APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Foreman I Love You

Foreman I Love You

Dikhianati di tempat kerja membuat Ghina terluka. Namun, musibah itu justru mempertemukannya dengan Arie, seorang foreman. Demi membalas dendam kepada sang mantan kekasih, Ghina mengambil langkah nekat dengan menikahi Arie secara sembunyi-sembunyi. Kini, demi mematuhi regulasi perusahaan, mereka terpaksa merahasiakan pernikahan tersebut. Saat kebenaran mulai terancam terbongkar, Ghina harus memilih: mempertahankan pekerjaannya atau mengalah demi karier sang suami.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sudah hampir sampai dengan kosanku, tapi dia tidak berkata apapun kepadaku, membuat diriku sedikit kecewa. Apakah dia berkarakter yang diam-diam PDKT? Ataukah hasil dari perkataan mantan untuk menyakiti hatiku kedua kalinya?

Aku tidak tahu apa jawabannya, tapi aku berterima kasih kepadanya karena telah mengantarkan diriku ke kosan. Sampai akhirnya aku menatap Foremanku dengan kebingungan sekaligus beribu pertanyaan muncul dalam benakku. Namun, aku tidak berceloteh saat itu juga. Dia memberikan aku sebuah surat yang isinya pun aku tidak tahu, lalu aku menerima surat itu. Sedangkan dia pamit pulang kepadaku dengan penuh senyuman manis di wajahnya. Hatiku benar-benar cenat-cenut. Jadi saat dia pergi, aku membuka isi suratnya.

Sepucuk surat itu berisi...

"Kita berdua memiliki pasang mata yang selalu mengawasi setiap saat. Begitu pula, saat aku menatap tajam wajahmu yang membuat diriku tak sadarkan diri kalau aku memimpikan bersamamu dengan ciuman penuh gairah. Seandainya saja bukanlah mimpi, maukah kau mencoba ciuman gairah itu kepadaku?"

Aku terlonjak kaget akibat Foremanku berkata demikian. Selama ini, dia menatapku hanya ingin berciuman denganku, bukankah ini hal yang tak wajar apabila dilakukan oleh atasan dengan bawahan. Namun, diriku yang penasaran soal ciuman itu kadang memikirkannya setiap saat.

Malam itu, aku segera menyimpan surat dari Foremanku itu. Aku benar-benar kepikiran kalau diriku berciuman dengan Foreman, apa jadinya ya?

Aku pun merebahkan badanku yang terasa remuk redam. Kantuknya seketika sirna akibat kata-kata Foreman yang terngiang-ngiang dalam kepalaku.  Meluluhkan rasa nyeri hati akibat disakiti mantan ditemui Foreman yang aku cintai selama ini. Sosok Arie menjadi penawar duka lara. Mengobati rindu seorang lelaki dengan perempuan yang saling jatuh hati. Akankah rasa penasaran Foremanku hanya sekedar napsu ataukah cinta yang aku dambakan selama ini?

Suara handphone Ghina berbunyi dan membangunkan Ghina dari lamunan. Banyak chat dari pesan tak dikenalnya yang membuat Ghina pun membuka seluruh pesannya. Demikian saat Ghina membukanya, dia merasa tak mempercayai dengan apa yang ia lihat. Terdapat sebuah pesan dari Aarie berupa untaian kata-kata yang begitu menghanyutkan jiwanya Ghina.

"Kau begitu manis saat tersenyum, mengundang jiwa-jiwa puitisku hadir untukmu. Dari Arie yang menyukai senyuman termanismu."

"Perjuangan mendapatkan hati acuh sepertimu ialah hal yang paling tepat untukku."

Ghina berdecak kagum dengan isi pesan yang dikirimkan Arie. Dalam hati Ghina berpikir "Andai puisi ini hadir bukan sebatas penasaran, tapi kasih sayang yang sesungguhnya dari dia."

Buru-buru Ghina menepis perasaannya dan menjawab seadaanya agar dia tidak baper.

"Coba tebak bapak sedang bermain dengan kata penasaran, bukan cinta yang sesungguhnya, kan?" tanya Ghina.

"Tidak, saya ingin menebak 

erasaan anda kepada saya." Arie menjawab perkataan yang terduga membuat Ghina kepikiran.

Tak lama Ghina pun membiarkan pesan itu tidak dibalas dan duduk sambil membuka laptopnya untuk menepis perasaanya pada Foremannya. Ada rasa gembira yang terlintas di hatinya Ghina saat Arie memutuskan untuk menjemput maupun mengirim pesan yang tak terduga kepadanya. Arie yang tak mendaoatkan balasan pun mencoba menelpon Ghina. Kontan Ghina lagi-lagi dibuat terkejut dengan panggilan antusias dari Foreman Arie kepadanya. Mau tak mau Ghina pun mengangkat panggilan dari Foreman Arie itu.

"Ghina, kenapa kamu tidak membalas pesanku?" tanya Arie kepada Ghina, yang memperlihatkan raut wajah kecewa saat Ghina baru menyadari sorot manatanya Foreman itu. Dia menatap tak percaya dengan sosok wajah itu. Lagi-lagi dia mencoba memasang tembok kepada Arie agar hatinya tidak mudah luluh saat bersama lelaki yang ia sukai, takutnya ia seperti mantannya bernama Kris itu.

