APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gendutnya Istriku

Gendutnya Istriku

Izzah merasa sangat tertekan akibat cibiran tentang tubuhnya setelah menikah dengan Arman. Meski berniat diet, usahanya dihalangi sang suami demi melindungi kehamilan yang baru diketahui. Sebagai mantan nakes dengan dua anak, Izzah merasa tidak butuh hamil lagi. Namun, bagi Arman yang pernah dituding mandul, janin ini adalah pembuktian dirinya. Ego keduanya pun berbenturan antara ambisi Arman memiliki anak dan hasrat Izzah untuk melangsingkan tubuh.
Bab
Bagikan

Bab 3

Izzah pasti mengira aku tidak paham trik seperti itu. Padahal, memalsukan nama kontak di handphone merupakan cara yang sudah banyak diketahui umum. Aku tersenyum sinis melihatnya gugup.

Panggilan video itu kemudian diangkat. Sesosok perempuan dengan wajah putih berseri, bibir semerah darah, surai hitam lebat nan indah, muncul serta menyapa. Entah ini wajah asli atau pengaruh filter kamera.

“Hai, Cyint.” Bibirnya dimonyong-monyongkan. “Eyke masyih syibuk nih.”

Aku bergidik ngeri karena gaya bicaranya. HP langsung kumatikan. Izzah jadi heran.

“Dia ini sebangsa dengan Lucinta Luna, ya?” tanyaku ketus.

“Bukan hanya sebangsa, tapi juga setanah air dan sebahasa, Mas.”

“Kamu tahu tempat tinggalnya?”

“Tahu, Mas. Dekat rumah bapakku di Desa Tayapetak.”

“Bagus. Sekarang juga kita temui dia. Biar kuberi dia pelajaran.” Aku menyeringai. “Sekalian kita jemput anak-anak yang liburan di sana.”

Izzah tampak terkejut sekali. Kubiarkan saja dia. Biar dia menyadari bahwa tindakannya salah. Meskipun Si Mark sudah bertransformasi menjadi seperti perempuan, hakikatnya dia tetap laki-laki, ‘kan? Coba saja cek kromosomnya. Pasti 46-XY, sama dengan manusia berjenis kelamin laki-laki pada umumnya.

Aku bersiap-siap meskipun lengan kiriku masih kesakitan. Aku harus menyesuaikan diri dengan orang-orang di Desa Tayapetak yang sangat menjunjung tinggi falsafah Jawa. Salah satu falsafahnya adalah ajining raga saka busana yang artinya penghargaan pada tubuh kita itu berdasarkan cara kita berpakaian. Makanya, aku memakai pakaian yang rapi dan pantas setiap kali ke sana.

Setelah semua beres, kami segera berangkat. Kami membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk sampai di Desa Tayapetak. Jalur pantura begitu padat di Hari Ahad. Akibatnya, aku tak bisa mengemudikan mobil ini lebih cepat. Tepat ketika adzan Maghrib berkumandang, aku dan Izzah baru sampai di masjid raya Desa Tayapetak. Kami berdua berhenti sejenak dan sholat Maghrib sekalian.

“Hai, Ijah!” Seorang perempuan menepuk bahu Izzah dari belakang. Kami menoleh bersamaan. Seorang perempuan yang langsing, glowing, kempling dan rambutnya di-rebonding sedang tersenyum pada kami.

“Hai, Mark! Apa kabar?” Izzah berjabat tangan erat dengan perempuan itu.

“Ijah?” Aku jadi bingung.

Izzah mendekatkan mulutnya ke telingaku. “Ijah itu nama kerenku di sini, Mas. Lengkapnya Paijah, selevel dengan Paijem dan Paijo. Maklumlah, orang desa sini sulit menyebut nama saduran dari bahasa luar,” bisiknya.

“Katamu dia sebangsa Lucinta Luna kan?” tanyaku lirih juga. “Tapi kok ini original, bukan makhluk jadi-jadian?”

“Dia memang sebangsa dengan Lucinta Luna, Bangsa Indonesia.”

Izzah cekikikan. Aku melengos kesal. Ternyata, aku terperangkap dalam buruk sangka. Aku pun melirik Markonah. Dia tampak terpana, terlihat sangat cantik dan memesona. Aku merasakan getar-getar yang tidak biasa.

Jika di masjid ini boleh menyanyi, aku akan mendendangkan lagu A. Rafiq yang digubah ulang oleh Chrisye saat ini.

