APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Kecil Milik Tuan Nicholas

Gadis Kecil Milik Tuan Nicholas

Nicholas Lauther baru saja memimpin Nexon Games sebagai CEO ketika ia dikejutkan oleh perjodohan yang diatur Billi dan Emma. Ia dipasangkan dengan Amora Georgina, gadis sederhana berusia 19 tahun yang baru pindah demi mengelola restoran steak milik Mark dan Anna. Walau sifat mereka sangat kontras, Nicholas dan Amora memilih bersandiwara di depan orang tua mereka. Di balik kepatuhan palsu itu, keduanya menyusun rencana rahasia untuk membatalkan ikatan tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setibanya disalah satu restoran mewah tempat pertemuan kedua keluarga itu dilaksanakan, Amora dan kedua orangtuanya pun turun dari mobil! Suasana restoran saat ini lumayan ramai, namun kedua orangtua Amora tetap bisa menemukan meja tempat kedua orangtua Nicholas itu berada.

Mereka pun segera menghampiri kedua orangtua Nicholas yang sudah sampai lebih dulu.

"Hai Emma, Billi, maaf kami agak terlambat," ucap Anna.

"Tidak apa-apa karena ada yang lebih terlambat lagi dibandingkan kalian," kata Billi.

"Ow, apa Nick tampan belum datang?" tanya Anna.

"Ya, begitulah Nick! Amora sayang, kau harus jauh lebih sabar menghadapi sikap Nick ya, meskipun kadang menyebalkan tapi Nick sebenarnya laki-laki yang baik kok!" kata Emma.

"Tak masalah, namanya juga anak muda dan pebisnis dia pasti ada urusan sangat penting sehingga datang terlambat," kata Mark.

Entahlah kenapa kedua orangtuanya sendiri malah terlihat membela Nicholas padahal jelas-jelas dia terlambat datang, namun Dimata kedua orangtua Amora, Nick seperti tidak pernah salah. Makan malam pun berlangsung tanpa Nicholas dengan pembahasan yang tidak jauh-jauh dari bisnis dan perjodohan.

Bahkan kedua orangtua Nicholas dan kedua orangtua Amora terlihat sangat bersemangat mengobrol tentang pernikahan dan parahnya lagi mereka sudah membicarakan masalah cucu, membuat Amora ingin segera pergi dari sini. Disaat sedang kesal dan bad mood begini, Nicholas malah datang juga akhirnya, membuat Amora merasa lengkaplah sudah penderitaannya malam ini.

"Maaf semuanya aku telat, tadi ada sedikit masalah di kantor!"

"Tidak apa-apa Nick, kami paham dan kami senang kau sudah disini," ujar Mark.

"Nick sebaiknya kau ajak Amora jalan-jalan santai disekitar sini, didepan kan ada taman ngobrol lah kalian berdua," kata Emma.

"Oh oke mom,"

Kedua orangtua Amora langsung melirik memberikan kode pada Amora agar segera berdiri dari kursinya untuk ikut dengan Nicholas, dengan tampang ditekuk akhirnya Amora pun mengekor dibelakang Nicholas. Laki-laki itu terlihat mengeluarkan sebatang rokok dari saku jasnya, kemudian membakar ujung rokoknya hingga zat nikotin itu menyeruak ke udara.

"Cepatlah sedikit, jalanmu lelet sekali,"

"Maaf, kau bicara denganku?"

"Memangnya selain kau ada orang lagi disini?"

"Ya sudah tidak perlu pedulikan aku, mau aku jalan cepat atau lelet kau duluan saja,"

Namun Nicholas pun berbalik arah hingga kini keduanya menjadi berhadapan, dengan sengaja Nicholas tersenyum sambil meniupkan zat nikotin itu kewajah Amora.

Uhuk, uhuk.

Tangan Amora pun replex saja mengusir asap-asap itu.

"Dasar menyebalkan,"

"Sesuaikan langkahmu dengan langkahku, aku tidak mau sampai orangtuaku marah karena kau diculik!"

"Lagipula siapa yang mau menculikku? Ada-ada saja," kesal Amora.

"Memang kau tidak tau?"

"Tidak tau apa?"

"Sudah satu Minggu ini, kondisi kota tidak baik-baik saja! Banyak para gadis-gadis muda yang diculik untuk dijual ke rumah bordil!" ujar Nicholas yang ternyata itu sebuah kebohongan.

