APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Nakal Sang Billionaire

Gairah Nakal Sang Billionaire

Raisa Aquila Nazara, gadis berusia 25 tahun, dijebak oleh Helena, ibu dari kekasihnya sendiri. Rencana jahat itu membawanya masuk ke kamar Raka Mirza Bramantyo, seorang CEO tampan berumur 27 tahun yang terkenal playboy. Kejadian tak terduga di malam itu memaksa Raisa menghadapi konsekuensi pahit dari perbuatan mereka. Apakah peristiwa memalukan ini akan menghancurkan hidup Raisa, atau justru menjadi babak baru dalam hubungannya dengan Raka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Raisa tengah termenung di sebuah taman yang tak jauh dari ruangan papanya dirawat. Ia sedang memikirkan siapa kira-kira orang yang sudah menolongnya —membayar semua biaya rumah sakit papahnya.

“Apa mungkin itu Tante Helena?” pikir Raisa. “Mungkin dia mengira telah berhasil menjebakku makanya dia membayarkan semua biaya operasi Papa?"

Raisa menggeleng, ia sendiri merasa sangat tak yakin jika ini adalah perbuatan ibu dari kekasihnya tersebut. Rasanya tidak akan mungkin kalau Helena yang melakukan hal semulia itu. Setelah Raisa tahu bagaimana cara Helena menjebaknya, rasanya sangat sulit dipercaya jika Helena yang akan menolongnya.

“Woy...!!”

Tiba-tiba saja ada suara yang mengagetkan Raisa, Dini sahabat Raisa baru saja datang untuk menemuinya karena Raisa tak bisa dihubungi.

“Ngelamun aja! lagi mikirin apa sih?!" cecar Dini.

“Kamu ngagetin aja Din, gimana kalau aku jantungan terus mati karena kaget!” seru Raisa mendelik kesal.

“Ya lagian masih ngelamun aja. Om Arifin kan udah bebas dari masa kritisnya. Dan pastinya kamu senang kan, karena Harry yang udah bantuin kamu!”

Dahi Raisa mengerut, tak mengerti Raisa dengan apa maksud dari ucapan Dini. Apa hubungannya Harry dengan papanya yang sudah berhasil melalui masa kritisnya.

“Kenapa kamu bawa-bawa nama Harry? Memangnya apa yang sudah Harry lakukan?” tanya Raisa.

“Oops... Aku lupa belom bilang ya sama kamu?”

“Bilang apa?”

“Semalam aku ketemu sama Harry, dia udah balik dari London dan aku keceplosan bilang sama dia kalau kamu lagi berada dalam kesulitan. Dan dia juga bilang kalau dia yang akan menghapus semua kesulitan kamu itu.”

Kabar yang dibawa Dini ini benar-benar sangat mengejutkan bagi Raisa. Harry bahkan tak bilang sebelumnya kalau dia mau pulang dan bahkan setelah pulang pun Harry tidak mengabarinya.

“Apa? Harry udah pulang, dan dia enggak ngabarin aku? Terus, apa Harry juga yang udah bayarin semua biaya operasi Papa?”

Ingin rasanya Dini mentoyor kepala Raisa karena kesal dengan Raisa yang malah terlihat kesal gara-gara Harry tidak mengabarinya.

“Woy.... Bukannya Harry enggak mau ngabarin kamu! Kamunya aja yang enggak bisa dihubungi. Dari semalam itu Harry udah nyoba neleponin kamu, tapi katanya HP kamu enggak aktif terus.”

Handphone? Raisa baru ingat dengan handphonenya. Dia lupa di mana dia menyimpannya. Ia membuka tas yang masih membelit tubuhnya, mencari benda pipih tersebut namun sayangnya benda itu tak ada.

Raisa mencoba mengingat, di mana dia menyimpan handphonenya. Dan ingatannya hanya berhenti sampai di kamar hotel saja.

Raisa sangat yakin sekali kalau ponselnya itu tertinggal di kamar hotel tempatnya semalam tidur bersama dengan Raka.

“Sorry, Sorry... Emang ponsel aku ilang, Din! Makanya dari semalam aku enggak bisa dihubungi.

“Tapi beneran? Harry udah balik?”

“Ya benerlah!! Masa bohong! Terus itu yang ketemu aku siapa dong! Hantu?!!” gerutu Dini tak terima.

“Tadinya Harry mau kasih kejutan buat kamu. Dia datang ke rumah kamu tapi rumah kamu kosong. Terus dia coba hubungin kamu, tapi malah terus-terusan enggak aktif. Ya... akhirnya dia telpon aku. Dia minta ketemu, saat aku ceritain ke dia gimana sulitnya hidup kamu selama satu tahun ini dia merasa sangat bersalah karena tak ada di samping kamu.

“Tadinya kita mau langsung ke rumah sakit, tapi nyokapnya nyuruh Harry yang baru aja tiba di Jakarta dan dari bandara langsung nyariin kamu –untuk pulang dulu.”

