APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gendutnya Istriku

Gendutnya Istriku

Izzah merasa sangat tertekan akibat cibiran tentang tubuhnya setelah menikah dengan Arman. Meski berniat diet, usahanya dihalangi sang suami demi melindungi kehamilan yang baru diketahui. Sebagai mantan nakes dengan dua anak, Izzah merasa tidak butuh hamil lagi. Namun, bagi Arman yang pernah dituding mandul, janin ini adalah pembuktian dirinya. Ego keduanya pun berbenturan antara ambisi Arman memiliki anak dan hasrat Izzah untuk melangsingkan tubuh.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku baru saja terlelap tidur ketika tiba-tiba terdengar suara teriakan histeris dari istriku.

“Tidak…!”

Suaranya yang melengking dari ruang tengah itu langsung membuatku terlonjak. Aku segera melompat dari ranjang mencari keberadaan Izzah. Dia berdiri di atas timbangan dengan muka tegang.

“Ada apa, Zah? Kenapa teriak?”

“I-ini Mas… Timbangannya….”

“Kenapa timbangannya?”

“Jarumnya…. Geser ke kanan….”

Seketika aku tepuk jidat. Aku merasa kesal. Dia benar-benar lebay. Tega-teganya dia berteriak lantang hingga aku terbangun dengan nyeri kepala. Padahal aku bisa tidur siang seperti ini hanya di akhir pekan.

Kulihat dia menunduk dalam. Kakinya perlahan turun dari timbangan. Dia sepertinya merasa bersalah.

“Kamu berteriak tadi cuma karena ini?” tanyaku penuh emosi.

“Apa kamu bilang, Mas?” Tiba-tiba dia mendongakkan kepala. “Cuma karena ini?”

Aku mengernyitkan dahi.

“Ini perkara penting, Mas. Kamu jangan meremehkan, ya. Kalau berat badanku terus bertambah, Body Mass Index bisa bergeser dari normal-ideal menjadi gemuk bahkan obesitas. Kalau sudah obesitas, maka risiko terkena penyakit degenerative akan semakin meningkat, Mas. Apakah kamu mau jika aku terkena penyakit jantung, diabetes mellitus type 2, hipertensi, sesak napas, gangguan reproduksi, kanker, bahkan stroke?”

“Astagfirullah. Aku tak maulah, Zah.” Aku mengelus dada.

“Makanya, jangan bilang ‘cuma’ gitu dong Mas!” Matanya berkaca-kaca.

Dia berlalu dari hadapanku dan berlari ke belakang rumah. Aku bingung sejenak. Perasaan tadi Izzah yang bersalah duluan, mengapa sekarang malah aku yang tersudutkan?

Aku pun menyusulnya. Ternyata, dia sedang menangis di pojokan. Pelan-pelan aku mendekatinya. Suara isak tangisnya terdengar semakin jelas.

“Zah,” panggilku pelan. “Maafkan aku, ya.”

Kata-kata itu meluncur lancar. Aku sudah terbiasa melakukannya. Meskipun tidak bersalah, aku seringkali meminta maaf lebih dulu. Bagiku, meminta maaf tidak akan menjadikan harga diri rendah. Justru orang yang mau meminta maaf lebih dulu itu berjiwa besar. Kusentuh bahunya penuh kelembutan dan berharap dia baik-baik saja.

“Maaf, ya, Zah. Aku tidak tahu kalau masalah berat badan itu penting sekali buatmu.”

Izzah masih tetap menangis sesenggukan. Aku pun meraihnya ke dalam pelukan. Aku berdoa semoga saja tangisnya bisa reda.

“Maafkan aku, Zah.” Aku mengucapkan maaf dengan tulus ikhlas. Aku paham bahwa setiap rumah tangga itu penuh drama. Namun, aku tak mau drama itu menggagalkan pernikahanku yang kedua kalinya. Pernikahanku yang pertama kandas karena aku tak punya anak. Sharma, istriku yang pertama, memiliki rasa cemburu yang sangat besar meski kami sudah mengangkat anak. Dia bahkan memfitnahku beberapa kali. Akhirnya, rumah tangga kami berakhir.

“Aku minta maaf, ya, Zah. Aku tidak tahu kalau masalah berat badan itu sangat penting buatmu.” Aku meminta maaf sekali lagi. Dia mengangguk-angguk sambil tetap menangis. Kedua tangannya melingkari tubuhku saat ini.

“Besok aku mau diet, ya, Mas,” katanya di sela-sela isak tangis.

“Iya, iya.”

“Memangnya aku gendut banget, ya, Mas?”

