APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gigolo Kampungan

Gigolo Kampungan

Bertahan hidup di kota besar, Alex memanfaatkan ketampanannya dengan bekerja sebagai gigolo. Meski mahir memikat hati para wanita demi memenuhi kebutuhan ekonomi sejak muda, kemewahan yang mengelilinginya tak mampu mengusir kehampaan. Di balik pesonanya, ia memendam kesepian dan krisis identitas yang mendalam. Setiap malam setelah bekerja, Alex selalu merenungi nasibnya. Ia sangat mendambakan kehidupan yang lebih bermakna dan sadar profesi ini hanyalah sementara.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mataku tak bisa berpaling dari sosok yang kini duduk di hadapanku, di kafe yang cukup sepi ini. Karin, dengan rambutnya yang tergerai indah dan senyum yang selalu menggoda.

"Kamu masih ingat aku, kan?" tanyanya dengan nada yang berat terlukis jelas kekhawatiran akan lupa.Aku mengangguk, "Tentu, Karin. Bagaimana mungkin aku lupa?" Dia tersenyum lega, namun mataku tertangkap sedikit kerut di dahinya, seolah ada kegelisahan yang tersimpan. Karin selalu memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan fantasinya yang unik ketika bersamaku. Setiap pertemuan adalah sebuah petualangan baru, sebuah cerita yang tak terduga. Walaupun kadang kurasakan ada beban tertentu karena harus memenuhi ekspektasi tinggi dari imajinasinya, tetapi melihatnya puas adalah sebuah kepuasan tersendiri bagiku.

"Kamu terlihat sedikit berbeda hari ini," ujarku, mencoba memecah kebekuan.Dia menghela napas, "Mungkin karena aku sedang tidak dalam mode 'fantasi' kali ini."

Aku tersenyum, mencoba menenangkannya. "Karin, kita bisa saja mengobrol biasa kali ini. Tanpa perlu ada skenario apa pun."

Dia mengangguk pelan, dan dari sorot matanya yang sekarang lebih tenang, aku tahu dia menghargai itu.

******

Malam harinya, aku kembali pada rutinitasku yang sebelumnya sempat vakum sampai beberapa bulan.

"Apa kabar kamu dek ?" Mba Lala langsung memelukku sangat Erat ketika melihatku kembali ke cafe enjoy, untuk memulai pekerjaan lamaku.

"Untuk fisik, sehat kok, tapi untuk hati mungkin masih perlu beberapa waktu untuk kembali pulih, " jawabku sambil membalas pelukannya.

"Awww...." Dia meringis manja,  kemudian Mba Lala memundurkan bagian perutnya.

"Hehhee...." Aku hanya bisa terkekeh malu karena Menyadari milikku tengah berdiri tegang.

"Hahaha....kamu tidak pakai sempak yah? " tebaknya.

"Hehehe...Udah pada bolong semua mba, mau beli ulang tapi sayang aja duitnya " jawabku, malu tapi tetap berusaha menjelaskan yang sebenarnya.

"Nanti mba akan bantu kamu buat alihkan pelanggan ke kamu aja untuk sementara" jawab mba Lala kemudian dia menarik lenganku untuk ikut dengannya.

Sejenak aku berhenti karena melihat beberapa wajah baru kembali, hanya mba Mawar, Bella, dan Jesika saja yang saat ini aku kenal.

"Coba deh kamu ngobrol bentar dengan mereka berdua " Lanjut mba Lala, sambil menunjuk dua pria yang duduk di tempat terpisah.

"Salam kenal Bro, Alex, " uapku sambil mengulurkan tanganku sebelum duduk.

"Yoga " Jawab pria tinggi, kurus, tapi wajahnya begitu membuatku insecure, wajah tampan, hidung mancung bahkan kulitnya putih bersih.

"Farel, "  Berlanjut menyalami pria yang duduk lebih santai di samping Yoga, farel Memang tidak setampan Yoga tapi, m memiliki tubuh kekar, tanganya saja lebih besar di bandingkan tanganku.

"Boleh duduk ? " Tanyaku karena mereka belum memberikan sebuah tawaran.

"Hahaha... sampai lupa, sorry bro " Celetuk Yoga yang sepertinya ikut merasa bersalah.

Berbeda dengan Farel dia lebih kalem dan santai, dia lebih memilih untuk melanjutkan fokus pada handphonenya.

