APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Simpanan yang Melahirkan Anakku

Gadis Simpanan yang Melahirkan Anakku

Seorang gadis polos terpaksa menjadi simpanan CEO berkuasa di Amerika demi membiayai pengobatan ayahnya yang kritis. Sang miliarder menuntutnya melahirkan ahli waris karena istrinya mandul. Terjebak dalam kemewahan penuh rahasia kelam, ia menghadapi konflik batin yang hebat. Kini, ia harus memilih antara mempertahankan harga diri atau mengikuti benih cinta yang mulai tumbuh di situasi yang salah.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ruangan yang luas dan megah, dipenuhi keheningan yang terasa mencekam. Claire dudu di sofa berhadapan sengan jendela kaca yang menampilkan gemerlap kota New York. Pemandangan itu indah, dingin... dan asing. seperti hidunya saat ini. Ya, saat ini dia sedang berada di kantor Nathan, tepatnya di ruangannya dan kali keduanya dia menginjakkan dirinya ke kantor milik Nathan.

Di seberang sana, Nathan menatapnya tanpa ekspresi. Pria itu mengenakan jas hitam armani, tampak begitu sempurna dan berwibawa, aura kekuasaan menyelimuti setiap gerak geriknya.

"Jadi, kamu sudah mempersiapkan dirimu?" tanyanya pelan tapi tajam.

Claire mengangguk, kedua tangannya tergenggam erat di atas pahanya. Suaranya nyaris tak terdengar, "Aku siap... dan aku akan menuruti perintahmu."

Nathan menatapnya dalam sejenak, lalu berjalan perlahan mendekat. "Kontrak yang kamu tandatangani berlaku sampai kamu melahirkan anakku. Setelah itu, kamu bebas. Apartemen yang kamu tempati sekarang akan menjadi milikmu. Dan untuk ayahmu, mulai hari ini dia akan mendapat perawatan terbaik. Operasinya akan dilakukan segera."

Kalimat itu menghantam dada Claire seperti palu godam. Tapi dia tetap diam, hanya mengangguk. Ini adalah jalan yang dia pilih sendiri demi ayahnya, dan tidak boleh goyah.

Malam harinya, Claire meninggalkan rumah sakit tempat ayahnya dirawat, dengan hati campur aduk. Dia mengenakan mantel tebal pemberian Nathan, dia masuk ke mobil hitam yang menunggunya di pelataran, di dalam sudah ada Riley. Ya, Claire menyuruh Riley untuk menunggunya di dalam mobil.

Perjalanan menuju apartemen terasa cepat. Setibanya di depan pintu, Riley berjalan di belakang Claire dan membungkuk sopan.

"Tuan, sudah menunggu anda di dalam. Jika nona membutuhkan saya maka nona bisa menghubungi saya dan selamat malam nona," ucap Riley ramah sebelum pergi.

Claire hanya mengangguk, sebelum dia masuk ke dalam. Claire menghembuskan napas panjangnya untuk menghilangkan rasa takut dan gugupnya menghadapi Nathan.

Begitu dia masuk sudah disambut oleh Nathan dengan senyuman. Namun, senyuman itu semakin membuat takut Claire.

"Kenapa kamu begitu lama," ucapnya datar. "Aku paling tidak suka menunggu, lain kali jangan diulangi lagi atau kamu akan menanggung akibatnya."

"A-aku minta maaf," ucap Claire menunduk.

Nathan menghela napas dan mendekat. "Aku memaafkanmu untuk malam ini, dan saat bicara padaku jangan menunduk, aku paling benci, tenang saja aku tidak akan menggigitmu."

Nathan meraih dagu, Claire sehingga keduanya saat ini begitu dekat. Claire dapat merasakan hembusan napas hangat milik Nathan. "Claire, jangan takut padaku. Kamu harus terbiasa dengan kedekatan kita seperti ini."

Nathan bisa melihat wajah cantik milik, Claire. Claire memiliki kulit lembut, hidung mancung dan bibir tipis berwarna pink. Ingin rasanya Nathan melumat bibir pink itu namun Nathan masih berusaha menahannya.

