APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dosen Suamiku

Dosen Suamiku

Wasiat mendiang kakek memaksa Adara Adila Calista, mahasiswi berumur 22 tahun, menikah dengan cucu sahabat kakeknya. Ia sangat terkejut saat mengetahui calon suaminya adalah Rafka Shaquile Zhafran, dosen yang kerap membuatnya jengkel di kampus. Rafka, CEO berusia 24 tahun, terpaksa menyetujui perjodohan ini demi keluarganya dan demi menghindari ancaman kehilangan warisan. Bagaimanakah kelanjutan pernikahan Adara dengan sang dosen yang ia benci dalam ikatan takdir ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Eh dosen tadi ganteng juga yah." puji Tika

"Ganteng dari mananya sih jelek gitu juga."

"Mata lu rabun yah. ganteng gitu dibilang jelek makanya liat deh dari wajahnya yang tampan, hidung mancung, kulit putih, alis tebal huhuu pria idaman para wanita." dara melemparkan cangkang kuaci padanya apa dia bilang? Tampan benar sih tampan tapi kalo galak mah buat apa coba.

"Ihhh Dara kena wajah cantik gue kan" gerutu Risa sembari melemparkan kembali mengenai dirinya untung saja tidak kena kalo kena pasti wajah cantik Dara hancur dah.

"Lebay lu baru segitu juga."

"Emangnya lu gak suka gitu sama pak Rafka, dosen tampan gitu padahal banyak loh yang kagum sama dia." puji Tika.

"Mata merekanya aja yang rabun ke makan wajah tampannya, galak gitu dibilang ganteng." dara menjelekkan dosen barunya.

Rafka baru saja memasuki kantin ia melihat banyak sekali yang menyapanya, tiba saja mendengar suara gosipan dari anak muridnya yang sedang menjelekkan dirinya pada temannya.

kakinya pun melangkah mendekati Muridnya yang sedang mengoceh tepat dibelakang tubuhnya, ia terdiam mendengarkan muridnya yang sedang menjelekkan dibelakangnya.

"Dar itu" tisa menunjukkan tangannya ke arah belakang tubuh Dara yang sudah ada dosen barunya yang sedang ia jelekkan namanya.

"Dar belakang lu?" Tika juga menunjukkan tangannya tepat ke arah belakangnya.

"Apaan sih kalian nunjuk-nunjuk." protes dara melihat sahabatnya yang menunjukkan tangannya kepada dirinya seperti ingin memberitahukan sesuatu.

"Coba lu tengok ke belakang deh." saran Risa wajahnya pun menengok ke arah belakang ia syok melihat wajah dosen yang ia jelekkan berada dibelakangnya.

"Eh bapak hehe" Dara tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menatap wajah sangarnya Rafka yang sudah menatap tajam padanya.

"Berani sekali kamu menjelekkan saya pada temanmu." ujar Rafka menatap tajam ke arah muridnya, semua orang yang berada di kantin menatap mereka berdua.

"Saya tidak menjelekkan bapak kok, iya kan Ris?" tanya dara pada Risa untuk meminta bantuan pada darinya, tapi ia malah menceritakan bahwa dara lah yang sudah menjelekkan dirinya.

"Lah bukannya lu tadi ngejelekkin pak Rafka yah" bodohnya Risa berbicara begitu bukannya bantuin sahabatnya malah nambah masalah baru.

"Dasar polos bukannya nolongin gw dari dosen killer ini malah nambah masalah baru lagi." batin dara.

"Bicara apa saja kamu pada temanmu." tanya Rafka yang masih stand by dibelakang Dara.

"Gak bilang apa-apa kok iya kan teman-teman."

"Apaan sih Dar, tadi kan lu bilang mata merekanya aja rabun dosen galak gitu dibilang ganteng itu kan lu yang bilang Dar." teman-temannya melototkan matanya pada teman satu yang polos ini malah menceritakannya.

"Ris lu Gimana sih bukannya nolongin gw malah cari masalah baru buat gue." protes dara pada teman polosnya ini.

"Dara ikut ke ruangan saya." setelah Rafka berbicara begitu kakinya melangkah keluar kantin menuju ruangannya.

"Gara-gara lu gue jadi kena imbasnya kan." ujar Dara.