"Udah lama kerjanya bang ?" Tanyaku ke Farel karena dia berada lebih dekat denganku.

"Baru seminggu Lex, tapi lumayan lah hasilnya udah kebeli mobil, " Jawab farel sedikit tersenyum simpul.

Mendengar itu, aku sedikit tidak percaya, 

"Udah beli mobil, tapi kok masih numpang di apartemennya mba Lala ?" batinku.

"Hmmm....cabut duluan Lex, aku udah dapat lagi nih, " sahut Farel, seketika wajahnya berubah ramah.

Untuk malam ini aku tidak bisa berharap mendapatkan pelanggan, di sisi lain aku tidak memiliki ponsel, untuk mengakses aplikasi.

"Bro.... katanya kamu udah lama kerja di sini ? " tanya Yoga kemudian dia sedikit bergeser ke arahku.

"Iya, kemarin cuman ngambil cuti doang, kalau kamu udah berapa pekan kerja di sini ?" Tanyaku balik.

"Baru dua mingguan kayaknya, tapi Aku tidak seberuntung bang Farel bro, " jawabnya membandingkan dirinya dengan Farel.

"Selama dua minggu udah dapat berapa pelanggan ?" Tanyaku

"Hmmm 3 kayaknya deh " jawabnya.

"Itu sih udah lumayan, tapi gimana tanggapan pelanggan ? " Tanyaku semakin kepo.

"Nihh coba liat punyaku bro, udah pasti mereka pada puas, hanya saja stamina yang kurang, " jawabnya dengan santainya mengeluarkan rudal tumpul yang masih saja terbungkus kulit di bagian kepalanya.

"Anjnggg...." Timpalku kaget karena dia dengan santainya memperlihatkan keperkasaan miliknya yang sangat aneh menurutku, meskipun millikknya besar tapi bagiku modelnya begitu lucu karena kepalanya tidak memperlihatkan kegagahannya.

"Hahaha...aku ngga sunat bang," ucapnya yang sepertinya mengetahui apa yang membuatku kaget.

Tidak lama kemudian Mba Lala datang menghampiriku, dia berbisik.

"Sekarang kamu siap-siap, ada yang booking kamu dia sudah menunggu di bawah, bagian parkiran, " bisik mba Lala, perasaan haru menyelimuti,  begitu bahagia, bahkan seakan ingin berteriak tapi malu juga.

"Ga, aku lanjut dulu, " ucapku pamit ke Yoga.

"Lariss... manis....selamat berjuang Lex" Jawabnya dan kembali menyabet rokok filternya. Sangat jelas dia berusaha menghibur dirinya sendiri.

Sesampainya di parkiran khusus mobil, aku langsung terpengarah dengan mobil yang senantiasa menyalakan lampu sennya secara bersamaan.

Tanpa menunggu lama aku langsung menghampirinya,

"Langsung naik aja, " ucapnya ketika dia menurunkan kaca mobilnya, keadaan yang gelap membuat ku tidak bisa melihat wajahnya secara jelas, jadi aku langsung menuruti perintahnya saja.

"Pegangin dada aku dong, udah horny banget nih, " pinta Wanita di sampingku.

"Huhffttt " aku berusaha tenang dengan permintaannya secara tiba - tiba.

"Lala yang recommendasikan kamu loh, " lanjutnya.

Ketika mobil sudah melaju dengan kecepatan sedang, tanganku mulai bergerak ke arah dadanya, baru saja mendapat menggenggamnya tiba - tiba aku gemetar hebat, bukan karena menikmati kenyalnya dada wanita di sampingku.

Tapi tiba - tiba aku merasa ketakutan melakukan hal tak senonoh ini dalam keadaan berkendara, rasa trauma akibat kecelakaan yang menimpahku dengan istriku ternyata membawa dampak begitu besar.

"Kamu masih grogi yah ? " Tanya wanita di sampingku.

"Iyyaa mbaaa," jawabku singkat.

"Panggil Winda aja, " Pungkasnya.

"Win, sebaiknya kita jangan melakukan hal seperti ini di jalanan " pintaku, dan berharap dia mengerti.

Tidak lama kemudian, akhirnya laju mobil perlahan semakin menurun dan berhenti tepat di sebuah rumah tingkat yang tidak begitu besar tapi, cukup enak di pandang mata.

