APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Liar Sang Mantan

Gairah Liar Sang Mantan

Malam sunyi berubah menegangkan saat kakek nekat masuk ke kamarku dan melakukan aksi tak terduga. Di bawah ancaman agar tidak membangunkan adik, aku terpojok dalam situasi membingungkan yang menggelisahkan. Sentuhan serta bisikannya membuatku lemas kehilangan kendali. Saat ia melangkah lebih jauh dengan melucuti pakaianku, tiba-tiba lampu menyala terang. Di tengah keheningan malam itu, sebuah rahasia besar kini terancam terbongkar.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku seorang siswa kelas 11 SMA di kota P, pada saat itu aku sudah kenal dengan suci karena memang kami teman sekelas. Suci sendiri sehari-hari memakai jilbab bila di sekolah dan keluar rumah. Suci memiliki kulit kuning langsat, bibir tipis. Dia memiliki payudara yang sangat menggoda bagi kaum laki-laki, termasuk aku hehe. Memang suci terkenal dengan siswi yang berbadan bongsor atau montok di kalangan angkatan kami. Aku yang memang menaruh hati dari kelas 10 mulai mencoba mendekatinya. Aku memulai pdkt melalui chating dan mengajaknya makan diluar. Setelah kami melalui pdkt selama 6 bulan, aku mulai berencana untuk menmbaknya. Pada saat itu hari minggu dan memang sedang libur sekolah, aku berencana mengajaknya pergi ke pantai dan melancarkan rencaku untuk menembaknya. Hari itu aku dan suci ketemuan di pantai, kami ketemuan karena suci tidak mau aku jemput di rumahnya. Saat itu aku lebih dulu sampai di tempat yang sudah dijanjikan, 10 menit kemudian aku di kejutkan oleh suara yang memanggil namaku.

Suci: “ Hai andi, maaf ya udah bikin nunggu aku.”

Aku: “eh Hai ci, ah tidak gakpapa kok.” (aku sedikit terkejut saat itu karena penampilan suci yang membuatku menelan ludah wkwk). Suci saat itu menggunakan jilbab merah dengan ditambah kemeja putih yang kulihat kancing2nya ingin copot karena didorong oleh payudara montoknya  ditambah dengan balutan cardigan hitam dan rok hitam longgar membuat dirinya anggun dan membuat ku konak wkwk.

Suci: “ada apa kamu ngajak aku kesini?”

Aku: ”sebenernya ada yang ingin aku omongin ke kamu ci?” (aku deg-degan saat itu)

Suci: “apa yang mau kamu omongin?”

Aku: “mmhh.. aku sebenernya mau ngomong kalau mmhhh, aku cinta sama kamu ci, aku sayang sama kamu, kamu mau gak jadi pacarku?”

Suci: “kamu serius dengan perkataanmu ndi?” (suci sedikit terkejut dan malu, karena memang dia langsung menundukkan wajahnya dan pipinya agak merah)

Aku: “aku sangat serius ci”.

Suci: “Aku sebenernya juga saying sama kamu, aku nyaman di deket kamu. Tapi…”.

Aku: ”Tapi kenapa ci?” (tanyaku penasaran).

Suci: “Aku belom boleh berpacaran sama ayahku”. (Dengan menampilkan wajah sedih)

Aku: “Oh gitu”. (aku mulai putus asa).

Suci: “haha kamu kenapa pasrah begitu jawabnya, kan kita bisa menjalin hubungan asal ayahku tidak tau”

Aku: “yang benar ci?”

Suci: “iya benar.”

Aku: “Berarti hari ini kita jadian ya.”

Suci: ”iya, tapi ingat hanya kita yang tau. Jangan sampai ayahku tau.”

Aku: “iya sayang.”

Suci: “eh udah saying-sayang aja!” (katanya menggodaku)

Aku: (terdiam)

Suci: “haahaha becanda sayang, kamu boleh manggil aku sayang kok.”

Aku: (aku tersenyum dan mulai memegang tangannya sambal menikmati indahnya tarian ombak).

Hari itu aku habiskan sore di pantai bersama kekasih baruku, suci.

Hubungan kami sudah berjalan 3 bulan, ini kejadian yang membuatku terkesan hehe.

Kamis siang pada saat istirahat sekolah, aku mengajak suci ke kantin. Lagi-lagi penampilan suci di sekolah membuatku menelan ludah, walaupun sudah menggunakan jilbab tetapi jilbab itu tetap tidak bisa menutupi montoknya payudara suci.

Aku: “ci, nanti sepulang sekolah temenin aku ke warnet ya. Aku ada tugas nih.”

