat itu Charista tersadar. Wanita di hadapannya adalah sosok yang tidak mampu dia singgung. Dengan mata berkaca-kaca, dia pun segera keluar dengan patuh.

"Bu Diana, maaf. Dia hanya dokter magang. Nanti akan kuberi pelajaran." Darian segera merendahkan diri dan meminta maaf kepada Diana.

Wajah Diana tampak muram dan dia tidak mengatakan apa-apa lagi.

Rhea mengangkat sedikit rok Cindy dan memeriksanya dengan teliti. Setelah itu, dia berbalik dan bertanya kepada Sahrul, "Kamu yakin sudah dilakukan USG?"

Sahrul mengangguk dengan serius. "Sudah dilakukan. Bukan hamil."

Rhea mengernyit dan berpikir sejenak, lalu berkata kepada Diana, "Bu Diana, jangan khawatir. Rumah Sakit Prima akan berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan putri Ibu. Sekarang aku akan mengumpulkan semua dokter terbaik untuk melakukan konsultasi bersama. Beri aku sepuluh menit."

Meskipun kondisi tubuh Rhea sangat buruk, dia tetap berkata kepada Sahrul, "Cepat kumpulkan semua orang untuk konsultasi."

"Nggak perlu dikumpulkan lagi. Kalau terlambat sepuluh menit lagi, gadis ini nggak akan tertolong."

Pada saat itu, sebuah suara terdengar dari sudut ruangan.

Semua orang menoleh.

Orang yang berbicara adalah Alfan. Dia berdiri di sudut dengan kedua tangan disilangkan di dada. Kepalanya sedikit dimiringkan dan sudut bibirnya terangkat. Penampilannya tampak santai dan tidak acuh.

Rhea menatapnya tajam, memberi isyarat agar dia diam.

Namun, Alfan sama sekali mengabaikan tatapannya dan kembali berkata, "Sekarang hanya ada waktu sepuluh menit untuk menyelamatkannya. Kalau melewatkan waktu ini, gadis ini benar-benar nggak akan bisa diselamatkan."

Begitu kata-katanya diucapkan, hampir semua orang terkejut, lalu mulai berbisik satu sama lain.

"Anak ini siapa? Berani sekali bicara seperti itu!"

"Kalian mungkin belum tahu. Namanya Alfan, dokter magang di Rumah Sakit Prima."

"Seorang dokter magang berani bicara seperti ini di depan semua orang? Ini benar-benar cari masalah."

"Alfan, kamu jangan bicara sembarangan. Kamu bukan dokter kandungan, kamu tahu apa!"

Rhea sampai menggertakkan gigi karena kesal. Dia bahkan ingin menendang Alfan beberapa kali. Sebelum datang, dia sudah menyuruh Alfan untuk tidak banyak bicara, tapi sekarang dia malah berbicara seenaknya.

"Bu Rhea, biarkan aku yang menyelamatkannya. Selain aku, nggak ada satu pun dari kalian yang bisa menyelamatkannya."

Dengan senyum tipis di wajahnya, Alfan berjalan mendekat dengan santai.

Rhea benar-benar marah dalam hati. Awalnya, dia berpikir Alfan masih punya sedikit sikap baik. Namun tak disangka, Alfan ternyata begitu sombong dan tidak tahu diri.

Di sisi lain, Darian memperlihatkan senyum licik di sudut bibirnya.

'Apa kamu punya kemampuan itu? Cuma dokter magang saja, berani sekali berlagak hebat.'

Kesempatan datang terlalu cepat. Dia mendekat ke Diana dan berkata dengan suara pelan, "Bu Diana, setahuku dokter muda bernama Alfan ini sangat berbakat. Meskipun dia masih muda, kemampuan medisnya sangat tinggi. Gimana kalau kita biarkan dia mencoba?"

Putri Diana sudah koma selama tiga hari. Mereka sudah pergi ke berbagai rumah sakit besar di Negara Madrino, tetapi tidak ada yang bisa mengobatinya. Baru kemudian mereka datang ke Rumah Sakit Prima di kota sendiri.

Awalnya dia sudah tidak memiliki banyak harapan. Namun, ketika tiba-tiba ada seorang pemuda yang berdiri dan mengatakan bisa menyelamatkan putrinya, secercah harapan langsung muncul.

Orang yang panik akan mencoba segala cara.

Terlepas dari reputasinya atau tidak, selama masih ada sedikit harapan, Diana tidak ingin melewatkannya. Dia segera berkata, "Kalau begitu cepat selamatkan putriku."

Darian sangat tahu bahwa kemungkinan Alfan bisa menyembuhkan Cindy hampir tidak ada.

Jika Cindy meninggal, semua tanggung jawab akan ditimpakan kepada Alfan. Dengan kekuatan Keluarga Sudarso, bahkan jika Alfan tidak mati sekalipun, hidupnya sudah pasti akan hancur.

Tentu saja, jika Alfan benar-benar bisa menyelamatkan Cindy, dia juga bisa mengklaim dirinya sebagai orang yang merekomendasikannya.

"Nggak boleh. Jangan biarkan dia menangani pasien. Dia hanya dokter magang, dia nggak punya kemampuan itu." Meskipun Rhea sangat marah, dia tetap tidak ingin Alfan dijadikan kambing hitam oleh Keluarga Sudarso.