Pintu pagar otomatis terbuka ketika Winda menancapkan sebuah kartu ke bagian tiang pembatas pagar.

Grekkk....greekkk....

Suara pagar ketika terbuka, dan sempat membuatku berpikir keras, bagaimana mungkin pintu bisa terbuka hanya dengan menggesekkan sebuah kartu.

Kemudian mobil masuk di bagasinya, tanpa basa - basi dia menggandeng tanganku.

Tingkahnya membuatku sedikit mengurangi rasa canggungku, karena dia seolah sudah mengenalku lama, sikapnya yang terlalu agresif mulai memancing nafsuku yang sudah lama tidak aku lampiaskan, dan aku masih mengingat jelas terakhir kali aku menikmatinya dengan istriku

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sedalam Doa
9.2
Penyesalan merayap setelah aku meninggalkan Naira demi Qirani, yang akhirnya malah mengkhianatiku setelah lulus. Demi menyembuhkan luka, aku memilih membangun karier di Pekanbaru, meski bayang Naira tak pernah hilang. Begitu tahu rencana pernikahan Naira batal, aku bertekad membenahi diri dan terus berdoa agar dimaafkan. Setahun berjuang dengan sabar, ketulusanku akhirnya melunakkan hati Naira. Kini, kami telah bersatu dalam pernikahan dan hidup bahagia bersama putri kecil kami.
Sampul Novel Garis Cinta
8.2
Protes langsung terlontar dari bibir Diza begitu merasakan tindakan kasar sang kekasih. Menyadari kesalahannya, Rayden pun segera meminta maaf dengan kelembutan yang menenangkan. Ia berjanji akan bersikap lebih pelan dan hati-hati demi menjaga kenyamanan bersama. Sambil mencairkan ketegangan romantis yang menyelimuti mereka, Rayden melonggarkan dasi yang menjerat lehernya sejak tadi, bersiap melanjutkan momen intim tersebut dengan lebih santai.
Sampul Novel Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
8.4
Kyle Blackwood kabur dari pernikahan, menghancurkan reputasi Raelynn Harper. Demi membalas rasa sakit hati, Raelynn nekat mengancam kakak Kyle, Tristan Blackwood, seorang direktur hiburan yang sangat berkuasa. Namun, rencana itu berbalik arah. Tristan yang kaya raya justru memanfaatkan celah ini untuk memaksa Raelynn menikahinya. Kini, Raelynn terjebak dalam pernikahan penuh ambisi dengan Tristan, sosok yang siap menghancurkan harga dirinya.
Sampul Novel Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan
8.4
Tepat di hari jadi pernikahan mereka, Alisha dijebak selingkuhan Jordan hingga terbangun dengan pria lain. Ketika Alisha meminta cerai akibat pengkhianatan itu, Jordan justru meremehkan perasaannya. Kini, Alisha bangkit menjadi bintang terkenal yang memikat dunia. Jordan yang didera penyesalan berusaha mengejarnya lagi. Namun, ia terkejut saat tahu Alisha kini bersama seorang taipan berkuasa yang ternyata adalah kakak kandungnya sendiri.
Sampul Novel Ketika Suami Mulai Bosan
8.7
Dalam pernikahan, cinta tidak selalu berjalan mulus. Kejenuhan kerap hadir dan mengikis kehangatan hubungan hingga menyisakan kehampaan. Saat dihadapkan pada pilihan sulit antara bertahan atau berpisah, perjuangan mengembalikan rasa yang hilang menjadi ujian yang sangat berat. Melalui doa dan usaha tanpa henti untuk merajut kembali kasih sayang yang pudar, mereka berharap mukjizat Tuhan dapat menyatukan kembali hati mereka sebelum semuanya terlambat.
Sampul Novel PENGANTIN DADAKAN (Menikah Dengan Chef)
8.6
Hidup Cantika berbalik seratus delapan puluh derajat akibat sebuah peristiwa tak disangka. Tanpa ada rencana atau persiapan, ia mendadak dipaksa masuk ke dalam pernikahan kilat yang sangat mengejutkan. Kenyataan baru sebagai istri yang datang tiba-tiba ini membuatnya dilingkupi rasa bingung sekaligus linglung. Kini, Cantika hanya bisa tertegun dan meratapi takdirnya yang berubah drastis dalam sekejap, terikat dalam pernikahan yang tak pernah ia bayangkan.