APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel GAIRAH PRIA IMPOTEN

GAIRAH PRIA IMPOTEN

Mela, wanita malang yang diusir ibu tirinya dan menjadi korban pelecehan, terpaksa bekerja sebagai wanita penghibur. Di sana, ia mendapat misi khusus untuk memikat seorang pria impoten yang penuh misteri. Hubungan tak terduga ini justru membuat Mela hamil anak dari pria tersebut. Kini, ia terjebak dalam dilema besar mengenai masa depan janinnya, di tengah pusaran rahasia besar yang menyelimuti kehidupan mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Siapa suruh kamu makan!?"

Bantingan piring keramik terdengar nyaring memenuhi seluruh sudut rumah sederhana, membuat Nikitamela, gadis yang baru saja kehilangan semua–nya mulai dari orang tersayang hingga kehidupan mewahnya, begitu terkejut dengan hal tersebut.

Mela sapaan Nikitamela yang sedang duduk untuk menikmati makan malam setelah seharian pontang-panting mengurusi berbagai macam pekerjaan rumahan yang tiba-tiba dibebankan padanya oleh ibu tiri dan putrinya.

"Ma, aku lapar." Dengan nada gemetar, Mela menanggapi ucapan dari Mama Mira yang beberapa tahun belakangan ini menjadi mama tirinya.

"Aku tidak peduli!" sahut Mama Mira. Wanita setengah baya itu lantas menarik rambut Mela, membuat gadis itu sontak berdiri sembari memegangi rambutnya.

"Ma, sakit!" pekik Mela.

"Terserah! Yang jelas, kamu harus kerja dulu baru bisa makan!" tanpa belas kasihan, Mama Mira menarik rambut Mela dan membawa gadis itu ke luar rumah. "Di sini tidak ada yang gratis! Paham!?"

Rasa sakit yang dirasakan Mela membuat gadis itu tidak mampu menyanggah ataupun berontak, meskipun jelas-jelas seharian ini ia sudah mengerjakan pekerjaan rumah sesuai perintah.

Detik berikutnya, tubuhnya tersungkur di teras depan akibat dorongan kasar dari ibu tirinya. Samar-samar di balik air matanya, Mela menyaksikan Mama Mira bertolak pinggang di ambang pintu, menatapnya tanpa belas kasihan.

Ibu tiri yang dulu baik padanya sekarang berubah seratus delapan puluh derajat setelah sang papa meninggal dunia. Apalagi saat semua harta peninggalan sang papa disita oleh pihak bank, tanpa menyisakan sedikit pun untuk sang ibu tiri.

"Pergi dari sini, dasar benalu!" bentak Mama Mira.

Beberapa kali Mela melihat ibu tirinya itu tampak marah. Tetapi tidak pernah semurka ini. "Bertahun-tahun kuhabiskan untuk mengurusi pria tua itu, tapi dia justru meninggalkan anak sial tak tahu diuntung sepertimu. Kamu pikir aku akan membiarkan kamu tinggal gratis di rumah ini? Tidak! Jika kamu masih ingin tinggal disini, cari uang yang banyak buat bayar. Paham!?"

"Tapi, Ma–" Mela tidak jadi meneruskan ucapannya, yang ada ia kini terkejut. Karena Mama Mira membanting pintu hingga menutup dengan kencang.

Mela bangkit dari tempatnya dengan tenaga yang tersisa, karena dari kemarin ia belum makan apa pun.

"Ma, tolong buka pintunya, Ma." Mela mengetuk pintu berharap mama Mira mau membukakan pintu.

Namun, bukannya membuka pintu, yang ada lampu teras rumahnya dimatikan oleh Mama Mira.

Lebih dari satu jam, Mela duduk bersandar di depan pintu, dengan bulir air mata yang tidak ada putusnya, meratapi betapa berbedanya kehidupan Mela sekarang dibandingkan dulu, sekaligus bingung dengan apa yang harus ia lakukan sekarang.

Bagaimana ia bisa mencari uang sekarang, saat ia tidak ada tenaga sama sekali?

Bagaimana cara ia makan?

Haruskah ia mengemis belas kasihan orang lain yang lebih ramah dibanding ibu tirinya?

Atau meminta belas kasihan para tetangganya?

