APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah

Gairah

Cinta sering kali dianggap indah, tetapi bagaimana jika perasaan itu tumbuh untuk seseorang yang telah berkomitmen dengan sosok yang sangat kita sayangi? Kisah romansa dewasa ini menyoroti pergolakan batin yang menyiksa serta hasrat terlarang yang membara. Di tengah situasi yang begitu rumit, kesetiaan dan hati nurani para tokohnya benar-benar diuji dalam menghadapi dilema asmara yang penuh rintangan ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

AUTHOR .. 21+

Rahmat akhir nya mengantarkan Aisah pulang ke rumah sepanjang jalan mereka berdua diam membisu sibuk dengan pikiran masing-masing. Rahmat dengan pikiran gimana caranya merayu adik iparnya yang cantik  ke dalam pelukan. Sedangkan Aisah dengan rasa debar-debar di dada karena senang bisa dekat dengan kakak iparnya tanpa tau pikiran-pikiran mesum yang lagi hinggap di kepala suami kakaknya itu.

Akhir nya mereka sampai juga di rumah orangtua Aisah. Suasana rumah dan lingkungan terasa sepi karena tetangga semua pada sibuk.

       "Makasih ya mas sudah di traktir makan terus di antar pulang lagi", kata Aisah sambil melepas safety belt bersiap turun dari mobil.

      "Mas mau langsung ke kantor?".

     "Iya sama-sama Syah tapi mas mau numpang ke toilet dulu deh sebelum ke kantor", sahut Rahmat.

      "Iya boleh mas , masuk aja", sambil Aisah membukakan pintu rumah. Suasana di rumah sepi karena kedua orangtua Aisah pasti lagi di toko. Mertua Rahmat ada toko kelontong di pasar jadi setiap hari keadaan rumah sepi karena keduanya sibuk di toko. Bahkan kalau ramai ortu Aisah sampai nginap di toko tidak pulang ke rumah. Itu yang membuat Aisah kadang-kadang sendirian di rumah.

Setelah dari toilet Rahmat melihat Aisah ada di dapur. Diam-diam dia kirim pesan ke teman kantor bilang kalau dia gak balik ke kantor lagi.

Rahmat sudah gak tahan lagi menahan nafsu sekian lama, hari  ini dia putuskan merayu Aisah dan Aisah harus jadi miliknya.

Rahmat sengaja mendekati Aisah diam-diam. Aisah yang tidak tau ada Rahmat di belakang  tiba-tiba balik badan karena terkejut, Teh hangat yang dia bawa tumpah mengenai mereka berdua.

      "Aduh.. ", pekik Aisah sambil berusaha menarik pakaiannya yang basah kena tumpahan teh.

     "Maaf Syah, panas ya", tangan Rahmat sibuk berusaha membersihkan tumpahan air teh di baju Aisah dengan sengaja dia menyentuh dan meraba bagian payudara dan perut Aisah.

Rahmat tiba-tiba menggendong Aisah dan mendudukkannya di meja makan. Sambil tangan Rahmat terus meraba tubuh Aisah.

     "Maafin mas ya, mas gak sengaja", kata Rahmat tangannya tidak berhenti meraba-raba payudara Aisah yang besar.

     "Mas sudah , Aisah gak apa-apa", sambil berusaha menepis tangan Rahmat yang meremas payudaranya. Entah kenapa Aisah tidak marah dan seperti membiarkan tangan nakal Rahmat. Aisah juga gak menolak terlalu keras malah dia merasa debar jantungnya berdetak kencang.

   "Aisah , kamu cantik sekali", kata Rahmat. Aisah cuma bisa diam terpaku mendengar omongan Rahmat. Ketika Rahmat mendekati wajahnya , Aisah masih saja diam terpaku.

Akhirnya bibir Rahmat mencicipi bibir Aisah yang  ranum. Aisah terbelalak , mata indah nya memandangi Rahmat seakan tak percaya tapi dia tak menolak, karena merasa Aisah diam tidak menolaknya membuat Rahmat semakin bernafsu mencium bibir gadis itu.

