APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Fatal

Fatal

Esther harus membayar mahal kesalahan fatal di masa lalunya yang telah merenggut nyawa seseorang. Demi menebus dosa besar tersebut, ia terpaksa menjalani pernikahan penuh penderitaan bersama Felix. Sebagai kakak dari korban yang tewas, Felix diselimuti amarah dan bertekad menggunakan ikatan pernikahan ini sebagai alat balas dendam. Esther pun hanya bisa pasrah menerima segala siksaan dari suaminya di bawah bayang-bayang penyesalan mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Perkenalkan, ini adalah Esther, istriku. Perlakukan dia dengan baik dan jangan sampai ada yang menyakitinya karena hanya aku yang boleh melakukannya. Apa kalian mengerti?"

Felix, pria berusia 27 tahun ini baru saja memperkenalkan Esther di depan seluruh pelayan yang ada di kediamannya. Sebuah perkenalan yang membuat semua pelayan merasa kasihan pada Esther, sebab mereka sudah bisa menebak akan seperti apa nasib Esther di sini.

Esther hanya bisa terdiam saat Felix memperkenalkannya sebagai istri. Esther hanya bisa meremas gaunnya dengan begitu kuat agar tidak menangis di sini. Ini bukanlah pernikahan yang Esther inginkan. Diusianya yang baru menginjak 22 tahun, Esther memiliki banyak hal yang ingin ia lakukan, tapi sekarang ia harus berakhir sebagai istri Felix demi menyelamatkan ayahnya dari rencana jahat Felix yang ingin balas dendam atas kematian adiknya.

"Ini adalah malam pertama kita, jadi lebih baik kita segera pergi ke kamar pengantin." Felix kini meraih tangan Esther dan menyeretnya menuju ke lantai dua di kediamannya.

Felix membuka pintu dari kamar yang telah dihias dengan begitu cantik, kemudian mendorong Esther ke ranjang dengan sangat kasar. Felix kini ikut naik ke ranjang, ia berada di atas Esther dan meraih dagu Esther untuk ia cengkeram dengan begitu kuat.

"Kau tahu apa posisimu yang sebenarnya, 'kan? Kau adalah pelacurku, maka bersikap selayaknya pelacur dan layani aku dengan baik," tegas Felix yang di saat bersamaan semakin mencengkeram kuat dagu Esther.

Felix kini menyingkir dari atas Esther, kemudian berbaring di ranjang. "Lepaskan semua yang ada di tubuhmu, lalu layani aku. Jika kau tidak bisa membuatku merasa puas, maka aku akan menghukummu," ucap Felix setelahnya.

Esther lagi-lagi meremas gaunnya dengan begitu kuat. Esther tidak mau berakhir seperti ini, ia ketakutan, tapi di sisi lain ini adalah hukuman yang harus ia terima atas tindakannya 5 tahun yang lalu. Sebuah tindakan yang sangat Esther sesali karena membuatnya berakhir sebagai seorang pembunuh dan pasien rumah sakit jiwa.

"Kau akan melakukannya sendiri atau perlu bantuanku?" Felix tampak tidak sabar.

"Aku akan melakukan apa saja, asal jangan–" Kalimat Esther terhenti karena Felix yang tiba-tiba turun dari ranjang dan menarik rambutnya dengan begitu kuat. Tidak cukup sampai di sana, Felix kini memberikan tamparan keras pada Esther yang membuatnya jatuh tersungkur.

Melihat Esther yang tersungkur dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah tidak membuat Felix merasa kasihan. Felix justru kembali menarik rambut Esther dan memaksanya untuk kembali berdiri.

Karena Esther tidak mau membuka gaunnya sendiri, maka Felix kini membuka gaun Esther dengan paksa. Beberapa bagian dari gaun indah itu tampak rusak, tapi Felix tampak tidak peduli dengan hal itu. Setelah semua kain lepas dari tubuh Esther, Felix kini melepaskan dasi yang ia gunakan dan mengikat kedua tangan Esther dengan begitu kuat.

Felix menaikan kedua tangan Esther ke kepalanya, kemudian pandangannya menyebar untuk menatap setiap sisi dari tubuh Esther. Bahkan jika Felix membenci Esther dengan segenap hatinya, tapi ia tidak bisa bohong bahwa tubuh Esther sangat indah. Bibirnya yang ranum, kulit yang putih bersih, dan jangan lupakan dadanya yang memiliki ukuran yang sempurna untuknya.

"Felix, tolong jangan–" Kalimat Esther lagi-lagi terpotong, kali ini karena Felix kembali menamparnya dan memperparah luka pada sudut bibirnya.