“Tidak. Kamu tidak gendut.”

“Halah. Bohong.”

“I swear.”

“Suar-suer. Bohong itu dosa lho, Mas. Nabi Muhammad saja tidak pernah bohong. Beliau punya sifat shidiq yang artinya jujur dan ibumu memberi nama Arman Muhammad itu pasti supaya kamu meniru sifat Nabi Muhammad yang salah satunya jujur. Ayahmu memberi nama tambahan Geraldson itu pasti supaya kamu menjadi anak kebanggaannya. Tidak ada orang tua yang bangga punya anak pembohong, Mas. Mereka pasti merana di alam barzah sana.”

Aku tersentak ketika dia membawa-bawa nama kedua orang tuaku yang sudah meninggal. Aku tersadar, rupanya kata-kataku tadi salah. “Baiklah, aku jujur. Kamu gendut.”

Dia tiba-tiba melepaskan pelukannya. “Apa katamu, Mas?”

“Kamu gendut, Zah.”

“Kamu bilang apa, Mas?”

“Emm… Kurang jujur, ya?”

“Coba bilang yang benar!”

“Kamu gendut, Zah. Galak lagi.”

“Huwwa…!”

Tangisnya langsung pecah. Dia berlari ke dalam rumah. Aku bingung juga, kali ini salahku di mana?

Tanpa pikir panjang, aku segera mengejarnya. Dia masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya. Cepat-cepat aku mengetuknya.

“Zah, Izzah!”

“Apa?” Suara Izzah terdengar serak.

“Buka pintunya!”

“Tidak mau, sebelum kamu menyadari kesalahanmu!”

“Kesalahanku apa? Katanya berbohong itu dosa. Begitu jujur, kamu tetap marah juga.”

“Kamu tidak tahu kesalahanmu, Mas?”

“Tidak.”

“Dasar lelaki tidak peka!”

“Bukannya tidak peka, tapi ….”

“Ada tiga kebohongan yang dibolehkan berdasarkan hadist riwayat Imam Muslim. Pertama, kebohongan dalam kondisi perang untuk menyelamatkan nyawa. Kedua, kebohongan untuk mendamaikan pihak-pihak yang berseteru. Ketiga, kebohongan suami-istri untuk saling menyenangkan hati.”

“Jadi, aku tadi….”

“Ya, kamu bersalah, Mas. Seharusnya tadi kamu tetap berbohong saja.”

Aku kembali menepuk jidat. Aku bingung dan merasa serba salah. Ingin rasanya aku marah. Namun, aku sadar, marah itu tidak bisa menyelesaikan masalah. Salah-salah malah masalahnya semakin bertambah.

Aku memilih menghela napas dalam-dalam. Aku pernah membaca bahwa menarik napas seperti ini dapat meredakan emosi. Kemarahan pun dapat terkendali.

Kurasa, aku tak bisa membiarkan istriku ini merajuk terlalu lama. Aku hanya ingin kedamaian dalam rumah tangga. Meminta maaf pun tak apa-apa.

“Ya, sudah. Aku salah lagi. Aku minta maaf lagi. Jangan marah lagi, ya. Aku janji tidak akan mengulanginya. Kamu mau memaafkanku ‘kan, Zah?”

Hening.

Tidak ada jawaban dari Izzah.

“Zah, jangan beginilah. Kamu satu-satunya keluarga yang kupunya. Kedua orang tuaku sudah meninggal. Saudara-saudaraku jauh semua. Anak angkatku dibawa Sharma. Apa kamu tega membiarkanku sendirian?”

Tiba-tiba pintu terbuka. Izzah menubruk badanku dan memeluk erat. Betapa manja istriku sekarang. Padahal, dulu sebelum menikah denganku, Izzah ini sosok perempuan yang mandiri, tangguh, kokoh dan berdaya.

“Aku juga minta maaf, ya, Mas. Aku tidak bermaksud begini, tapi entah mengapa aku menjadi sangat sensitif. Apa lagi jika menyangkut pembicaraan tubuhku yang gendut. Aku jadi insecure.”

Aku tersenyum, merasa sangat lega di rongga dada. “Tak apa-apa, Zah. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Kamu tak perlu merasa insecure seperti itu.”

Kedua tanganku pun melingkari tubuhnya.

“Tapi, Mas ….”

“Sssttt! Jangan bicara lagi jika hanya membuatmu makin sedih sendiri. Kamu tahu? Aku ikut berduka kalau kamu tidak bahagia.”

