APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Tuan Besar

Gairah Tuan Besar

Zain, pengusaha sukses yang tampak sempurna, menyimpan trauma mendalam. Sejak kecelakaan tragis akibat pengkhianatan Bella lima tahun lalu, ia mengalami disfungsi seksual. Kondisi ini dimanfaatkan sang istri untuk berselingkuh dan menginjak harga dirinya. Namun, gairah Zain yang padam mendadak bangkit setelah bertemu Yvone di kelab malam. Konflik rumit pun terjadi karena Yvone ternyata adalah kekasih Daniel, anak tiri Zain sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 1

lima tahun yang lalu...

Hujan mengguyur kota dengan lebat, menciptakan genangan air di mana-mana. Di tengah cuaca yang tidak bersahabat itu Zain memacu mobilnya dalam kecepatan penuh. Di balik kemudi wajahnya tampak tegang penuh amarah.

Tanpa memedulikan jalanan yang licin, Zain terus menginjak pedal gas hingga kandas. Emosi benar-benar telah menguasai hati dan pikirannya, sehingga tidak lagi memedulikan keselamatan jiwanya sendiri.

Sebuah pesan yang berisikan video singkat yang ia terima beberapa lalu adalah alasan utama mengapa Zain berbuat nekat begitu.

[Malam panas bersama Bella Auriga Bimantara. Ingin bergabung? Datanglah ke alamat ini.]

Begitulah bunyi pesan singkat yang Zain terima dari nomor yang tidak dikenal. Di bawah pesan itu sebuah video dengan durasi sembilan belas detik memperlihatkan wajah Bella yang sedang mendesah nikmat di atas tubuh seorang pria.

Darahnya mendidih terbakar cemburu dan sakit hati.

Hati kecilnya ingin mengabaikan pesan itu karena ia merasa semua itu hanya editan. Perbuatan iseng dari lawan-lawan bisnisnya. Namun, logikanya menunjukkan hal lain. Zain mengenali tanda lahir yang ada di dada Bella. Tidak hanya itu, Zain juga mengenali tempat yang ada dalam video itu. Dalam ingatan Zain, ruangan itu persis sama dengan kamar yang ada di villa miliknya.

"Kurang ajar kamu, Bella! Berani sekali kamu mengkhianatiku!" Zain memaki sambil memukul kemudi berkali-kali.

"Apa kurangnya aku, Bella?!" geramnya.

"Lihat saja, aku akan membuat perhitungan denganmu," desisnya kemudian.

Zain kembali menginjak pedal gas sedalam mungkin, membuat mobil sport itu melesat bagaikan anak panah.

Namun, Zain lengah.

Amarah telah membutakan matanya. Beberapa saat setelah menginjak pedal gas, sebuah truk besar muncul dari arah berlawanan. Klakson panjang terdengar, tetapi sia-sia. Zain tak lagi mampu mengendalikan kemudi yang ada dalam genggamannya. Pedal rem sudah ia tekan hingga kandas, tapi mobil sport itu terlalu kencang untuk dihentikan. Benturan keras pun terjadi.

Blam! Duar!

Mobil sport milik Zain ringsek di depan moncong truk besar itu. Kaca-kaca berhamburan, asap mengepul menghalangi pandangan. Di balik kemudi, kepala Zain terkulai bersimbah darah. Beberapa saat ia berusaha untuk membuka mata, tetapi hanya dua kedipan, mata itu akhirnya terpejam tak berdaya.

***

Satu bulan berlalu. Di sebuah ruangan VVIP rumah sakit, Zain terbaring lemah di atas brankar. Ia masih koma meski telah menjalani sejumlah operasi untuk menyelamatkan nyawanya.

Dokter sedang memeriksa perkembangannya. Dilihat dari ekspresi wajahnya bisa ditebak, hasilnya cukup baik.

"Bagaimana kondisi suami saya, Dok?" tanya Bella yang sejak tadi berdiri di samping tempat tidur.

Pria paruh baya dengan kaca mata tebal itu tersenyum.

