APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Masa Remaja

Gairah Masa Remaja

Dalam suasana yang kian intens, Billy perlahan melepas rok yang kupakai. Aku membantunya dengan sedikit menggerakkan kaki hingga pakaian itu terlepas, menyisakan celana pendek di dalamnya. Saat Billy menyingkirkan celana tersebut, ia terpesona menatap kakiku yang begitu mulus. Sentuhan jemarinya yang mulai menelusuri kulitku dengan lembut membuatku hanyut dalam sensasi yang ia ciptakan. Aku pun hanya bisa terdiam, menikmati setiap usapan mesra dari dirinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Iyalah, emang kenapa ?" Jawab ku.

.

"Pantes lama, katanya cuman ganti baju" Kata Edo.

.

"Haha maafin yak, dari pada badan aku bau kayak kamu mending mandi haha" Jawab ku mengejeknya sambil tertawa.

.

"Ye enak aja " Sambil Edo mendekatkan kepalanya ke bajunya.

.

"Iyasih bau hehe" Kata Edo sambil tertawa.

.

"Nah kan, beda sama aku wangi" Kataku sambil sedikit mendekatkan badan ku ke Edo, biar aroma badanku yang wangi habis mandi kecium sama Edo.

.

"Iyasih wangi" Kata Edo setelah iya mencium aroma badan ku.

.

"Eh yaudah, kita ke meja belajar, kamu ajarin nih PR dari Pak Bagas" Kataku sambil beranjak dari ranjang.

.

"Eh iya bentar aku ambil buku dulu" Kata Edo sambil merogoh isi tasnya untuk mengambil buku.

.

Setelah kami berdua mengambil buku, aku dan Edo duduk dimeja belajarku. Lalu dia mengajarkanku dan membantuku mengerjakan soal dari Pak Bagas, tak lupa juga dia membantu mengerjakan soal soal lain yang ku tak pahami disekolah, cara dia mengajar cukup baik sehingga aku cepet paham dengan apa yang dia jelaskan kepadaku. Setelah mengerjakan PR setengahnya, edo membiarkanku mengerjakan sendiri. Agar dia bisa melihat apakah aku benar benar paham apa yang dia jelaskan atau tidak.

.

"Nah sekarang soal nomor 6-10 kamu kerjain sendiri dah, aku mau liat kamu bisa beneran atau nggak" Kata Edo.

.

"Yeee ngeremehin aku, ya bisalah aku, paham kok apa yang kamu jelasin tadi" Ucapku sambil kembali melanjutkan mengerjakan PR.

.

Disaat aku mengerjakan PR, aku merasa dia curi curi pandang ke arahku, beberapa kali aku melirik dia, dia sedang melihat badanku, terlebih aku sering sekali meliriknya saat melihat bagian dadaku. Aku bingung dengan apa yang dia lihat padaku, apakah bajuku ini aneh menurutnya. Dari pada membuat penasaranku lebih baik aku langsung tanyakan saja kepada Edo.

.

" Eh do, kamu kok liatin aku segitunya, emang kenapa dengan bajuku? Ada yang salah kah? " Kataku sambil mengahadapkan mukaku ke arahnya dan menyenderkan badanku di kursi.

.

"Eh enggak kok, hehe" Kata dia langsung kaget dan memalingkan wajahnya dari badanku.

.

"Emang kenapa sih, ngomong aja? Ada yang salah?" Kataku, melihat reksinya seperti itu aku jadi penasaran kenapa dia melihat badan ku segitunya.

.

"Hmmm.... Entar kalo aku kasih tau nanti kamu marah lagi" Kata dia dengan suara rendah.

.

"Kalo kamu bikin aku penasaran, aku marah lah, cerita aja kenapa?" Kataku sedikit memarahinya.

.

"Tapi janji yah jangan marah" Kata Edo sambil memalingkan wajahnya padaku.

.

"Iya" Jawabku.

.

"Jangan marah yah" Kata Edo.

.

"Iya nggak" Kataku

.

"Janji" Kata Edo meyakinkanku.

.

"Iya janji. emang kenapa sih? " Kataku.

.

"Hehe gini Una, aduh aku ngomongnya gimana yah" Kata Edo sambil gugup.

.

"Gakpapa ih, ngomong aja susah amat" Kata ku agak ketus.

.

"Ehmmmm.... Itu na" Kata Edo dengan gugupnya.

.

"Itu apa?" Kata ku

.

"Ehmmmm... Aku liat baju kamu agak ketat, jadi dada kamu kelihatan gede dari biasanya kamu pakai baju sekolah, hehe jangan marah yah" Kata dia sambil sedikit senyum dengan wajah gugubnya.

.

Memang aku setiap sekolah memakai baju yang longgar dan baju piyama yang sering aku pakai dirumah memang agak ketat. Tidak ketat banget namun memperlihatkan bentuk payudaraku yang lumayan menonjol.

.