Rahmat menggerakkan bibirnya untuk melumat bibir perawan milik Aisah. Melumat bibir itu atas bawah seolah tak mau sedikitpun melewatkannya. Bibir Aisah terasa manis di lidahnya saat lidah Rahmat bermain menjilatinya.

       "Buka mulutmu Syah", di sela-sela lumatannya yang tidak berhenti. Antara tidak sadar atau menikmatinya , gadis itu membuka mulutnya yang langsung dimanfaatkan oleh Rahmat untuk menerobos mulut gadis itu dan mencari lidahnya. Bergelut dan bermain dengan lidah Aisah.

Aisah cuma bisa pasrah sambil sekali-kali meremas kemeja Rahmat. Setelah Rahmat merasa Aisah hampir kehabisan nafas, di lepaskannya tautan bibir mereka. Benang saliva bertautan di bibir mereka yang menjauh.

        " Mas..., Kita salah", sahut Aisah lirih menatap Rahmat dengan sayu.

       "Maafin mas , Syah", kata Rahmat sambil mengusap dagu gadis itu yang berlepotan saliva mereka berdua .

      "Mas sudah tidak bisa menahan perasaan lagi".

      "Mas yakin kamu juga merasakan apa yang mas rasakan selama ini", rayu Rahmat.

       "Tapi kita salah mas.. ".

       "Kita sudah mengkhianati kak Farida", sahut Aisah sambil menahan tangisannya.

      "Jangan menangis Syah, tidak ada yang salah sama perasaan kita berdua".

     "Kamu percaya aja sama Mas", bujuk Rahmat sambil melumat bibir ranum gadis itu lagi. Di ciumnya bibir gadis itu, entah kenapa Aisah malah membalas ciuman Rahmat.

Rahmat yang merasakannya langsung semakin nafsu melumat bibir Aisah. Lidah mereka saling beradu, Rahmat menelusuri gigi gadis itu dengan lidahnya. Mereka saling melumat satu sama lainnya  , bibir mereka di dagunya Aisah. Tangan Rahmat gak ketinggalan meremas-remas payudara gadis itu membuat nya melenguh. Perlahan tapi pasti kancing kemeja yang di pakai Aisah di buka Rahmat, melepaskan ciumannya Rahmat langsung menunduk dan mengecup payudara gadis itu yang tidak tertutup semua sama Branya.

Sambil masih mengecup payudara gadis itu, Rahmat mengendong Aisah menuju ke kamar Aisah yang ada di lantai dua.

     "Mas.. " hanya itu yang bisa Aisah katakan. Gadis itu pasrah sambil menatap sayu kakak iparnya, tangan Aisah malah merangkul leher Rahmat yang sedang mengendongnya menuju ke kamar .

      "Ayo kita nikmatin perasaan kita berdua, Syah", sahut Rahmat masuk ke dalam kamar gadis itu dan menutup pintunya.

Direbahkannya tubuh Aisyah di ranjang. Di ciumnya bibir gadis itu lagi sambil tangannya meremas payudara Aisyah yang sudah terbebas dari  penutupnya karena Bra gadis itu diangkat Rahmat ke atas. Bibir Rahmat langsung turun ke payudara montok Aisah dengan puting berwarna pink yang telah mencuat naik.

       "Mas aagghhh hhmmm..." 

      " sshhaaahh mas Rahmat...", Aisah menceracau tak jelas saat lidah Rahmat bermain di putingnya. Menjilati, mengulum bahkan menarik-narik puting kecil itu dengan bibirnya.

Sambil bibirnya masih mengisap  payudara gadis itu seperti bayi yang lagi kelaparan, tangan Rahmat melepaskan kemeja panjang dan membuka kaitan Bra Aisah membuang nya ke lantai tak berhenti di situ Rahmat juga membuka kaitan rok panjang yang di kenakan Aisah. Di lepaskannya rok itu dan di lemparkan ke lantai menyusul kemeja dan Bra gadis itu. Tangan Rahmat langsung mengelus-elus vagina Aisah yang masih tertutup kain tipis.

