APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku

Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku

Menjelang hari pernikahan, Bima Aditama berpura-pura amnesia pasca-cedera demi mendekati Clara Vania. Kirana yang tidak sengaja mendengar obrolan licik Bima dengan rekan-rekannya akhirnya mengetahui pengkhianatan kejam tersebut. Meski terluka karena Bima lebih mementingkan Clara saat kecelakaan, Kirana tidak tinggal diam. Menolak menjadi korban dari pria yang tega memotong dukungannya, ia menyusun rencana matang. Memakai nama Kirana Adelia, ia siap membuang cincinnya dan pergi menghilang.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pernikahanku dengan Bima Aditama tinggal hitungan minggu.

Setelah tujuh tahun bersama, aku begitu yakin kami akan memiliki masa depan yang sempurna.

Lalu, Bima mengaku terkena 'amnesia selektif' akibat cedera kepala, dan hanya melupakanku.

Aku berusaha keras membuatnya ingat kembali, sampai aku tak sengaja mendengar panggilan videonya.

"Ide jenius banget," sombongnya pada teman-temannya.

Amnesianya hanyalah 'tiket bebas' palsu untuk mengejar selebgram Clara Vania sebelum pernikahan kami.

Hancur lebur, aku pura-pura percaya.

Aku menahan sakit melihatnya terang-terangan menggoda Clara dan selfie mesra mereka yang menyakitkan.

Dia menertawakan penderitaanku, dan lebih memprioritaskan keadaan darurat palsu Clara.

Setelah kecelakaan yang ia sebabkan, dia meninggalkanku yang terluka, dan lebih memilih mengirim Clara ke rumah sakit duluan.

Dia bahkan mencoba memutus bantuannya secara finansial.

Bagaimana bisa tunanganku menjadi monster sedingin dan selicik ini?

Pengkhianatannya meracuni setiap kenangan kami.

Aku merasa seperti orang bodoh karena telah memercayai kekejaman tanpa batas itu.

Kelancangannya membuatku limbung.

Tapi aku tidak akan menjadi korbannya.

Bukannya hancur, sebuah rencana dingin mulai terbentuk.

Aku akan membuang identitasku, menjadi Kirana Adelia.

Aku akan menghilang, meninggalkan dia, masa laluku, dan cincin pertunangan kami selamanya, demi merebut kembali kebebasanku.

Bab 1

Alya Maheswari mengambil tiara mungil bertabur mutiara itu.

Seharusnya ini menjadi "sesuatu yang baru" untuknya.

Pernikahannya dengan Bima Aditama hanya tinggal tiga minggu lagi. Tujuh tahun. Mereka telah bersama selama tujuh tahun yang panjang dan bahagia.

Atau begitulah yang selama ini ia kira.

Sekarang, Bima tidak mengingatnya.

Tidak wajahnya, tidak namanya, tidak satu hari pun dari tujuh tahun itu.

Dokter menyebutnya amnesia selektif. Akibat benturan kecil di kepala saat acara bodoh 'lari lumpur amal' yang Bima paksakan untuk kami ikuti. Dia ingat orang tuanya, bisnisnya, bahkan anjingnya, si Bleki.

Hanya Alya yang tidak.

"Maafkan aku," katanya, matanya yang biasanya hangat dan penuh cinta untukku, kini hanya berisi kebingungan yang sopan. "Kamu kelihatannya orang baik, tapi aku... aku benar-benar tidak mengenalmu."

Alya meletakkan tiara itu. Tangannya gemetar.

Dia harus membuat Bima ingat. Seluruh hidup mereka ada di dalam kardus-kardus berlabel "Masa Depan Bima & Alya."

Berhari-hari ia mengubah apartemen mereka menjadi museum cinta mereka.

Album foto ditumpuk di meja kopi. Favorit Bima, perjalanan mereka ke Anyer, dibuka di halaman tempat Bima pura-pura melamarnya dengan cangkang kerang.

Alya memutar lagu mereka, sebuah lagu indie lembut dari sebuah gigs yang mereka datangi di tahun pertama mereka.

Bima hanya tersenyum sopan. "Lagunya asyik."

Sahabatnya, Maya Lestari, seorang asisten hukum dengan detektor kebohongan yang lebih tajam dari pengacara mana pun, tidak percaya begitu saja.

"Alya, sayang, ini... aneh sekali," kata Maya sambil mengaduk es kopinya, matanya menyipit. "Kehilangan ingatan hanya tentang tunangannya beberapa minggu sebelum pernikahan? Ini apa, sinetron?"

"Dia cedera kepala, Maya."

"Cedera kepala 'ringan'," koreksi Maya. "Dengar, aku hanya ingin kamu berhati-hati."

Alya menepisnya. Dia harus percaya. Dia mencari ahli saraf, bergabung dengan forum online untuk pasangan pasien amnesia. Dia akan memperbaiki ini. Dia harus.

Dia berada di ruang kerja Bima, mencari sobekan tiket konser lama. Dr. Matthews bilang benda-benda yang familier bisa menjadi pemicu.

Ruang kerja itu berantakan, kekacauan yang terorganisir khas Bima.

Laptopnya terbuka, panggilan video masih aktif tapi diminimalkan. Dia mendengar suara-suara.

Suara Bima. Tertawa.

"...ide jenius banget, sumpah. Ide terbaik yang pernah aku punya."

Alya membeku.

Suara lain, salah satu teman geng kuliahnya, Rian, terbahak. "Jadi, amnesia bohongan ini beneran berhasil? Dia percaya?"

