APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Liar Sang Mantan

Gairah Liar Sang Mantan

Malam sunyi berubah menegangkan saat kakek nekat masuk ke kamarku dan melakukan aksi tak terduga. Di bawah ancaman agar tidak membangunkan adik, aku terpojok dalam situasi membingungkan yang menggelisahkan. Sentuhan serta bisikannya membuatku lemas kehilangan kendali. Saat ia melangkah lebih jauh dengan melucuti pakaianku, tiba-tiba lampu menyala terang. Di tengah keheningan malam itu, sebuah rahasia besar kini terancam terbongkar.
Bab
Bagikan

Bab 3

Untuk saat ini mungkin terlebih dahulu menceritakan kisah nyata suci dimasa lalu ya gan sampai dengan suci berpacaran dengan andi. Disini aku menambahkan sedikit bumbu drama dalam percakapan, tetapi kejadian yang terjadi tidak ada yang ditambah atau dikurangi. Sama seperti yang suci ceritakan pada waktu itu. Agar alurnya jelas dan gak muter2. hehe

“kakkkkk, aku pulang”.

Aku dan kakek sama-sama kaget mendengar suara itu. Ternyata itu suara adikku indra. Kakek yang sedikit mengendurkan tangannya menjadi sebuah kesempatan bagiku. Aku berdiri lalu membetulkan handukku dan aku sangat ketakutan pada saat itu. Kakek yang melihatku ketakutan hanya tersenyum, lalu ia memakai bajunya dan keluar dari kamarku. Setelah kakek keluar aku memakai baju sambal terisak tangis. Aku bingung, apa yang barusan terjadi. Aku mulai khawatir dengan kehadiran kakekku di rumah. Takut bila ia melakukan hal itu lagi kepadaku.

Waktu sudah menunjukkan jam setengah 8 malam, dan aku mendengar suara motor ayahku. Aku yang sedari tadi sore hanya diam tiduran di kamar karena masih takut dan teringat kejadian tadi sore. “kak, ayah sama ibu pulang.” Kata indra sambil membuka pintu kamarku. Akupun hanya membalas “iya dek, biarin aja.” Ya pada saat itu tidak keluar kamar karena aku takut bila bertemu kakekku.

Karena terlalu lama di kamar akhirnya aku ketiduran, dan pada saat itu aku merasa geli pada area pahaku. Aku merasakan ada tangan yang mengelus lutut hingga pahaku. “mmmhhhhh mmmhhhhhh” aku merasakan seperti mimpi, tapi setelah aku merasakan sentuhan berulang kali. Aku mulai tersadar, dan anehnya aku masih merasakannya. Keadaan kamarku memang gelap, karena aku selalu mematikan lampu disaat tidur. Aku membuka mataku pelahan dan aku sekilas melihat bayangan karena terpantul cahaya dari jendela kamarku. aku sangat ketakutan dan aku tidak bisa menahan rasa geli ini. “mmmhhhh mmmhhhh ahhh” aku mendesah pelan sambal menggerakkan kedua kakiku. Aku memejamkan mataku kembali sambil merasakan sentuhan itu. setelah 10 menit aku merasakan sentuhan itu sampai di ujung cd ku. Aku membuka mataku kembali dan mulai memperhatikan bayangan itu. mungkin ia mulai menyadari bila aku terbangun. Dan ia menuju saklar untuk menyalakan lampu. Setelah dipencet, dan byaarrr cahaya terang langsung menyinari kamarku. aku terkejut ternyata bayangan itu adalah kakekku. Aku langsung bangun dan membetulkan daster bagian bawahku (aku memang tidur selalu memakai daster). Aku terkejut karena dasterku tersingkap hingga paha atasku dan cd ku hamper terlihat.

Aku: “kakk..keek, kenapa ada di dalam kamarku?” (aku berbicara berbisik karena disebelah adalah kamar orang tuaku, aku takut mereka terbangun.

Kakek: “ini nduk kakek bawain makanan, kan kamu dari tadi di kamar terus. Jadi kakek bawain ke kamarmu. Eh ternyata kamu sudah tidur hehe.” (kata kakek sambal tersenyum sambil menunjukkan makanan di meja kamarku).

Saat kejadian tadi aku mulai benci dengan senyum kakek. Aku pun mulai melirik jam dinding di kamarku dan sudah menunjukkan jam setengah 12 malam. Aku hanya mengangguk dan bilang terima kasih kepada kakek karena sudah membawakan makanan, tetapi saat itu aku tidak nafsu makan. Melihatku masih duduk di pinggiran Kasur ia menyuruhku untuk segera makan makanan itu. “cepat makan nduk”

Aku: “aku sedang tidak nafsu makan kek.”

