APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokter Milik Tuan Muda

Dokter Milik Tuan Muda

Dua dokter cantik, Kimmy Jordan dan Inggit, harus menghadapi rumitnya takdir asmara. Kimmy terjebak dilema besar setelah menerima perjodohan orang tuanya, sementara hatinya justru terpikat oleh pemilik kafe langganan. Di sisi lain, Dokter Inggit terpaksa menjalani pernikahan dengan pria kaku yang sedingin beruang kutub. Saksikan perjuangan keduanya dalam menavigasi komitmen, cinta tulus, dan dinginnya sikap pasangan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Langit telah terlihat berubah warna. Matahari telah kembali ke tempat peraduannya dan kini telah digantikan oleh sang rembulan.

Kimmy melepas jas putihnya, lalu menggantungnya. Meletakkan stetoskop yang selalu menggantung di lehernya ke tempat semula. Duduk di kursinya lalu meneguk air mineral dari botol cantik miliknya. 

"Huft … capek!" Menghembuskan nafas kasar. "Butuh yang segar-segar." Melihat jam yang melingkar di tangannya. 

"Belum pulang, Kim?" tanya Inggit yang sementara memasukkan barangnya ke dalam tas jinjing miliknya. 

"Bentar lagi, Say." 

"Ya udah, kalau gitu aku duluan yah. Aku mau pulang berendam air hangat, lalu tidur cantik," ujarnya tersenyum. Ingin rasanya ia langsung sampai di rumahnya saat ini juga. Merebahkan tubuh yang sudah seharian beraktifitas. 

"Oke. Hati-hati yah!" Melambaikan tangannya saat temannya itu mengambil langkah keluar ruangan. 

"Aku juga mau pulang. Lapar!" Merapikan mejanya, mengembalikkan semua ke posisi seperti semula, seperti biasanya. 

Klik…

Kimmy masuk ke dalam mobil kesayangannya. Namun ketidakberuntungan sedang menghampirinya, mobil itu tiba-tiba saja enggan menyala. Beberapa kali Kimmy memutar mutar kunci mobil tersebut tetap saja tidak bisa. 

"Yah kok nggak mau sih!" kesal. Memukul pelan stir mobil itu. 

"Padahal kan si putih ini rajin periksa, kenapa mogok," tambahnya semakin kesal. "Coba lagi." Kembali memutar kunci mobil itu, menekan pedal gas namun nihil. 

Menghela nafas panjang. Mengambil hpnya lalu menelpon bengkel langganannya untuk memeriksa mobilnya. Sembari menunggu, Kimmy bersandar di jok mobil. Memejamkan matanya, mengatur pernafasannya. 

"Jadi ceritanya aku pulang pake taksi online nih?" ujarnya entah kepada siapa. Baru saja ingin memesan taksi, suara ketukan terdengar di jendela mobil itu.

Sempat terkejut saat melihat siapa yang mengetuk. Kimmy akhirnya menurunkan kaca mobilnya, lalu menatap seorang pria itu yang sudah membungkukkan kepalanya agar bisa melihat Kimmy. 

"Apa mobilnya mogok?" pria itu bertanya dengan wajah datar. 

"Iya Dokter." Tersenyum kikuk. 

"Biar saya bantu periksa." Menawarkan bantuan. Sebab sedikit banyak dokter .Aidil tahu tentang otomotif. 

Kimmy melambaikan tangan di depan wajahnya sebagai tanda penolakan, lalu keluar mobil. Bicara di dalam mobil Kimmy merasa tidak sopan. "Nggak usah repot repot dokter. Kebetulan saya sudah menelpon bengkel langganan saya." 

"Oh gitu. Ya sudah kalau begitu, bagaimana kalau saya antar pulang, ini sudah malam." 

Kesempatan untuk bisa lebih dekat dengannya. Aidil.

"Saya bisa naik taksi dokter. Saya nggak enak ngerepotin, Dokter," tolak Kimmy. Malu rasanya jika harus berdua didalam mobil dengan orang yang baru ia kenal. Meski mereka kerja ditempat yang sama, namun baru hari ini Kimmy bicara langsung dengan salah satu dokter yang menjadi incaran para petugas yang lainnya. 

"Nggak kok. Sama sekali nggak ngerepotin." Tersenyum tulus.

Aku malah senang kalau kita bisa berduaan. Biar aku bisa mengenalmu lebih dekat. Aidil. 

Aduh, gimana nih? Kimmy.

Aidil memiringkan wajahnya, menatap lekat wanita yang dikaguminya. Sedangkan wanita yang di tatapnya tak menyadari sebab ia sibuk melamun. Aidil tersenyum, lalu menjentikkan jarinya ke depan wajah Kimmy hingga wanita itu terkejut. 

"Eh ..." Tersenyum kikuk. 

"Bagaimana?" Pria itu kembali bertanya. Ia tak bisa melepas kesempatan ini. 

"Oh ya udah deh! Tapi bisa kita tunggu dulu orang yang akan menjemput mobil saya?" 

"Tentu saja. Kita duduk disana saja." 

