APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Liar Atasanku

Gairah Liar Atasanku

Demi membiayai pengobatan sang suami, Renata terpaksa menyerahkan kesuciannya kepada Dion, bosnya sendiri. Transaksi satu miliar ini awalnya disepakati hanya untuk satu malam, namun Dion terus menuntut lebih. Hubungan intim yang terus berlanjut itu perlahan menumbuhkan cinta terlarang di antara mereka. Di sisi lain, Vera dan Andika harus menelan pil pahit saat menyadari bahwa pasangan mereka telah mengkhianati pernikahan demi memuaskan gairah tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sepulang dari kantor, Renata pergi ke hotel tak lupa dia meminta kartu akses untuk masuk ke dalam kamar, setibanya di kamar Renata berkali-kali menghubungi rumah sakit untuk bertanya tentang operasi sang suami.

"Operasinya akan segera dimulai ibu, Pak Andika sudah masuk ke ruangan operasi bersama tim dokter yang menanganinya." Suster yang berjaga di sana memberikan laporannya.

"Baiklah terima kasih suster," sahut Renata dalam sambungan telponnya.

Renata melihat jam tangannya, dia beberapa kali melihat ke arah pintu, pikirannya terus melayang ke rumah sakit, dia mondar-mandir bingung memikirkan sang suami yang akan segera di operasi.

"Apa aku kesana saja ya, bodoh amat dengan pak Dion" gumam Renata.

Saat bersamaan Dion masuk, suara Dion membuat Renata tersentak kaget.

"Pak Dion," spontan lisan Renata memanggil Dion.

Renata mendekati Dion, mencoba berunding lagi supaya mengijinkannya pergi ke rumah sakit sebentar setidaknya sampai Andika selesai operasi.

"Nggak, sekali nggak tetap nggak," kata Dion yang membuat Renata menatap kesal atasannya tersebut.

"Saya mohon." Tatapan Renata mengiba, memohon pada Dion untuk mengijinkannya.

"Baiklah, kita main sebentar setelah itu kamu boleh pergi tapi setelah urusan kamu selesai kembali lagi kesini," ucap Dion.

"Baiklah," sahut Renata yang langsung menyetujui kemauan Dion.

Mereka berdua mulai melakukan ritual cocok tanam mereka, lagi-lagi belaian Dion membuat Renata melayang, keduanya saling menyerang satu sama lain untuk memburu hasrat yang telah berapi-api.

"Aaaahhhhhh," lenguhan Renata membuat Dion semakin bergairah, dia semakin memompa Renata dengan cepat.

"Lebih cepat mas," ucapnya dengan nafas yang memburu.

"Baik sayang," sahut Dion.

Tak berselang lama keduanya sama-sama menegang dan keluarlah sesuatu yang hangat dari area sensitif mereka masing-masing.

Dion yang lelah langsung saja menindih tubuh Renata sehingga Renata merasa sulit bernafas.

"Pak, saya tidak bisa bernafas," protes Renata.

Dion tersenyum, lalu menyingkirkan tubuhnya dari tubuh mungil Renata.

Setelah Dion menyingkir dari tubuhnya, Renata langsung beranjak dan memakai pakaiannya kembali.

"Saya harus segera ke rumah sakit pak," kata Renata

"Ingat Renata ini hanya pembukaan saja belum ke inti dan penutup jadi kembalilah secepatnya," pesan Dion.

"Baik pak," sahut Renata lalu pergi keluar.

Renata berjalan dengan langkah cepat, dia mengambil motornya dan segera pergi ke rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, Renata berlari menuju ruang operasi dan nampak lampu masih menyala yang artinya operasi masih berlangsung.

Renata nampak cemas, pikirannya kemana-mana memikirkan Andika yang kini berada di ruang operasi.

"Mas kamu harus kuat, jangan sampai pengorbananku sia-sia," gumam Renata.

Lama menunggu dan akhirnya lampu operasi telah mati, beberapa dokter keluar dengan wajah yang lelah.

"Bagiamana Dok?" tanya Renata.

"Operasinya berhasil, kita berdoa saja semoga pasien segera siuman dan pulih," jawab dokter.

Renata nampak lega, dia sangat bahagia karena operasi suaminya telah berhasil yang bearti pengorbanannya menjadi budak ranjang CEOnya tidak sia-sia.

"Terima kasih ya Tuhan," ucap Renata dengan bahagia.

Kini Andika telah dipindahkan ke ruang perawatan, Renata terus menunggui suaminya yang masih memejamkan mata hingga dia melupakan Dion yang sedari tadi menunggunya di hotel.