Izzah mengangguk-angukkan kepala. Kami kemudian saling diam cukup lama. Kata-kata memang tidak selalu dibutuhkan untuk mengungkapkan cinta. Salah-salah malah bisa memicu perang dunia ketiga dalam rumah tangga.

“Ehm!” Terdengar suara dari jendela ruang tengah.

Spontan kami melepaskan pelukan dan menoleh ke sumber suara. Di sana terlihat seonggok kepala dengan rambut acak-acakan dan terlihat menyeramkan.

“Huwwa…!” Izzah yang penakut itu langsung melompat ke dalam kamar dan meringkuk di pojokan.

Aku geleng-geleng kepala melihat tingkahnya. Sejurus kemudian aku kembali memusatkan perhatian pada jendela. Aku mengamati dengan saksama. Pelan-pelan aku mendekatinya. Ternyata, seonggok kepala yang membuat Izzah ketakutan adalah ….

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Can't Be Us
8.9
Bara Danendra sangat beruntung memiliki kekasih sesempurna Tiffany Amora. Namun, ia menyembunyikan rahasia kelam demi mematuhi kontrak ketat bersama teman-temannya yang melarang hubungan asmara diketahui media. Rasa frustrasi terhadap aturan itu malah membuat Bara melampiaskannya bersama wanita lain, sementara ia tetap menjaga kesucian Tiffany sebagai malaikatnya. Setelah tujuh tahun menderita akibat rindu dan pengkhianatan yang menyakitkan, Tiffany yang trauma akhirnya memilih pergi.
Sampul Novel Hasrat Berbahaya Sang Pewaris Duda
8.6
Pasca dikhianati Roy hingga kehilangan rahim dan hak asuh anak, Shanty bertekad membalas dendam pada mantan suami serta mertuanya. Ia pun nekat bersekutu dan menyerahkan diri kepada pewaris Halim Group yang dingin. Namun, kehidupan baru sebagai istri konglomerat menyeretnya ke dalam intrik mematikan. Di tengah misteri gelap sang suami baru, mampukah Shanty merebut kembali kebahagiaannya, atau ia justru akan hancur dalam pusaran kekuasaan?
Sampul Novel KUMPULAN KISAH ROMANTIS
9.1
Antologi ini menyajikan lika-liku cinta masa muda yang penuh emosi. Pembaca akan diajak menyelami kisah pilu batalnya pertunangan akibat pengkhianatan, hingga manisnya romansa siswi SMA dengan ketua OSIS. Konflik makin menarik lewat kisah gadis desa yang memendam rasa pada idola sekolah di kota, serta rumitnya persahabatan beracun dalam geng. Setiap karakter dituntut bersikap dewasa dalam menghadapi badai perasaan demi menemukan solusi terbaik atas masalah asmara mereka.
Sampul Novel Mantan Gay Kaum Pelangi
8.9
Kepergian sang ayah membuat Leo kehilangan arah hingga terjerumus ke dunia kelam demi mengejar kasih sayang. Trauma masa lalu itu menyeretnya ke dalam hubungan sesama jenis. Sadar akan dosa, ia mendapat hidayah dan bertekad kuat untuk berhijrah. Namun, jalan pulang tidak mudah karena berbagai godaan masa lalu terus menguji imannya. Mampukah Leo tetap istiqomah, melepas identitas lamanya, dan membangun lembaran hidup baru yang normal?
Sampul Novel Terjerat Birahi Direktur Dingin
8.2
Dikhianati sang tunangan hingga tewas tertabrak truk, Raisa Anastasya bangkit kembali dalam tubuh baru beridentitas sama. Berbekal paras menawannya, ia bertekad melakukan balas dendam. Namun, takdir berubah rumit ketika Zefan, direktur dingin yang mabuk, merenggut kesuciannya akibat salah orang. Terjerat dalam gairah malam yang adiktif dengan bosnya, Raisa kini dihadapkan pada pilihan sulit: menuntaskan dendamnya atau menyerah pada takdir baru.
Sampul Novel Terjerat Cinta Kakak Ipar
8.0
Kehidupan yatim piatu Ayunindira Santi berbalik total akibat sebuah wasiat terakhir dari mendiang kakak kandungnya. Demi memenuhi amanah tersebut, Santi terpaksa menyetujui pernikahan dengan mantan kakak iparnya sendiri demi mendapatkan perlindungan. Terjebak dalam komitmen pernikahan yang rumit dan tidak biasa ini, ia harus beradaptasi hidup bersama pria yang semula ia anggap sebagai keluarga. Akankah hubungan tanpa landasan cinta ini akhirnya menumbuhkan kebahagiaan sejati?