"A-apa?" Amora pun langsung ketakutan sehingga tangannya memegangi lengan Nicholas.

"Kau takut atau memang mau pegang-pegang padaku?"

Langsung saja dihempaskan lagi lengan Nicholas oleh Amora.

"Enak saja, narsis parah!"

Nicholas pun menanggapi wajah kesal Amora dengan santai dan senyuman. Setibanya di taman dekat restoran tersebut, terdapat sebuah bangku, Nicholas pun duduk dibangku tersebut sementara Amora memilih berdiri saja.

"Kau tidak pegal?"

"Tidak,"

"Berapa usiamu?"

"Sembilan belas tahun,"

"Oh, masih kecil rupanya,"

"Kecil? Aku sudah lulus SMA kau tau?"

"Tetap saja bagiku kau hanyalah gadis kecil,"

"Memangnya berapa usiamu Tuan CEO?"

"Cih Tuan CEO, aku dua puluh empat tahun,"

"Terlalu dewasa untukku,"

"Dan kau juga terlalu kecil untukku, kita benar-benar tidak cocok bukan?"

"Ya, memang tidak cocok dan tidak akan pernah cocok,"

"Kau menolak dijodohkan denganku?"

"Tentu saja, siapa yang mau dijodohkan dengan laki-laki sepertimu,"

Nicholas pun langsung berdiri dari bangku kemudian menghampiri Amora.

"Memang aku ini laki-laki seperti apa?"

"Kau pasti seorang playboy dan kau pun terlallu narsis,"

"Menarik, baru kali ini ada seorang gadis yang menolak dijodohkan denganku, lagipula kau bukan tipeku anak kecil,"

"Aku bukan anak kecil! Berhenti memanggilku anak kecil,"

"Kenyataannya begitu, kalau begitu pulang dan merengeklah pada orangtuamu agar tidak meneruskan perjodohan konyol ini,"

"Pasti, ya sudah aku akan kembali ke dalam dan bicara langsung agar perjodohan ini dibatalkan,"

Dengan bersemangat Amora pun berjalan dari taman menuju restoran disusul dengan Nicholas yang berada dibelakangnya.

"Ku dengar kau baru pindah kesini?"

"Ya, baru beberapa hari,"

Setelah itu tidak ada lagi obrolan diantara keduanya, namun pada saat masuk kedalam restoran! Meja tempat kedua orangtuanya tadi makan malam rupanya sudah kosong, hanya ada seorang pelayan yang tengah membereskan meja tersebut.

"Loh, orang-orang yang tadi makan disini kemana?"

"Oh, mereka sudah selesai makan malam nona,"

"Jadi, maksudnya Ayah dan Ibuku sudah pulang tanpa membawaku?"

"Saya kurang tau nona,"

Amora langsung meremat rambutnya sendiri, tidak habis pikir orangtuanya tega meninggalkan dirinya sendirian seperti ini, sementara Nicholas terlihat santai saja dibelakang Amora. Melihat Amora yang terlihat cemas karena ditinggal sendirian, Nicholas pun mendekatinya.

"Mau aku antar pulang?"

"Tidak perlu, aku bisa naik taxi,"

"Yasudah, kalau begitu aku pulang duluan,"

"Ya, silahkan,"

Sebenarnya Amora takut juga naik taxi malam-malam begini, bagaimana jika sampai bertemu driver nakal yang membawanya kabur ketempat sepi? Membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduk Amora merinding setengah mati. Tapi daripada harus diantar oleh Nicholas nanti orangtuanya akan semakin senang jika melihat hal itu, Amora memilih untuk segera mencari taxi saja.

Saat ini Amora sendirian berdiri dipinggir jalan untuk menyetop taxi yang lewat, namun lagi-lagi ketakutan akan mendapatkan driver nakal membuat Amora tidak jadi naik padahal sudah ada taxi yang berhenti didekatnya.

"Bagaimana ini?"

Nicholas yang melihat Amora tidak kunjung jadi naik taxi yang dia berhentikan, terpaksa berputar arah untuk kembali menghampiri Amora yang saat ini masih berdiri dipinggir jalan. Mobil Nicholas pun berhenti tepat didekat Amora.

"Kau mau sampai kapan berdiri disini? Tidak berani naik taxi?"

