APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Masa Remaja

Gairah Masa Remaja

Dalam suasana yang kian intens, Billy perlahan melepas rok yang kupakai. Aku membantunya dengan sedikit menggerakkan kaki hingga pakaian itu terlepas, menyisakan celana pendek di dalamnya. Saat Billy menyingkirkan celana tersebut, ia terpesona menatap kakiku yang begitu mulus. Sentuhan jemarinya yang mulai menelusuri kulitku dengan lembut membuatku hanyut dalam sensasi yang ia ciptakan. Aku pun hanya bisa terdiam, menikmati setiap usapan mesra dari dirinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Halo kenalin namaku Husna Amira, aku berasal dari kota metropolitan di pulau jawa, aku berada dikeluarga yang cukup taat dalam beragama. Aku lahir 18 tahun lalu.

.

Hari ini adalah hari pertamaku sekolah, hari dimana aku masuk ke SMA terkemuka di kotaku.

.

"Unaaaaaa" Teriak mamahku dari lantai 1 rumah.

.

"Iya mah" Balasku dengan juga teriak.

.

"Cepet turun dulu sebentar nak, ada yang mau mamah kenalin" Ucap mamah ku.

.

Aku pun bergegas keluar dari kamarku, dan turun ke lantai 1. Oh ya rumahku ini 2 lantai. Jadi ruang tidurku dan orang tua ku di lantai 2, sisanya seperti dapur dan ruang tengah ada di lantai 1. Saat aku berjalan daru tangga aku melihat ibuku lagi duduk bersama bapak bapak tua kira kira umurnya 40 an keatas, dengan wajah yang keriput, kurus, dan kulitnya hitam.

.

"Ini mama mau ngenalin kamu supir yang akan sering antar jemput kamu" Ucap mamah sambil senyum padaku.

.

Kenapa mamaku memperkerjakan supir karna sekolahku ini lumayan jauh dari rumah, berbeda dengan waktu aku SD dan SMP yang sekolahnya hanya berjarak 3 blok dari rumahku, jadi bisa ditempuh jalan kaki. Namun sekarang aku harus pekerjakan supir karna sekolahku lumayan jauh dari rumah.​.

"Kenalin, saya Pramono Non. Panggil aja pak Pram" Sambil menyodorkan tangannya ke arahku yang berdiri

.

" Iya pak, kenalin juga aku Husna Amira panggil aja Una" Sambil bersalaman dengan Pak Pram.

.

"Yaudah kami makan dulu, habis itu siap siap sekolah, Pak Pram udah sarapan? " Kata mamaku

.

"Udah bu, sudah sarapan saya tadi di rumah" Ucap Pak Pram dengan lembut.

.

"Oh iya pak, yaudah ini kunci mobilnya, mobilnya warna putih itu ya pak, panasin dulu mobilnya sebelum antar jemput Una" Kata ibuku sambil mengambil kunci dan menyerahkannya kepada Pak Pram.

.

" Iya bu" Kata Pak Pram sambil mengambil kunci mobil yang disodorkan ibu.

.

Pak Pram kemudian pergi ke garasi buat panasin mobil, sementara aku dan ibuku menyantap sarapan yang dibuatkan oleh Bibi Inem. Aku makan dengan ibuku sambi berbicara tentang persiapan disekolah baruku.

Setelah makan akupun bergegas ke mengambil tas dan segera menuju garasi di rumahku. Sampai disana aku melihat Pak Pram yang melap mobilku.

.

"Udah siap pak? " Kata ku sambil menepuk pundak Pak Pram.

.

"Eh Non, kaget saya, ini udah siap, mau berangkat sekarang non?" Kata Pak Pram.

.

"Ayo Pak, takut telat saya" Kata ku sambil masuk mobil.

.

"Ok non" Kata Pak Pram juga sambil masuk mobil.

.

Posisi ku di belakang Pak Pram, disepanjang perjalanan aku dan Pak Pram berbincang tentang apapun, karna kami nyambung obrolannya jadi enak buat bincang lama.