Suci: “hmmm, oke deh nanti aku temenin.”

Aku: “oke ci, nanti aku tunggu di parkiran motor ya.”

Suci: “Oke sayang.” (jawabnya lirih)

Aku: “hehe iya yang.”

Skip skip

Setelah pulang sekolah aku menuju warnet dengan suci, pada saat itu warnet telihat sepi dan aku memilih bilik yang pojok hehe.

Setelah di dalam bilik kami duduk berdua, aku di depan monitor pc dan suci disebelahku berhadapan dengan pintu bilik yang tentunya sudah aku kunci. Aku mulai mencari tugas yang diberikan oleh guruku dan beruntungnya aku langsung mendapatkan materi untuk tugas.

Saat itu kami kurang lebih sudah sejam didalam bilik warnet dan tugaskupun sudah selesai. Agak canggung emang berada dibilik warnet berdua saja dengan suci dan keadaan pintu bilik yang terkunci. Siang itu memang hari terasa panas, kipas diatas kami pun belom bisa menghilangkan rasa gerah di tubuh kami. Aku melihat suci mengambil buku di tas nya dan mengipaskan di area kepalanya.

Aku: “kamu gerah yang?”

Suci: “iya nih gerah banget.”

Aku: “buka aja cardigannya!” (saat itu memang suci menggunakan cardigan kesayangannya.)

Suci: “iya juga ya.” (jawab suci sambal membuka cardigannya.)

Aku: (Aku sedikit terkejut saat suci melepas cardigannya, saat melepas lengan cardigannya membuat tubuh suci sedikit maju kedepan dan memperlihatkan payudara indahnya dibalik seragam sekolah.)

Suci: “kenapa kamu ngeliatin aku kayak gitu?”

Aku: “ka..muu cantic sekali ci.”

Suci: “ahh kamu gombal, kan aku jadi malu.” (sembil menundukkan wajahnya)

Aku yang sudah tidak bisa menahan lagi aku oegang dagu suci dan aku arahkan kearahku, setelah itu aku mulai mendekatkan bibirku ke arah bibir tipisnya yang saat itu menggunakan lipstick pink. Disaat bibirku hamper menyentuh bibirnya, suci memejamkan matanya dan “mmmmhhhh” desahnya saat bibirku berhasil menyentuh bibir indahnya. Kamu berciuman hanya sebentar karena suci mengakhirinya.

Suci: “itu ciuman pertamaku sayang

Aku: “aku cinta kamu.”

Suci: “aku lebih cinta kamu.” Jawab suci.

Aku cium kembali bibir suci dan suci mencoba untuk mebalas pagutanku dibibirnya. Suci mulai membuka bibirnya karena memang lidahku terus mencoba menerobos bibir indahya.

Suci: “ahhh mhhhh ndi.” (Disela ciuman pertama itu)

Tanganku yang sedari tadi menganggur mulai memberanikan diri menyentuh pinggang nya, aku elus pinggang dan perut nya. Desahn suci semakin jelas, dan saat aku mulai menyentuh payudaranya dan meremasnya sebentar. Suci menghentikan ciuman dan menarik tanganku dari payudaranya.

Suci: “ jangan dulu ya sayang.” .” (katanya sambil matanya sedikit berlinang)

Aku: “i iya yang.”

Waktu menunjukan jam 4 sore dan berarti aku dan suci sudah 2 jam di dalam bilik warnet, akhirnya aku mengajak suci pulang. Sesampainya di rumah otong ku masih tegang sejak kejadian tadi, aku pusing karena si otong belum juga bisa dikendalikan. Akhirnya aku mengechat si suci untuk bertanya apakah sudah sampai rumah (pada saat itu aku mengantar suci sampai pangkalan angkot dan memang arah rumah kami berbeda).

Aku: “sayang, udah sampe rumah belom?”

(10 menit kemudian suci baru membalas chat ku)

Suci: “hai yang, aku baru sampe rumah nih abis lepas jilbab”

(aku membaca chat dari suci sambal berpikiran yang macem2 hehe, maklum gan pada saat itu emang nafsunya lagi menggebu-gebu).

Aku: “coba foto kamu dong yang. Hehe”

sudah 15 menit aku menunnggu chat ku dibaca dan dibalas, karena terlalu lama aku akhirnya mandi dan sholat ashar, dan makan. Saat makan aku mendengar hp ku berbunyi, aku langsung mengambil hp dan ternyata itu chat dari suci. Saat membuka chat dari dia, aku sedikit terkejut karena suci mengirimkan foto dengan rambut panjangnya yang terlihat masih sedikit basah. Yang membuat ku lebih terkejut pada saat itu suci menggunakan tanktop hitam yang kontras dengan kulit badannya yang kuning langsat. Aku sedikit menelan ludah, hingga lupa bahwa aku belom menghabiskan makananku. Lalu aku buru-buru menghabiskan makananku lalu membalas chat suci.