Kimmy pasrah. Sebab ia tidak enak hati untuk menolak tawaran dokter tamoan tersebut. Apalagi Kimmy cukup yakin pria didepannya ini tidak akan macam-macam. Sebab Kimmy kerap kali mendengar Papinya memuji kebaikan dokter yang menjadi panutan beberapa dokter di tempat mereka bekerja. 

Setelah beberapa menit berselang kini Kimmy sudah berada dalam mobil bersama dokter Aidil. Canggung, itulah suasana yang terjadi saat ini. Aidil yang sangat senang bisa berdua wanita idamannya pun kini dilanda gugup. Hingga keduanya pun tak bersuara.

Aku bahkan lebih gugup sekarang dibandingkan di ruang operasi.  Aidil.

Hey siapapun. Keluarkan aku dari situasi canggung ini. Kimmy. 

Keheningan itu seketika terganggu dengan suara yang berasal dari perut Kimmy. Aidil langsung menatap Kimmy sekilas lalu pandangannya kembali ke depan. Bisa gawat kalau dia fokus menatap wanita itu, bisa bisa mobil ini hancur melebur. 

Kimmy tersenyum malu.

Akhh … Aku ingin menenggelamkan diriku sekarang di sungai amazon. Kimmy

"Kamu belum makan malam?" 

Perut … kau mempermalukanku. 

"Be-belum. Maaf, Dokter." Melirik sekilas dokter Aidil untuk memastikan bagaimana ekspresi dokter itu. Namun yang dilihat hanya ekspresi biasa. 

Apa tadi dia menertawakanku yah? 

"Kenapa minta maaf. Sangat wajar jika kamu lapar di jam segini. Kita ke resto dulu yah, kebetulan saya juga lapar." Tersenyum namun pandangannya tetap fokus ke depan. 

Apa? Ini semua gara-gara kamu perut. 

"Ta--tapi, Dok."

"Restonya tak jauh kok dari sini." Sela Aidil. Karena ia tahu, pasti wanita di sebelahnya ini akan menolak lagi. 

"Ba-baiklah. Makasih sebelumnya, Dokter. Hari ini saya banyak merepotkan dokter Aidil." 

Aku pikir dia tidak tahu namaku. Heheh. Aidil.

"Santai saja." 

Bagaimana aku bisa santai. Kita bahkan tidak sedekat itu untuk bisa makan bersama, berdua lagi! Kimmy. 

Kimmy rasanya ingin segera mengakhiri pertemuan ini. Mengingat ia dan dokter Aidil sebelumnya tidak saling mengenal. Bagaimana bisa dalam waktu sehari, ia selalu saja bertemu pria ini. Bahkan tadi di Rumah Sakit mereka beberapa kali berjumpa pada saat melakukan pemeriksaan. Dan sekarang orang menolongnya pun adalah pria ini. 

Sesampai di resto.

"Kamu mau dimana? Atau kamu mau private room?" Bertanya, sebab ia ingin Kimmy merasa nyaman bersama dengannya. Bukan malah seperti terpaksa. 

"Tidak usah dokter. Kita duduk disana saja." Menunjuk kursi kosong yang terlihat di pojokan, tepat di dekat lemari pembatas antar ruangan yang lainnya. 

"Baiklah." 

Saat mereka telah duduk, terlihat pelayan dengan tergesa gesa mendekat ke meja itu. 

"Maaf bos." Menundukkan kepala hormat. "Apa bos mau saya antar ke private room?" tanya pelayan itu hati-hati. Ia bahkan sudah keringat dingin. Kimmy pun hanya diam memperhatikan interaksi itu?

Bos? Kimmy.

"Tidak usah. Dia lebih nyaman disini." Menunjuk Kimmy dengan pandangannya. "Mana menunya." Menadahkan tangannya. 

"Oh iya, maaf. Ini bos." Menyerahkan buku menu dari tangannya. 

"Kamu yang pesan dulu." Menyimpan buku itu ke depan Kimmy. 

Kimmy mengangguk lalu mengambil buku menu itu. Membukanya dengan perlahan. 

Kenapa sedari tadi dia itu bicara seolah olah kita itu akrab. Bodoh ah, aku lapar. Kimmy.

Makan apa yah? Kimmy.

Setelah beberapa detik, akhirnya pilihan Kimmy jatuh pada kedunia perseafoodtan. Begitu pun juga dengan Aidil. 

"Bagaimana kabar Om Jordan dan Tante Kiran?" Mencoba keluar dari situasi canggung. Aidil mencoba untuk mengakrabkan diri dengan dokter cantik di depannya ini. Menatap lekat wanita itu dengan penuh kelembutan. Tatapan seseorang yang mendamba namun tak disadari oleh Kimmy. 

"Mereka alhamdulillah sehat dok. Dokter kenal di mana dengan orang tua saya?" 

"Kebetulan orang tua kita berteman. Dan saya juga sering ketemu beliau saat ada acara pertemuan di Rs ataupun acara seminar." 

Kimmy mengangguk beroh ria. Membuat Aidil merasa gemas sendiri. 