Tak terasa sudah sampai disekolah dan aku pun berpamitan dengan Pak Pram dan menuju sekolahku. Aku pun langsung mencari kelasku disekolah baru itu. Diperjalanan aku bertemu dengan 2 temanku yaitu Anin dan Linda, mereka berdua bukan cuman temanku, tetapi mereka berdua adalah sahabatku. Dari SD kami sudah satu sekolah dan sampai SMA kami juga satu sekolah.

anin

"Unaaaaaaa" Teriak Anin dengan mengangkat satu tangannya ke arahku.

.

"Eh kalian" Bergegas aku pergi ke arah mereka berdua

.

"Lo lama amat sih dari tadi nunggu" Kata Linda.

.

"Iyanih ampe luntur skincare gue" Timpal anin.

.

"Maafin yak hehe" Kata ku sambil tersenyum tipis.

.

"Lo tau na kelas kita dimana? " Kata Linda nanya.

.

"Kan digrub dikasih tau, kelas kita di lantai 3 ujung, gak masuk grub sih" Kata ku.

.

"Hehe, yaudah kesana aja langsung yok" Kata Anin.

.

Kami pun bertiga langsung menuju kelas yang dituju itu, sesampainya disana aku cukup terkejut karna sudah banyak murid lain yang sudah sampai, aku dan temanku pun langsung duduk ditempat bangku yang tersisa, aku duduk dimeja paling belakang pojok kanan sementara anin dan Linda duduk di depan meja ku.​

.

Tak lama kemudian ada seorang siswa dengan gaya culun masuk kelas, dia memakai hoodie abu abu dan bekepala cepak, di juga memakai kacamata bulat yang sering dipakai oleh siswa siswa culun pada umumnya, karna meja disebelah tempat ku saja lagi yang kosong tersisa dia menuju meja itu, tapi saat dia sampai dia meja dia seperti kebingungan dengan kepala tertunduk malu, mungkin gugub duduk bersebelahan dengan wanita cantik sepertiku, haha bersyandaaaa.

Aku pun memberanikan diri untuk berbicara dengannya terlebih dulu.

.

"Duduk aja gakpapa kok" Kata ku sambil menepok kursi disebelahku.

.

Dia menatapku sebentar dan kembali menundukan kepalanya, lalu dia duduk. Aku menatapnya dengan sedikit tersunyum karna baru pertama kali aku bertemu dengan orang seperti ini. Setelah itu dia mengarahkan wajahnya kepadaku.

.

"Makasih yah udah mau duduk disamping aku" Kata laki laki culun itu, sambil menganggukan kepalanya dan kembali memalingkan wajahnya dari ku.

.

"Hai kenalin nama ku Husna Amira, panggil aja Una" Sambil menyodorkan tanganku ke dia.

.

"Oh iya namaku Ridho, panggil aja Edo" Sambil tangganya meraih tangan ku untuk bersalaman.

edo

.

Saat bersalaman dengannya aku merasakan tangannya gemetar, seperti orang yang gugub mau tampil dipentas seni. Tak lama kemudian lonceng berbunyi dan ada guru yang masuk kekelas kami. Beliau memperkenalkan diri nama beliau Pak Sucipto, beliau adalah wali kelas kami selama satu tahun nantinya.

.

Kelas belum bisa melaksanakan belajar dan mengajar, karna hari ini tentang pengenalan sekolah dan sesi perkenalan setiap siswa. Habis dari kegiatan itu waktu pulang dan aku di jemput lagi oleh Pak Pram. Dan sampai dirumah aku istirahat dan melakulan aktifitas seperti biasa dirumah.