“Nyokapnya ya?” Raisa menegaskan.

“Hmm....” balas Dini singkat dibarengi anggukan kepala.

Rasanya beban yang ditanggung Raisa terasa semakin berat ketika ia tahu dan mulai yakin bahwa Harry-lah yang sudah membantunya.

Ia merasa sangat malu pada Harry karena sekarang ini dia sudah tak suci lagi. Dia sudah tak punya sesuatu lagi yang bisa ia banggakan padahal selama ini Harry selalu berusaha untuk menjaganya karena Harry merasa sangat menghormati dan menghargai keputusan Raisa yang tak ingin melewati batasan sebelum adanya janji suci pernikahan.

“Sa... Kenapa sih? Aneh banget deh dari tadi kebanyakan bengong! Harry udah balik Sa! Semua masalah dalam hidup kamu pasti bakalan bisa selesai dengan sangat mudah. Keluarga Harry itu kaya raya kan? Dan Harry sangat mencintai kamu.”

Raisa tersenyum miris, mengingat apa yang sudah dilakukan oleh ibu dari kekasihnya itu yang telah tega menjebaknya dan hampir menjual Raisa pada pria hidung belang.

“Raisa....” Panggilan lembut dari seorang pria yang sudah hampir satu tahun tak dilihatnya itu berhasil mengalihkan perhatian Raisa dan juga Dini.

Harry berdiri dengan kedua tangan yang sudah ia lebarkan siap menerima tubuh wanita yang sangat dicintainya untuk masuk ke dalam pelukannya

“Harry....” ucap Raisa dengan sangat pelan. Ia tak percaya dengan apa yang saat ini ada di hadapannya.

Ada rasa ragu bercampur malu yang membelenggu hati Raisa untuk segera berlari ke dalam pelukan kekasihnya itu. Tapi rasa rindu yang menggebu. Rasa cinta yang membara berhasil menepis semuanya.

Raisa ingin sedikit saja berlaku egois dengan melupakan apa yang sudah terjadi dengan hidupnya semalam. Ia tak ingin mengingat bahwa dirinya sudah tak sengaja mengkhianati Harry. Dan terlebih lagi semua itu adalah karena ulah ibu Harry sendiri.

Raisa berlari ke dalam pelukan Harry, menenggelamkan kepalanya dalam kehangatan tubuh kekasihnya.

“I really Miss you, Honey!” ucap Harry diiringi dengan kecupan penuh cinta di puncak kepala Raisa.

Rasanya sungguh tenang dan sangat damai ketika Raisa berada dalam pelukan tubuh tegap Harry.

Dia merasa semua beban berat yang selama ini harus ditanggungnya sejenak bisa ia lepaskan.

Bukan karena Raisa ingin meminta Harry untuk membantunya lepas dari beban itu. Hanya saja memiliki Harry yang sangat mencintainya itu benar-benar merupakan sebuah kekuatan yang sangat besar bagi Raisa bisa melewati semua masalah dalam hidupnya.

Harry masih tak ingin melepaskan pelukannya. Ia masih mendekap erat tubuh Raisa untuk bisa mencurahkan semua kerinduan yang selama satu tahun ini sudah sangat membelenggunya.

“Permisi!!"

Suara bariton pria dari arah belakang tubuh Harry berhasil membuat semua orang yang ada, menoleh ke arahnya tanpa terkecuali Raisa yang sudah terlepas dari dekapan kekasihnya.

“Dia?! Di sini?!” gumam hati Raisa. Tak bisa Raisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat pria yang sedang berdiri di hadapannya.

“Mau apa lagi sih dia?” Raisa masih menggerutu, tapi di dalam hatinya.

Raisa sedikit merasa ketakutan, ia takut kalau Raka akan mengatakan apa yang sudah terjadi antara mereka semalam pada Harry. Sejujurnya Raisa sama sekali belum siap untuk itu. Dia masih merasa belum siap untuk jujur dan menghadapi kekecewaan dari pria yang merupakan separuh dari nafasnya tersebut.

Raisa terlalu mencintai Harry, hingga ia sanggup untuk sedikit lagi berbohong demi bisa sedikit lebih lama melepaskan kerinduannya pada Harry.

“I-itu bukannya Raka Mirza Bramantyo ya?” seru Dini kegirangan.

Dini yang kebetulan ikut masuk group kumpulan para pencari Hot CEO tampak mengenalinya. Dini tahu nama lengkapnya bahkan di saat Raisa yang semalam sudah tidur dengan Raka tidak mengetahui itu.

“Kamu kenal, Din?” tanya Raisa.

“Ya kenal-lah Sa! Dia itu CEO termuda yang lagi hot-hotnya jadi bahan perbincangan di salah satu group yang aku ikuti.”

Raka melangkah dengan gagahnya menghampiri Raisa, Harry dan Dini.

“Ini Hp kamu kan?”

Sebuah ponsel dengan gantungan liontin diasongkan oleh Raka pada Raisa.