Aku: “ahh sayang indah banget.” (pada foto itu memang sedikit terlihat belahan dada suci)

Suci: “apanya yang indah yang?”

Aku: “rambut kamu yang hehe.” (aku saat itu berbohong Karena tidak mau suci berpikiran aku cowok mesum bila aku bilang yang indah itu sebenernya belahan payudaranya  hehe)

Aku setelah melihat foto itu mulai berfikir bagaimana rasanya bila menyentuh payudara suci secara langsung. Terlalu munafik bila saat itu aku tidak mengakui bila nafsu dengan suci.

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Untuk Kakak Iparku
9.1
Kinan mengambil langkah nekat dengan menjadi istri kedua Yuan, kakak iparnya, demi membongkar rahasia mendiang suaminya. Keputusan ini akhirnya mengungkap alasan mengapa mendiang suaminya dahulu selalu mengabaikan dirinya dan jarang pulang ke rumah. Di tengah pencarian jawabannya, Kinan justru menemukan cinta sejati pada diri Yuan. Kini, ia bertekad untuk memiliki anak demi menuntaskan rasa penasarannya, mempertaruhkan segalanya demi satu tujuan besar.
Sampul Novel Bercinta dengan Playboy
9.1
Dikhianati oleh Alan sang tunangan membuat hati Risa hancur. Dikuasai rasa sakit, ia nekat menerima ajakan kencan satu malam dari Alva, rekan kerja sekaligus playboy terkenal, demi membalas dendam. Namun, rencana Risa menjadi rumit saat mengetahui Alva adalah sepupu Alan. Akankah balas dendam ini berhasil ketika Alan akhirnya menyadari hubungan terlarang antara tunangan dan saudaranya sendiri?
Sampul Novel Gadis Nakal Itu Milikku
9.4
Grace terduduk tak berdaya, hancur setelah dipermalukan oleh Edward. Keangkuhan yang biasa ia miliki kini sirna sepenuhnya. Di sela tangisan Grace, Edward datang mendekat, mendekapnya dengan erat sembari meminta maaf. Ia berterus terang bahwa amarahnya tersulut akibat cemburu melihat kebersamaan Grace dengan Kevin. Walau sempat kehilangan kendali, Edward akhirnya menyadari kekacauan hatinya. Ia pun mengecup kening Grace, mencoba mengutarakan rasa sesak di dada yang selama ini tak ia mengerti.
Sampul Novel ISTRI KEDUA TUAN KAIRO
8.0
Farah Maharani, gadis desa berumur 25 tahun, terdesak keadaan hingga bersedia menyewakan rahimnya pada pengusaha Kairo Juang. Hal ini terjadi karena Salsa, istri Kairo, kerap mendapat hinaan mandul dari sekitarnya. Agar suaminya punya keturunan, Salsa pun mengizinkan Kairo beristri lagi. Kesepakatan mereka awalnya berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Namun, sebuah petaka besar mendadak muncul dan mengancam kelangsungan hidup mereka semua.
Sampul Novel Miss Lazy
9.3
Aluna Meysha Jovita hanyalah gadis pemalas dan ceroboh yang memiliki banyak kekurangan. Di balik sifatnya itu, ia sangat beruntung memiliki Athala Petro Radeyo, sahabat cerdas yang selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahnya. Namun, kedekatan mereka mulai diuji ketika Luna menyadari hadirnya benih cinta pertama di hatinya. Sialnya, perasaan itu tumbuh untuk Athala. Kini, persahabatan erat mereka terancam berubah total akibat munculnya perasaan rumit tersebut.
Sampul Novel Possessive Wife
8.3
Kehidupan pernikahan Ana berubah total sejak ia menemani Andra, suaminya yang merupakan seorang polisi, bertugas di pedalaman Papua. Terpengaruh oleh berbagai rumor, Ana yang semula tangguh kini menjadi sangat posesif, mudah cemburu, dan emosional. Ia kerap memicu pertengkaran hanya untuk mendapatkan perhatian. Meski demikian, Andra selalu menghadapi sikap labil sang istri dengan kesabaran ekstra, menjadi sosok penenang di tengah kobaran api kecemburuan Ana.