Dimana tetangganya pun memilih tidak peduli dengan kehidupan miris yang dialaminya.

Tanpa Mela sadari, sejak tadi, ada sesosok wanita yang mengamatinya dari kejauhan.

Ya ampun! Kepada siapa Mela harus meminta bantuan?

Saudara dan sahabat yang pernah ia miliki tidak lagi menganggapnya ada setelah ia tidak lagi memiliki apa pun.

"Ah! Bibi!"

Sepasang mata Mela melebar saat ia teringat pada asisten rumah tangganya dulu, wanita tua yang sudah mendampingi ia, ayahnya, dan ibu kandungnya sejak dulu.

Ya, wanita itu pasti mau membantunya.

Perlahan Mela menghentikan tangisnya, kemudian beranjak dari duduknya. Dengan sisa tenaga yang ia punya, ia pergi ke lokasi yang ia ingat merupakan kediaman asisten rumah tangganya tersebut.

Namun, ternyata wanita tua ramah itu sudah pindah. Mela tidak mendapatkan informasi mengenai ke mana si Bibi pergi.

“Tuhan … apa yang harus kulakukan sekarang,” gumam Mela lemah.

Dan ia kembali melangkahkan kakinya menyusuri jalanan, meninggalkan tempat tinggal si Bibi dengan langkah gontai, dan pandangannya mulai kabur.

Nyaris saja Mela terjatuh, sebelum sepasang tangan kekar menahan tubuhnya.

"Hati-hati Nona," seorang pria menahan tubuh Mela.

"Terima ka–" Ucapan Mela terhenti saat menyadari bahwa tiba-tiba ada segerombolan pria mengepungnya. Lekas, ia menyingkirkan tangan pria yang tengah menahannya.

“Whoa, kasar sekali,” komentar pria tersebut sembari tersenyum miring.

Sepasang matanya memindai tubuh Mela dari kepala hingga ujung kaki dengan intens, seketika membuat Mela merinding.

Gadis itu melihat sekeliling dengan panik, apalagi saat menyadari bahwa ia tengah berada di jalanan sepi dan hari telah larut. Ditambah lagi, tiga pria lain yang tadi hanya mengelilinginya, kini mendekatinya dan mengepungnya.

"Tidak!" batin gadis itu.

Dengan panik, Mela merangsek pergi, setengah berlari dengan sisa tenaganya.

Namun, naas, baru beberapa meter berlari tiba-tiba Mela terjatuh.

Seketika, pandangannya menggelap.

Sesaat sebelum akhirnya Mela kehilangan kesadaran, ia bisa mendengar salah satu pria itu berucap.

"Mantap, malam ini kita mendapatkan barang gratis. Cantik dan mulus pula!"

***

"Hai, Bangun!"

Sayup-sayup, Mela mendengar suara seseorang.

Perlahan, ia membuka kedua matanya dan melihat sekilas seorang wanita duduk di sisi tubuhnya.

Kemudian Mela mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, dan ia tidak mengenali ruangan dimana dirinya sekarang berada.

"Bisakah kamu bangun?" tanya sosok asing yang tengah bersamanya.

Namun, anehnya, Mela merasa ia pernah melihat sosok ini entah di mana, meskipun ia tidak mengenal wanita tersebut dengan dandanan mencolok dan pakaian seksi.

Tidak merasakan bahaya, Mela mengangguk dan berusaha bangun meskipun sekujur tubuhnya terasa sakit.

"Siapa Anda? Dan di mana aku?"

Wanita tersebut tersenyum mendengar pertanyaan dari Mela.

"Panggil saja aku Madam, dan aku bisa membantumu," ucap wanita itu. Berpikir pasti Mela tidak mengenalinya sebagai tetangga di lingkungan rumah si ibu tiri.

Dan Madam sendiri sudah memperhatikan Mela sejak lama dan merasa bahwa inilah kesempatan yang tepat untuk menarik gadis ini ke dunianya.

Mela menautkan keningnya, merasa bingung dengan perkataan wanita tersebut yang tahu jika ia sedang kesulitan.

"Apa anda bisa memberikan aku pekerjaan?" tanya Mela langsung, karena saat ini ia hanya butuh uang dan pekerjaan.

