APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel GADIS PENURUT TUAN MAFIA

GADIS PENURUT TUAN MAFIA

Calvin memimpin kartel mafia kejam yang berbisnis ganja hingga senjata ilegal tanpa terendus polisi. Anggota keluarganya bahkan sangat sadis terhadap musuh. Namun, kekejaman Calvin goyah saat ia bertemu gadis jelita yang sangat penurut seperti robot. Meski memiliki masa lalu yang kelam, ketulusan senyum gadis itu perlahan meluluhkan hati sang bos mafia. Mampukah jalinan asmara unik ini bertahan di tengah kejamnya dunia kriminal mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Calvin terdiam, siapa yang mengajarkan kata itu padanya?

"Selama ini mungkin aku kurang penurut bagi mereka, maka dari itu aku di tinggalkan," ucap gadis itu lagi.

"Hiduplah dengan bebas di sini! Lakukan apa yang kau mau!" ujar Calvin membuat Shofia tak paham.

"Tapi--"

"Aku tidak akan meninggalkanmu, seperti mereka. Aku berjanji padamu," ucap Calvin yang begitu bersungguh-sungguh, membuat Shofia tak paham. Bahkan orang yang paling ia cintai tak pernah bicara seperti ini padanya.

"Apa mau anda dariku?" tanya Shofia, dia masih saja tak mengerti kenapa orang ini tiba-tiba baik, pada orang asing sepertinya, pasti punya maksud tertentu.

Calvin mengangkat satu alisnya heran. "Apa yang kau punya? Apa kau bisa memberiku rumah sebesar ini? Atau mobil yang kau naiki tadi?"

Gadis itu menggeleng, pertanda dia tak memiliki uang sebanyak itu. Mungkin ada sekitar ratusan juta di rekeningnya, atau mungkin lebih. Entah ia pernah mengeceknya, tapi untuk membeli itu semua ia masih tak sanggup.

Pria itu berjalan mendekat, tapi Shofia tak waspada saja sekali, namun bukannya mendapatkan serangan, pria itu malah menaruh tangannya lalu berjalan pergi sambil menutup pintu. "Tidurlah! Selamat malam."

Ia memegang kepalanya tak paham, kenapa tuanya itu begitu perhatian padanya? Padahal mereka baru kenal, mungkin dia memiliki niat jahat atau yang lainnya, tapi apa?

Sedangkan Calvin yang baru keluar langsung di sambut oleh sang pengikut setia, kaki tangan yang sudah lama bersamanya. "Tuan!"

"Ada kabar apa, kali ini?" tanya Calvin yang mengambil kertas dari tangan pria bernama Levi, mereka terpaut cukup jauh sekitar 10 tahun. Calvin berumur 30 tahun dan Levi sudah kepalan empat, walau begitu dia belum juga menikah, ada satu wanita yang membuatnya tertarik, tapi wanita itu selalu menolaknya karena Levi cukup tua baginya.

"Beberapa polisi sudah melacak lokasi gudang senjata kita, Tuan. Secepatnya kita harus memindahkannya," ucap Levi membuat Calvin kesal.

"Pada orang-orang sialan itu tak pernah bisa membuat aku berbisnis dengan tenang, kita harus mencari tempat yang tidak terlalu mencolok, hingga polisi tidak akan sadar," ucap Calvin yang sedang berpikir, sambil berjalan ke ruang tamu keduanya terus berdiskusi.

"Mungkin negara Asia cocok, Tuan."

"Baik! Cari tempat teraman, jika mereka masih menemukannya, persiapkan semua orang untuk membuat ruang bawah tanah sekarang juga!" ujar Calvin yang membuat Levi mengangguk tanda mengerti.

.

.

Pagi harinya Shofia bangun tapi tak ada orang, aneh padahal ini kamarnya namun pemiliknya malah tak menempatinya? Tiba-tiba pintu terbuka menampakkan Calvin dengan wajah khas bangun tidur, walau seperti itu ketampanannya tak bisa dialihkan, bahkan Mata berwarna silver itu membuat ia seakan terhipnotis.

"Sudah memandangnya? Apa kau akan kenyang menatapku?" tanya Calvin, ia sangat kesal tadi saat tak pelayan membangunkannya ketika sedang mengepel lantai.

"Maaf Tuan," ucap Shofia sambil menunduk.

Tanpa aba-aba pria itu membuka semua kancing yang ada di pakainya, padahal di sana masih ada Shofia yang memandangnya bingung.

