APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Escaping The Madhouse

Escaping The Madhouse

Selepas kabur dari lelang gelap yang menjual nasibnya, Alana hanya punya satu tujuan: berlari sejauh mungkin. Namun, takdir mempertemukannya dengan sebuah rumah mewah yang menyimpan bahaya lain. Pria di dalamnya, Jeffrey, memberinya satu pilihan: bantu balas dendamnya, dan tubuh Alana menjadi taruhannya. Di balik kemewahan itu, teror dan hasrat saling jalin-menjalin. Alana terjebak dalam lingkaran gelap yang makin sulit ia kuasai. Bisakah ia selamat dan terbebas, atau justru tenggelam lebih dalam ke dunia yang ia masuki? Kisah ini adalah dark romance dalam balutan mafia romance yang mempertaruhkan segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Kenapa kalian bisa sejahat itu padaku? padahal aku mencintai kalian berdua dengan sepenuh hati, Mom… Gerald…”

“Alana, kamu memang cantik dan sangat baik hati, tapi kamu bukan tipeku. Kamu sangat polos dan bodoh bisa mempercayai kata-kataku begitu saja. Tentu saja itu bukan salahku, kamu sendiri yang memberikannya padaku,” Gerald tersenyum padaku.

“Anak manis, kasihan sekali dirimu. Kau pikir kita akan bersenang-senang disini? sayang sekali aku sama sekali tidak punya niatan untuk melakukan itu denganmu. Itu karena Juan tidak memberiku uang untuk membeli tas terbaru, jadi salahkan saja dia. Jika dia memberiku uang mungkin ini tidak akan pernah terjadi padamu,” ibuku tiri pura-pura kasihan padaku.

“Kukira kamu menyayangiku, menganggapku sebagai anakmu sendiri. Tidak kusangka kamu sejahat ini dengan menjualku, aku akan memberitahu papa tentang kelakuanmu ini,” aku merasa kecewa, marah dan sedih karena wanita yang aku cintai seperti ibuku sendiri, ternyata hanya memasang topeng didepanku dan Papa. Dia hanya mengincar harta milik papa.

“Apa dia akan memercayai perkataanmu? Belakangan ini kamu selalu membuatnya marah dan kecewa karena kamu tidak mematuhinya, satu kata yang keluar dari mulutku dan dia akan memercayaiku tanpa ragu. Aku dimatanya adalah pasangan yang sempurna tanpa celah, berbeda dengan wanita yang sudah melahirkanmu,” ibu tiriku terlihat senang setelah menerima amplop dengan yang berisi sejumlah uang. Ia membagi beberapa gepok uang pada pada Gerald.

"Jadi kamu juga membohongi papa? jahat sekali, dia sangat mencintaimu. Kenapa kamu menjadi seperti ini, dulu kamu sangat baik padaku, memerhatikanku dan papa. Kenapa sekarang kamu berubah menjadi seperti ini..." aku menatap wajah ibu tiriku dengan kekecewaan.

"Ini adalah diriku yang sebenarnya Alana, untuk mendapatkan hati Juan dan juga kau, aku harus rela melakukan apa saja untuk mendapatkan hati dan kepercayaan kalian. Tapi ternyata tidak perlu waktu yang lama sampai kalian berdua berada dalam genggaman tanganku. Tinggal satu langkah lagi sampai dia menyerahkan semuanya padaku," wanita yang belum lama menjadi ibu tiriku ini terlihat begitu senang seolah dia memang menantikan ini.

"Papa bukan orang yang bodoh, dia tidak akan memberikan semuanya padamu. Dia pasti akan menyadari niat busukmu, lalu dia juga akan mencariku."

"Hahahahah... kita lihat saja nanti," balasnya.

“Aku akan membalas kalian berdua, lihat saja nanti. Aku akan membuat kalian jatuh sejatuh-jatuhnya dan tidak ada yang akan menolong kalian saat itu,” aku benar-benar marah sampai mataku terasa panas dan air mataku mengalir. Sumpahku akan membalas perlakuan mereka padaku suatu saat nanti.

“Lana, memangnya kamu mau membalasku dengan apa? Setelah masuk tempat itu, kamu tidak akan bisa keluar sama sekali. Aku harap kamu menikmati hidupmu yang sekarang, pasti akan banyak lelaki akan memilihmu dengan harga tinggi,” Gerald mengusap wajahku, sekarang aku merasa sangat jijik dengan sentuhannya padaku. Aku meludah tepat di wajahnya.

"Bangsat!" dia menjambak rambutku.

“Ayo pergi Gerald, urusan kita sudah selesai disini,” ibu tiriku mengajak Gerald pergi. “Kalian boleh pergi membawa dia, anak ini tidak ada hubungan apa pun denganku,” ujarnya pada beberapa lelaki bertubuh besar yang hendak membawaku entah kemana.

