APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Pemuas Tuan Grey

Gadis Pemuas Tuan Grey

Laura berjuang keras mencari kerja sampingan sebagai pengasuh demi membiayai pengobatan ayahnya yang sedang sakit parah. Sayangnya, nasib buruk justru menimpanya saat ia bertemu Greyson. Kesucian Laura direnggut paksa, dan ia dipaksa menjadi pemuas hasrat pria tersebut. Kini, Laura terjebak dalam dilema moral yang sangat menyiksa. Ia harus memilih: sanggupkah ia bertahan menjadi budak nafsu Greyson demi mendapatkan uang untuk menyelamatkan nyawa sang ayah?
Bab
Bagikan

Bab 1

Sebuah rumah mewah nan megah disusuri oleh Laura, diikuti oleh seorang pria bertubuh besar yang tadi menegur dirinya di depan gerbang, juga menggeledah sekujur tubuh. Laura ketakutan, bahkan itu belum hilang sampai sekarang. Entah siapa orang yang akan ditemui olehnya, hingga memiliki rumah dengan penjagaan super ketat dari pria-pria bersenjata.

"Tunggu di sini!" kata pria itu, nadanya sangat berat.

"Baik," lirih Laura menjawab.

Berdiri di teras rumah tanpa boleh untuk masuk lebih dulu, gadis berusia dua puluh tahun itu menoleh ke sana dan kemari, mengabsen setiap sudut halaman luas yang tampak indah. Matanya segera tertunduk, tatkala tajam manik mata mengarah padanya, dari seorang penjaga. Jantung Laura berdegup kencang, jari-jari dimainkan olehnya di depan tubuh.

"Masuklah, tuan menunggumu di dalam! Pelayan akan mengantarkanmu!" suara berat itu kembali menyeruak, Laura tersentak.

"Ba-baik, terima kasih banyak." Laura mengangguk.

Seorang pelayan wanita menanti di ambang pintu, isyarat mata diberikan oleh bodyguard padanya agar segera pergi mengantarkan. Rumah itu ternyata sungguh mewah, Laura tidak bisa untuk berhenti mengagumi. Ukiran-ukiran indah nan cantik, dilengkapi dengan perabot yang memancarkan harga jual menjulang.

Langkahnya terhenti di sebuah pintu tinggi warna hitam, pelayan di depannya mengetuk. Terdengar suara samar namun tegas, wanita berseragam putih hitam itu menekan hendel pintu. "Silakan masuk," katanya sembari mengulurkan tangan ke dalam ruangan.

Laura menelan saliva, entah mengapa ketakutannya berlipat ganda. Langkah diperintah untuk melangkah, tanpa dibiarkan melawan. Terasa udara dingin mencekam begitu ia masuk ke dalam, ruangan serba hitam yang sangat luas. Ada seseorang duduk di balik meja berwarna senada, tatapannya bak serigala siap memangsa.

"Se—selamat sore, Tuan. Sa—saya datang kemari untuk melamar pekerjaan sebagai pengasuh," ucapnya terbata, memaksa bibir siap membeku untuk bergerak.

Lelaki itu memutar kursi, dia berdiri dan berjalan menghampiri. Ah, dia sangat tampan dan tubuhnya tinggi tegap, batin Laura mengagumi lelaki yang kini duduk di meja, menyilangkan kaki di atas lantai dan menelisik setiap senti tubuhnya.

Laura risi dengan tatapan diberikan, dia menundukkan kepala serta pandangan. Namun, lelaki pemilik suara berat nan serak itu tak menyukai, dan memintanya mengangkat kepala. "Lihat aku saat berbicara!" katanya.

Laura mengangkat pandangan juga kepalanya, jari-jari tak usai saling meremas di depan tubuh.

"Siapa namamu?!" tanyanya.

"Laura, Tuan. Saya mendengar tentang Anda yang mencari pengasuh untuk seorang anak, untuk itu saya datang kemari."

"Virgin?" tanya lelaki itu mengejutkan.

"Y-ya?!" gugup, melebarkan kedua mata.

"Aku ingin melihatnya. Jadi, buka semua pakaianmu!" perintah lelaki bernama Greyson Haidar.

"A-apa? Mem-membuka pakai-an?" semakin gugup Laura, dia mungkin salah mendengar dan mengulang perkataan.

"Kamu tuli?!" tatap Grey tajam.