"Biar saya bantu Tuan!" ucap gadis itu tiba-tiba.

"Tidak, aku bisa sendiri," balas Calvin tapi saat semua kancing itu terlepas Shofia dengan santainya melepaskan kemeja itu.

"Aku akan menyiapkan semuanya, Tuan," ucapnya yang pergi ke kamar mandi sambil membawa kemejanya itu. Pintu tertutup, saat itu pula Calvin merasa aneh pada gadis itu. Umurnya masih terhitung belia tapi dengan lihainya dia membuka baju seorang pria sepertinya.

Beberapa menit berlalu, pintu itu kembali terbuka menampakkan Shofia yang tersenyum padanya. "Silahkan Tuan! Semua sudah saya atur."

Saat gadis itu hendak pergi, Calvin menarik tangannya membuat Shofia menoleh dengan wajah heran. "Ada apa Tuan?"

"Bagaimana jika kita mandi bersama?" tanya Calvin yang seperti ingin menggoda Shofia, tapi hal itu seperti berbanding terbalik dengan apa yang Calvin pikirkan.

Gadis itu tanpa bicara apapun membuka seluruh bajunya, memperlihatkan tubuh tanpa ada rasa malu sedikitpun. "Mari Tuan!"

Shofia langsung masuk kembali meninggalkan Calvin yang berkacak pinggang, ia rasa ada yang salah dengan mentalnya, Calvin harus membawa gadis itu ke psikiater.

Pria itu mendekat kearah pintu kamar mandi. "Kau mandi saja dulu, aku akan menyusul."

Pintu tiba-tiba terbuka menampilkan Shofia yang memakai handuk entah itu dari mana. "Maaf Tuan, mungkin ada masih kurang nyaman dengan tingkahku, silahkan mandi terlebih dahulu. Saya akan mengatur pakaian anda."

Kaki jenjang itu melangkah melewati, tapi Calvin malah menarik tangan itu dan membawanya masuk kedalam kamar mandi. Gadis ini benar-benar menguji kesabarannya.

Selesai mandi, bahkan Shofia tak memperhatikan dirinya dia sibuk sendiri menyiapkan pakaian Calvin. Pria itu hanya melihatnya dari kejauhan, jika kalian berpikir tidak ada hal apapun di dalam sama, kalian salah besar. Tapi walau hampir 1 jam di kamar mandi tadi, gadis itu tampak santai saja seperti tak terjadi apa-apa.

Semua pakaian itu sudah disetrika rapih, tak lama langkahnya berjalan terus ke meja kaca yang di bawahnya terdapat dasi, jam tangan dan aksesoris pria lainnya, membuat Shofia tampak tertarik.

Calvin membiarkan asik sendiri, ia bahkan masih memakai Handuk dari tadi karena aneh dengan gadis ini. Ah ia tau sekarang kenapa Rafael begitu tak rela gadis ini ia bawa, dia anak yang unik, seperti mendapat bayi tapi usianya sudah dewasa, itulah yang ia rasakan.

Setelah selesai memilih, gadis itu berdiri didepannya sambil tersenyum. "Mari Tuan! Aku bantu pakaikan."

"Tidak! Aku bisa sendiri!" ujar Calvin sambil menatap keatas.

"Baiklah, saya akan mengganti pakaian dan membuat sarapan Anda," ucap Shofia yang segera pergi ke arah tas dan membukanya.

Calvin terus memperhatikannya sambil memakai perlengkapan itu, setelah dirasa rapih tanpa ia duga Shofia sudah pergi, padahal hanya tak memperhatikannya sebentar tapi gadis itu sudah menghilang bagai angin, ia juga tak mendengar bunyi pintu.

Sedangkan jauh dari sana Shofia membuka kulkas, dia ingin mencari beberapa makanan untuk sarapan Calvin. Ia ingin berguna di sini, agar ia tak lagi di tinggalkan.

Tak lama salah satu dari mereka mendekat dan menepuk pundaknya. "Sedang apa kau?" tanyanya dengan wajah tak suka.

"Cari bahan untuk sarapan," balas Shofia.

"Tuan biasanya memakan roti dengan selai, dia tidak akan makan lagi setelah sarapan," ucap wanita itu.

"Aku akan buat roti isi untuk Tuan, apa rotinya masih ada?" tanya Shofia.

"Kau ini ingin apa sih? Cari muka depan tuan? Ingin jadi isterinya? Walaupun kau merangkak tuan tak akan mungkin memperhatikanmu, bahkan aku yang sudah beberapa tahun tak pernah dianggap, jangan sok cantik kau itu! Hanya pelacur saja belagu," ucap wanita itu yang memakai pakaian Koki, saat dia bicara kata terakhir wanita itu mendorongnya.