"Eh Dok. Tadi pelayan itu memanggil anda bos. Apa restoran milik dokter?" Rasa keingintahuannya akhirnya mengalahkan rasa malunya. Apalagi ketika melihat dokter Aidil yang begitu santai bicara dengannya membuat ia berani bertanya. 

"Iya. Kebetulan selain jadi dokter saya juga mencoba keberuntungan di bidang usaha kuliner." Lagi lagi pria itu tersenyum tipis membuat kadar ketampanannya meningkat dan itu tak dipungkiri oleh Kimmy. 

"Wah dokter hebat yah, bisa merangkap pekerjaan begitu," puji Kimmy secara tidak sengaja. Senyuman di bibir pria itu pun semakin melebar saat mendengar pujian yang terlontar dari bibirnya. 

"Aku di bantu juga sama adikku." 

Percakapan itu pun terus mengalir sembari menikmati makanan pesanan mereka. Bahkan mereka sudah tidak terlihat canggung seperti semula.

Sedangkan seseorang di kejauhan sana menggigit bantal, saat melihat pesan yang masuk di ponselnya. 

Orang itu adalah inggit. Kimmy sengaja mengambil gambar dokter Aidil secara diam-diam untuk membuat wanita itu iri. Dan benar tebakan Kimmy. Wanita itu sekarang sudah seperti cacing kepanasan saking irinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dan ternyata cinta
9.4
Pertemuan tak terduga di atas pesawat mempertemukan Vita, seorang pramugari, dengan Andrian yang merupakan prajurit TNI. Andrian langsung jatuh hati pada pandangan pertama saat bertolak ke Jawa. Hubungan mereka berjalan lancar hingga berlanjut ke jenjang pernikahan. Namun, badai datang menerpa rumah tangga mereka ketika Vita tiba-tiba mengajukan gugatan cerai. Kini, Andrian terjebak dalam dilema besar apakah harus menyetujui perceraian tersebut atau tidak.
Sampul Novel Dinikahi Calon Kakak Ipar
9.0
Hari pernikahan Elvira berubah menjadi duka saat calon suaminya tewas dalam kecelakaan. Ia pun terpaksa menikahi kakak mendiang kekasihnya yang berwatak kaku, Arsen. Di tengah peliknya pernikahan baru mereka, Elvira menyadari bahwa Arsen adalah alasan sesungguhnya ia jatuh cinta dahulu. Kini, ia bertekad mengajari suaminya cara mencintai. Kisah ini juga mengiringi romansa beda kasta antara sang asisten, Tio, dan sekretaris bernama Mona. Akankah cinta mereka berakhir bahagia?
Sampul Novel Hasrat Dendam Suamiku
8.4
Briella Moretti dianggap beruntung karena menikah dengan pewaris keluarga terpandang, Adrian Maven. Namun di balik pernikahan mewah ini, Adrian hanya ingin membalas dendam dan menghancurkan hidup Briella. Ia berniat menyiksa batin istrinya perlahan. Tak disangka, ketulusan Briella justru mulai menyentuh hatinya. Adrian kini terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan ego dendamnya atau menerima cinta yang mulai tumbuh.
Sampul Novel Ipar Tercinta
8.1
Wasiat terakhir sang kakak sebelum mengembuskan napas terakhir menjungkirbalikkan dunia Diraya Paramitha. Di usianya yang masih sangat muda, Dira dituntut mengemban tanggung jawab besar sebagai ibu sambung bagi keponakannya sekaligus istri baru bagi Wira Dharmawan. Pernikahan mendadak ini menguji kedewasaannya. Akankah benih cinta yang tulus tumbuh di antara mereka seiring waktu, ataukah hubungan ini selamanya bertahan hanya demi menunaikan kewajiban terhadap sang anak?
Sampul Novel Istri Tuan Jhason
7.9
Pascapenyelamatan dirinya oleh Jhason, kehidupan Kara berubah sepenuhnya hingga kini mereka bertunangan. Sayangnya, hubungan mereka diterpa banyak ujian berat yang mengancam kebersamaan itu. Keadaan kian pelik ketika mantan pacar Kara mendadak hadir kembali. Pertemuan dengan masa lalunya ini memicu gejolak batin yang hebat pada Kara, memancing keraguan mendalam untuk terus berkomitmen dan setia mendampingi Jhason.
Sampul Novel JERAT PESONA TUAN MUDA GIDEON
7.9
Akibat trauma masa lalu yang hampir merenggut nyawanya, Gideon Mosha, mahasiswa cerdas, hidup dalam pengawasan ketat orang tuanya. Sang ibu pun menyewa pengasuh pribadi. Namun, sifat jahil Gideon membuat tak ada pengasuh yang bertahan lama. Di sisi lain, Septin Adena, mahasiswi yang butuh biaya, terjebak menerima pekerjaan ini karena mengira akan mengasuh balita. Meski harus menghadapi tuan muda yang arogan, Septin terpaksa bertahan demi ekonomi. Akankah cinta tumbuh di antara mereka?