"Maaf, saya tidak bisa melakukannya. Saya kemari untuk melamar sebagai pengasuh, bukan pelacur. Terima kasih banyak!" ucap Laura cepat, dia berbalik badan.

"Lima puluh juta sebagai uang muka, berapa pun yang kamu inginkan setiap bulannya!" sarkas Grey, menghentikan langkah Laura. "Aku tidak akan mematok gaji bulanan, cek kosong akan kuberikan padamu setiap bulan, dan kau bisa mengisinya sesuka hati!" sambung Grey.

Laura menoleh, dia berbalik badan. "Berapa pun?" tanyanya, terangkat kedua alis Grey memberi jawaban.

Tatapan lelaki itu seolah menantikan, ujung bibir kiri atas terangkat sedikit. Laura bergeming, dia berpikir untuk sementara waktu. Ya, mungkin tak ada salahnya, ini juga sudah terlanjur dilakukan. Hanya membuka pakaian, mendapat uang lima puluh juta untuk pengobatan ayahnya. "Baiklah, saya akan melakukannya."

Grey tersenyum penuh kemenangan, tak pernah ia gagal untuk mendapatkan apa diinginkan, seumur hidupnya. Laura membuka setiap manik kancing dari seragam cleaning service warna biru membalut tubuh, perlahan dengan keraguan menyelimuti. Grey melipat tangan di depan dada, kepalanya sedikit miring untuk mengamati.

Hingga terlepas semua kancing kemeja, benda kenyal bulat terlihat menyembul dan itu membuat Grey menelan saliva tanpa sadar. "Oh, fuck!" batinnya.

Laura memejamkan kedua mata, dia melepaskan kemeja dan mulai membuka kancing celana juga menurunkan resleting. Semakin tak sabar Grey untuk menyaksikan keindahan yang menggoda, walau itu bukanlah kali pertama. Namun, ada yang berbeda dari biasa ia lihat, wajah lugu nan malu-malu yang menggugah hasrat.

Laura membungkuk, dia melepaskan celana. Kemudian menutupi bagian dada dengan kedua tangan, ketika ia sudah berdiri lagi. Hanya ada pakaian dalam menutupi tubuh mulusnya, tubuh yang seolah mengerti bagian mana harus tumbuh besar, dan menyurutkan bagian-bagian tak berguna. Grey menelisik dari bawah ke atas, lalu ke bawah lagi. "Sexy!" gumamnya.

"Sudah, Tuan? Apa saya boleh memakai pakaian saya lagi?" tanya perempuan dengan mata tertunduk malu itu.

Grey mengulas senyum tipis, dia mengayunkan langkah dari meja, langsung menarik pinggang Laura menempel tubuhnya. Sontak itu mengejutkan, terlebih saat bibir lelaki itu melumat bibirnya langsung rakus. Tak ada ruang bagi Laura meloloskan diri, bahkan sekedar meraup oksigen dalam ruangan. Lelaki beringas itu mendorong tubuhnya, hingga membentur dinding, kemudian memutar tubuhnya.

"Lepaskan, sa-ya." Laura meminta, namun Grey semakin liar mencumbu dirinya, menyingkirkan rambut panjang tergerai di belakang. Pengait bra dilepaskan, membebaskan benda sudah menggoda mata sedari tadi. "Lepas! Bukankah aku harus memeriksa apakah kau perawan atau tidak?" ucap Grey, napasnya sedikit memburu.

"A-apa maksud Anda, Tuan? Tolong … tolong jangan lakukan ini," pinta perempuan tengah kebingungan juga ketakutan itu.

Grey tak menjawab, dia menarik lengan Laura kasar, melemparkan tubuhnya ke sofa panjang warna hitam. Laura terpental, dia duduk ketakutan. Grey menarik bra masih menempel cupnya, melemparkan asal dan memasukkan dada ke dalam mulut. Erangan tanpa sengaja dibuat oleh Laura, ketika lelaki itu mengisap miliknya dengan sedikit menggigit pelan. "Tuan …." Laura bersuara dengan mata terpejam, semakin memancing keinginan besar untuk dilancarkan.

Grey menurunkan paksa celana dalam warna putih Laura, menciumnya sejenak, itu memabukkan. Dia melemparkan lagi, kemudian melebarkan kedua kaki Laura. Kali ini, bagian terhangat itu menjadi sasaran, tapi ternyata sudah mengeluarkan sebuah cairan. "Ah, dia sangat sensitif!" umpat Grey, namun masih saja melahap bagian sensitif lain Laura.