Lirikan matamu menarik hati

Senyumanmu manis sekali

Sehingga membuat

Aku tergoda

Sungguh, kecantikan Markonah begitu paripurna. Wajahnya terlihat lebih ayu tanpa polesan make up tebal. Tatapan matanya teduh dan terlihat menyejukkan. Tanpa sadar, beberapa detik lamanya aku terhipnotis olehnya.

“Ehm!” Izzah berdehem keras.

Lamunanku tentang Markonah langsung buyar. Aku jadi salah tingkah. Markonah menahan tawanya.

“Ini suamimu?” tanya Markonah pada Izzah.

“Iya. Kenalkan, ini Mas Arman,” kata Izzah dengan bangga. Dia menggandeng lengan kiriku yang memar. Rasanya cenat-cenut tak keruan tapi Izzah tidak mau melepaskan. Markonah tersenyum-senyum dan membuatku jadi malu.

“Mas, inilah Markonah. Dia lebih suka dipanggil Mark daripada Mar, Marko, Konah, atau Nah saja.”

Aku mengangguk-angguk. “Markonah. Nama yang sederhana. Pasti orangnya bersahaja.”

Kedua perempuan ini malah tertawa.

“Adakah omonganku yang salah?” Aku berbisik di telinga Izzah.

Izzah mendekatkan bibirnya ke telingaku. “Markonah itu nama keren saja, Mas. Nama aslinya Marquinez.”

Aku agak terkejut. “Orang desa kok namanya bagus banget?” bisikku di telinga Izzah.

Izzah menjawab lirih, “Ibunya TKW di Filipina, Mas. Nama itu disamakan dengan majikan perempuannya yang cantik, baik hati, tidak sombong, suka menolong dan rajin menabung.”

Aku mengangguk-anggukkan kepala lagi. Selama enam bulan menjadi suami, baru sekarang aku tahu kenyataan ini. Ternyata hampir setiap orang di Desa Tayapetak ini punya nama keren yang sebenarnya tidak keren. Malah menurutku, nama keren mereka itu terkesan lebih ndeso.

Markonah mengulurkan tangan mengajak berkenalan. Tentu saja aku sangat senang diajak berjabat tangan. Namun, Izzah segera menepis tangan Markonah dengan kasar.

“Jangan bersentuhan! Kalian bukan mahram. Dosa!” Izzah melempar tatapan tajam.

Markonah tampak kesal. Dia menghela napas dalam-dalam. Tatapan matanya saling beradu dengan Izzah.

“Kalian berdua ini memang mirip angka sepuluh. Yang satu tinggi dan tegap seperti angka satu, yang satu seperti angka nol yang bulat dan gendut.”

Markonah tersenyum sinis. Kelihatan sekali dia mengejek Izzah. Aku melirik istriku sejenak. Dia sudah tampak marah. Mukanya menjadi lebih merah. Kedua tangannya mengepal.

Aku tahu Izzah marah karena dibilang gendut. Bagi istriku, kata gendut itu haram disebut. Apalagi penyebutannya di tempat-tempat umum yang penuh dan riuh. Lagipula, kalimat ejekan Markonah itu sama dengan kalimat yang dicurhatkan istriku.

“Berani-beraninya kamu, Markonah!” Gigi-geligi Izzah bergemeretak.

Tangan Izzah semakin erat mencengkeram lengan kiriku. Bagian yang masih memar ini terasa sangat ngilu. Rasa-rasanya ingin kuhempas gandengan tangan istriku. Namun, situasinya saat ini sangat tidak mendukung. Tiba-tiba mulutku bernyanyi sendiri.

Kucinta kamu adanya

Biar gendut tidak masalah

Jangan dengarkan mereka yang tidak suka

Anggap biasa saja

Kucinta kamu selamanya

Sampai nanti tutup usia

Kan kusayangi dirimu

Kan kucintai dengan sepenuh hati

Entah jin apa yang merasuki tubuhku ini. Niat hati mendendangkan lagu “Pengalaman Pertama” yang pernah dipopulerkan A. Rafiq dan Chrisye untuk mengagumi Markonah. Apalah daya mulut malah menyanyikan lagu “Biar Gendut Tetap Kucinta” yang dipopulerkan Happy Asmara untuk menenangkan Izzah. Sudah begitu, tangan dan kakiku ikut bergerak dan joget-joget tak jelas.

