APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Titisan Harimau Putih

Gadis Titisan Harimau Putih

Naiya, seorang guru kontrak menawan, dipindahkan Faisal ke Desa Blang Bungong demi rencana rahasia. Akibat cemburu, Laila menyewa dukun untuk menghabisi Naiya, tetapi gagal karena Naiya merupakan titisan harimau putih sakti. Sementara itu, desa tersebut diteror kutukan Nyai Beulangong yang menumbalkan gadis-gadis kepada jin. Saat Faisal menyekap Naiya, Razi bertaruh nyawa untuk menyelamatkannya. Akankah cinta Razi disadari Naiya di tengah ancaman para dukun jahat?
Bab
Bagikan

Bab 2

Yanti membisikkan sesuatu pada Naiya membuatnya ketakutan.

Razi yang melihat Naiya hampir menangis menjadi penasaran dengan apa yang dikatakan Yanti.

"Yan. Apa yang kamu katakan? Liat tuh Naiya sampai pucat banget mukanya."kata Razi.

Yanti memperhatikan raut wajah Naiya yang memucat.

"Nai. Maafin Aku, tapi Kamu jangan percaya kali. Karena itu mitos yang aku dengar dari saudara Aku."hibur Yanti.

Naiya merasa tenang sedikit setelah Yanti menghiburnya.

"Nai. Apa yang Yanti katakan pada kamu?"tanya Razi yang masih penasaran.

"Kata Yanti kota Tangse itu banyak penganut ilmu hitam dan sering para gadis yang jadi korban."jawab Naiya.

Razi syok mendengar yang dikatakan Naiya.

"Nai. Batalin aja, Kamu nggak usah ke sana. Aku juga khawatir takutnya kamu kenapa-napa."pinta Razi.

Naiya memikirkan perkataan dua sahabatnya itu. Bila dia tidak menerima Pak Faisal akan sangat marah, pasti dia tidak mau lagi menjadi donatur tetap pesantren ayahnya.

"Insya Allah Aku nggak akan kenapa-napa. Doain yang terbaik buat Aku ya?"kata Naiya.

Razi dan Yanti tidak bisa berbuat banyak,karena mereka tau sifat keras kepala Naiya.

Setelah berbincang-bicang cukup lama,mereka pun memutuskan untuk pulang.

"Naiya. Ini kamu simpan alamat saudara Aku yang di Tangse. Namanya Wak Dar. Orangnya baik sekali. Nanti Aku akan telpon dia dan meminta untuk menjaga kamu."kata Yanti. Dia memberikan secarik kertas pada Naiya.

Naiya memeluk erat sahabatnya itu, hingga tidak terasa air matanya jatuh ke pipi mulusnya.

"Terimakasih Yan. Kamu sahabat terbaik Aku."bisik Naiya.

Razi yang melihat kedua sahabatnya berpelukan mencoba menggoda keduanya.

"Nai. Yan. Aku nggak kalian peluk?"

Naiya dan Yanti langsung menjitak kepala Razi bergantian.

"Ini pelukan dari kami."kata Naiya dan Yanti bersamaan.

"Aaawuuw. Sakit. Emang kalian teman nggak ada akhlak."rungut Razi kesal.

Setelah membayar tagihan makan,Razi mengajak Naiya pulang.

"Nai. Pulang yuk? Nanti keburu sore. Kamu kan mesti bicara dengan Ayah dan Umi kamu."

Naiya pun mengikuti perkataan Razi, mereka berpisah di tempat parkir. Yanti pulang dengan motor maticnya dan Razi mengantar Naiya pulang.

Didalam mobil Naiya masih memikirkan perkataan Yanti.

"Zi. Apa benar ya? Ada orang yang mau ilmu tinggi harus membunuh gadis perawan? Ini kan zaman modern."kata Naiya.

"Benar Nai. Aku nggak pecaya sih. Cuman dulu kakek pernah cerita, ada desa yang sangat berbahaya kalau di datangi gadis cantik. Bukan untuk dijadikan tumbal, melainkan dijadikan budak seks untuk jin peliharaan bagi yang memelihara jin."ungkap Razi.

Kembali rasa gelisah menyelimuti hati gadis itu.

Tak terasa mereka pun sampai di sebuah pondok pesantren.

"Nai. Sudah sampai."kata Razi mengejutkan lamuna Naiya.

Naiya turun dari mobil dan membawa barang belanjaannya di bantu oleh Razi.

Nampak kedua orang tua Naiya sudah berdiri di depan rumah sederhana mereka.

"Naiya. Kenapa banyak kali belanja Nak? Pemborosan namanya."cecar Umi Naiya.

Razi mencium tangan kedua orang tua Naiya dengan takzim.