"Felix katamu? Bicaralah dengan lebih sopan padaku. Panggilan aku tuan Felix! Sekali kau bicara tidak sopan padaku, maka aku akan kembali menamparmu," ucap Felix dengan tangannya yang mencengkeram dagu Esther.

"Maafkan saya, Tuan Felix. Tolong ... ahhkk! Sakit ...." Esther mengerang kesakitan karena Felix tiba-tiba memasukan dua jarinya ke dalam lubang Esther yang masih kering.

Felix tersenyum melihat Esther yang kesakitan. Felix mulai menggerakan jarinya dengan gerakan cepat yang membuat Esther semakin kesakitan. "Kenapa? Apakah ini sangat sakit?" tanya Felix tepat di telinga Esther.

"Tolong hentikan, Tuan," mohon Esther dengan suara lirihnya. Esther sungguh tidak merasakan kenikmatan yang dikatakan oleh banyak orang.

Felix menghentikan aksinya kali ini, tapi bukan berarti karena ia kasihan pada Esther. Felix melepaskan semua pakaiannya, kemudian memasukan miliknya yang telah menegang ke dalam mulut Esther. Felix menekan kepala Esther agar miliknya bisa masuk dengan lebih dalam tanpa peduli pada Esther yang tampak kesulitan karena milik Felix menyentuh tenggorokannya.

"Kau benar-benar pelacur rendahan!" ucap Felix sembari tertawa dan terus memaju mundurkan miliknya sembari menekan kepala Esther.

Esther mencoba menghentikan Felix karena ia merasa sangat tersiksa dengan tindakan kasarnya, tapi tidak banyak yang bisa Esther lakukan dalam keadaan kedua tangan yang terikat. Felix bisa dengan mudah meraih tangannya dan menghentikannya.

Felix kini mengeluarkan miliknya dari mulut Esther, kemudian kembali memasukan jarinya ke dalam milik Esther. Walau miliknya sudah terasa cukup basah, tapi Esther masih merasakan sakit karena Felix bermain dengan kasar.

Jika wanita lain menganggap malam pertama adalah masa yang mendebarkan, maka Esther menganggap ini adalah hari paling menakutkan dalam hidupnya. Felix tidak hanya memainkan jarinya dengan kasar, tapi Felix menjadi lebih kasar ketika memasukan miliknya.

Felix masuk dalam sekali hentakan, sementara tangannya berada tepat di leher Esther. Felix sesekali mencekik leher Esther, kemudian tersenyum saat melihat Esther yang mulai kesulitan bernapas. Felix juga mencium bibir Esther dengan begitu kasar bahkan sampai menggigitnya dan berakhir terluka.

"Akhh!" Desahan panjang Felix menggema ketika ia akhirnya mencapai puncak kenikmatannya. Felix keluar di dalam mulut Esther dan terus menekan kepala Esther sampai ia menelan habis semua cairan yang dimuntahkan di dalam sana.

***

Ketika bangun di pagi hari, Esther tampak menatap pantulan wajahnya di cermin yang ada di dalam kamar mandi. Ada luka di sudut bibirnya, tepat di bibir bagian bawahnya, serta masih ada tanda merah di pipinya bekas tamparan Felix semalam. Pergelangan tangan Esther juga tampak memerah karena begitu kuatnya ikatan Felix semalam.

Tidak hanya luka, tapi Esther juga merasakan sakit di sekujur tubuhnya, terutama perih di daerah intimnya karena Felix melakukan penetrasi berkali-kali dan semuanya selalu kasar. Esther sampai kesulitan berjalan karena rasa sakit dan perih di bawah sana.

Esther mengikat tali bathrobe yang ia gunakan sembari menangis. Esther mencoba untuk kuat karena ini adalah hukumannya, tapi ia tetap tidak bisa menerima perlakuan Felix padanya. Kalau saja bisa, maka Esther akan kembali ke masa lalu, kemudian ia tidak akan menghadiri pesta, tidak minum terlalu banyak, dan berakhir membunuh Fiona–adik Felix.

"Maafkan aku, Fiona. Aku sungguh tidak sengaja melakukannya." Tubuh Esther kini merosot ke lantai dan tangisannya menjadi semakin kencang.

Tidak lama, Esther dibuat kaget oleh pintu kamar mandi yang tiba-tiba terbuka dan ia memang lupa mengunci pintu tadi. Kini, Esther melihat Felix yang masuk dengan membawa pisau yang tampak begitu mirip dengan pisau yang membuat Fiona kehilangan nyawanya. Esther seketika berdiri dan bergerak mundur karena merasa takut pada Felix.