"Tentu saja bisa." Madam mengangguk. Senyumnya makin lebar. “Sebuah pekerjaan yang membuatmu bisa membalas kelakuan ibu tirimu."

Mela tercengang mendapati wanita tersebut, tahu tentang mama Mira, sosok mama tiri yang dulu sangat baik padanya, tapi berubah kejam setelah sang papa meninggal dunia. "Pekerjaan apa?"

"Seorang wanita penghibur."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hasrat Membara Bos Baruku
9.5
Chika memulai babak baru dalam kariernya sebagai asisten pribadi Jack Jeagerjaques, penulis novel roman ternama. Namun, impresi pertamanya hancur berantakan saat ia memergoki sang bos sedang bermesraan di dapur. Sejak kejadian mengejutkan itu, Chika langsung mencap Jack sebagai pria mesum yang patut diwaspadai. Di bawah bayang-bayang pesona maskulin Jack, ia kini harus berjuang menjaga jarak profesional agar tidak ikut terjerat dalam lingkaran gairah sang penulis.
Sampul Novel ISTRI MUDA AYAHKU
8.7
Kehidupan Alea Marisa runtuh seketika akibat kasus korupsi sang ayah yang juga tertangkap basah berselingkuh. Di usia 19 tahun, ia terpaksa putus kuliah demi merawat ibunya yang lumpuh di tengah jerat kemiskinan dan sanksi sosial. Demi bertahan hidup, Alea terpaksa menerima pinangan seorang duda. Namun, takdir mempermainkannya saat menyadari sang suami baru adalah ayah dari teman kuliahnya sendiri. Kini ia terjebak di antara bakti istri dan kejaran cinta putra tirinya.
Sampul Novel Madu Untuk Suamiku
8.4
Fransiska Damayanti dan Arya Praptama adalah pasangan kaya raya yang tampak sempurna di mata publik. Namun di balik kemewahan itu, sepuluh tahun pernikahan mereka belum juga dikaruniai seorang anak. Merasa tertekan dan ingin menyelamatkan rumah tangganya, Siska mengambil keputusan yang tak terduga: ia menjodohkan suaminya sendiri dengan Dinda Kinara, seorang gadis yatim piatu berusia 17 tahun yang hidup sederhana di desa bersama nenek dan adik lelakinya. Sejak usia sepuluh tahun, Dinda telah kehilangan kedua orang tuanya. Kini ia harus terjebak dalam perjanjian pernikahan yang rumit dengan pria yang jauh lebih tua darinya—sebuah pengorbanan yang akan mengubah hidup mereka bertiga selamanya.
Sampul Novel Miss Villainess Is Wealthy
8.0
Valerie terbangun di masa lalu dan lolos dari kematian, tetapi malah terjebak skandal satu malam dengan Cedric, pemuda misterius. Demi perlindungan dari Keluarga Meyer, keduanya sepakat menjalani pernikahan kontrak selama dua tahun. Meski Cedric melarangnya jatuh cinta, Valerie harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sisa umurnya tidak lama lagi. Di tengah badai ujian yang menguji ketegarannya, sanggupkah Valerie bertahan hidup?
Sampul Novel Pengantin Rahasia CEO
7.9
Demi melindungi aset keluarganya dari kejaran penagih utang, Ranti terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Reno, seorang CEO kaya. Reno sendiri butuh istri formalitas guna menghindari desakan sang paman sekaligus gangguan sang mantan kekasih. Walau awalnya hubungan ini murni bisnis demi uang dan keamanan, kebersamaan yang terjalin justru menumbuhkan perasaan tulus. Di balik pernikahan rahasia tersebut, benih-benih cinta perlahan mengikis batasan kontrak mereka.
Sampul Novel VELIN SEAN
8.4
Kehidupan Velin, seorang penjual bunga, berubah drastis menjadi mimpi buruk setelah bertemu kembali dengan Sean di acara reuni SMA. Sean yang sempat menghilang selama lima tahun kini kembali dengan obsesi gelap yang sangat berbahaya. Ia mengklaim Velin secara sepihak, memicu ancaman nyata bagi keselamatan wanita itu. Bagi Sean, obsesi ekstrem ini adalah cinta, tetapi bagi Velin, pria itu merupakan petaka yang siap menghancurkan hidup dan nyawanya jika ia menolak untuk dimiliki.