Rahmat masih mengisap payudara Aisah membuat tanda  merah di kedua dada montok itu. Ciuman itu turun dari payudara terus sampai menuju lubang surgawi yang sebentar lagi akan dia nikmatin. Ditariknya dengan perlahan kain tipis itu sampai lepas dan terpampang lah vagina berwarna pink yang tertutup bulu-bulu halus yang lumayan lebat persis seperti kesukaan Rahmat.

Aisah langsung saja menutup vaginanya dengan tangan karena malu.

      "Jangan di lihat mas, Aisah malu".

      "Gak perlu malu Syah, itu punya mas sekarang nih", sahut Rahmat sambil menyingkirkan tangan Aisah ke samping. Di buka nya paha Aisah lebih lebar, di tekukkannya kaki Aisah jadi gadis itu sekarang mengangkang di depan suami kakaknya sendiri.

       "Jangan malu Aisah sayang  sekarang kamu milik mas  dan mas juga milik kamu", rayu Rahmat sambil membuka kemejanya, matanya fokus melihat vagina Aisyah yang terpampang di depannya. Setelah itu celana Rahmat juga di lepas. Sekarang Rahmat hanya memakai CD dan sepatu yang masih belum di lepas. Sementara Aisah hanya diam sambil mata dari tadi melihat tubuh  Rahmat. Matanya menelusuri tubuh Rahmat berhenti sampai ke benda yang terselip di antara paha Rahmat yang kepalanya keliatan dari atas CD.

Aisyah merasakan darahnya mengalir dengan kencang, di rasakannya ada yang basah di vagina. Dia tahu apa yang akan terjadi antara dia dan kakak ipar nya Rahmat tapi bukan takut atau merasa bersalah dengan apa yang akan terjadi nanti justru dia malah merasa tidak sabar. Aisah sadar kalau dia akan pelepas keperawanannya pada kakak iparnya memikirkannya malah membuat vagina gadis itu semakin basah.

Setelah Rahmat melepas sepatu  tinggal CD nya yang masih melekat , dia berdiri dan bergegas menurunkan CD nya dan melemparnya asal, langsung terlihat kejantanan Rahmat yang tegang berurat di depan mata Aisah membuat matanya terbelalak.

Rahmat menaikin kasur dan bergerak mendekati Aisyah. Sambil memandangi Aisah jari nya mengelus vagina gadis itu. Aisah tersentak dan mengerang.

      "Aarrghh...'.

      "Kau sungguh cantik Aisah, dan kau sudah basah sayang", kata Rahmat sambil menundukkan kepalanya ke depan vagina Aisah yang mengeluarkan aroma yang khas tanda gadis itu juga sudah terangsang.

Rahmat mencium dan menjilat vagina Aisah membuat gadis itu tersentak. Gadis itu langsung menegakkan kepalanya melihat apa yang tengah Rahmat lakukan dibawah sana. Rahmat menjilat klitorisnya terus menghisap dengan kuat.

     "Aaaaggh Mas? Apa yang mas lakukan.. ssshhhh.." Aisah mendongakkan wajah dan payudaranya ke atas sampai kedua dada montok itu menantang Rahmat untuk meremasnya.

Rahmat meraih kedua payudara Aisah dan meremasnya bahkan mencubit putingnya saat mulutnya masih sibuk dengan vagina gadis itu. Aisah semakin menggila saat Rahmat membuka lipatan vaginanya dan menusuk lubang kenikmatan gadis itu dengan lidah, menjilat dan menghisap cairan cinta Aisah yang semakin banyak keluar.

Aisah mengerang lebih keras dan mencengkeram rambut Rahmat ketika lagi-lagi klitoris gadis itu di jilat dan di isap. Rahmat memutar lidahnya di klitoris sehingga membuat gadis itu menggelinjang, bergerak dan menekan kepala Rahmat lebih dalam lagi ke vaginanya.

Aisah merasakan ada sesuatu yang akan keluar, dia semakin erat mencengkeram rambut Rahmat ketika rasa itu akan sampai. Gadis itu mengerang dan melenguh dengan kencang, di jepitnya kepala Rahmat yang ada di antara kedua pahanya pinggul Aisyah melambung, kakinya menekan kasur tanda orgasme pertama yang dia rasakan

     "Aaarrggh... Aaarrggh Mas Rahmat..". Tubuh Aisah mengejang mengiringi kedutan di dalam vaginanya mengalirkan cairan cinta yang mengalir begitu deras sampai membasahi wajah Rahmat.