“Aku pergi dulu Alana, nikmatilah kehidupan barumu sekarang, pasti akan sangat menyenangkan untukmu,” dia menepuk kepalaku pelan sebelum pergi dengan wanita itu.

“Dasar bajingan, lihat saja nanti. Aku akan membalas perbuatan kalian padaku?!” teriakku pada mereka yang sama sekali tidak menanggapi amukanku.

“Lepaskan aku?! Jangan sentuh aku dengan tangan kotor kalian?! Lepas?! Lepas!” aku memberontak sekuat tenaga melepaskan diri dari cengkeraman dua orang lelaki kekar disini kiri dan kananku.

“Kami sudah membayarmu dengan harga yang mahal, jadi lebih baik kamu menurut karena kami tidak ingin melukai kulit mulusmu," ujar salah satu dari orang-orang ini.

“Aku tidak pernah setuju untuk ini, lepaskan aku berengsek?! Jika kalian ingin wanita kenapa kalian tidak mengambil perempuan tadi saja?!” tamparan yang sangat keras membuat wajahku kebas dan telingaku sedikit berdeging. Aku juga bisa merasakan rasa darah dari dalam mulutku.

“Kamu sudah menjadi seorang budak dan tidak berhak meninggikan suaramu. Ikuti saja perintah kami jika kamu tidak mau aku menghajarmu lagi.”

***

“Apa jadwalku setelah ini Diaz? Jika tidak ada aku ingin pergi ke satu tempat,” ujarnya sambil menatap layar laptop dengan sangat serius.

“Hari ini kau bebas, tapi Jordy menghubungiku. Katanya ada hal yang harus dia bicarakan denganmu tentang orang itu,” jawab Diaz.

“Apa itu artinya dia sudah mendapatkan informasi yang aku inginkan dari orang itu?” dia berbicara tanpa menatap lawan bicaranya.

“Sepertinya begitu, itulah kenapa dia ingin segera bicara denganmu begitu kau selesai bekerja. Juga, mereka bilang Margareth melakukan ulah lagi disana,” Jeffrey menatap Diaz dengan dingin.

“Usir dia dari rumah itu. Aku sudah tidak membutuhkannya lagi, dia terlalu merepotkan. Begitu dia sudah keluar segera bereskan dia dengan sangat rapi,” ujarnya, dia kembali sibuk dengan laptopnya.

“Dia sudah melayanimu dengan sangat baik dalam beberapa bulan ini, sayang sekali padahal dia sangat mudah untuk dikendalikan,” Diaz mengambil ponselnya untuk menelepon seseorang.

“Kamu bisa mengambilnya jika kamu mau Diaz.”

“Apa kamu bercanda Jeff? Dia memang sangat cantik, tubuhnya juga sangat indah. Tapi aku sangat tidak suka sikapnya yang sangat cerewet dan suka menuntut. Aku lebih suka yang menurut, apalagi diatas ranjang,” ujar Diaz sambil terkekeh.

“Itu akan sangat membosankan Diaz, aku ingin mencari seorang wanita yang sedikit liar sehingga aku harus menundukkannya sedikit,” Jeffrey tersenyum miring membayang sesuatu di kepalanya.

“Kau selalu mengubah tipe wanitamu, setiap waktu. Pantas saja banyak yang menunggumu memilih mereka, membuat mereka bertanya-tanya kapan kau akan membawa mereka ke ruanganmu,” sahut Diaz.

“Aku tidak bisa dengan sembarang wanita, hanya mereka yang menarik perhatianku bisa masuk kedalam rumahku, menikmati semua fasilitas didalamnya bahkan mereka juga mendapatkan uang. Hari ini aku akan ke tempat Frank, kamu tidak perlu ikut karena aku ingin pergi sendirian,” ucap Jeffrey pada asistennya itu.

“Kamu tahu apa yang harus dilakukan di pasar gelap, jangan pakai nama aslimu disana dan gunakan samara agar tidak ada yang mengenalimu,” imbuh Diaz dengan cerewet. Dia lalu menelepon seseorang lagi untuk membawakan pakaian untuk Jeffrey.

“Ini bukan pertama kalinya untukku, aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan. Kau tidak perlu menceramahi sesuatu yang sudah aku tahu dengan baik Diaz, aku sangat membenci itu,” dia melotot kearah asistennya itu.

“Aku hanya mengingatkanmu saja, tidak ada salahnya bukan, kalau begitu aku akan pergi ke Royale Palace untuk bermain sekaligus mengontrol orang-orang kita disana. Oh ya, aku juga meminjam mobil Porsche milikmu,” Diaz mengambil kunci mobil yang tergeletak begitu saja di meja.

