APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Getaran Hasrat Cinta

Getaran Hasrat Cinta

Clara terpaksa menjadi madam demi menggantikan sang ibu. Kehidupan kelam ini ia jalani sejak James merebut kesuciannya lewat transaksi mahal. Dipenuhi rasa benci, Clara bersumpah akan menghancurkan hidup lelaki itu sebagai balas dendam atas takdir buruknya. Namun, rencana tersebut diuji saat James kembali hadir sebagai pelanggannya. Di tengah gemerlap dunia malam, pertarungan sengit antara harga diri, dendam, dan hasrat yang membara pun tidak lagi terhindarkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

TuK!

     Suara gelas yang beradu dengan

meja marmer membuat suara khas tercipta. James memilih menghabiskan malamnya di

dalam bar bersama dengan teman-temannya. Suara tawa menggelegar. James tak lagi memedulikan suara pasangan yang sedang bermesraan di samping meja minumnya, karena sekarang mereka sedang berada di tempat umum, tempat semua orang bebas melakukan apapun. Termasuk untuk berjoget dan melancarkan aksi untuk

mendapatkan partner penghangat ranjang.

     “Ah, sialan! Kenapa wine ini sangat enak?” gerutu James. James mengusap sudut bibirnya yang sedikit menyisakan cairan wine bekasnya minum. Meletakkan gelas kosong itu di meja dan kembali mengobrol dengan teman-temannya.

     “Ya. Kualitas disini memang terbaik! Aku pun mengakuinya! Kadar alkohol, serta kriteria wanita yang disediakan benar-benar sangat sesuai dengan yang aku inginkan!” celetuk salah satu teman James dengan senyum mesum yang sudah terlihat ketika matanya melihat tubuh sempurna seorang wanita yang sepertinya akan dijadikan mangsa oleh teman James malam ini.

     “Oh, lihatlah! Bukankah gerakan badannya sangat lentur? Ah, aku tidak bisa membayangkan bagaimana gerakan yang dia lakukan ketika kami sudah melakukan itu,” ucapnya dengan mata terpejam untuk membayangkan betapa menyenangkannya bermalam dengan wanita yang sudah teman James incar.

     “Hei! Hapuslah fantasi liarmu! Kau menjijikkan!” tukas James merasa tak tertarik dengan objek yang sedang menjadi pusat perhatian teman-temannya.

     “Ayolah. Apakah kau tidak tertarik dengan wanita seperti dia? Coba kau lihat lagi, tubuhnya sangat pas dengan ukuran tangan kita yang besar ini. Bukankah itu akan sangat

menyenangkan?”

     James hanya memutar bola mata

malas mendengar penuturan temannya. Entah kenapa James sedang tidak mood untuk menghabiskan malam bersama dengan wanita malam ini. Mungkin karena ia terlalu banyak menghabiskan waktu dengan tumpukan berkas yang harus James periksa saat bekerja seharian.

     “Aku dengar, kita akan kehilangan satu mucikari? Ck! Apakah club’ ini sedang bercanda? Kenapa menghilangkan mucikari hebat seperti madam? Bahkan, dia selalu memberikanku wanita yang enak, dan tak pernah membuatku kecewa sedikit pun dengan pelayanan mereka!” gerutu salah satu teman James sangat menyayangkan dengan pembersihan mucikari di club’ langganan mereka berbuat sesuatu yang sudah tentu sangat dilarang oleh negara.

     “Siapa bilang? Tidak, bukan melakukan pembersihan, tetapi hanya mereka sedang mencari pengganti saja. Tebakanmu salah, Bro!” sahut Dandeles akhirnya membuka suara saat sejak awal memilih untuk diam dan menghabiskan minumannya seraya mendengarkan percakapan teman-temannya.

     “Darimana kau tahu?”

     “Aku ahli jika menebak hal-hal seperti ini! Makanya, James selalu mengandalkanku untuk mencari teman tidur. Ha-ha,” celetuk Dandeles yang hanya direspons oleh tatapan menghunus James.

     “Sudahlah. Kami akan berjoget sebentar, dan akan kembali lagi ke sini. Mungkin saja, ada wanita yang memberikan gratisan,” ucap mereka membuat James menyeringai penuh misteri.