"Secara keseluruhan, kondisi Tuan Zain semakin membaik, Nyonya. Saya yakin dalam waktu dekat dia segera sadar," jawab dokter itu.

Bella tersenyum lebar, menampakkan suka cita yang besar mendengar kata-kata dokter itu.

Namun, begitu dokter itu pergi, wajah cantiknya langsung berubah drastis. Bibir yang tadinya membentuk senyuman, sekarang berubah membentuk ejekan.

"Segera sadar? Huh ... untuk apa? Kalau hanya akan menjadi pria cacat lebih baik kamu mati saja, Zain," kata Bella dingin.

Ia kembali menyeringai sinis. Jari-jari lentiknya meraih ponsel di atas nakas, lalu bergerak lincah menghubungi seseorang.

"Percepat saja rencana kita. Tidak lama lagi dia mungkin sadar, aku tidak mau mengambil resiko," perintahnya pada seseorang di seberang sana.

"...."

"Ya, lebih cepat lebih baik," katanya tegas.

Ia menutup panggilan telepon itu. Tanpa menoleh lagi, Bella pergi meninggalkan Zain yang terlelap di tempat tidur.

Ia tidak tahu, tepat di saat ia menutup telepon itu, di belakangnya Zain telah membuka mata.

***

Bella memacu Porche Taycan miliknya menuju rumah sakit. Padahal baru dua puluh menit lalu ia meninggalkan gedung berwarna putih itu. Namun, ia harus kembali lagi karena secara mengejutkan mendapat kabar Zain telah sadar dari koma.

"Sial!" makinya sambil memukul stir.

"Mengapa harus hari ini, sih? Padahal tinggal selangkah lagi semua aset itu menjadi milikku," ucapnya geram.

Tiba-tiba ponselnya berdering. Wajah Bella langsung berubah saat melihat nama yang tertera di layarnya.

"Bagaimana? Apakah kau berhasil meyakinkan dewan direksi?" tanyanya resah.

"...."

"Sial! Tua bangka itu akan aku buat menyesal nanti. Lihat saja," kecam Bella.

"...."

"Tunda saja. Aku mau lihat kondisi Zain dulu," perintahnya lagi. "Semoga saja dia hilang ingatan,' sambungnya dalam hati.

Zain adalah pengusaha kaya raya pemilik sejumlah jaringan bisnis di bawah bendera Z. A. Group. Usianya masih muda, baru menginjak 30 tahun, tapi kerajaan bisnisnya telah berkembang pesat.

Ia merupakan pria mapan yang memesona. Tidak hanya tampan, tetapi juga jenius. Meskipun terlihat dingin dan angkuh, tapi kesuksesannya di dunia bisnis berhasil membuat sosoknya selalu disegani oleh teman dan ditakuti oleh lawan.

Banyak wanita yang tertarik untuk menjadi kekasihnya, tetapi hati Zain hanya tertuju pada Bella. Mantan aktris terkenal yang terlihat cantik dan menggairahkan meski usianya lebih tua lima tahun.

Tidak sedikit yang mencibir keputusan Zain menikahi Bella karena reputasinya yang terkenal matre dan sering bergonta-ganti pacar. Namun, Zain bergeming. Ia terlanjur tergila-gila pada wanita bertubuh seksi itu.

Tidak tanggung-tanggung, Zain menggelar pesta pernikahan mewah dan menghadiahkan sejumlah perhiasan mahal untuk Bella. Saat itu, Zain merasa menjadi lelaki paling berbahagia di dunia karena bisa mempersunting Bella.

Orang bijak berkata, waktu akan mengubah segalanya. Sayangnya itu tidak berlaku pada Bella. Sifatnya yang licik, materialistis, dan senang bermain cinta tidak berubah sama sekali. Dari waktu ke waktu ia justru semakin serakah.

Bella tidak pernah merasa puas dengan limpahan materi yang Zain berikan. Kondisi Zain yang mengenaskan pasca kecelakaan mencetuskan ide gila di kepalanya. Di saat Zain terbaring koma, Bella menyusun rencana untuk mengalihkan semua aset Zain menjadi atas namanya.