Rahmat langsung tidak melewatkannya, di jilat dan di isapnya cairan cinta gadis itu sampai tak tersisa.

Rahmat akhir nya duduk di samping Aisah sambil jarinya masih mengelus-elus vagina Aisah. Sedangkan Aisah tergolek lemas setelah merasakan orgasme pertamanya.

To be continued..

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA SATU MALAM DENGAN CEO
8.4
Athena Gimberly mendambakan seorang anak untuk menemaninya di hari tua tanpa harus menjalani komitmen pernikahan. Demi mewujudkan impian tidak biasa ini, ia mencari pria yang mau memberinya keturunan secara bebas. Takdir mempertemukannya dengan Arthur Harley, seorang CEO sombong berharga diri tinggi. Saat malam pertama mereka gagal memberikan hasil, Athena tidak ragu meminta Arthur kembali mengulangi hubungan intim tersebut demi mencapai tujuannya.
Sampul Novel Dia Menolak untuk Kembali
8.0
Tiga tahun lamanya Belen bertahan dalam hubungan tanpa kepastian demi mendapatkan hati Lanny. Namun, impiannya pupus seketika saat Lanny memamerkan pacar barunya dan mengusir Belen dari hidupnya. Belen pun memilih pergi dan lenyap tanpa kabar. Kehilangan tersebut justru menyadarkan Lanny akan kesalahannya. Diliputi penyesalan besar, ia mencari Belen ke berbagai penjuru dunia hingga akhirnya bersujud memohon agar wanita itu mau kembali bersamanya.
Sampul Novel Jaring Kebohongan Suami Miliarderku
9.6
Menjadi istri Kian, miliarder teknologi, aku selalu menjadi penenang baginya. Namun, ia tega mengalihkan dana medis adikku demi kucing selingkuhannya. Saat kecelakaan merenggut nyawa adikku, Kian mengabaikan lukaku demi wanita itu. Saat ingin bercerai, aku baru tahu pernikahan kami palsu. Demi membalas dendam dan menghancurkan Kian, aku menghubungi pria dari masa laluku.
Sampul Novel Kupu-Kupu Kertas
8.9
Kehamilan di masa remaja merenggut masa depan Mayang setelah Mahesa pergi. Demi menyembunyikan lukanya, ia menolak Sena dengan kejam lalu terjerumus ke dunia malam Jakarta. Sembilan tahun berselang, takdir mempertemukan mereka lagi. Sena kini telah menjadi miliarder sukses yang dipenuhi rasa benci, sedangkan Mayang berusaha menata ulang hidupnya. Meski Sena terus merendahkan dan berniat membeli harga dirinya, Mayang pantang menyerah demi mempertahankan jalan pertobatannya.
Sampul Novel Lima Tahun Usai Berpisah
8.0
Tiga tahun membina rumah tangga tanpa anak memaksa Lisa memilih antara dipoligami atau berpisah. Janji setia Farhan sirna setelah pertunangan rahasianya terbongkar, membuat Lisa murka dan memutuskan pergi. Lima tahun berselang, takdir mempertemukan mereka lagi saat Farhan menjadi bos baru Lisa. Keadaan kian pelik ketika Farhan bersua Davin, putra Lisa, dan menyadari bahwa mantan istrinya itu sedang mengandung saat mereka bercerai dahulu.
Sampul Novel Para Pria yang Diculik ke Desa Wanita
9.2
Kisah dalam novel modern ini berpusat pada hubungan gelap yang penuh tipu daya. Sang protagonis menyadari bahwa pria yang dicintainya adalah penculik kejam yang memanfaatkan status pacaran demi menjual gadis-gadis ke sebuah desa terpencil. Namun, wanita ini pun menyimpan rahasia kelam yang tidak kalah mengerikan. Ternyata, dia juga bukan orang baik; dia menggunakan modus asmara yang sama untuk menjebak dan menggiring para pria masuk ke dalam perangkap di desanya sendiri.