Hingga akhirnya Nathan melepaskan dagu Claire dan beranjak pergi ke balkon, "Claire, bersihkan lebih dulu badanmu karena aku ingin tidur bersamamu setelah tubuhmu bersih."

Claire menelan ludah tanpa berkata-kata dan segera pergi menuju kamarnya untuk segera membersihkan badannya.

Kini, Claire keluar dari kamar mandi dengan mengenakan gaun tidur tipis yang lembut menyentuh kulitnya dengan rambut basah, dan pipi merah karena malu. Claire terkejut karena mendapati Nathan yang sudah berbaring di kasur dengan tatapan matanya tertuju padanya.

"Kemarilah, Claire. Kamu tidak perlu takut karena malam ini kita hanya akan tidur bersama," ucap Nathan tersenyum.

Perlahan Claire berjalan mendekat ke ranjang, dia merangkak ke atas ranjang dengan hati-hati. Claire membaringkan tubuhnya dan membelakangi, Nathan. Namun, Claire dikejutkan dengan Nathan yang memeluknya dari belakang. Pelukan yang erat sekaligus memberikan kehangatan karena Claire mengenakan baju tidur yang begitu tipis.

"Kamu begitu harum, Claire. Aku suka harum tubuhmu, Claire," ucap Nathan dengan suaranya sedikit parau.

Nathan juga memberikan kecupan hangat di tengkuk, Claire sehingga membuatnya tegang dan membuat Claire seperti patung karena tidak berani bergerak. Claire hanya bisa diam dan menikmati sentuhan yang diberikan oleh Nathan.

"Claire, apa kamu sudah tidur?" tanyannya.

"B-belum," Claire menelan ludah.

Belaian tangan Nathan semakin ke bawah, mengusap paha mulus Claire dengan lembut, "Rilex, Claire. Aku tidak akan menyakitimu, aku hanya akan membuatmu enak dan puas akan tetapi bukan malam ini dan ini hanya pemanasan saja."

Keesokan paginya, Claire terbangun ia menatap langit-langit kamar, setelahnya dia menoleh ke samping dan tidak menemukan Nathan. Ya, dia ingat karena semalam tidur dengan Nathan.

Ceklek...

"Selamat pagi, nona. Apa, nona baru saja bangun," sapa Riley yang baru saja masuk ke dalam kamarnya dan berjalan ke arah jendela dan membuka gorden agar cahaya matahari masuk ke dalam.

"Nona mau sarapan apa biar, Riley siapkan," ucap Riley

Claire terdiam sejenak, "Mungkin roti isi coklat dan satu gelas susu. Oh, iya Riley. Apa kamu melihat Nathan?"

Riley tersenyum tipis sambil menganggukan kepalanya. "Tuan sudah pergi ke kantor nona, apa nona ingin menelepon, tuan?"

"Tidak usah Riley, lalu apa yang harus aku lakukan hari ini?" tanya Claire pada Riley.

"Nona akan pergi ke kampus, karena tuan sudah mendaftarkan nona kuliah kembali. Jadi, nona akan disibukkan dengan kuliah," ucap Riley ramah.

"A-apa? Kenapa dia tidak memberitahuku," ucap Claire pelan.

"Mungkin, tuan lupa semalam untuk bicara pada nona. Saat pagi tadi tuan ingin bicara dengan nona akan tetapi nona masih tidur dan tuan tidak ingin menganggu tidur nona," ucap Riley.

Siangnya, Nathan pergi ke rumah sakit dimana ayah, Claire di rawat. Ya, Nathan memang ingin memastikan sendiri jika operasi ayah, Claire akan segera dilakukan. Ditemani oleh asistennya, Maria yang selalu berada di sampingnya, "Maria, segalanya sudah kau urus bukan?"

"Sudah, tuan. Untuk operasi ayah, nona Claire akan dilakukan satu jam lagi. Apa anda akan memberitahu nona Claire, tuan?" tanya balik Maria.

"Tidak, aku tidak ingin menganggunya karena dia sedang di kampus, beritahu saja jika operasi sudah selesai. Tolong kau suruh salah satu anak buahku untuk mengawasi ayah, Claire di rumah sakit dan selalu berikan kabar terbaru tentang perkembangan ayah, claire," ucap Nathan, yang saat ini keduanya sedang berjalan di lorong rumah sakit.