“Aku menemukannya di atas ranjang saat kamu sudah pergi,” ungkap Raka dengan sengaja ingin menimbulkan kecurigaan dalam benak Harry.

Wajah Raisa sudah pucat pasi. Ia tahu kalau yang namanya kebohongan itu pasti akan terbongkar dan sepertinya Raisa memang tak diizinkan untuk lama-lama berbohong.

Raka menyeringai dengan tatapan yang super sangat tajam menghunus bagaikan pedang jauh ke dalam mata bulat Raisa.

“Sebentar! Ini apa maksudnya ya? Kenapa bisa ponsel Raisa ada sama kamu dan kamu bilang kamu melihatnya ada di atas ranjang. Memangnya kalian..._?” tanda tanya besar nampak jelas ada di dalam kepala Harry.

Harry merasa harus ada salah satu dari Raisa atau pun Raka yang menjelaskannya.

“Oh.... Dia itu kekasih kamu ya?!” pungkas Raka. “Jadi begini!” serunya, “wanita yang bernama Raisa yang saat ini sedang kamu rangkul itu adalah wanita yang semalam...._”

Raisa tahu Raka pasti akan mengatakan apa yang sebenarnya telah terjadi dengan mereka semalam. Raisa rasanya ingin mati saja saat ini karena ia benar-benar belum siap kehilangan Harry.

Bersambung....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BAYAR dengan Tubuhmu
9.6
Celina menghadapi kehancuran hidup setelah dikhianati oleh tunangannya. Selain difitnah, ia dijadikan jaminan utang untuk melindungi saudaranya. Kini, ia terpaksa menyerahkan diri kepada Mikhael, pria berkuasa yang sangat dingin. Saat datang dengan duka mendalam, Celina justru menerima cemoohan kejam dari Mikhael yang menghina kondisinya. Di tengah tekanan ini, ia harus bertahan melayani pria yang terus merendahkannya.
Sampul Novel Dari Pengkhianatan Tebing ke Cinta yang Tak Terpatahkan
8.1
Clara dikhianati oleh suaminya, Marco, yang mendorongnya ke jurang saat piknik demi bersama selingkuhannya, Chika. Meski terluka parah, Clara selamat dan mendengar rencana licik Marco yang ingin memalsukan kematiannya. Di tengah keputusasaan, tekadnya untuk membalas dendam membara. Kehadiran Julian Suryo, miliarder sekaligus musuh bebuyutan suaminya yang datang menolong, menjadi titik balik bagi Clara. Bersama Julian, ia kini bersiap menghancurkan Marco.
Sampul Novel Direktur Iblis Takut Kehilangan
8.4
Kehidupan Lia Adelia runtuh setelah suaminya tiada dan ia didepak dari kediamannya. Kini, sebagai janda dua anak, ia harus bersusah payah mencari nafkah di tengah berbagai hinaan fisik serta status sosialnya. Di saat sulit, takdir mempertemukannya dengan Bagas Samudra, seorang pimpinan bank yang berwatak dingin sekaligus menjengkelkan. Walau Lia telah berjanji setia pada mendiang suaminya untuk tidak menikah lagi, perilaku Bagas perlahan melembut. Apakah niat terselubung sang direktur?
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka
9.7
Saat Riko Fosa dan keluarganya bersiap menghalangi Nisa di rumah sakit demi kelahiran anak Erni, Nisa justru memilih tidak hadir. Riko yang mengira istrinya hanya egois karena tidak mau menerima anak tersebut, berniat memaafkannya jika Nisa bersedia meminta maaf. Namun, Riko tidak menyadari bahwa Nisa telah mengambil keputusan besar. Dia mendaftarkan diri ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas dan bersiap mencabut kewarganegaraannya, meninggalkan Riko selamanya tanpa ada kesempatan untuk bertemu lagi.
Sampul Novel MENGGODA CEO KEJAM
8.3
Kepergian sang ibu menyisakan luka bagi Reaneta Alisha, terlebih saat tahu ayahnya berselingkuh dengan gadis sebayanya. Dipicu amarah, Rea berniat merebut Logan Asher Maverick, miliarder kaku yang dipuja oleh selingkuhan ayahnya itu. Namun, memikat Logan rupanya tidak semudah bayangannya. Begitu rencana terselubung Rea terendus, situasi pun berbalik menjadi penuh ancaman dari Logan yang murka. Kini, taktik godaan Rea justru berisiko menghancurkan dirinya sendiri.
Sampul Novel Pewaris yang Ingin Mereka Singkirkan
9.1
Maya, mantan pewaris manja, dijebak oleh tunangan dan putri kandung keluarganya hingga dipenjara empat tahun. Usai bebas, ia menikah dengan Karel, pria yang dicap sampah masyarakat. Namun, dunia terkejut saat Maya mengungkap rahasianya sebagai peretas jenius dan ahli perhiasan. Saat keluarganya memohon ampun, Karel ternyata adalah pengusaha legendaris yang sangat memuja istrinya. Kini, aksi balas dendam mereka dimulai.