***

Sudah hampir 2 bulan aku belajar disekolah ini, tidak banyak hal menarik namun cukup menyenangkan bagiku untuk berada disini, apalagi ada Anin dan Linda yang selalu menemaniku saat disekolah maupun pulang sekolah, biasanya habis pulang sekolah kadang mereka ikut pulang bersamaku dan dirumahku mereka main sampai sore. Dengan semua hal happy yang aku rasakan disekolah ini berbanding terbalik dengan teman sebangku ku si Edo, karna perawakannya culun dia sering dibully di kelas maupun di luar kelas. Kadang dia diejek dengan panggilan wibu, gila, miskin dan semacamnya. bahkan dilukai secara fisik dan mental. Aku cukup kesian dengan apa yang iya alami, beberapa kali aku membantunya dengan membelanya supaya tidak diganggu oleh teman teman, namun hal semacam itu tidak bisa menghindarkan dia dari bullyan itu. Dia hanya punya waktu tenang saat duduk disampingku, karena saat duduk disampingku tak ada satupun orang yang mengganggunya.

.

Bel jam ke 5 sudah berbunyi saatnya kami masuk kelas, aku, Anin, dan Linda sedang berada di kantin. ​.

Anin

.

"Eh udah bel tuh, ayo cepet kekelas hari ini kan materinya Pak Bagas" Kata Anin langsung membereskan tempat makannya dan langsung berdiri.

.

"Sebentar ah, ini belum abis nasi gorengku" Kata ku sambil mengunyah nasi goreng yang kusantap.

.

"Bungkus aja na, dari pada nanti kena marah sama Pak Bagas" Kata Linda menarik tanganku.

.

"Iya iya aku minta bungkusin dulu ama mangnya" Kataku mengambil piring nasi goreng yang masih tersisa setengah piring.

.

Setelah mamangnya membungkuskan nasi gorengku, kami pun bergegas ke kelas. Saat sampai dikelas aku terkejut saat melihat Edo dengan pakaian sebagian basah kuyup. ​.

Edo

.

"edo lu kenapa?" Dangan suara yang agak keras sambil memposiskan badan ku untuk duduk dibangku ku.

.

Edo hanya diam tak bergeming, dia hanya menunduk dan tak mengucapkan sepatah kata pun.

.

"Yaudah kalo gitu, gakpapa kamu gak mau cerita sekarang, kamu udah makan do? " Kata ku sambil menepukan tangan kiriku dipundaknya.

.

"Be be belum na" Kata edo dengan gemetar tapi tidak menatap wajahku.

.

"Yaudah ni ada nasi goreng tadi aku gak habis makanya. Kamu makan aja" Kata ku sambil menyodorkan bungkusan nasi goreng.

.

"Makasih una" Sambil menganggukan kepalanya namun tak menatap kearahku, tangan kanannya pun mengambil sebuah bungkusan nasi goreng yang kusodorkan tadi.

.

Edo pun makan dengan lahapnya, dia seperti orang yang kelaparan. Aku jadi iba kepadanya berharap suatu saat aku bisa membantunya. Tak lama saat Edo menghabiskan makanannya Pak Bagas masuk dan langsung memulai materi pada hari ini. Ditengah beliau menjelaskan tentang matematika beliau membuat soal dan siapa saja yang bisa menjawab soal ini akan diberi nilai tambahan saat ujian nanti. Aku lihat soal itu sangat susah, akupun tak berfikir bisa menjawab soal itu, namun Edo disampingku langsung menghitung soal itu dibukunya. Edo anak yang dikenal pintar dikelasku jadi aku berfikir dia bisa menjawab soal yang diberikan Pak Bagas. Namun Edo malah memberikan jawaban itu padaku.

.

"Ini Una jawabannya, kamu yang jawab yah" Kata Edo menyodorkan buku yang berisi jawaban soal Pak Bagas.

.

"Eh nggak ah, kan kamu yang ngerjain masa aku yang jawab sih" Kata ku sambil berbisik dengan mendekatkan badanku pada Edo.

.

"Gakpapa Una, kalo aku yang jawab aku bakal dibully lagi, nanti aku dibilang caper, hitung hitung kamu udah bantu aku, kasih aku makan tadi jadi aku gak lapar lagi" Kata Edo meyakinkan ku sambil berbisik.

.