"Kalau nggak segera ditangani sekarang, benar-benar nggak ada waktu lagi."

Alfan tahu Rhea berniat baik untuknya, tetapi dia sudah tidak punya waktu untuk menjelaskan kepada wanita itu. Jika dia tidak segera bertindak, gadis di atas ranjang itu benar-benar akan kehilangan nyawanya.

Semua orang yang hadir menatap dengan penuh keraguan pada dokter magang yang tampak biasa itu.

Saat dia berjalan mendekat, tanpa sadar semua orang memberi jalan untuknya.

"Alfan, kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan? Kamu tahu siapa yang terbaring di sana?" Tanpa memedulikan banyaknya orang di sekitar, Rhea langsung meraih pergelangan tangan Alfan.

Di wajah Alfan muncul senyum polos.

"Bu Rhea, percayalah padaku. Kalau aku berhasil menyembuhkan gadis ini, ingat ya, kamu harus memberiku hadiah."

Melihat dia masih bisa bercanda di depan banyak orang, Rhea panik dan segera melepaskan tangannya. Saat dia tersadar kembali, Alfan sudah berada di sisi Cindy. Dia mengangkat sedikit rok pasien, lalu menatap serius ke bagian bawah perutnya dan meneliti dengan saksama.

Melihat pemandangan itu, orang-orang di sekitar kembali mengeluarkan suara gumaman pelan.

Punggung Rhea terasa dingin dan dalam hati dia berkata, 'Habis sudah. Anak ini malah menatap ke bagian bawah perut pasien seperti itu, ini benar-benar nggak pantas!'

Ini jelas seperti mencari masalah sendiri.

Darian malah merasa senang dalam hati. 'Alfan, lihat saja bakal gimana kamu hancur!'

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Birahi Anak Tiri
8.4
Rasakan sensasi berbeda dalam kisah cinta modern yang sarat dinamika tak terduga. Karya fiksi ini menyajikan narasi unik penuh kejutan segar yang siap memikat Anda di setiap babnya. Pembaca akan diajak menelusuri alur penuh intrik serta hubungan kompleks yang mendalam dan membara. Setiap momen dirancang khusus untuk memberikan pengalaman membaca yang tiada duanya. Jangan lewatkan lika-liku asmara penuh gairah yang belum pernah Anda temukan sebelumnya.
Sampul Novel Harta, Tahta, Perjodohan
8.8
Demi ambisi orang tua, dua remaja SMA terjebak dalam rencana perjodohan paksa. Laluna Hasywa, gadis rupawan berpendirian kokoh, menolak keras karena meragukan ketulusan calon suaminya. Sebaliknya, Biru Al Arsakha, sang pewaris tampan Arsakha Company, sempat menolak sebelum akhirnya berbalik arah. Kini, Biru harus berjuang keras demi meluluhkan hati Laluna yang begitu keras. Akankah kegigihan sang pewaris mampu meruntuhkan benteng pertahanan gadis pilihannya?
Sampul Novel Kembalinya Marsha yang Tercinta
9.5
Pasca didepak dan direndahkan karena terbukti bukan putri kandung, Marsha difitnah sebagai anak petani oleh pewaris asli yang culas. Padahal, ayah kandungnya adalah miliarder nomor satu, lengkap dengan saudara-saudara hebat yang siap memanjakannya. Marsha sendiri sebenarnya pengusaha mandiri yang sukses. Begitu mantan kekasih yang angkuh mendepaknya, sesosok pria misterius yang sangat berpengaruh hadir melindunginya sekaligus membungkam semua orang yang pernah menghinanya.
Sampul Novel Koleksi Kisah Nakal (21+)
9.2
Menyajikan dinamika hubungan modern, antologi romansa dewasa ini mengungkap berbagai rahasia tak terduga dalam setiap pertemuan. Pembaca akan diajak menelusuri liku gairah serta emosi mendalam lewat momen-momen intim yang penuh kejutan di tiap babak. Di sini, situasi biasa dapat berubah menjadi peristiwa menggoda yang sangat berkesan bagi para tokohnya. Kisah-kisah ini mengeksplorasi hasrat yang tak terbayangkan sebelumnya.
Sampul Novel MANDUL
9.7
Bertahun-tahun membina rumah tangga tanpa kehadiran buah hati membuat hidup Izza dipenuhi tekanan. Setiap hari, ia harus tabah menghadapi cemoohan orang sekitar. Beban batinnya kian berat saat pihak keluarga mulai membandingkan dirinya dengan Asih, menantu baru yang langsung berbadan dua di bulan pertama pernikahan. Di tengah runtuhnya rasa percaya diri dan tuntutan keluarga yang menghimpit, sanggupkah Izza bertahan? Simak perjuangan batin Izza demi menjemput impiannya.
Sampul Novel Satu Malam Untuk Selamanya
9.3
Akibat jebakan sahabatnya, Claire melewati malam panas bersama Levin hingga dirinya hamil. Ia memilih pergi menjauh untuk merawat putranya seorang diri tanpa memberi tahu Levin. Namun, takdir membawa mereka bertemu kembali bertahun-tahun kemudian. Levin yang terkejut saat mengetahui keberadaan anak kandungnya langsung menuntut tanggung jawab. Kini, Claire dihadapkan pada pilihan sulit: memaafkan pria masa lalunya itu atau tetap menutup rapat pintu hatinya.