Siapa yang tak kenal dengan Ghina, gadis tinggi semampai, berkulit hitam manis, mantannya Kris, dan terkenal kalau dia satu-satunya yang kuliah sambil bekerja di pabrik itu. Sebagai wanita yang selalu menampilkan sisi acuh terhadap pria yang ditemuinya sekalipun, Ghina selalu menjadi pusat perhatian dengan dirinya yang kuliah dan pekerjaannya yang selalu dipanggil Foreman Arie sekalipun. Hal itu, membuat iri para teman-temannya kepada dirinya. Maka dari itu, mereka selalu saja berbuat ulah kepadanya dengan perkataan yang tak mendasar, rumor yang dilebih-lebihkan oleh mantan sekaligus mantan teman yang menghianatinya. Mereka pintar sekali memutarbalikkan fakta yang membuat Ghina ingin memblacklist semua pria yang ada di pabrik itu, agar dririnya tidak direndahkan lagi maupun menerima lamaran dari lelaki yang bekerja di pabrik itu.

Tak dipungkiri, Ghina terlalu takut traumanya muncul kembali dengan kesakitan dengan orang-orang yang mencintainya itu pergi dari hadapannya. Itulah yang dia pikirkan setiap harinya. Cemoohan dari pabrik itu yang acap kali membuat Ghina tidak enak hati dan ingin menghentikan bulian dan kesembongan mereka. Tetapi untuk apa, dia sadar bahwa posisinya hanya sebagai helper packaging di salah satu pabrik bagian produksi, tak mungkin akan dihargai, apalagi didengarkan. Untuk itulah, dia mencoba menghindari Foreman Arie dalam kehidupannya, walau dia mencintainya.

"Maafkan saya pak, soalnya bapak tuh atasan saya, jadi saya tidak enak hati bila bapak terus-terusan mengirimkan pesan yang membuat orang salah paham," jawab Ghina sembari memposisikan dirinya duduk di kasur dan handpohonenya dibiarkan berdiri di samping laptopnya yang hidup.

Betapa terkejutnya Arie. Niat ingin menyambungkan perasaannya menjadi satu disambut dengan lontaran kata-kata penolakan yang senantiasa membuat Ghina terlihat sekali insecurenya.

Hati Arie pun sedikit menggelitik nuraninya, menenangkan di alam bawah sadarnya kalau Ghina mungkin saja harus didekati secara perlahan agar dia membuka hatinya. Itulah pikiran Arie saat ini. Ada wanita yang bisa menerima cinta dari pria itu dengan mudah, dan ada yang menembok hatinya agar tidak mudah didekati.

Setelah Arie memikirkan hal itu, Arie pun bertanya lagi kepada Ghina.

"Apakah kau tahu kalau dirimu ialah satu-satunya wanita yang menolakku dibandingkan mengagumiku, sekalipun diriku ialah atasanmu sebagai Foreman."

"Atasan kalau masalah pribadi itu berbeda dengan keprofesionalismenya bekerja, jadi sekalipun bapak adalah atasan saya, bukan berarti saya harus menerimanya, bukan?" jawab Ghina, disambut dengan senyuman dari Arie kalau wanita yang dihadapannya ialah wanita yang tepat bila bersanding dengannya.

"Perjuangan untuk mendapatkanmu tidaklah mudah, wanita sepertimu akan selalu memasang tembok yang utuh, tapi tak dipungkiri kalau tembok utuh itu bisa saja bocor karena hati wanita akan luluh. Seberapa lamanya itu, aku akan mencoba memastikan kata-kataku bukanlah hanya bualan semata."

"Mungkin saja akan luluh apabila bapak menggunakan pengorbanan yang bapak berikan kepada wanita yang bapak cintai, tapi bukan wanita sepertiku yang harus menerima cintanya bapak."

"Menemui orang tuamu akan aku lakukan agar kau dapat memastikan perkataanku ialah benar adanya, Begitu pula, dengan memastikan perasaanmu sebelum kita berdua menuju ke pelaminan yang sesungguhnya."

Ghina mengangguk pertanda mengerti. Dan sesaat kemudian Ghina mencoba mengakhiri percakapannya dengan Foreman Arie, dia menggunakan alasan sibuk menyelesaikan skripsinya.

"Maaf percakapan saya dengan bapak, harus saya akhiri hari ini, menimbang saya memiliki keperluan untuk mengerjakan skripsi, jadi bapak bisa menutup telponnya kalau bapak tidak memiliki urusan pekerjaan dengan saya lagi dibandingkan membahas masalah pribadi saya, sekian dan terima kasih."

Perkataan tegas Ghina pun mampu membuat kobaran jiwa mudanya Arie kembali hadir. Seorang wanita yang merupakan bawahan itu benar-benar mengakhiri percakapannya dengan tegas.