Rakus, liar, tak beraturan atau berirama, hanya nafsu yang berperan dalam kebuasan seorang pengusaha dunia bisnis itu. Laura begitu menikmati pada akhirnya, dia bahkan refleks menjambak rambut hitam pekat Grey. Suara-suara semakin kencang menggema, mengisi setiap sudut ruang kerja pribadi.

"Kau menyukainya, huh?!" sejenak Grey berucap, sebelum melanjutkan lagi permainan lidah dengan tangannya.

"Ja-jangan hentikan!" pinta Laura tersengal, lagi-lagi mampu membuat Grey tersenyum penuh kemenangan. "I-itu …," imbuh Laura, sepertinya dipahami oleh Grey.

"Keluarkan, Sayang. Kau akan merasakan kenikmatan sesungguhnya," kata Grey, berpindah sejenak pada dada Laura. "Dan kau akan segera mengingat siapa aku!" batinnya menambahkan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Kedua
8.0
Dua tahun setelah kepergian Clarissa karena leukemia, Anton yang menutup diri akhirnya membuka hati kembali berkat Luna, seorang barista cerdas. Namun, jalinan asmara mereka terhalang restu Renata karena perbedaan umur dan status sosial. Renata malah menjodohkan Anton dengan Raisa yang dinilai lebih sepadan. Di tengah besarnya tekanan dari pihak keluarga, Anton dan Luna kini harus berjuang keras demi mempertahankan cinta mereka dan mendapatkan restu.
Sampul Novel DENDAM CINTA SANG MAFIA
8.3
Dunia kelam mafia mengubah total hidup seorang wanita biasa. Terjerat pesona sang bos kriminal yang kejam, ia kini terjebak di tengah gairah berbahaya dan aksi balas dendam yang brutal. Konflik berdarah tersebut memaksanya menghadapi dilema batin yang sangat berat. Pada akhirnya, ia harus menentukan pilihan sulit: tetap mengikuti kata hatinya untuk mencintai sang mafia, atau mempertahankan prinsip moralitas yang selama ini ia pegang teguh.
Sampul Novel Hot Game
9.5
Menyasar pembaca usia 21 tahun ke atas, kisah romansa modern ini menyajikan dinamika hubungan yang sangat intens dan penuh gairah. Alur ceritanya berfokus pada eksplorasi mendalam terhadap sisi emosional sekaligus fisik dari para karakter utamanya. Anda akan diajak menyelami konflik percintaan yang matang dan provokatif. Setiap interaksi di dalamnya dirancang khusus untuk audiens dewasa yang mendambakan sebuah kisah cinta berani dan penuh warna.
Sampul Novel Istri mandul CEO bucin
8.8
Lima tahun menikah, rumah tangga Asmaraloka dan Cadis Diraizel yang harmonis mendadak diuji. Vonis mandul yang diterima Ara menjadi awal keretakan hubungan mereka. Walau sang CEO menerima keadaan tersebut dengan tulus, rasa rendah diri Ara justru memicu konflik baru. Keadaan kian rumit saat orang ketiga datang membawa kesalahpahaman di antara mereka. Akankah kekuatan cinta pasangan ini mampu melewati badai rumah tangga tersebut?
Sampul Novel Malam Untuk Danira
9.8
Danira, seorang gadis desa, memutuskan merantau demi mencari peruntungan di kota besar. Sayangnya, nasib buruk justru menjerumuskannya ke dalam pekerjaan gelap yang sangat ia hindari. Saat merasa terperangkap tanpa jalan keluar di jurang kehidupan, sebuah malam tak terduga mengubah segalanya. Takdir baru tersebut memutarbalikkan jalan hidup Danira secara drastis, membawanya pada perubahan besar serta pelajaran berharga yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
Sampul Novel Skandal Mertua
9.1
Pasca kecelakaan maut yang merenggut Erlangga, Ratna berjuang sendirian membesarkan putrinya selama lima tahun. Tragedi pilu tersebut juga merenggut salah satu anak kembarnya, yang direbut paksa oleh sang mertua karena Ratna dituduh sebagai pemicu kematian suaminya. Di tengah kepedihan, Erlang tiba-tiba muncul kembali. Sayangnya, kepulangan ini menyisakan tanda tanya besar karena pria itu sama sekali tidak mengenali Ratna, menyembunyikan misteri yang belum terungkap.