     “Jangan percaya dengan yang namanya gratisan, Bro! Bisa jadi mereka sedang merencanakan sesuatu di balik kata ‘gratisan’ itu,” peringat James agar teman-temannya tidak salah dalam mengambil langkah. James sangat tahu tabiat seorang jalang. Apalagi, mereka sudah melayani banyak pria. Entah pria muda ataupun tua bangka, James yakin mereka bukanlah wanita baik-baik. Ck! Itu sudah tentu!

     James mengangkat sebelah alisnya saat wanita dengan gaun tipis yang menutupi sebagian inti tubuhnya tiba-tiba saja langsung naik ke pangkuannya dan menempelkan kepalanya pada dada bidang James. Wanita itu tersenyum untuk menggoda James. Sedikit memberikan sentuhan dengan mengusap rahang tegas James yang sangat mempesona.

     “Tuan, kau sangat tampan.” Wanita itu dengan berani mengecup bibir James tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu. Tentu saja hal itu tak luput untuk tidak di lihat oleh

Dandeles yang masih berada di dekat James.

     “Kau gila, Nona?” marah Dandeles lantaran pria itu tak tahu dari mana asal usul wanita yang kini berada di pangkuan James. Kelompok James sangat tidak suka dengan wanita yang tiba-tiba datang, dan tidak diketahui asal-usulnya. Mereka lebih memilih untuk bermalam dengan wanita panggilan, yang sudah jelas asal-usulnya, serta keinginan mereka untuk mendapatkan bayaran.

     “I love you,” bisik wanita itu tanpa menggubris Dandeles.

     “Maukah kamu bermalam denganku, Tuan? Aku sangat kesepian,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Menunjukkan betapa kesepiannya wanita cantik yang masih sangat setia duduk di pangkuan James.

     ‘Ck! Jalang!’

     James memajukan wajahnya. Senyum tipis terlihat di wajahnya. Respons yang James tunjukkan terlihat seperti persetujuan, walaupun nyatanya itu hanyalah tameng dari sikap selanjutnya yang James ambil.

     Bruk!

     “Akh!” pekik wanita itu sambil meringis kesakitan. Memegang bokongnya yang terasa sangat ngilu saat terpentok ujung meja. James tiba-tiba langsung bangkit dari duduknya tanpa aba-aba hingga membuat wanita itu kehilangan keseimbangan dan tak sempat bergerak cepat untuk menahan tubuhnya sendiri.

     “Cari mangsa lain saja, Nona! Saya sudah memesan wanita cantik untuk menghabiskan malam di sini,” ujar James

begitu dingin dan langsung melenggang pergi meninggalkan meja disusul oleh Dandeles.

     “Sialan, kau Tuan!”

     James tetap melangkah walaupun ia sayup-sayup mendengar suara teriakan wanita yang sudah James permalukan di

depan umum terus memakinya tanpa henti.

     “James. Apakah kau ingin memesan wanita?” tanya Dandeles ditengah diamnya James yang sedang mengamati semua orang. Netra pria itu bahkan tidak melirik satupun wanita yang asyik berjoget dengan gaya mereka masing-masing untuk menarik perhatian pria. Hal itu membuat Dandeles sedikit merasa khawatir, “Apakah James sedang sakit?” pikir Dandeles.

     “Hm. Aku akan menunggu kabar

madam terlebih dahulu. Tak ada mucikari yang bisa aku percaya selain dia,” ujar

James membuat Dandeles paham maksud dari diamnya James malam ini. Biasanya,

James-lah pria yang paling ingin cepat ke proses penghangatan dengan seorang

wanita panggilan daripada teman-teman yang lainnya.

     “Kenapa madam digantikan? Bukankah kinerja dia bagus? Selama aku meminta dicarikan wanita oleh dia, dia selalu memberikan yang terbaik. Bahkan, lebih dari sekedar kata ‘terbaik’, menurutku. Soalnya, semua jalang yang dia sediakan sangat bisa memuaskanku,” jujur James membuat Dandeles terkekeh.

     “Entahlah. Mungkin, karena dia sudah tua (?)”

     “Justru, kalau dia sudah tua, bukankah itu artinya dia sudah memiliki pengalaman yang sangat lama dalam merekrut jalang di luaran sana yang menginginkan uang?” James mengerutkan keningnya begitu heran.

     “Entahlah. Menurut kabar yang aku dengar, mucikari kali ini katanya, masih muda. Gadis mungkin. Ah, tidak mungkin seorang gadis. Pasti dia sudah berpengalaman dengan kekasihnya, kan,

makanya bisa mendapatkan posisi penting ini,” kalakar Dandeles.