Biar kau gendut, pipimu tembem

Ku tetap suka

Bodimu bulat, perutmu buncit

Ku tetap cinta padamu

Kucinta kamu adanya

Biar gendut tidak masalah

Jangan dengarkan mereka yang tidak suka

Anggap biasa saja

Kucinta kamu selamanya

Sampai nanti tutup usia

Kan kusayangi dirimu

Kan kucintai dengan sepenuh hati

Pelan-pelan cengkeraman tangan Izzah mulai mengendur. Dia memegangi kedua pipinya yang mirip bakpao sambil bilang, “Oh, so sweet!”

Markonah membuang mukanya. “Idih, kalian ini bikin jijay ‘n gelay!”

Izzah tertawa melihat ekspresi sahabat kecilnya. Entah kenapa aku malah tambah bersemangat joget ulat. Tahu maksudku, ‘kan? Jogetnya seperti orang gatal-gatal.

“Kethek Ogleng! Kethek Ogleng!” Orang-orang yang berdatangan ke masjid menunjuk ke arahku.

“Apa?! Kethek ogleng?!” Izzah terlihat geram pada orang-orang.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AZAB SUAMI YANG DZOLIM
9.7
Kalina, seorang pengusaha wanita yang sangat sukses, membangun rumah tangga bersama Adit yang hanya bekerja sebagai pegawai bank biasa. Di balik pernikahan mereka, Adit ternyata hanya memanfaatkan kekayaan istrinya. Pengkhianatan itu terasa kian menyakitkan saat Kalina mengetahui bahwa sang suami telah menikah lagi secara diam-diam. Tidak tinggal diam begitu saja, Kalina pun menyusun sebuah rencana elegan untuk membalas semua perbuatan dzolim suaminya tersebut.
Sampul Novel Cinta Palsu, Fakta Tersembunyi
8.4
Setelah Charles membatalkan pernikahan mereka demi Chelsea di pemakaman ibunya, sang protagonis menerima lamaran tulus dari teman masa kecilnya, Sugi. Tiga tahun membina rumah tangga tanpa anak, Sugi selalu bersikap manis dan menerima keadaan. Namun, kebahagiaan itu hancur saat ia tidak sengaja mendengar percakapan Sugi dengan dokter tentang pil KB yang diam-diam diberikan kepadanya. Sugi rupanya hanya memanfaatkannya, sementara hatinya tetap milik Chelsea. Menolak menjadi korban penipuan, ia pun bertekad untuk pergi.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer terkemuka serta pengusaha tanpa sokongan kekayaan keluarganya. Namun, di tengah keberhasilan dan kemandirian yang kini ia nikmati, Aaron mendadak muncul kembali. Sang mantan suami didera penyesalan mendalam dan memohon dimaafkan. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Gelora Asmara Ratu Berlian
8.6
Intan Malika, seorang yatim piatu, dikhianati oleh Zayn Alarik yang menolak bertanggung jawab atas kehamilannya dan kabur ke luar negeri. Bertahun-tahun kemudian, Intan bertransformasi menjadi pengusaha sukses bergelar Ratu Berlian. Ia kembali dengan misi balas dendam kepada keluarga Pradipta. Namun, kerinduan putra mereka akan sosok ayah membuat Intan kini dilema antara menuntaskan dendamnya atau memilih berdamai dengan masa lalu.
Sampul Novel Hakikat Cinta
9.5
Alan De Xavirio, pemuda blasteran Jawa-Italia, terpikat oleh pesona Latifah Nur Aisyah, gadis muslimah sederhana dari desa. Walau awalnya tidak mendapat respons, kegigihan Alan berhasil memikat hati Latifah. Mereka pun hanyut dalam asmara remaja yang menggebu, hingga mengabaikan perbedaan keyakinan di antara mereka. Kini, jurang perbedaan agama itu menjadi penghalang besar yang nyata. Sanggupkah mereka bertahan ketika cinta telah membutakan segalanya?
Sampul Novel Istri yang Tidak Disentuh
8.1
Kehidupan miskin mulanya sirna saat takdir mempertemukanku dengan suami kaya raya yang mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama. Di balik sosoknya yang tampan, setia, dan tanpa cela, tersimpan keanehan yang mengusik jiwa. Sikap dinginnya yang tak wajar membuatku terus bertanya-tanya tentang jati diri pria yang kunikahi ini. Mengapa ia begitu berjarak? Aku bertekad mengungkap rahasia besar yang selama ini sengaja ia sembunyikan dariku.