"Baik, tuan akan saya laksanakan," ucap Maria, sopan.

Nathan dan Maria langsung memasuki mobil yang sudah menunggu mereka dan selanjutnya mobil itu melaju meninggalkan rumah sakit. Tujuan, Nathan adalah kembali ke kantor karena dia masih ada meeting bersama dengan para investor satu jam lagi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANAK CEO TAMPAN
8.1
Akibat jebakan keji sang mantan suami, Candice terpaksa melewati malam bersama seorang lelaki asing. Empat tahun berselang, ia pulang ke tanah air membawa putra kecilnya yang sangat cerdas dan tampan. Siapa sangka, takdir justru mendekatkannya kembali dengan ayah kandung sang anak. Di kala hasrat membalas dendam kepada perusak hidupnya berkobar, mampukah Candice meraih akhir bahagia bersama keluarga barunya?
Sampul Novel Anak Rahasia Sang Kepala Mafia
8.8
Lima tahun mengabdi sebagai istri tak dianggap bagi pewaris dinasti mafia Dario Mahardika, wanita ini akhirnya memilih pergi. Meninggalkan mimpi senimannya demi pria yang selalu mengutamakan Arisa, ia melangkah pergi membawa surat cerai bertandatangan dan janin berusia tiga bulan. Kini, setelah sang mantan suami menyadari kehilangan besar ini dan mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk mencari keberadaannya, ia telah bertransformasi menjadi ibu sekaligus pejuang tangguh yang tidak akan mudah menyerahkan kembali kehidupannya yang sempat hancur.
Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim sang ibu untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski berpendidikan tinggi, ia malah diperlakukan layaknya pelayan oleh Deva, putra bungsu Imelda yang sangat dingin dan angkuh. Perselisihan mereka berujung pada sebuah peristiwa besar yang memaksa keduanya menikah demi menuruti keinginan Imelda. Terryn yang tulus mencintai Deva harus menerima sikap acuh suaminya. Namun, saat hati Deva mulai melunak, Terryn justru memilih pergi menjauh.
Sampul Novel CEO My Husband
8.6
Kehidupan damai Tasya seketika sirna sejak kedatangan Revan, bos barunya yang sangat menyebalkan. Sebagai CEO muda yang baru saja memimpin perusahaan milik sang ayah, Revan tidak pernah berhenti mengusik dan mengganggu hari-hari Tasya di tempat kerja. Tasya pun harus bertahan menghadapi tekanan setiap hari dari atasannya yang dominan tersebut. Kisah ini menyoroti dinamika penuh ketegangan antara seorang karyawan yang kewalahan dan bos miliarder yang terus menekannya.
Sampul Novel Ditakdirkan untuk Pria Terkaya di Dunia
8.1
Usai dikhianati tunangannya dalam kondisi mengandung, Livia hampir kehilangan nyawa hingga terpaksa melarikan diri. Lima tahun berlalu, ia kembali dan menolong seorang anak kecil yang rupanya putra dari miliarder paling kaya. Sang konglomerat pun hadir melindunginya, menumpas semua musuh, serta membungkam saudara perempuan Livia yang jahat lewat klaim pernikahan rahasia mereka. Kini, Livia yang kebingungan harus menghadapi godaan sang suami misterius yang mendambakan anak kedua.
Sampul Novel Mantan Kekasihku CEO Psikopat
8.9
Demi mengejar mimpi, Alya Rahayu pindah ke Jakarta. Sialnya, ia justru kehilangan segalanya hingga terpuruk. Di masa sulit ini, ia kembali dipertemukan dengan sang mantan kekasih, Dira Pratama. Namun, Dira telah berubah menjadi CEO dingin yang penuh rahasia kelam. Setelah lima tahun berpisah, sosok lembutnya sirna, berganti menjadi pria obsesif yang menyimpan dendam. Kini, sebagai bawahan Dira, Alya terjebak dalam trauma dan kebenaran pahit masa lalu.