“Kamu belum terbiasa menggunakannya, kenapa tidak memakai mobil yang sudah kuberikan padamu?” Jeffrey tampak waswas karena mobilnya itu baru saja dibeli beberapa hari yang lalu.

“Aku ingin mencoba hal yang baru, ada seorang wanita yang ingin aku dekati dan mencoba membuatnya terkesan padaku,” pria yang bernama Diaz itu melambaikan tangan sebelum pergi meninggalkan bos sekaligus sahabatnya pergi.

“Jangan sampai merusak mobilku, kau tidak akan sanggup untuk memperbaikinya?! Haish si berengsek itu,” Jeffrey melonggarkan dasinya lalu menyandarkan dirinya di kursi lalu mengambil rokok dari lacinya. Dia merasa lelah dengan kehidupan ganda yang dijalaninya sebagai CEO perusahaan dan anak seorang bos mafia yang menguasai beberapa perdagangan senjata, dan obat-obat terlarang. Bagaimana dia hidup itu sudah diatur sejak dia terlahir.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alexandra Mata-mata sang CEO
9.1
Alexandra Johnson terjebak kontrak rumit yang memaksanya memata-matai seorang CEO ternama. Namun, sebuah insiden tak terduga mengubah segalanya. Kini, nasib Alexa terjepit di antara dominasi dua CEO berkuasa sekaligus. Terperangkap dalam situasi berisiko tinggi ini, ia harus menghadapi kendali kedua pria tersebut sambil menavigasi intrik dunia bisnis yang berbahaya serta tekanan emosional yang intens.
Sampul Novel Destination Reveange
8.3
Demi membalas dendam pada keluarga angkatnya, Jiang Shiqi memutuskan kembali ke Kekaisaran Ming. Namun, jalannya terhalang oleh Xuan Ming, seorang pangeran kejam tanpa belas kasih yang terobsesi memilikinya. Meski dipaksa tunduk, Shiqi keras kepala menolak perasaan sang pangeran. Saat malam pernikahan mereka yang dingin tiba, Shiqi justru menuntut perceraian dan berjanji akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan pria keji itu untuk selamanya.
Sampul Novel Kecanduan Manis: Istri Manja Tuan Wahid
9.4
Kehamilan tak terduga akibat cinta satu malam menghancurkan hidup Rossa. Di tengah keputusasaan, ia terpaksa menjalani pernikahan bisnis dengan tunangan masa kecilnya. Walau awalnya terasa hambar, cinta mulai tumbuh di hati Rossa. Tragisnya, menjelang persalinan, ia justru didepak dengan surat cerai. Rossa pun memilih pergi. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, sang mantan suami memohon kesempat kedua. Akankah Rossa mau memaafkan?
Sampul Novel Nikah Muda
9.0
Menjelang kelulusan SMA, Dirga Sanjaya harus merelakan masa mudanya demi memenuhi keinginan sang ayah untuk menikah dengan putri sahabat ibunya. Kejutan terbesar muncul saat mengetahui calon pengantinnya adalah Lexsa, musuh bebuyutannya di sekolah. Terbiasa bertengkar layaknya Tom and Jerry, kini mereka terpaksa hidup bersama. Akankah pernikahan dini yang diwarnai gengsi, perseteruan, dan aksi saling mengganggu ini bisa bertahan?
Sampul Novel Pelanggan Tetap Panti Pijat
9.1
Novel modern Pelanggan Tetap Panti Pijat mengisahkan seorang wanita dengan kegemaran rahasia mengamati keintiman pasangan lain. Sayangnya, sang kekasih adalah pria polos yang kurang bergairah dan gagal memenuhi kebutuhan biologisnya. Tak sanggup menahan diri, ia membawa pacarnya ke sebuah panti pijat refleksi kaki yang baru saja dibuka. Di tempat tersebut, ia akhirnya bisa memuaskan hasratnya dengan menyaksikan segala hal secara langsung.
Sampul Novel Tujuh Tahun Menikah, Hanya Sia-Sia!
9.3
Pernikahan Aksara Sanjaya dan Nareswari yang berjalan tujuh tahun terasa hampa tanpa kehadiran anak. Sang istri enggan mengandung karena takut merusak penampilan fisiknya, memicu keretakan dalam hubungan mereka. Di tengah situasi dingin ini, Aksara, sang CEO Sanjaya Corp, justru menemukan kenyamanan pada Rumi Kamila. Kepedulian serta kecerdasan sang sekretaris dalam mengurus segala kebutuhannya membuat hati Aksara luluh, hingga hubungan kerja mereka akhirnya melewati batas.