"A-aku,"

"Sudahlah cepat naik ke mobilku,"

Karena tidak mau mengambil resiko, Amora pun memilih ikut dengan Nicholas setidaknya bersama dengan calon suami pasti lebih aman daripada dengan sopir taxi yang entah berniat jahat atau tidak.

"Jangan berpikir macam-macam, aku ikut denganmu karena aku takut bertemu driver nakal,"

"Kau merasa aman jika ikut denganku?"

"Ya sepertinya begitu,"

"Bagaimana jika aku lebih nakal daripada driver taxi yang kau takutkan itu!" goda Nicholas.

"Apa? Jangan macam-macam ya, atau,"

"Atau apa?"

"Nick, berhenti menggodaku! Kau pikir aku takut padamu,"

"Memang kau tidak takut padaku? Serius?"

"Tentu saja tidak, dengar ya aku ini atlet jadi tenagaku lebih besar daripada tenagamu!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aldrich Delano And His Wound
8.0
Kebahagiaan Aldrich begitu membuncah saat mengetahui kehamilan Ara. Langkah besar ini ia ambil sebagai bentuk penebusan atas dosa-dosa masa lalunya. Ara yang selalu setia mendampingi keputusan Aldrich mulai menyadari bahwa masa sulit mereka belum usai. Alih-alih membawa kedamaian, kehamilan Ara justru menjadi titik awal dari babak baru yang penuh ujian. Badai konflik yang jauh lebih besar kini siap menguji ketahanan hubungan mereka berdua.
Sampul Novel Iparku Yang Menggoda
8.8
Pernikahan Lauren dan Matthew terancam goyah sejak Matthias tinggal di rumah utama untuk merawat ibunya yang sakit. Suatu malam, Matthias lancang menyentuh Lauren hingga memicu trauma mendalam. Meski dibenci dan dihindari, Matthias yang terobsesi justru membongkar perselingkuhan Matthew dengan sang sekretaris. Matthias pun menawarkan bantuan untuk balas dendam, mendesak Lauren memilih antara menjaga kesetiaannya atau menuntaskan rasa sakit hatinya.
Sampul Novel Living with Mr. Arrogant
9.2
Insiden tabrakan tangga mengubah total hidup Zinnia Shafira. Jiwanya misterius tertukar dengan Reyner Eka Sukmajaya, atasannya yang dingin dan angkuh. Meski sempat pulih, fenomena aneh ini terus berulang. Demi melindungi reputasi, Reyner memaksa Zinnia tinggal serumah lewat pernikahan kontrak. Di tengah situasi rumit ini, perasaan cinta perlahan tumbuh di antara mereka, walau berbagai luka juga turut mengiringi perjalanan hubungan tersebut.
Sampul Novel Mainan Tuan Muda
9.2
Fiona dirundung ketakutan saat Arion mengungkap rahasia kelamnya. Identitas aslinya sebagai wanita sewaan kini diketahui oleh murid paling berbahaya di sekolah. Semua berawal dari ketidaksengajaan Arion yang membeli kesucian Fiona, yang kini menjadi awal petaka panjang. Terobsesi dan enggan melepaskan Fiona, Arion bertekad menjadikan gadis malang itu sebagai mainan pribadinya. Hidup Fiona kini sepenuhnya terjebak dalam cengkeraman kendali sang tuan muda.
Sampul Novel My Bastard Boss
8.3
Lima tahun lalu, hidup Nayra hancur setelah mantan kekasihnya menyerahkannya pada pria asing. Kini, ia justru terjebak bekerja di bawah pimpinan Xabiru, sosok masa lalu yang telah merusaknya. Konflik kian rumit saat Xabiru menuntut hak atas putri mereka, sementara sang mantan, Chrisyan, datang memohon ampun. Terjepit di antara luka lama dan dendam, sanggupkah Nayra memaafkan mereka atau memilih membalasnya? Kebenaran kelam masa lalu pun mulai terungkap.
Sampul Novel SUAMIKU BULE BRONDONG
9.3
David, seorang ateis, jatuh hati pada sosok Hania yang bercadar dan anggun. Upayanya untuk memenangkan hati Hania justru membongkar berbagai rahasia kelam dari masa lalu perempuan tersebut. Walau takdir akhirnya mempersatukan mereka dalam pernikahan, ujian berat segera datang melanda. Di tengah situasi rumit yang seakan tanpa jalan keluar, akankah cinta mereka bertahan, atau mereka justru memilih menyerah pada garis takdir yang kejam?