"Tuan Felix, apa yang–" Kalimat Esther tertahan karena ujung pisau di tangan Felix telah menyentuh lehernya. Esther tidak bisa mundur lagi karena tubuhnya sudah bersentuhan dengan wastafel.

"Katakan, bagaimana caramu membunuh Fiona? Kau selalu mengatakan tidak ingat bahkan menyangkalnya, tapi kau mengingatnya, 'kan?" ucap Felix yang terus menekan ujung pisaunya ke leher Esther.

"Saya sungguh tidak mengingatnya. Saya tidak mengingat kejadian malam itu." Esther menangis di depan Felix. Esther juga mulai merasakan sakit karena ujung pisau itu mulai melukai kulitnya.

"Dasar pelacur rendahan. Kau mati saja!" Felix mengangkat pisaunya dan menikam leher Esther.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Broken Vessel
7.9
Trystan, pemuda 21 tahun, terancam bahaya di dunia yang mendewakan kekuatan Arte. Kemampuan langka miliknya memicu perburuan kejam dari pihak-pihak yang ingin melenyapkan atau mengeksploitasinya. Kini, hidupnya dilingkupi pengkhianatan, kepedihan, dan dendam mendalam. Di bawah tekanan tanggung jawab besar, Trystan harus berjuang keras demi melindungi apa yang berharga dari kejaran para musuh yang tiada henti mengincarnya.
Sampul Novel FENGYING LIE
8.7
Dua lelaki misterius tiba-tiba menyergap Fengying tanpa diduga. Akibat hantaman keras salah satu penyerang, ia jatuh terjerembap hingga melukai pergelangan tangannya. Meski didera rasa sakit, Fengying bangkit berdiri dan meluapkan kemarahannya pada kedua pelaku. Namun, situasi justru kian genting saat lawan melayangkan ancaman mati. Mereka mendesak Fengying menyerahkan pedang pusakanya saat itu juga, atau nyawanya akan dihabisi tanpa belas kasihan.
Sampul Novel Fulfi
8.6
Fulfi, model pintar berumur 20 tahun yang yatim piatu, mendirikan yayasan wanita untuk membantu sesama. Namun, nasib buruk menimpanya saat ia diperkosa hingga hamil. Ketika berupaya bangkit dan membangun kembali kariernya di tengah berbagai sabotase dari musuh-musuhnya, Fulfi justru dihadapkan pada bahaya besar yang membawanya bertemu dengan otak di balik tragedi masa lalunya itu. Sanggupkah ia bertahan hidup dan kembali bersinar di panggung modeling?
Sampul Novel Gadis Milik Tentara Arogan
9.3
Akibat pandemi global, Amore Acresia terpaksa menyudahi studinya di Los Angeles dan kembali ke Kudus. Sialnya, kepulangan Acre justru membawa petaka saat mobilnya tidak sengaja menabrak seorang tentara arogan bernama Alexander Yudha yang tengah bertugas. Insiden itu menghancurkan ponsel Alex hingga terlindas ban mobil, memicu kemarahan sang prajurit yang menuntut ganti rugi penuh. Perselisihan tajam ini perlahan berubah menjadi benih cinta, sebelum akhirnya tugas negara memisahkan mereka.
Sampul Novel KUNYIT DARI SARANJANA
8.2
Lawen, pemuda Dayak Bakumpai, kini menjadi buronan paling dicari di kota gaib Saranjana. Tanpa tahu apa kesalahannya, ia terus diburu oleh Panglima tertinggi kerajaan. Ancaman bagi nyawanya kian nyata setelah Raja Saranjana menggelar sayembara besar. Siapa pun yang berhasil menangkap Lawen dijanjikan hadiah luar biasa, mulai dari separuh wilayah kekuasaan hingga takhta untuk menikahi sang putri raja. Lawen harus berjuang bertahan hidup di tengah kepungan seluruh isi kota.
Sampul Novel Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran
9.2
Setelah tewas membeku akibat dikhianati keluarganya, Anggi Suharjo terbangun kembali di hari pernikahannya dengan Luis Giandra yang kejam. Menyadari dirinya hanya figuran yang dikorbankan demi sang adik kembar, Wulan, Anggi bertekad tidak akan lagi mengemis kasih sayang. Menggunakan kecerdasan strategi militer dan keahlian medisnya yang luar biasa, ia siap menaklukkan dunia. Saat keluarganya yang menyesal mulai memohon ampun, Luis yang awalnya dingin justru enggan melepaskan Anggi demi membayar utang nyawa.