APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan Bini Orang

Godaan Bini Orang

Masa lalu kelam kini mengancam pernikahan bahagia Rhido dan Lisda. Kehamilan sang istri diwarnai teror mistis yang menyakitkan setiap kali mereka bermesraan. Bertekad setia, Rhido menahan diri hingga tuntutan kerja mengirimnya ke pedalaman Jawa dan Kalimantan. Di tengah perjalanan, berbagai godaan hasrat menguji imannya. Mampukah mantan berandalan ini bertahan, ataukah kutukan masa lalu akan menghancurkan keselamatan istri dan calon bayinya?
Bab
Bagikan

Bab 2

“OH GOD!” seru Rhido seraya membuka matanya yang silau, pedih dan tentu saja sedikit lelah.

Atap kamar berwarna putih menjadi sasaran lamunannya pagi ini. Pandangan matanya yang belum jelas menambah kebingungan akan kesadarannya yang belum pulih.

‘Ngapa gua ngimpi gituan sama Bu Kades? Ah, sial celana gua basah gini. Gila, malu amat kalau sampai ketahuan sama bini gua!’ maki Rhido dalam hati ketika tangannya meraba celana dalamnya yang terasa basah dan lengket.

Tanpa banyak pikir, Rhido langsung bangun dari tempat tidur dan beringsut masuk kamar mandinya. Tentu saja semua dia lakukan dengan serba tergesa-gesa sebelum Lisda melihat dan mencurigainya.

Rhido langsung merendam celana dalamnya yang penuh lendir, agar tiada jejak yang bisa menimbulkan tanda tanya besar bagi istrinya.

“Ah gila, ini benar-benar gila!” maki Rhido pelan. Sepanjang dia mengenal Bu Kades baru kali ini dia memimpikannya. Mimpi basah lagi.

“Hmmm kayanya sisa-sisa semalam ini!” ujarnya pada diri sendiri sambil mengingat-ingat kembali semua kejadian yang dialaminya sejak kemarin sore yang jelas-jelas pagi ini hingga membawanya masuk dalam mimpi yang sebegitu dahsyat dan basahnya.

Tadi malam, Karang Taruna Kompleks Cendawasih, menggelar hiburan orgen tunggal dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Rhido, Lisda beserta hampir semua warga kompleks turut hadir. Mereka turun bergembira berjoget dan bernyanyi bersama artis-artis panggung yang diundang.

Mula-mula dalam hiburan itu mereka berjoget dengan pasangannya masing-masing. Berkat inisiatif anak-anak muda yang belum punya pasangan, mereka pun diperbolehkan joget dengan mengambil pasangan secara bebas.

Semua setuju dengan tak ada seorang pun yang merasa terganggu, cemburu atau tersinggung. Tua muda larut dalam pesta yang tetap terkontrol ketertiban dan keamanannya itu.

Menjelang akhir acara, Lisda berjoget tipis-tipis dengan Ardika, sang Ketua Karang Taruna. Sedangkan Rhido berjoget cukup heboh dengan beberap ibu kompelks termasuk Bu Kades, istri muda salah seorang penguaha ternama.

Sekilas Rhido melirik istrinya yang sedang menikmati joget kalem dengan Ardika, pemuda yang kegantengannya sempat mengalahkan ratusan pemuda dalam ajang kontes Mojang dan Jajaka Kota Hujan. Lisda pun beberapa kali memperhatikan Rhido yang tertawa gembira bersama istri mua sang pengusaha yang memiliki kecantikn paripurna.

Menjelang tengah malam acara berakhir dan semua kembali ke rumah masing-masing dengan perasaan gembira walaupun lumayan melelahkan.

Sesampainya di rumah, setelah mandi air hangat, pasangan muda paling serasi tahun ini, Lisda dan Rhido segera bernajak ke tempat tidur.

"Bagaimana tadi, Sayang?" tanya Rhido sambil memeluk istrinya dengan mesra.

"Apanya yang gimana, honey?" Lisda balik tanya sambil merebahkan kepalanya di salah satu tangan kekar suaminya.

"Ya tadi, waktu kita berjoget di panggung," terang Rhido sambil mengecup bibir mungil istrinya itu.

"Aku benar-benar sangat menikmatinya dan bergembira, Mas," jawab Lisda sambil tersenyum manis dan tangannya mengusap-ngusap dada suaminya.

“Aku agak sedikit khawatir dengan yang ini, Sayang,” balas Rhido seraya mengelus-elus perut istrinya yang baru beberapa minggu dinyatakan positif berisi.