     “Ah, bisa jadi. Bahkan lebih berpengalaman,” timpal Janson.

     “Aku hanya menyayangkan, kenapa mucikari seperti madam harus digantikan?” Dandeles sedikit kecewa untuk hal ini.

     “Menurutmu, siapa yang akan menjadi pengganti madam? Apakah dia bisa menggantikan madam? Di hari pertama

dia bekerja, kau harus mengajakku untuk berkenalan dengannya agar aku bisa menyebutkan tipe-tipe jalang yang aku suka untuk memuaskanku,” ucap James.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AMARAH DALAM SELUBUNG
9.5
Riana pernah terjebak pernikahan penuh dusta dengan pria beristri yang memanfaatkannya lewat ilmu hitam. Setelah berhasil melawan dan menolak cinta suaminya yang telat tumbuh, ia mengusir pria itu. Riana lalu berjuang sendirian membesarkan putranya hingga sukses dan menjadi wanita kaya. Kini, saatnya pembalasan tiba. Secara perlahan dan rahasia, Riana memakai kekuatan gaibnya untuk menghancurkan seluruh kejayaan mantan suaminya hingga tak bersisa.
Sampul Novel Bukan Pelayan Biasa
8.8
Hari kelulusan Amanda Felicia berubah menjadi duka mendalam saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan tragis. Keadaan kian berat ketika Fanny, sahabat karibnya, harus pindah ke luar negeri. Demi bertahan hidup di tengah keterpurukan, Amanda memutuskan bekerja menjadi pelayan di rumah seorang miliarder bernama Alexander Mattew. Sayangnya, Alex yang berhati dingin terus mempersulit pekerjaannya agar ia tidak betah. Sanggupkah Amanda bertahan menghadapi segala tekanan dari majikannya?
Sampul Novel DIKEJAR CINTA CEO PREMAN
8.8
Hubungan Khanza Azzahra dan Erlangga Yudistira terpaksa berakhir karena ayah Zahra menolak Erlangga yang dianggap preman tanpa masa depan. Untuk membuktikan cintanya, Erlangga kembali ke identitas aslinya dan bertransformasi menjadi CEO yang berwibawa. Namun, perjuangan Erlangga menemui jalan buntu saat Zahra justru dijodohkan dengan pria bernama Andi. Mampukah Erlangga meyakinkan ayah Zahra dan merebut kembali hati sang kekasih?
Sampul Novel I Love You Om
9.4
Tania kembali dari Malaysia setelah sepuluh tahun demi menemukan Rian, cinta pertamanya. Namun, Rian yang ditemuinya kini terasa asing dan tak ingat masa lalu mereka. Di tengah kebingungan, Tania bertemu paman Rian bernama Bian, yang menyimpan luka masa lalu yang kelam. Lambat laun, terungkap bahwa sosok Rian yang dicarinya adalah Bian yang menyamar. Rahasia besar ini pun mulai mengancam kehidupan mereka yang penuh dengan misteri.
Sampul Novel Last Twilight
8.5
Senja Aluna selalu bingung dengan sikap dingin kedua orang tuanya. Saat adiknya sakit keras, ia malah menjadi pelampiasan amarah sang bunda. Beruntung, ada Dilan, sahabat setia yang selalu melindunginya di tengah kehampaan kasih sayang keluarga. Namun, hidup Senja kian goyah saat takdir mengancam akan memisahkan Dilan darinya. Di ambang keputusasaan, Senja hanya mendambakan pelukan hangat dan perhatian tulus ibunya. Akankah impian sederhana itu terwujud?
Sampul Novel Menaklukan CEO Mesum
8.2
Demi menyelamatkan sang ibu dari jeruji besi akibat penggelapan dana satu juta dolar, Bianca nekat menemui CEO pusat di Singapura, Steve Dvalton. Namun, Steve justru menawarkan kesepakatan gelap yang menuntut Bianca menjadi pemuas nafsunya. Terjebak dalam dilema besar antara kesetiaan pada sang kekasih dan keselamatan ibunya, Bianca terpaksa masuk ke dalam hubungan intim yang penuh tipu muslihat. Di sisi lain, Steve merasa sangat tertantang oleh keliaran Bianca di ranjang.