"Emang kelihatan gede yah" Jawabku dengan kebingungan, aku baru pertama kalo mendengar seseorang laki laki berkata seperti itu, namun aku tak berpikiran aneh aneh, mungkin karna aku terlalu polos, sehingga aku tak merasa marah saat dia berkata seperti itu, dipikiranku mungkin iya hanya mengomentari berpakaian ku dirumah, berbeda yang dia lihat saat aku disekolah.

.

"Hehe iyah hehe" Kata iya tertunduk malu.

.

Aku kembali melanjutkan mengerjakan PR, namun tak berapa lama iya menanyakan sesuatu padaku.

.

"Hmmm Una, aku boleh nanya nggak?" Kata Edo.

.

"Mau nanya apa? " Kataku sambil mengerjakan PR.

.

"Ehmmm ukuran susu..... eh maksudku dada kamu berapa?" Kata Edo.

.

"Ukuran dadaku kalo dari ukuran BH 34, emang kenapa? Emang kamu beliin aku BH? " Kataku sedikit mengejek.

.

"Hehe nggak na, penasaran aja hehe.... Jangan marah yah" Kata Edo sambil teraenyum.

.

Aku pun kembali mengerhakan PR dan tak butuh waktu lama aku selesai mengerjakan PR.

.

"Haaaahhhh akhirnya selesai juga" Kataku sambil menghela nafas. Akupun langsung membereskan buku buku ku dan menuju ketempat tidur untuk rebahan, melepas penat seharian disekolah dan penat habis ngerjain PR yang menguras tenaga otak ku. Lalu aku mengambil HP dan membuka beranda tiktok.

.

"Edo, kalo kamu rebahan di kasur gakpapa kok, istirahat kamu dah seharian sekolah sama bantuin aku nugas" Kata ku sambil menepuk nepuk kasurku.

.

"Iya Una, aku masukin buku dulu didalam tas" Kata Edo sambil membereskan bukunya.

.

Setelah Edo membereskan bukunya, dia langsung merebahkan badannya di samping kanan ku, dia juga sama seperti ku membuka HPnya.

Saat aku main HP liat liat isi beranda tiktok, kucing ku datang kekamarku dan mengeong. Aku pun mengahampiri kucingku dan membawanya kekasur. Aku posisikan kucingku diatas dadaku. sambil aku main HP, aku juga mengelus kucing kesayangan ku itu.

"Lucu banget kucingmu Una, nama siapa? " Kata Edo mengarahkan badannya ke arahku.

.

"Namanya Ucil, lucukan" Kataku

.

"Iya lucu dan cantik sama kek yang punya haha" Kata dia menggodaku. Aku pun tersenyum dengan godaanya.

.

Tanpa minta izin kepadaku, dia ikut mengelus kucingku. Namun aku merasakan beberapa kali tangannya menyentuh buah dadaku. Aku membiarkan hal itu, karna menurutku Edo nggak sengaja melakukannya, jadi aku nggak berpikiran aneh aneh padanya.

Beberapa saat setelah iya mengelus kucingku iya menaruh tangannya tepat diatas buah dadaku sebelah kiri, karna kepolosanku aku membiarkan saja tangannya disitu. Beberapa kali dia menekan dengan pelan dadaku.

.

"Edo tanganmu ngapain sih? " Kataku agak risih.

.

"Ng ng nggak na, maaf" Lalu dia menjauhkan tangganya dari buah dadaku.

.

Beberapa saat kemudian dia menunjukan sebuah vidio seorang wanita dengan hanya memakai pakain dalam dan berjoget ala ala tiktok.

.

"Una, ukuran dada kamu segini yah" Kata dia sambil menyodorkan HPnya ke arahku.

.

"Nggak lah itu gede banget, punyaku gak sampe segitu? Kenapa nanya? " Kataku heran.

.

" Penasaran aja hehe" Kata Edo.

.

Aku tak manjawab dari perkataan Edo itu dan melanjutkan melihat tiktok di HP ku. Beberapa saat kemudian Eda meminta izin padaku. Sesuatu hal yang belum pernah aku dengar.

.

"Una aku boleh pegang dada kamu gak? " Kata Edo yang membuat aku cukup kaget.

.

"Emang kenapa? Ngapain kamu pegang dada aku? " Kataku agak sedikit meninggikan suaraku.

.

"Hmmm pensaran aja, soalnya aku belum pernah pegang dada cewe, boleh yah Unaaa" Kata dia memohon kepadaku.

.

Aku bingung harus apa, baru pertama kali ada seorang laki laki yang ingin memegang dadaku. Aku pun terdiam sejenak memikirkan hal itu. Edo terus memohon padaku agar aku mengizinkan dia memegang dadaku. Dengan kepolosanku aku pun mengizinkannya untuk memegang dadaku.

.