“Hehehe, aku kan gak terlalu berlebihan jogetnya, hanya tipis-tipis aja kok, Sayang,” sanggah Lisda meyakinkan.

“I know, terima kasih telah menjaga dia untukku,” balas Rhido sambil kembali mengecup kening dan rambut di kepala istrinya.

"Harusnya sering mengadakan acara-acara seperti tadi, jangan cuma musiman aja," ucap Rhido sambil kembali mengelus-elus perut istrinya yang masih belum terlihat ada perubahan dalam bentuknya.

"Mmh, memangnya kenapa?" tanya Lisda sambil mencium pipi Rhido lalu mengecup bibirnya dengan penuh kasih sayang.

"Ya, bagi kita yang baru beberapa bulan menjadi warga sini, kan bisa bersosialisasi serta bergembira dengan semua tetangga. Jarang sekali kita bisa berjumpa atau ngumpul bareng-bareng mereka, terutama aku." Rhido berucap sambil membuka seluruh kancing baju tidur istrinya.

“Iya siiiih,” desah Lisda saat suaminya mulai menggeryangi sekujur tubuhnya. “Dan aah eeeh, kamu keliatan bahagia sekali saat joget bareng Bu Kades tadi, Mas, aaah geli…,”

Lisda menggelinjang. Birahinya menggelora saat membayangkan kembali suaminya yang begitu bergairah saat berjoget dengan istri mudanya Pak Kades.

“Hmmm kamu juga kan sangat menikmati goyangan tipis-tipisnya Ardika sang brondong super ganteng, hehehe,” balas Rhido bercanda.

“Hmmm, apakah Mas cemburu?” tanya Lisda seraya mengerling dan mengeliat manja.

“Gak lah. Kita kan jogetnya depan umum. Lagian gak ada tuh yang jogetnya berlebihan. Ardika apalagi, dia sangat kalem dan dewasa,” balas Rhido sebelum kembali melumat bagian depan tubuh istrinya.

“I…i..yaaaa sih, tapi aaaah…” Lisda tak melanjutkan ucapannya.

“Tapi, apa sayang?” tanya Rhido seraya menatap wajah istrinya yang merem melek.

“Tapi Mas beda banget saat berjoget sama Bu Kades, tatapannya terasa lain, uuuh ssst…hehehe.” Lisda kembali menggelinjang kegelian.

“Gak lah, Sayang. Biasa aja kok. Sama seperti aku maenatap Mbak Lina, Mbak Wulan atau ibu-ibu dan gadis lainnya. Sama juga seperti kamu menatap Riko, Pak Kades, Ardika atau mereka yang tadi joget sama-sama kita,” sangkal Rhido lembut.

“Oooh,” lenguh Lisda saat Rhido menciumi dan menjilati buah dadanya. Tangan Rhido pun mulai beraksi melucuti seluruh pakaian yang dikenakan oleh istri juga dirinya. Sebenarnya Rhido sudah menahan hasrat sejak tadi. Hatinya mengakui sejak berjoget dengan Bu Kades, ada letupan-letupan gairahnya yang membara.

"Oh sayangg teruuuus….," desah Lisda agak keras ketika Rhido mulai menggerakkan tubuhnya secara pelan-pelan. "Oh, enak, sayang sssst, aaaah saaaakiiit Maaaas…" jerit kecil Lisda terdengar ketika dia mencapai puncak kenikmatannya dalam waktu yang cukup singkat.

Rhido segera menghentikan semua aktifitasnya dan segera menarik batangnya dari tubuh istrinya. Tak ingin membuat istrinya kesakitan atau kelelahan, walau dirinya belum sampai pada puncak yang diinginkanya.

Kondisi Lisda yang sedang hamil muda, senantiasa membuat Rhido juga Lisda teramat berhati-hati dalam segala aktivitasnya. Terlebih Lisda sering mengeluhkan rasa sakit yang menderanya.

“Tidurlah dengan nyenyak, Sayang?” bisik Rhido penuh kasih sayang.

“Gak papa kan aku tidur duluan, Mas? Gimana dong, Mas kan belum…..?” Lisda merasa bersalah.

Sejak dirinya dinyatakan positif hamil, belum pernah memberikan pelayanan yang maksimal pada suaminya. Hal itu memang awalnya atas saran Rhido agar Lisda tidak memaksakan diri.

“Aku selalu merasa puas, Sayang. Buktinya sudah ada hasilnya,” hibur Rhido sambil kembali mengelus-elus perut istrinya, agar sang calon ibu anaknya itu tidak merasa bersalah.