Aku diam karna aku merasa tak enak dengan Edo.

.

"Ayo Una cepet nanti keburu ada yang jawab" Kata Edo kembali meyakinkan ku.

.

"Kamu beneran gak apa apa do?" Kataku ragu.

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Back To School
9.7
Geng Prit..Prit..Can yang beranggotakan Diwi, Tari, Lani, dan Emily adalah detektif hiperaktif di SMA Siliwangi yang gemar mengusut kejanggalan. Mereka memiliki janji bersama untuk tidak jatuh cinta pada kakak kelas. Namun, komitmen tersebut mulai goyah saat perasaan cinta tumbuh dan memicu konflik besar. Keadaan menjadi kian rumit ketika mereka menyadari telah menyukai cowok yang sama. Kini, persahabatan erat serta perasaan mereka dipertaruhkan dalam pilihan yang sulit.
Sampul Novel Cincin Kawin Berukir Nama Lain
8.6
Tujuh tahun lamanya aku dipaksa menjadi penulis bayangan untuk Zara, adik angkatku, demi menuruti keinginan suamiku, Permadi. Puncak pengkhianatan terjadi saat Permadi merebut penghargaan milikku demi Zara yang sedang mengandung. Kenyataan pahit terungkap ketika aku menemukan nama Zara terukir di cincin kawinku. Sadar hanya dimanfaatkan, aku memalsukan kematian dalam kecelakaan pesawat untuk membalas dendam. Kini, aku siap menghancurkan mereka lewat bukti plagiarisme Zara.
Sampul Novel FOTO SUAMI FAN KEPONAKANKU
8.9
Rumah tangga Arini hancur seketika setelah perselingkuhan suaminya terbongkar. Kepedihan kian mendalam karena wanita lain tersebut merupakan keponakannya sendiri. Di tengah badai pengkhianatan ini, Arini perlahan menemukan rangkaian kenyataan aneh yang tidak masuk akal tentang suaminya. Sanggupkah ia bertahan melewati konflik rumit ini saat satu demi satu misteri kelam mulai terkuak? Ikuti kisah penuh luka, intrik, dan rahasia yang mengejutkan.
Sampul Novel Kumpulan Cerpen Gairah Klasik
9.7
Nikmati ketegangan mendalam lewat antologi kisah pendek yang menggabungkan romansa manis dengan misteri horor yang pekat. Buku ini menyajikan atmosfer gelap yang siap memicu adrenalin sekaligus membuat bulu kuduk pembaca merinding. Di setiap lembarnya, Anda akan dihadapkan pada rangkaian plot tidak terduga yang menguji keberanian. Bersiaplah menelusuri narasi unik penuh misteri yang dirancang khusus untuk memberikan sensasi mencekam di setiap cerita.
Sampul Novel Satu-PD178
8.2
Akibat terus diabaikan demi perempuan lain, Janna memilih menyudahi hubungannya dengan Dion. Ia lalu pindah kota demi menata kembali karier dan asmaranya. Sadar bahwa ia hanya mencintai Janna, Dion mencoba mengejarnya. Namun, luka hati yang mendalam membuat Janna menolak kehadirannya. Takdir berkata lain saat Dion kehilangan nyawa demi menyelamatkan anak Janna. Di momen terakhirnya, Janna memaafkan Dion dan mengaku tak menyesali kisah mereka, membuat Dion pergi dengan tenang.
Sampul Novel Terjebak Gairah Terlarang
8.4
Julian, seorang pelajar SMA yang gemar bermain basket, memendam ketertarikan pada pemilik rental PS bernama Tante Namira. Hubungan mereka mendadak berubah intim setelah sebuah permintaan pijat biasa melanggar batas norma. Kejadian tersebut memicu hasrat Julian untuk mencari petualangan serupa dengan perempuan dewasa lain, mulai dari guru di sekolah hingga seorang perawat. Terjebak di antara rasa bersalah dan gairah, ia terus menantang moralitasnya tanpa tahu apakah ini akan menghancurkannya.