Tapi semua tangan menahannya, Shofia melihat siapa yang sudah baik menolongnya ternyata itu Calvin. Sedangkan yang mendorongnya ketakutan. "Tu-Tuan, a-aku."

Pria itu membantunya berdiri, Susana menjadi mencekam karena hal itu. "Bawa dia keruang bawah tanah!"

Tanpa menunggu lama beberapa orang langsing menariknya menuju ruang bawah tanah. "Tu-tunggu tuan ini bukan seperti yang anda kira!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Pernikahan Sang Mafia
8.6
Demi menebus dosa masa lalu sang ayah, Leonard, Aveline Harper yang berusia 21 tahun dipaksa menikahi Gabriel Alaric. Di balik pernikahan dingin ini, Gabriel menjadikan Aveline sebagai alat balas dendam, meski batinnya sendiri tersiksa oleh rahasia kelam. Di tengah badai emosi dan kebencian suaminya, Aveline mencoba bertahan dan memahami luka masa lalu Gabriel. Akankah dendam membara ini membawa kehancuran bagi mereka, atau justru menumbuhkan cinta tak terduga?
Sampul Novel DALAM CENGKERAMAN SANG MAFIA
8.3
Dominic Rodrigues, seorang mafia keji yang dikuasai dendam masa lalu, bertekad menghancurkan keluarga Amanda. Demi melindungi sang suami dari ancaman mutilasi yang mengerikan, Amanda terpaksa tunduk pada hasrat dan keangkuhan Dom. Terjebak dalam jerat utang dan rasa benci, sanggupkah Amanda yang tegar menghadapi dominasi sang mafia? Kisah romansa dewasa penuh misteri ini menyajikan intrik tajam serta gejolak emosi yang tak terduga.
Sampul Novel Dibunuh untuk Dicintai
8.0
Setelah dikhianati dan dibunuh oleh suaminya, Ronaldo, serta adik angkatnya di kehidupan lampau, Madeline terlahir kembali. Sebagai putri Keluarga Luchese, ia memutuskan untuk tidak lagi mengejar Ronaldo. Madeline justru memilih menikahi kakak Ronaldo, Evan Vittori. Keputusan ini mengejutkan seluruh Chicako yang mengira pernikahan Madeline dan Ronaldo adalah takdir. Namun, saat Madeline bersiap menikahi Evan di gereja, Ronaldo tiba-tiba datang mengacaukan segalanya dengan membawa senjata.
Sampul Novel Gairah Jantan Mafia Kampus
8.3
Kisah romansa modern ini dirancang bagi pembaca yang pernah menjalin asmara dengan lawan jenis. Meski demikian, mereka yang menyukai hubungan sesama jenis juga tetap dapat menikmati alurnya. Siapa tahu, narasi di dalamnya mampu menghadirkan perspektif baru atau bahkan mengubah ketertarikan Anda pada lawan jenis. Mari selami jalinan kasih penuh gairah yang menantang dan memikat di tengah kerasnya dunia mafia kampus.
Sampul Novel Mengirim Tunangku ke Neraka
8.0
Kegagalan Cathy Begum tampil di kapal pesiar memicu kemarahan bos mafia, Nate Adams, yang mengancam akan merusak tangannya. Tunanganku, Chris Dobson, awalnya bersikap dingin sebelum akhirnya membiusku. Begitu tersadar, aku sudah terikat di kamar Nate demi menyelamatkan karier Cathy. Chris bahkan memohon agar aku menyerahkan diri pada Nate semalam saja sebagai pengganti. Meski dia berjanji akan menjemputku kembali, aku sangat ragu Nate akan meredakan dendamnya begitu saja.
Sampul Novel Negeri Ini Dikuasai Mafia
8.6
Kemiskinan masa lalu memicu dendam mendalam pada diri Basudo. Tumbuh dewasa, ia memilih jalan kegelapan demi membalas rasa sakitnya. Sebagai raja mafia yang haus kekuasaan dan kendali ekonomi, ia tak segan melenyapkan siapa pun yang menghalangi. Namun, kekejaman tanpa ampun ini melahirkan perlawanan baru. Defian dan Telma, dua sosok pemberani, kini muncul dan siap mempertaruhkan hidup mereka demi menghentikan dominasi kejam Basudo beserta kelompoknya.