Namun, di saat rencananya memasuki tahap eksekusi, Zain sadar dari koma. Hal itu membuat rencana yang ia susun dengan rapi menjadi berantakan.

Sesampai di rumah sakit, Bella langsung menuju ruang perawatan Zain. Ia mendapati pria itu sedang berbicara dengan dokter.

"Akhirnya kamu sadar, Sayang," ucap Bella begitu masuk ke kamar.

Ia meraih tangan Zain, lalu menciumnya dengan lembut. Sepasang matanya berkaca, menatap Zain dengan haru.

"Bagaimana dengan kondisi suami saya, Dok?" tanyanya dengan suara bergetar.

Dokter itu tersenyum.

"Tuan Zain baik-baik saja, Nyonya. Tadi saya sudah lakukan serangkaian tes, semuanya normal. Tuan Zain sudah sehat seperti sedia kala," jelas dokter itu.

"Terimakasih, Dok," kata Bella.

Dokter itu mengangguk, lalu pergi bersama para perawatnya.

Bella kembali menatap Zain, dengan lembut membelai wajah tampan Zain yang masih dibalut perban.

"Selamat, Sayang. Terimakasih sudah bertahan. Berita kecelakaanmu benar-benar membuatku hampir gila," ujarnya.

"Benarkah?" tanya Zain.

"Tentu saja. Aku tidak bisa bayangkan bagaimana hidupku jika tidak ada kamu," jawab Bella.

Zain bangkit dari pembaringan, lalu duduk menghadap istrinya itu. Bayang-bayang video perselingkuhan Bella kembali menari di matanya.

"Apakah kamu benar-benar mencintaiku?" tanya Zain.

Sepasang alis Bella bertaut. Heran mendengar pertanyaan Zain yang begitu tiba-tiba.

"Tentu saja, Sayang. Aku sangat menyintaimu. Hanya kamu satu-satunya pria di dalam hidupku sejak kita menikah," jawab Bella.

"Kamu yakin?" tanya Zain lagi, kali ini dengan sorot mata tajam.

Bella mulai merasa kesal. Ia tidak suka dicurigai begitu. Dengan kasar, ia melepaskan genggaman dari tangan Zain.

"Maksud kamu apa sih bertanya begitu? Kamu mencurigaiku?" tanya Bella dengan nada tinggi.

Bella menyangka Zain tidak akan berbuat banyak mendengar protesnya. Namun, Bella salah. Zain yang berada di hadapannya saat ini adalah sosok yang berbeda. Dia bukan lagi Zain yang tergila-gila pada kecantikan Bella, tetapi dia adalah Zain yang telah mengetahui semua perbuatan buruk Bella. Zain sangat membenci pengkhianatan. Rasa cintanya telah berubah menjadi benci.

Tiba-tiba Zain berdiri, dengan garang ia mencengkeram rahang Bella.

"Jangan coba-coba mempermainkanku, Bella. Kamu sudah mengikis kesabaranku," desis Zain dengan sorot mata tajam.

"A-apa mm-maksud kamu?" tanya Bella gugup.

"Apa yang kamu rencanakan di saat aku sedang koma? Kamu ingin mengalihkan asetku?" tanya Zain dingin.

"A-aku ti-tidak mengerti apa yang kamu katakan," jawab Bella bingung.

Zain memperkuat cengkeramannya di rahang Bella.

"Aku tahu semua yang kamu rencanakan dengan Direktur Jo. Bermimpilah, Bella. Sampai kapan pun kamu tidak akan pernah bisa memiliki hartaku. Bersiaplah untuk menjanda karena aku akan menceraikanmu," ucap Zain.

Ia mendorong wanita itu, seraya melepaskan cengkeramannya.

Bella mengusap rahangnya yang terasa perih. Senyum sinis hadir di sudut bibirnya.

"Kamu ingin menceraikanku? Silakan saja," tantang Bella. "Tapi jangan salahkan aku jika berita tentang impotensimu menjadi headline besok pagi," sambungnya disertai ancaman.