"Mas kamu kok nggak sadar sadar." Rasa khawatir perlahan hinggap ke dalam pikiran Renata.

Renata menangis di samping Andika yang tak kunjung membuka matanya hingga Renata ketiduran.

Waktu menunjukkan pukul enam pagi, Andika yang sudah membuka matanya sengaja tidak membangunkan istrinya dia juga meminta dokter yang datang untuk pelan-pelan dalam berbicara.

"Baik dok," sahut Andika dengan lirih.

Andika mengelus kepala sang istri yang tidur di dengan posisi duduk dengan kepala di tepi ranjangnya.

Mata Andika membasah, melihat sang istri yang pasti kelelahan sehabis bekerja langsung menungguinya, apalagi pekerjaan Renata kini bertambah banyak untuk biaya pengobatannya.

"Terima kasih sayang, aku janji setelah aku sembuh aku akan kerja keras," ucap Andika.

Dadanya sungguh sesak melihat sang istri susah karena dirinya, dia merasa kalau hanya jadi beban Renata.

Waktu terus berlalu jam dinding telah menunjukkan pukul tujuh pagi namun Renata masih memejamkan matanya.

"Sayang," panggil Andika dengan menggoyang tubuh Renata.

Perlahan Renata membuka matanya, dia sungguh bahagia karena Andika telah siuman.

"Mas kamu sudah sadar? gimana? mana yang sakit?" Renata memberondong Andika dengan banyak pertanyaan.

"Sudah enakan sayang, ini udah jam tujuh kamu nggak ke kantor?" tanya Andika.

"Iya mas. Maaf ya nggak memiliki banyak waktu untuk merawat kamu, nanti aku usahakan pulang cepat kalau aku nggak ada lembur," jawab Renata.

Sebelum pergi Renata meminta suster untuk menjaga Andika. Dia takut kalau ada apa-apa dengan Andika.

"Mas aku pamit ya," pamit Renata.

Sebelum ke kantor, Renata mampir rumah untuk membersihkan diri, saat dia membuka bajunya bau Dion yang menempel seketika membuat Renata ingat akan janjinya semalam.

"Astaga pak Dion?" kata Renata sembari membolakan matanya.

Renata segera menyelesaikan mandinya dan bergegas untuk bersiap.

"Pasti dia marah padaku," gumamnya dengan takut.

Renata melajukan motornya dengan kecepatan lumayan tinggi sehingga dia sampai di kantor lebih cepat.

Tepat pukul delapan dia tiba di kantor, saat berjalan menuju meja kerjanya Renata berpapasan dengan Dion.

"Ikut ke ruangan aku," titahnya dengan dingin.

Renata sungguh takut, dia yakin pasti Dion marah padanya, dengan sedikit gemetar Renata mengikuti Dion ke ruangannya.

Setibanya di ruangannya, Dion menyuruh Renata masuk.

Brak

Dion menutup pintu ruangannya dengan keras, untung ruangan Dion berada di lantai paling atas yang mana di lantai tersebut hanya ada ruangnya dan ruangan Jerry serta ruang-ruang lainnya yang hanya pada saat tertentu digunakan sehingga tidak akan ada yang mendengar.

"Kamu pikir siapa dirimu hah! membuatku menunggu hingga pagi!" teriak Dion yang membuat Renata tersentak kaget.

"Maafkan saya pak," sahut Renata dengan takut.

"Cih, kamu pikir maaf kamu bisa mengobati kekesalanku menunggumu hingga pagi!" tukas Dion.

Renata pasrah dengan apa yang akan Dion lakukan, dia semalam sungguh tidak ingat karena pikirannya tertuju pada Andika yang tidak kunjung sadar.

"Lantas apa yang harus saya lakukan pak?" tanya Renata.

Dion menatap Renata dengan tatapan memangsa, kekesalannya semalam membuatnya ingin memberi pelajaran pada Renata.

"Kamu harus mengganti malam kemarin dengan tiga puluh malam," jawab Dion.

Renata membolakan matanya menatap Dion, tiga puluh hari malam? lalu bagaimana dengan Andika?

"Pak saya mohon, saya bisa menggantinya sekarang tapi saya mohon jangan meminta tiga puluh hari pak, bagaimana dengan suami saya," Renata mengiba meminta belas kasihan Dion.

"Terserah kamu Renata, kalau kamu menolaknya kembalikan semua uang yang telah aku beri dan segera buat surat pengunduran diri," kata Dion.