"Dia percaya mentah-mentah," Bima menyombong. Alya bisa mendengar seringai dalam suaranya. "Sebulan lagi kebebasan, kawan-kawan. Clara Vania, selebgram yang kuceritakan itu? Dia jelas mau diajak senang-senang. Semacam tiket bebas sebelum aku menikah."

Napas Alya tercekat. Clara Vania? Selebgram dengan jutaan pengikut dan pakaian super minim itu?

"Terus gimana?" tanya teman lainnya, Doni. "Ingatanmu tiba-tiba kembali begitu saja?"

"Tepat sekali!" Tawa Bima keras, tanpa beban. "Tepat sebelum pernikahan. Dia pasti akan sangat lega, sangat bersyukur aku 'ingat' dia lagi. Memaafkan dan melupakan semua... kebingungan selama aku 'sakit'. Alya selalu memaafkanku. Dia itu tipe istri idaman."

Sobekan tiket konser terlepas dari jari-jari Alya. Melayang jatuh ke lantai.

Dunia seakan jungkir balik.

Wajah ayahnya yang tersenyum, lalu alasan-alasannya yang dibuat-buat. Air mata ibunya. Pintu yang dibanting. Kata 'cerai' menggantung di udara seperti racun.

Ini terulang lagi. Pengkhianatan yang sama memuakkannya.

Kepercayaan tidak hanya retak; ia menguap.

Alya mundur dari ruang kerja itu, tanpa suara. Jantungnya berdebar kencang menyakiti rusuknya.

Bima pikir Alya akan memaafkannya. Dia mengandalkan itu.

Alya berjalan ke kamar tidur mereka, kamar yang seharusnya mereka bagi sebagai suami dan istri.

Dia menatap gaun pengantin yang tergantung di balik pintu, bersih dan putih.

Sebuah kebohongan. Semuanya bohong.

Dia tidak akan menikahinya. Dia tidak bisa.

Tapi dia tidak bisa membiarkan Bima tahu bahwa dia tahu. Belum.

Sebuah benih rencana yang dingin mulai tumbuh di dalam hatinya yang telah hancur lebur.

Dia akan bermain sandiwara. Untuk saat ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayangan Cinta di Kota Tua
9.7
Mencari inspirasi di kota tua bersejarah, fotografer Sofia yang patah hati bertemu Adrian, penulis misteri yang duka akibat kematian istrinya. Meski dibayangi masa lalu masing-masing, ikatan emosional mulai tumbuh di antara mereka. Namun, kehadiran mantan kekasih Sofia serta rasa bersalah Adrian mengancam hubungan tersebut. Melalui keintiman dan pengorbanan, keduanya belajar menyembuhkan luka lama demi membangun masa depan baru bersama.
Sampul Novel Dinikahi Ceo Angkuh
9.0
Impian Nadia menjadi pramugari kandas akibat ambisi sang ayah terhadap harta, yang memaksanya menikahi Allard. Sosok suami barunya ini adalah pemuda kaya raya yang berwatak dingin serta sangat sombong. Kini, kehidupan Nadia dilingkupi tekanan besar karena Allard terus membatasi ruang geraknya dan menuntut kepatuhan tanpa syarat. Di tengah kekangan dan keangkuhan sang suami, sanggupkah Nadia bertahan, atau ia akan melangkah pergi demi meraih kembali kebahagiaannya?
Sampul Novel Kakakku Mencuri Tunanganku, Kini Aku Menggoda Bosnya
9.8
Dikhianati Devan dan Siska, aku berniat balas dendam melalui Raditya, bos kaya mantan tunanganku. Menyamar sebagai pengasuh bernama Anya, aku mendekati putri kecilnya, Kirana. Namun, ketulusan Raditya dan keceriaan Kirana perlahan meluluhkan hatiku. Di tengah kemewahan itu, dendamku terkikis oleh kehangatan keluarga mereka, mengubah rencana jahat ini menjadi cinta yang tak terduga.
Sampul Novel Merebutmu Kembali
9.3
Sebagian orang berusaha pulih dari trauma, sedangkan yang lain memilih menghindar. Chandani kini berada di persimpangan jalan ketika kenangan masa lalu yang menyakitkan mendadak kembali membayanginya. Ironisnya, pria yang menjadi penyebab luka batinnya justru datang membawa lamaran pernikahan. Haruskah ia menerima pinangan tersebut atau kabur demi kedamaiannya? Di tengah situasi pelik ini, kegelapan justru tampak menjadi satu-satunya penentu arah takdirnya.
Sampul Novel Penyiksaan Cinta
8.8
Setelah bertahan melahirkan tanpa bius demi sang suami, Surya Ciptadi, wanita ini justru dikhianati secara kejam. Janji manis Surya sirna saat ia berselingkuh hingga memiliki putra dengan wanita lain. Lebih menyakitkan lagi, selingkuhan tersebut dibiarkan menyiksa putri kandung yang dilahirkannya dengan taruhan nyawa. Di balik penderitaan itu, sang istri menyembunyikan rahasia besar tentang penyakit kanker yang diderita Surya. Kini, saatnya ia membalas rasa sakit sang anak dengan nyawa suaminya sendiri.
Sampul Novel Pernikahan Pengganti
8.5
Evelyn ditinggalkan Nathan di hari pernikahan mereka setelah lima tahun bersama. Demi menyelamatkan nama baik keluarga, Adrian yang merupakan kakak Nathan maju menggantikan adiknya di altar. Pernikahan tanpa cinta ini perlahan mengungkap konspirasi di balik hilangnya Nathan dan motif tersembunyi Adrian menikahinya. Evelyn kini harus menghadapi rahasia kelam yang mengancam masa depannya.