"Impotensi? Huh! Siapa orang yang akan mempercayai berita hoax itu?" sahut Zain lantang.

"Oh ... memangnya dokter belum memberitahumu, ya?" tanya Bella. "Kecelakaan itu telah membuatmu cacat, Zain. Juniormu itu tidak akan pernah bisa lagi memuaskan wanita," terang Bella sambil tertawa.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANGKASA [Perjodohan]
9.5
Angkasa Lesmana Regan awalnya menolak keras rencana perjodohan dari ibunya. Namun, begitu tahu Meisya adalah calon istrinya, ia langsung berubah pikiran dan setuju. Di sekolah, Angkasa bersikap dingin dan berpura-pura tidak mengenalnya. Namun, kepribadiannya berbanding terbalik saat mereka berada di rumah. Demi memikat perhatian Meisya, cowok itu berubah drastis menjadi sangat manja, bahkan melebihi tingkah seorang bayi.
Sampul Novel Gairah Panas Sang Mantan
8.4
Sakit hati akibat pengkhianatan suaminya, Gilang, mendorong Kayla yang kini berusia 37 tahun untuk membalas dendam. Ia memilih kembali ke pelukan Farel, mantan kekasihnya. Terpikat oleh pesona Kayla yang kian menawan, Farel menyambutnya hingga mereka terlibat perselingkuhan yang membara. Meski keduanya telah membina rumah tangga masing-masing, hubungan gelap yang intim ini terus berlanjut. Kini, rahasia besar tersebut mengancam pernikahan mereka. Akankah cinta terlarang ini membawa bahagia?
Sampul Novel Istriku Yang Buluk Menjadi Rebutan
8.8
Akibat penampilannya yang dinilai kurang menarik, Willia kerap diremehkan oleh suaminya. Namun, di balik kesederhanaan itu, pesonanya justru memikat banyak pria lain hingga ia menjadi rebutan. Di tengah limpahan perhatian dan godaan dari para lelaki yang mengaguminya, kesetiaan Willia kini diuji. Akankah ia tetap mempertahankan rumah tangganya, atau memilih pergi demi mencari kebahagiaan baru di mana ia lebih dihargai?
Sampul Novel Rahasia Sang Suami Muda
9.3
Keysa Andini tak berdaya ketika ibu tirinya memaksa dirinya menikahi Steven, seorang pemuda desa tanpa masa depan yang jelas. Awalnya Keysa berniat langsung bercerai, namun segalanya berubah saat mereka tinggal bersama. Kehadiran suami mudanya itu justru memberikan kenyamanan tak terduga. Perlahan, keyakinan Keysa goyah setelah melihat sisi menarik Steven. Ada rahasia besar yang tersembunyi, siap memberi kejutan yang akan mengubah takdir serta masa depannya.
Sampul Novel Terjebak Pernikahan Salah
8.4
Hera Altezza harus menjalani pernikahan paksa tanpa rasa cinta dengan Jayden Xavier. Sikap manis Jayden rupanya cuma kedok demi membalas dendam, sebab ia menuduh Hera merusak hubungannya dengan Elena Darwin. Di tengah siksaan batin akibat dikhianati sang suami, sosok Haidar Pratama datang menawarkan pertolongan. Akan tetapi, bantuan Haidar meminta tebusan besar yang berkaitan erat dengan masa lalu Hera. Kini, ia terjebak di antara kepedihan dan keputusan pelik demi meraih kebebasan.
Sampul Novel Wanita Dambaan Sang Bilionaire
9.7
Caid Walton, miliarder rupawan berumur 26 tahun, terkenal dengan julukan Lady-Killer karena kekuasaannya. Ia kerap berganti pasangan dan tak pernah berpacaran lebih dari tiga bulan. Namun, reputasi tersebut runtuh seketika saat ia mengenal Relova Luvena. Bukannya ditinggalkan seperti para wanita terdahulu, Lova justru berhasil mengacaukan hidup Caid dan menguji batas kesabarannya. Kini, sang penakluk wanita itu malah dibuat tak berdaya olehnya.