Lagi-lagi Renata dibuat membatu, bagaimana mungkin mengembalikan uang yang sudah dia gunakan untuk membayar biaya perawatan sang suami?

"Ingat kalau kamu sampai lupa lagi, satu malam kamu harus menggantinya dengan tiga puluh malam," imbuh Dion.

Tubuh Renata terhuyung ke belakang, kakinya terasa lemas, rasanya untuk menopang tubuhnya dia tidak memiliki kekuatan.

"Saya mohon pak, saya ini wanita bersuami," kata Renata dengan menangis.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Punya Ragamu Tapi Tidak Hatimu
8.4
Silvi dan saudara kembar identiknya, Silva, mencintai pria yang sama bernama Kenzo. Sebelum wafat di usia dua puluh tahun akibat penyakitnya, Silva meminta Silvi untuk menggantikan dirinya menikah dengan Kenzo. Demi rasa cinta yang dipendamnya, Silvi bersedia memenuhi wasiat terakhir tersebut. Namun, kehidupan pernikahan yang dijalani Silvi ternyata penuh liku. Bisakah ia merebut hati Kenzo yang jiwanya masih terbelenggu oleh kenangan mendalam bersama mendiang kakaknya?
Sampul Novel Cinta tanpa koma
9.2
Bagi Rudi, Rindu adalah cinta pertama dan terakhirnya. Namun, keyakinan itu runtuh saat Jaka, sahabat karibnya sendiri, merebut Rindu. Di tengah kehancuran hatinya, Rudi berusaha ikhlas dan tegar menerima kenyataan pahit tersebut. Meski waktu berlalu dan banyak wanita baru mencoba mendekatinya, kenangan masa kecil bersama Rindu tak pernah pudar dari benaknya. Akankah keteguhan hati dan kesetiaan Rudi berujung pada kebahagiaan? Ikuti kisah perjuangan cintanya yang penuh liku.
Sampul Novel Gairah Liar Binor Kesepian
8.8
Sita, perempuan polos dari pelosok Cianjur, menjalani kehidupan yang sangat tertutup pascapernikahan hasil perjodohan. Minimnya interaksi sosial membuatnya buta akan dunia luar dan edukasi seksual. Hal ini memicu kekecewaan pada diri Danu, suaminya, akibat sikap Sita yang terlampau pasif dalam hubungan intim. Ketidaktahuan Sita mengenai gairah ranjang ini pun disinyalir menjadi penyebab utama pasangan suami istri tersebut tidak kunjung dikaruniai keturunan hingga kini.
Sampul Novel Istri Dadakan CEO Tampan!
8.9
Kehidupan Aska Pradipta, CEO menawan yang digilai banyak wanita, mendadak gempar setelah menemukan bayi dari masa lalunya di depan rumah. Dalam situasi panik, ia meminta bantuan sekretarisnya, Naura, untuk merawat bayi itu. Namun, kehadiran ibu Aska memicu kesalahpahaman besar. Demi mengatasi keadaan, Aska akhirnya menawarkan pernikahan kontrak bernilai fantastis kepada Naura. Akankah kesepakatan sandiwara ini menumbuhkan cinta sejati di antara mereka?
Sampul Novel Jangan Mencintaiku, Paman!
9.7
Ayu terpaksa mengungsi ke kediaman pamannya, Hideki, demi menghindari mertua yang kejam. Namun, satu malam di ranjang yang sama menghancurkan rumah tangganya hingga ia diusir tanpa sempat menjelaskan apa pun pada suaminya. Kini, Ayu yang merasa terhina terpaksa menumpang pada Hideki. Sayangnya, sikap sang paman berubah dingin, tak lagi sehangat dulu saat merawatnya sejak kecil. Rahasia besar apa yang disembunyikan Hideki? Akankah Ayu kembali pada suaminya atau terjerat cinta terlarang?
Sampul Novel MY Nerdy Wife
9.7
Paras menawan justru menjadi sumber malapetaka bagi Arcella Shameera Caluella. Atas desakan ibunya, ia terpaksa menyamar sebagai gadis culun demi meredam rasa cemburu buta sang kakak, Vanessa. Meski begitu, Vanessa tetap berambisi merusak hidupnya dengan merebut Zale dan Auriga, pria-pria yang dicintai Arcella. Lewat siasat licik, Vanessa bahkan berhasil menjebak adiknya dalam pertunangan dengan pria berhati kejam. Mampukah Arcella bertahan dari siksaan kakaknya?