"Boleh, horeeeee makasih yah Una" Lalu dia segera meletakan telapak tangannya sebelah kiri memegang buah dadaku sebelah kiri. Saat dia memegang dadaku sebelah kiri, aku hanya diam dan melihat dia dengan wajah tercengang saat memegang dadaku. Jadi kedua buah dadaku diatas sebelah kanan ada kucingku, sebelah kiri ada tangan Edo.

.

"Wah, mayan gede punyamu, keknya mirip mirip aja dengan cewe cewe yang ku tonton ditiktok" Katanya.

.

Aku hanya diam tak bereaksi dengan apa yang dia lakukan dan katakan. Beberapa saat kemudian aku merasakan tangan Edo sedikit meremas remas buah dadaku sebelah kiri, aku biarkan saja hitung hitung hadiahku karna telah membantuku mengerjakan tugas. Saat iya meremas dadaku, aku merasakan remasannya sedikit kuat, sehingga aku merasakan hal yang tak pernah kurasakan dalam hiduku, rasa nikmat yang muncul saat dia meremas buah dadaku. Aku memejamkan mataku dan menikmati aksinya di buah dadaku, sampai aku tak sengaja mengeluarkan desahanku.

.

"Ahhhhh" Desahku.

.

"Kenapa Una? Enak yah" Kata Edo sambil meremas remas dadaku.

.

Bersambung

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Back To School
9.7
Geng Prit..Prit..Can yang beranggotakan Diwi, Tari, Lani, dan Emily adalah detektif hiperaktif di SMA Siliwangi yang gemar mengusut kejanggalan. Mereka memiliki janji bersama untuk tidak jatuh cinta pada kakak kelas. Namun, komitmen tersebut mulai goyah saat perasaan cinta tumbuh dan memicu konflik besar. Keadaan menjadi kian rumit ketika mereka menyadari telah menyukai cowok yang sama. Kini, persahabatan erat serta perasaan mereka dipertaruhkan dalam pilihan yang sulit.
Sampul Novel Cincin Kawin Berukir Nama Lain
8.6
Tujuh tahun lamanya aku dipaksa menjadi penulis bayangan untuk Zara, adik angkatku, demi menuruti keinginan suamiku, Permadi. Puncak pengkhianatan terjadi saat Permadi merebut penghargaan milikku demi Zara yang sedang mengandung. Kenyataan pahit terungkap ketika aku menemukan nama Zara terukir di cincin kawinku. Sadar hanya dimanfaatkan, aku memalsukan kematian dalam kecelakaan pesawat untuk membalas dendam. Kini, aku siap menghancurkan mereka lewat bukti plagiarisme Zara.
Sampul Novel FOTO SUAMI FAN KEPONAKANKU
8.9
Rumah tangga Arini hancur seketika setelah perselingkuhan suaminya terbongkar. Kepedihan kian mendalam karena wanita lain tersebut merupakan keponakannya sendiri. Di tengah badai pengkhianatan ini, Arini perlahan menemukan rangkaian kenyataan aneh yang tidak masuk akal tentang suaminya. Sanggupkah ia bertahan melewati konflik rumit ini saat satu demi satu misteri kelam mulai terkuak? Ikuti kisah penuh luka, intrik, dan rahasia yang mengejutkan.
Sampul Novel Kumpulan Cerpen Gairah Klasik
9.7
Nikmati ketegangan mendalam lewat antologi kisah pendek yang menggabungkan romansa manis dengan misteri horor yang pekat. Buku ini menyajikan atmosfer gelap yang siap memicu adrenalin sekaligus membuat bulu kuduk pembaca merinding. Di setiap lembarnya, Anda akan dihadapkan pada rangkaian plot tidak terduga yang menguji keberanian. Bersiaplah menelusuri narasi unik penuh misteri yang dirancang khusus untuk memberikan sensasi mencekam di setiap cerita.
Sampul Novel Satu-PD178
8.2
Akibat terus diabaikan demi perempuan lain, Janna memilih menyudahi hubungannya dengan Dion. Ia lalu pindah kota demi menata kembali karier dan asmaranya. Sadar bahwa ia hanya mencintai Janna, Dion mencoba mengejarnya. Namun, luka hati yang mendalam membuat Janna menolak kehadirannya. Takdir berkata lain saat Dion kehilangan nyawa demi menyelamatkan anak Janna. Di momen terakhirnya, Janna memaafkan Dion dan mengaku tak menyesali kisah mereka, membuat Dion pergi dengan tenang.
Sampul Novel Terjebak Gairah Terlarang
8.4
Julian, seorang pelajar SMA yang gemar bermain basket, memendam ketertarikan pada pemilik rental PS bernama Tante Namira. Hubungan mereka mendadak berubah intim setelah sebuah permintaan pijat biasa melanggar batas norma. Kejadian tersebut memicu hasrat Julian untuk mencari petualangan serupa dengan perempuan dewasa lain, mulai dari guru di sekolah hingga seorang perawat. Terjebak di antara rasa bersalah dan gairah, ia terus menantang moralitasnya tanpa tahu apakah ini akan menghancurkannya.