Kakek: “apa mau kakek suapin?”

Aku : “eee. Tidak usah kek.”

Kakek: “yaudah dimakan dong makannya.”

Aku dengan malas mulai mengambil piring itu dan mulai memakan makananku, kakek lalu duduk disampingku sambil memperhatikan tubuhku. Aku takut melihat mata itu, tatapan kakek seolah menelanjangiku. Setelah makananku habis lalu kakek membawa piring ke dapur dan membawakan ku segelas air. Aku ambil gelas yang dibawakan kakek, saat ingin meninumnya “duuuaaarrrr” suara petir sangat keras hingga menggetarkan kaca jendela kamarku. aku yang kaget lalu tidak sengaja menumpahkan air dan membasahi bagian bawah dasterku. “yahhh, malah tumpah” kata kakekku.

Tapi kakek berkata begitu sambil memperhatikan bagian bawah dasterku yang basah. Air itu membasahi bagian perutku sampe kebawah. Mengakibatkan puserku terlihat dan warna cdku yang berwarna ungu terlihat karena pada saat itu aku memakai daster putih tipis tanpa lengan. Kakek masih saja memperhatikanku dengan tatapan nafsu, ya aku tau itu nafsu karena aku memergoki kakek menelan ludah saat melihat cd ku yang nyeplak akibat dasterku basah. Aku dan kakek saling diam, dan dikejutkan dengan suara adikku yang paling kecil berteriak karena kamarnya bocor. Adikku selalu minta tidur bersama kakekku bila sedang ada di rumah dan mereka selalu tidur di kamar itu. Teriakan itu membangunkan ayah ku, dan kakek yang mengetahui itu langsung keluar dari kamarku sambil tersenyum kepadaku. Aku gak tau maksud dari senyuman itu, yang aku tau senyuman itu memiliki arti lain.

Surya: “ayah, kamarnya bocor kasurnya basah.” Sambil menangis

Ayah: “yaudah adek bobo sama ayah ya.”

Surya: “ah gak mau, maunya sama kakek.”

Kakek: ”dede surya bobo sama ayah ya, biar kakek bobo di ruang tamu.”

Surya: “yaudah aku juga di ruang tamu.”

Ayah: “ehh jangan de, nanti digigit nyamuk. Dede surya bobo sama mbak suci ya.”

Surya: “tapi sama kakek.” (ujar adikku)

Ya memang Kasur di kamarku memang besar dan hanya aku sendiri yang menempati.

Kakek: “coba dede bilang dulu ke mbak suci kalo dede sama kakek mau bobo di kamar mbak suci gitu.”

Aku yang mendengar hal itu langsung menghentikan aktifitas ku, saat itu aku sedang mengambil pakaian ganti dan berniat untuk ke kamar mandi. Dan tiba2 surya langsung masuk ke kamarku. “kak, dede sama kakek bobo sini ya, soalnya bocor.” (pinta adiikku sambil memelas khas anak kecil). Aku terdiam sejenak dan dengan berat hati aku menjawab “iya dek” ucapku. Mendengar hal itu adikku langsung memanggil kakek untuk masuk ke kamarku. adekku langsung menarik tangan kakekku untuk mengeloni nya di kasurku. Aku langsung keluar kamar dan menuju kamar mandi untuk mengganti daster ku yang basah. Di dalam kamar mandi aku mengganti pakaianku, saat itu aku teringat bila aku lupa membawah bh ku. “ahh bodohnya aku.” Aku memang tidak pernah memakai bh disaat tidur dan aku lupa bila aku akan sekamar dengan predator menyeramkan. Lalu aku memakai kaos dan celanaku. Aku saat itu memakai kaos basket dan celana pendek. Saat aku masuk ke kamar, aku melihat kakekku sedang memeluk surya yang sudah terlelap. Aku pun mulai menutup pintu kamarku, saat hendak mematikan saklar aku teringat bila adiku takut gelap. Lalu aku mulai merebahkan tubuhku di sebelah kakekku. Ya kakekku berada di tengah2 surya dan aku. Aku lalu memunggungi kakek, sulit bagiku untuk tidur bila lampu kamar menyala. Setelah hampir 30 menit aku tidak bisa tidur akhirnya aku memutuskan untuk mematikan lampu kamar dan melihat adikku sudah pulas dan gak mungkin kebangun. Aku kembali merebahkan tubuhku ke Kasur. Disaat aku berusaha memejamkan mataku, aku merasakan tubuhku seperti ada yang memeluk dari belakang. “nduk, dingin.” Karena saat itu hujan deras dan kakekku hanya menggunakan kaos singlet dan sarung.