"Maaf hehe habisnya gak tau." Risa hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal memang sih ini semua karena dirinya tapi mau gimana lagi semua sudah terjadi.

"Dasar polos,," ucap mereka bersamaan.

"Gue ke ruangan pak Rafka" pamit Dara.

"Emangnya lu ngapain dar ke ruangan Pak Rafka"

"Masih nanya lagi! Lu gak liat gara-gara lu gw disuruh ke ruangannya."

"Oh iya gw lupa" Risa hanya bisa cengengesan.

"Tau ah gue pusing ngomong sama lu." lebih baik Dara pergi ke ruangan dosennya dari pada harus berbicara panjang lebar pada Risa.

"Dara kenapa yah pergi gitu?"

"Tau ah kita cape ngomong sama lu." ucap bersamaan membuat Risa terdiam seketika.

Dara ragu-ragu untuk masuk ke dalam ruangan dosennya, ia takut jika nilainya jadi terancam. Dengan satu tarikan nafas membuatnya menjadi lega ia memutarkan kenop pintu ruangan dosennya.

Kakinya pun perlahan-lahan memasuki ruangan dosen, matanya melihat dosennya sedang bersandar dikursi kebesarannya dengan tatapan seperti sedang marah.

"Permisi, ada apa bapak memanggil saya." tanya Dara dengan penuh berani menanyakannya.

"Masih tanya kenapa saya memanggil kamu, bicara apa saja kamu dikantin bersama temanmu itu?" Rafka menatap muridnya dengan tatapan tajam.

"Saya sudah bilang kalo saya tidak bicara apa-apa pada teman saya." jelas Dara.

"Sudah jelas kamu menjelekkan saya dikantin tadi, kamu pikir saya tidak mendengarnya."

"Ok saya minta maaf pak." Dara memutuskan meminta maaf pada dosennya dari pada nilainya akan terancam nanti.

"Minta maaf kamu bilang setelah menjelekkan saya didepan umum! Minta maaf tidak segampang dari mulut saja." ujar Rafka dengan datar.

"Baik pak sekarang mau bapak apa?" pasrah dara dari pada mencari masalah lagi.

"Saya mau kamu jadi asisten saya." Dara terkejut mendengar perkataan dosennya, Rafka beranjak dari kursi kebesarannya lalu mendekati mahasiswinya.

"Maksud bapak saya jadi pembantu bapak gitu." Dara tidak terima jika dirinya dijadikan babu oleh dosennya, apa kata orang nanti jika mereka mengetahuinya.

Apa lagi jika dirinya berdekatan dengan dosennya bisa diamuk oleh fans-fansnya, asal kalian tau Pak Rafka itu fanssnya banyak banget yang ada Gue dibully.

"Bisa jadi" Rafka mengalihkan pandangannya dari arahnya dengan berwajah datar.

"Enak saja saya tidak mau jadi babu bapak yah! masa cantik-cantik gini jadi babu sih." Dara menolak permintaan dosennya yang benar saja orang cantik gini dijadiin babu kalo dijadiin pacar sih mau aja eh kok jadi mau sih? Gak, males berurusan dengan dosen galak itu.

"Memangnya kamu mau saya kurangi nilai kamu" ancam Rafka menatap arah bola mata milik Dara yang begitu indah.

"Apaan sih mainnya ancam-ancaman memangnya bapak pikir saya takut sama bapak gitu." dara menyilangkan kedua tangannya diatas dadanya jika dirinya tidak takut dengan siapapun itu dia.

"Oh kamu berani sama saya, ok liat saja saya akan buat kamu tidak lulus dari universitas ini." Rafka menatap penuh tajam pada mahasiswinya.

"Baiklah saya mau jadi asisten bapak." dari pada tidak lulus lebih baik menurutinya saja bisa gawat nanti kalo tidak lulus, pasti kena marah Dedy nya apa lagi dengan mamihnya pasti ngomel-ngomel mulu.

"Bagus! Tolong masukkan nilai ke dalam buku nilai ini." Rafka mendekati mejanya, tangannya pun mengambil semua buku nilai mahasiswa & mahasiswinya untuk memerintahkan kepada dara agar nilainya dimasukkan ke dalam buku nilainya.