Malam telah datang, serangkaian kata-kata Arie terngiang-ngiang di benaknya Ghina. Ada rasa ingin menerimanya, tapi dia takut terluka. Bagi Ghina, seorang wanita yang telah terluka, takkan mampu melupakan rasa sakitnya di masa lalu berbeda dengan pria yang hanya mengandalkan logika dibandingkan perasaan pribadinya sendiri. Wanita bukan hanya bisa pandai bicara, tapi di lubuk hatinya membutuhkan rasa kasih dan sayang dari seorang pria. Namun kenyataannya, kasih sayang seorang pria dapat didapati bila sudah berhubungan intim. Sayangnya, Ghina tak melakukan hal itu setelah sekian lama dia berhubungan dengan banyak pria, sehingga putus cintanya hanya sementara, tidak sampai dirinya berujung dalam pernikahan yang Ghina inginkan.

Banyak yang mencibir atau menganggap rendah prinsipnya Ghina. Namun dia tetap dengan prinsipnya, menjalin cinta tanpa harus menggunakan berhubungan intim sebelum menikah. Ghina berusaha memutuskan menjadi pribadi yang terbaik, meski dirinya tidak memiliki apa-apa saat ini, bukan berarti Allah tidak menolongnya, tapi di balik ujian selalu ada kemudahan, bukan?

Memberikan nasihat kepada orang lain pastilah tidak didengar, tapi menjalinya dengan kehidupan kita bukanlah tidak mungkin untuk dilaksanakan, walaupun tak seorang pun yang memandang Ghina sempurna, tapi dia berusaha mencoba mengatasinya tahap demi tahap.

"Tidak perlu, saya bisa jalan sendiri."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ahli Waris yang Terlupakan
8.6
Akibat kelalaian Emily saat transaksi, keluarga mafia kami kehilangan obat-obatan berharga. Demi melunasi utang, pihak saingan menuntut sandera. Ironisnya, ayah dan tunanganku sepakat mengirimku demi melindungi adik tiriku yang terluka. Mengabaikan pengkhianatan mereka, aku bersedia pergi dalam lima hari. Sebelum pergi selamanya, aku membagikan kasino kepada adik angkatku, uang kepada ayahku, dan mengembalikan cincin tunanganku. Mereka tersenyum tanpa sadar bahwa ini adalah perpisahan abadi yang membawa kehancuran.
Sampul Novel Dua Sisi
8.1
Kegagalan asmara yang bertubi-tubi, mulai dari menyukai gurunya sendiri hingga terpikat kekasih orang, membuat CEO ADITAMA Group, Revan Aditama Perkasa, mati rasa terhadap cinta dan pernikahan. Di tengah apatismenya, sang ayah justru menuntutnya menikahi seorang wanita dari Suku Anak Dalam. Revan menentang keras rencana itu. Baginya, menikahi perempuan yang dianggap primitif tersebut sangat tidak masuk akal dan bertolak belakang dengan kehidupan modernnya yang serbaintelektual.
Sampul Novel HIGH SCHOOL LOVE ON
8.7
Devano, murid pintar yang terkekang ambisi orang tuanya, menemukan warna baru saat bertetangga dengan Bea Miller, siswi pindahan yang pemberontak. Di balik perbedaan mereka, keduanya kerap menghabiskan malam bersama untuk saling mencurahkan isi hati. Sayangnya, sebuah liburan pantai membuat orang tua Devano murka dan memisahkan mereka. Waktu berlalu, kenangan akan Bea menuntun Devano menjadi fotografer sukses, sementara Bea berhasil meraih impiannya sebagai menteri luar negeri.
Sampul Novel Lover in Law (Ketika Dua Pengacara Saling Jatuh Cinta)
9.4
Milly merasa nasib buruk terus menimpanya sejak berada di bawah bimbingan Zayn, pengacara senior yang teramat sombong. Sebaliknya, Zayn pun tidak menyukai Milly yang dinilainya keras kepala serta kurang hati-hati. Walau mulanya saling membenci, kedua pengacara genius ini malah terjebak asmara yang tak terduga di tengah ketatnya persaingan kerja. Akankah takdir mempersatukan ego keras mereka, ataukah kesombongan masing-masing justru akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
9.0
Elara memaksakan pernikahan sepihak dengan Julian, cinta pertamanya, lewat pengaruh besar keluarganya. Tiga tahun berlalu dalam dinginnya kebencian Julian yang merasa terbelenggu. Sadar kasih sayangnya hanya membawa luka, Elara memutuskan mundur dan lenyap tanpa jejak. Kepergian mendadak ini justru menyisakan kekosongan mendalam di hati Julian. Benarkah kebebasan ini yang ia dambakan, ataukah rasa benci yang selama ini ia pelihara sebenarnya adalah cinta?
Sampul Novel Merindu Suamimu
9.1
Pertemuan kembali Fino dan Melisa setelah lama terpisah membangkitkan lagi perasaan cinta yang pernah ada. Namun, situasi kini tak lagi sama dan jauh lebih rumit. Status Nadia sebagai istri sah Fino menjadi tembok besar yang menghalangi bersatunya cinta lama mereka. Melisa kini dihadapkan pada pilihan untuk kembali terluka, sementara Fino dituntut berani mengambil risiko besar demi membayar penyesalan masa lalunya.