"Saya yang taktir Umi, karena Naiya akan pindah mengajar besok."kata Razi.

"Pindah? Kemana Nai?"tanya Ayah Naiya yang bernama ustat Ali.

"Kota Tangse Ayah."

"Apa Tangse?"

Ustat Ali sangat terkejut mendengar kota tempat anaknya mengajar.

Razi memasukkan semua barang belanjaan ke dalam rumah Naiya.

Tak lama kemudian Dia pamit pada mereka semua.

"Saya permisi. Nai. Besok lepas subuh kita berangkat ya?"kata Razi.

"Ya. Zi. Makasih banyak."balas Naiya.

"Yups.."

Razi kembali ke mobilnya dan pulang ke rumahnya.

"Naiya. Apa kamu benar-benar akan kesana besok?"tanya ustat Ali.

"Ia Ayah. Kenapa apa Ayah tidak mengizinkan Aku pergi?"tanya Naiya.

"Bukan nggak kasih izin, hanya saja kota itu sangat jauh delapan jam perjalanan Nak."jawab Ustat Ali.

"Ia Ayah. Sangat jauh, makanya Aku minta tolong sama Razi untuk mengantarkan Aku. Apa Ayah marah?"

"Tidak Nak. Razi itu pemuda yang baik

Andai saja dia mau melamar kamu. Ayah langsung terima lho."gurau Ustat Ali pada putrinya.

"Iih Ayah. Apa nggak ada yang lain selain Razi? Kan banyak tuh anak kawan Ayah yang ustat. Jodohinlah Aku dengan mereka jangan dengan Razi. Dia nggak termasuk katagori idaman Aku."ucap Naiya kesal.

Entah kenapa semua orang terdekatnya selalu menjodohkan mereka.

"Sudahlah Yah. Biarkan Naiya istirahat dulu di kamarnya."lerai Umi Naiya.

Naiya lalu masuk ke kamarnya sambil membawa semua barang yang dia beli.

Naiya mengambil tas kopernya. Satu persatu baju dia masukkan. Mukena dan sajadah juga dia masukkan kedalam tas.

Naiya membuka sebuah kotak didalam lemarinya. Nampak sebuah Al Quran berwarna keemasan , kemudian dia masukkan ke dalam sebuah tas sandang.

Hingga matanya memperhatikan sebuah tasbih berwarna hitam, didalamnya ada lafaz Allah. Naiya tersenyum dan mengambilnya.

"Ini hadiah dari kakek, Aku akan membawanya bersamaku."gumam Naiya.

Kemudian dia mengambil tasbih itu dan meletakkannya di bawah bantal tidurnya.

Naiya mengambil barang yang dia beli tadi siang dengan Razi. Sebuah tas besar sudah dia siapkan. Selesai berkemas dia kèluar dari kamarnya menemui Ayah dan Uminya.

Namun dia sangat terkejut melihat seorang lelaki tua yang sangat dia kenal sedang tersenyum padanya.

"Kakek." Naiya berhamburan kepelukan Kakeknya yang bernama Mustafa.

Keduanya pun saling melepas rindu.

"Kakek kapan datangnya? Kok nggak ada yang kasih tau Nai?"tanya Naiya. Dia duduk disamping kakeknya.

Kakek Naiya tinggal di seberang kampung tempat tinggal Naiya. Dia memiliki sebuah padepokan silat. Naiya banyak mewarisi ilmu bela diri dari kakeknya.

"Kata Ali. Kamu mau pergi ke Tangse besok ya? Hati-hati saja ya? Apa lagi desa blang bungong itu."jawab Mustafa.

"Emang kenapa desa itu Kek?"

"Di sana banyak anak gadis yang tidak bisa menikah, mereka semua perawan tua. Namun sebenarnya mereka sudah tidak gadis lagi. Itu cerita yang kakek dengar entah benar atau nggak."kata Maustafa.

Dia lalu mengambil sebuah cicin bermata, warnanya putih dan memberikan pada Naiya.

"Pakailah, usahakan jangan lepas dari jari kamu."perintah Mustafa.

Naiya memakai cincin yang kakeknya berikan.

"Kok bisa pas dengan jari Naiya ya?"tanya Naiya bingung.

"Karena kamu gadis istimewa Nak. Tidak semua orang bisa memakai cincin itu, termasuk Kakek.Nanti kamu akan tau sendiri apa fungsi dari cincin itu,"ujar Mustafa.

Ketika mereka berbincang datanglah Umi dan Ayahnya Naiya.

"Abah kalau masalah Naiya langsung datang, Aku yang rindu dengan Ayah hampir satu abad tapi Ayah nggak peduli."ucap Ali.

Umi dan Naiya tersenyum menanggapi lelucon Ali.