"Yang benar saja pak! ini banyak loh."

"Mau kerjakan tugas kamu atau saya akan mengurangi nilai kamu." ancam Rafka membuat Dara terdiam sejenak.

"Bentar-bentar ancam sekalian saja bunuh saya." gerutu Dara membuat Rafka tersenyum-senyum sendiri melihatnya menurutnya dia itu lucu dan cukup menarik juga.

"Apa liat-liat" tegur Dara yang melihat dosennya tertawa-tawa melihatnya kemudian senyum itu pun menjadi datar lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari fokus mengasuh kedua keponakannya tanpa memikirkan asmara. Namun, hidupnya berubah sejak Bastian Navarell, seorang miliarder, menyelamatkannya dari ancaman bahaya. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka. Begitu tahu Bastian telah memiliki istri, Almira memilih pergi demi menghindari posisi sebagai orang ketiga. Bastian yang terobsesi tak mengetahui rahasia kesucian Almira. Akankah takdir menyatukan mereka kembali dalam kisah cinta yang mengharukan?
Sampul Novel Balas Dendam Manis Sang Ratu Miliarder
9.0
Setelah diusir, Helen baru menyadari identitas aslinya yang bukan bagian dari keluarga tersebut. Rumor menyebut ia kembali ke pelukan keluarga miskin yang akan mengeksploitasinya, namun fakta justru berbanding terbalik. Ayah kandung Helen rupanya seorang miliarder yang siap memanjakannya. Helen sendiri memegang paten desain bernilai fantastis dan menjadi mentor astronomi nasional. Di saat publik menantikan kejatuhannya, ia melesat menjadi sosok legendaris dan memikat pria misterius yang sangat berkuasa.
Sampul Novel Cinta Barunya Adalah Taipan Misterius
8.9
Charlee hancur setelah dikhianati tunangan dan saudara tirinya tepat di hari pernikahan. Di tengah rasa sakit, ia melewati malam penuh gairah dengan seorang pria asing yang misterius. Tak diduga, pria tampan nan kaya ini selalu pasang badan melindunginya sekaligus membantunya membalas dendam. Namun, saat cinta baru mulai tumbuh, sang mantan pacar datang lagi meminta balikan. Kini, sang taipan menuntut ketegasan Charlee untuk memilih siapa pria yang berhak memilikinya.
Sampul Novel Gadis Kecil Milik Tuan Nicholas
9.6
Nicholas Lauther baru saja memimpin Nexon Games sebagai CEO ketika ia dikejutkan oleh perjodohan yang diatur Billi dan Emma. Ia dipasangkan dengan Amora Georgina, gadis sederhana berusia 19 tahun yang baru pindah demi mengelola restoran steak milik Mark dan Anna. Walau sifat mereka sangat kontras, Nicholas dan Amora memilih bersandiwara di depan orang tua mereka. Di balik kepatuhan palsu itu, keduanya menyusun rencana rahasia untuk membatalkan ikatan tersebut.
Sampul Novel GAIRAH LIAR PLAYBOY TAJIR
8.0
Leon Indrajaya, pewaris takhta bisnis properti yang kaya, menyembunyikan trauma masa kecil di balik tabiat dingin dan temperamentalnya. Demi menyembuhkan luka batin itu, sang ayah memaksanya menjalani terapi dengan psikiater menawan bernama Evita Caroline. Meski menyadari bahwa Evita telah bertunangan dengan CEO Young Entertainment, Belvin Alexander, Leon justru terobsesi padanya. Akankah ia nekat merebut Evita dan memicu perang besar antarkeluarga konglomerat?
Sampul Novel MENIKAHI CEO KEJAM
9.5
Penyesalan mendalam menghantui Jennifer setelah terobsesi pada Maximilian Jefferson, bos real estate asal Jerman. Niat awal menebus kesalahan pada kakak korban perundungannya malah berujung pada pernikahan paksa akibat cinta buta Jennifer. Di tengah siksaan batin yang ia terima, sebuah fakta mengerikan terungkap: Max adalah dalang di balik kematian ayah Jennifer. Kini, saat rasa cinta Jennifer berubah menjadi benci, Max justru mulai jatuh hati. Akankah dendam memisahkan mereka?