Tak berapa lama kemudian mereka pun tertidur dengan lelapnya.

‘Hmmm mungkinkah karena tadi malam gua gak sampai tuntas sama istri, makanya pagi ini kebawa mimpi? Bukankah sudah sering emang selalu gak tuntas?’ tanya Rhido dalam hati sambil kembali terkekeh kecil karena merasa sangat geli bisa mimpi basah dengan seorang wanita yang sudah dia anggap ibunya sendiri.

“Ah malu-maluin aza! Dasar mimpi! hehehe,” ucap Rhido sambil terkekeh dan keluar dari kamar mandinya. Untuk saja istrinya masih berada di luar kamar. Tampaknya dia sedang menyiapkan sarapan pagi.

^*^

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dinikahi Kakaknya
9.3
Keisha didera nestapa saat Rafael, sang kekasih selama lima tahun, absen di hari pernikahan mereka. Demi menyelamatkan kehormatan keluarga Keisha dari kehancuran, Dion yang merupakan kakak kandung Rafael maju menggantikan posisi sang adik. Tanpa ada landasan cinta dan hampir tidak saling mengenal, Keisha terpaksa menyetujui pernikahan darurat ini. Kini, ia harus mengarungi bahtera rumah tangga yang tak pernah diduga. Akankah pernikahan tanpa rasa ini sanggup bertahan?
Sampul Novel Dituduh Mandul
9.5
Hidup Amel hancur setelah memergoki Yuda berselingkuh dengan Rania. Malang baginya, ia malah difitnah tidak setia, dituduh mandul, lalu diceraikan dan diusir begitu saja. Demi bertahan hidup, Amel terpaksa bekerja sebagai pelayan pribadi Zack Lee, pengusaha muda sukses yang sangat eksentrik. Kini, ia harus tunduk pada kebiasaan aneh majikan barunya tersebut yang gemar menyusu dan menuntut kehadiran Amel untuk menemaninya tidur setiap malam.
Sampul Novel Gadis Nakal Itu Milikku
9.4
Grace terduduk tak berdaya, hancur setelah dipermalukan oleh Edward. Keangkuhan yang biasa ia miliki kini sirna sepenuhnya. Di sela tangisan Grace, Edward datang mendekat, mendekapnya dengan erat sembari meminta maaf. Ia berterus terang bahwa amarahnya tersulut akibat cemburu melihat kebersamaan Grace dengan Kevin. Walau sempat kehilangan kendali, Edward akhirnya menyadari kekacauan hatinya. Ia pun mengecup kening Grace, mencoba mengutarakan rasa sesak di dada yang selama ini tak ia mengerti.
Sampul Novel Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris
9.7
Divonis mandul membuatku dicampakkan oleh suamiku, seorang Wakil Bos Mafia. Ia tega membawa ibu pengganti dan memperlakukannya penuh kasih, mengkhianati pernikahan kami. Bahkan, ia membiarkanku terluka parah demi menyelamatkan wanita itu. Di dunia hitam, perceraian biasa tidak pernah ada. Demi menghancurkannya, aku merekayasa kematianku sendiri agar ia membusuk di tengah kehancuran takhta yang ia banggakan.
Sampul Novel Jerat Cinta Dosen Killer
9.3
Arum terancam dikeluarkan dari kampus setelah tujuh tahun belum juga lulus kuliah. Keadaan kian sulit saat ia mendapat Daffin Narendra, dosen muda yang sangat ketat, sebagai pembimbing skripsinya. Di tengah perjuangan menyelesaikan studi, gosip hubungan asmara mereka mendadak menyebar luas. Situasi semakin berbahaya ketika teror misterius dari masa lalu mulai mengancam keselamatan mereka berdua. Mampukah Arum dan Daffin bertahan?
Sampul Novel Niat Jahat Majikanku
9.4
Niat bekerja sebagai pengasuh bayi justru membawa perempuan ini ke dalam situasi tak terduga bersama majikannya, Pak Jeff. Demi menguji kelayakan sang pengasuh, miliarder yang mengidap gangguan emosi tersebut menuntut pelayanan khusus berupa pasokan susu segar setiap hari untuk dirinya dan sang anak. Meski merasa malu, ia berusaha tetap profesional demi mempertahankan pekerjaannya yang berharga. Namun, rahasia hubungan intim ini akhirnya terendus oleh ayah Pak Jeff, yang kemudian memanggilnya ke ruang kerja secara mendadak pada suatu malam.