"Naiya itu cucu perempuanku satu-satunya. Makanya Aku harus benar menjaganya. Emang kamu Ali. Sibuk teros dengan anak murid kamu. Untung saja uminya Naiya telpon Abah."kata Mustafa.

Mereka semua bercanda ria hingga waktu asar pun sudah tiba.

Ali mengajak Mustafa untuk solat berjamaah dengan para santri.

Naiya dan Umi pun beranjak dari duduknya menuju ke kamar masing-masing untuk solat.

Naiya mandi terlebih dahulu dan mengambil air wudhu.

Dia langsung solat asar empat rakaat,setelah solat dia mengambil tasbih yang dibawah bantal tidurnya.

Naiya terus berzikir dengan khusyuknya hingga dia tertidur dan masuk ke dalam dunia mimpi.

Nampak olehnya banyak gadis-gadis yang menangis di sebuah pohon yang sangat besar.

Mereka semua terdiam melihat Naiya datang.

Salah seorang dari mereka mengambil sebuah kayu dan mengejar Naiya.

Naiya berlari sangat kencang namun tiba-tiba dia terjatuh dan kayu yang di pegang gadis itu kena kepalanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Budak Nafsu
7.9
Lepas dari jerat nafsu bejat sang mertua, Ayu kini merajut asa baru bersama Alfons, kekasih sejatinya. Namun, jalan mereka terjal akibat dendam membara dari Maharani. Di tengah kejamnya dunia mafia berseragam yang sarat intrik, kekuatan cinta mereka diuji. Demi melindungi ketulusan rasa yang dimiliki, keduanya harus bertualang ke berbagai penjuru dunia, bertahan hidup dari kejaran musuh yang tak kenal ampun.
Sampul Novel CAUGHT IN A BAD CHARACTER
9.1
Tewas secara tragis membawa Juwita Chou bereinkarnasi menjadi Sallyana Fedelian. Karakter barunya ini adalah putri bangsawan kejam yang ditakdirkan mati di usia muda. Demi bertahan hidup, Juwita harus mengubah nasib buruk tersebut. Ia pun berusaha mengacaukan alur cerita asli sambil menghadapi kecurigaan dari lima tokoh utama pria. Namun perlahan, sebuah rahasia takdir yang kelam mulai terkuak, mengungkap hubungan misterius antara dirinya dan sosok asli Sallyana.
Sampul Novel Dari Omega yang Ditolak menjadi Ratu Raja Alpha
9.3
Menjelang Upacara Ikatan Suci, kebusukan Raditya terbongkar lewat pesan batin dari saudara angkatku, Eva. Selama aku dipaksa berpura-pura menjadi Omega yang penurut, Raditya asyik berselingkuh sementara orang tuanya merampas hasil kerjaku untuk diberikan kepada Eva. Mereka meremehkanku, tanpa menyadari identitasku yang sebenarnya sebagai pewaris sah kawanan terkuat di benua ini. Kini, aku telah menyiapkan siaran global untuk mempermalukan mereka semua di hari pernikahan kami.
Sampul Novel Luna Tak Terikat
8.0
Lima tahun memimpin suku, Kaitlin tetap menjaga kesuciannya. Ketika Rosalyn, kakaknya, pulang tanpa keturunan, Phillip Elliott mendadak menuntut seorang pewaris. Hati Kaitlin hancur saat mengetahui niat busuk Phillip yang hanya ingin menjadikannya rahim pengganti untuk menyokong posisi Rosalyn. Merasa dikhianati, Kaitlin memilih pergi dan kembali ke orang tua angkatnya. Tak disangka, Phillip yang biasanya bersikap dingin kini justru memohon padanya untuk kembali dengan penuh keputusasaan.
Sampul Novel Mendadak Menjadi Permaisuri ke 6
9.1
Terbangun di tubuh permaisuri abad ke-17 yang diceraikan Pangeran Keenam karena wanita lain, seorang dokter genius masa kini tidak tenggelam dalam kesedihan. Ia memilih fokus merintis karier medis berbekal pengetahuan modern. Keahliannya yang luar biasa sukses memikat hati rakyat hingga sang Kaisar. Meski sempat menutup diri dari cinta, takdir menyeretnya ke dalam dilema emosional antara perasaan terlarang dan sebuah pengorbanan besar yang harus ia putuskan.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Tersesat saat menjelajah, seorang pria terjebak dalam keanehan Hutan Gondoriyo setelah kendaraannya hilang secara misterius. Di sebuah pondok sunyi, sepasang lansia misterius memberinya peringatan keras. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran menuntunnya kembali ke sana, namun hutan itu telah lenyap. Rahasia kelam tentang kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terungkap, memaksanya bertaruh nyawa demi membongkar kebenaran yang meneror.