Aku: “mau aku ambilin selimut kek?” (tanyaku dengan lirih)

Kakek: “nggausah nduk, kakek peluk kamu aja biar gak dingn.”

Aku hanya terdiam dan berusaha memejamkan mataku, tapi tetap tidak bisa. Aku malah merasakan ada yang menyodok-nyodok pantatku. Dan aku merasakan tangan kakek berusaha menyelinap masuk melalui ujung kaos basketku.

Aku: “jang..ann kekk” (kataku mulai terisak menahan tangis.)

Kakek: “diem aja nduk, biar kakek gak kedinginan”

Bersambung

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Untuk Kakak Iparku
9.1
Kinan mengambil langkah nekat dengan menjadi istri kedua Yuan, kakak iparnya, demi membongkar rahasia mendiang suaminya. Keputusan ini akhirnya mengungkap alasan mengapa mendiang suaminya dahulu selalu mengabaikan dirinya dan jarang pulang ke rumah. Di tengah pencarian jawabannya, Kinan justru menemukan cinta sejati pada diri Yuan. Kini, ia bertekad untuk memiliki anak demi menuntaskan rasa penasarannya, mempertaruhkan segalanya demi satu tujuan besar.
Sampul Novel Bercinta dengan Playboy
9.1
Dikhianati oleh Alan sang tunangan membuat hati Risa hancur. Dikuasai rasa sakit, ia nekat menerima ajakan kencan satu malam dari Alva, rekan kerja sekaligus playboy terkenal, demi membalas dendam. Namun, rencana Risa menjadi rumit saat mengetahui Alva adalah sepupu Alan. Akankah balas dendam ini berhasil ketika Alan akhirnya menyadari hubungan terlarang antara tunangan dan saudaranya sendiri?
Sampul Novel Gadis Nakal Itu Milikku
9.4
Grace terduduk tak berdaya, hancur setelah dipermalukan oleh Edward. Keangkuhan yang biasa ia miliki kini sirna sepenuhnya. Di sela tangisan Grace, Edward datang mendekat, mendekapnya dengan erat sembari meminta maaf. Ia berterus terang bahwa amarahnya tersulut akibat cemburu melihat kebersamaan Grace dengan Kevin. Walau sempat kehilangan kendali, Edward akhirnya menyadari kekacauan hatinya. Ia pun mengecup kening Grace, mencoba mengutarakan rasa sesak di dada yang selama ini tak ia mengerti.
Sampul Novel ISTRI KEDUA TUAN KAIRO
8.0
Farah Maharani, gadis desa berumur 25 tahun, terdesak keadaan hingga bersedia menyewakan rahimnya pada pengusaha Kairo Juang. Hal ini terjadi karena Salsa, istri Kairo, kerap mendapat hinaan mandul dari sekitarnya. Agar suaminya punya keturunan, Salsa pun mengizinkan Kairo beristri lagi. Kesepakatan mereka awalnya berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Namun, sebuah petaka besar mendadak muncul dan mengancam kelangsungan hidup mereka semua.
Sampul Novel Miss Lazy
9.3
Aluna Meysha Jovita hanyalah gadis pemalas dan ceroboh yang memiliki banyak kekurangan. Di balik sifatnya itu, ia sangat beruntung memiliki Athala Petro Radeyo, sahabat cerdas yang selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahnya. Namun, kedekatan mereka mulai diuji ketika Luna menyadari hadirnya benih cinta pertama di hatinya. Sialnya, perasaan itu tumbuh untuk Athala. Kini, persahabatan erat mereka terancam berubah total akibat munculnya perasaan rumit tersebut.
Sampul Novel Possessive Wife
8.3
Kehidupan pernikahan Ana berubah total sejak ia menemani Andra, suaminya yang merupakan seorang polisi, bertugas di pedalaman Papua. Terpengaruh oleh berbagai rumor, Ana yang semula tangguh kini menjadi sangat posesif, mudah cemburu, dan emosional. Ia kerap memicu pertengkaran hanya untuk mendapatkan perhatian. Meski demikian, Andra selalu menghadapi sikap labil sang istri dengan kesabaran ekstra, menjadi sosok penenang di tengah kobaran api kecemburuan Ana.